Jumat, 07 September 2012

Rista Dwi Septiani Jurnalistik 1A

Inilah sekilas tentang saya. Saya Rista Dwi Septiani, dilahirkan di
Jakarta pada 22 September 1994. Orang-orang biasa memanggil saya
Rista. Dilahirkan dari keluarga yang biasa-biasa saja, anak kedua dari
dua bersaudara.



Sejak kecil tidak pernah terpikirkan sama sekali oleh saya untuk
menjadi seorang jurnalis, ya jurnalis. Cita-cita saya malah ingin
menjadi seorang penulis, penulis novel. Entah mengapa saya bisa
tertarik menjadi seorang penulis. Bagi saya, penulis itu mempunyai
dunia yang luar biasa. Mereka mampu menciptakan dunia yang mungkin
tidak pernah kita pikirkan sebelumnya, walaupun tidak nyata.
Mengungkapkan apa yang tidak bisa mereka tunjukkan secara langsung,
mengimajinasikan apa yang tidak bisa mereka lakukan. Hal-hal yang luar
biasa. Tapi tidak sedikit pula yang merendahkan seorang penulis,
padahal tanpa seorang penulis dari mana kita bisa mendapatkan ilmu?
Penulis sebuah buku pelajaran contohnya. Singkatnya ya, begitulah
kiranya menurut saya.

Saya berasal dari SMA, jurusan IPA. Sudah pasti tidak ada hubungannya
sama sekali dengan jurusan yang saya pilih saat ini.
Dengan basic 'hitung-hitungan' yang sudah menjadi makanan sehari-hari
pasti sulit lah untuk masuk ke jurusan yang termasuk dalam kelompok
IPS ini.
'menghafal' ya itulah kelemahan saya, maka dari itu saat SMA saya
lebih memilih jurusan IPA. Awalnya saya memilih jurusan Biologi
Fakultas Saintek di UIN Jakarta pada saat program SNMPTN Undangan,
tapi memang dari hati tidak terlalu suka dengan jurusan itu maka pada
saat dinyatakan tidak lulus saya malah bersyukur, karena kalau saya
lulus pasti itu malah akan menjadi bumerang untuk diri saya sendiri.

Sastra... sebenarnya saya ingin masuk jurusan itu untuk mendalami
bagaimana cara menulis yang baik dan benar, tapi tidak mendapat izin
dari orang tua. Mereka berpikir kalau lulusan sastra itu 'tidak jelas'
padahal kalau menurut saya itu semua tergantung dari masing-masing
pribadinya, bukan jurusannya. Tapi yasudahlah, mendengarkan apa kata
orang tua itu pasti jauh lebih baik. Dan pada saat saya melihat
jurusan Jurnalistik ini, saya sangat tertarik dan antusias sekali
karena di jurusan ini bukan hanya mempelajari bagaimana cara menulis
yang baik dan benar tapi banyak lagi yang akan dipelajari di jurusan
itu.

Dua bulan mengikuti bimbel super intensif dengan memilih IPS, sudah
pasti saya kewalahan dengan pelajarannya. Tapi saya sudah bertekat
kalau saya tidak ingin masuk ke Universitas Swasta, kecuali kalau
terpaksa. Dengan ilmu yang seada-adanya akhirnya saya mengikuti ujian
SNMPTN Tulis. Sebelum pengumuman ujian SNMPTN Tulis saya juga sempat
mengikuti ujian mandiri UIN Jakarta tapi entah mengapa saya kurang
bersemangat mengikutinya karena saya optimis lulus dalam SNMPTN Tulis.
Dan benar saja, dua hari setelah ujian mandiri akhirnya saya
dinyatakan lulus dalam ujian SNMPTN Tulis. Di pilihan pertama,
Jurnalistik UIN Jakarta. Saya sangat-sangat bersyukur karena banyak
teman saya yang tidak lulus dalam ujian tersebut.

Beruntung? Ya, mungkin saya termasuk dalam jejeran orang yang
beruntung. Tapi saya yakin ini adalah takdir Allah, jalan hidup yang
terbaik untuk saya. Dan sekarang, saya sudah menjadi mahasiswi di UIN
Jakarta jurusan Jurnalistik ini.

Semoga nanti kedepannya saya bisa menggapai cita-cita saya menjadi
seorang penulis. Jikalau saya gagal pun saya bisa menjadi seorang
jurnalis yang islami, jujur dan bertanggung jawab :)

Sometimes... kita kan tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan
tapi yang pasti, Allah selalu tau apa yang kita butuhkan. Jadi apapun
halangan & rintangannya pasti selalu ada jalan untuk menjadi orang
sukses.
Sukses itu pilihan. Dan harga dari sebuah kesuksesan itu bukan
terletak dari jabatannya tapi dari setiap usaha yang dilakukannya.

Demikianlah autobiografi yang telah saya buat. Terima kasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini