Rabu, 22 April 2015

DEGRADASI KEBUTUHAN Oleh M. Ali dan Ahriani

GATHERING DATA
(DEGRADASI KEBUTUHAN)
Muhammad Ali Nurdin          1112052000017
 Ahriani Silvia                         1112052000001
BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM 6
Kami melakukan wawancara pada hari Senin, 20 April 2015 jam 15.50 di salah satu tempat nongkrong para remaja sekolah maupun mahasiswa di Jl. Tarumanegara, Pisangan Ciputat, Tangerang Selatan. Kebetulan di kafe ini salah satu dari kami bekerja di sini, yakni Ahriani Silvia.
Narasumber kami berjumlah 6 orang laki-laki yang semuanya merupakan siswa kelas 3 (kelas 12)  SMA Nusantara, Ciputat. Menurut Ahriani Silvia yang setiap hari bekerja di kafe, ke-6 narasumber ini hampir tiap hari datang ke kafe untuk sekedar nongkrong dan kumpul-kumpul. Jadi antara mereka dengan salah satu anggota kelompok ini sudah saling mengenal, meskipun sekedar hubungan antara pengunjung dengan kasir. Kami mengangkat tema atau topik tentang cara menangani/ menghilangkan stress pada masa-masa Ujian Nasional SMA.

Suasana kafeyang bernama Kafe Joker yang menjadi tempat wawancara ini pada saat kami datang tidak ada pelanggan sama sekali, hanya ada kasir yang juga bertugas sebagai penjaga kafe. Sang kasir ini setiap harinya bergantian bekerja dengan salah satu orang dari kami, yakni Ahriani Silvia.Lokasi kafe yang menjorok/ agak masuk ke dalam dari jalan Tarumanegara sekitar 15 meter, membuat kafe ini tidak terlalu bising dengan suara kendaraan yang lalu lalang di jalan Tarumanegara yang menghubungkan kampus 2 UIN Jakarta dengan jalan Legoso, Ciputat. kafe ini hanya berjarak 40 meter dari bekas studio Benz Radio yang terkenal itu. Namun kini studio radio itu dipindah ke kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan. Ruang utama kafe ini hanya bisa menampung 10 orang, tetapi halaman kafe yang luas sering dijadikan tempat nongkrong dengan bantuan alas tikar atau terpal yang digelar.
Bangunan kafe Joker tidak sendirian berdiri di sana. Ada 5 petak toko, dan kafe joker berada di urutan ke-3 atau di tengah-tengah bangunan toko yang berbaris menghadap timur. Di samping kiri kafe Joker adalah warung makan Tegal/ Warteg yang tidak pernah sepi, namun toko yang berada di samping kanan kafe Joker tempat kami wawancara masih kosong/ belum ada yang menempati.
Saat kami datang ke kafe tersebut cuaca sedang mendung dan turun gerimis kecil, sehingga suasana kafe memang sepi. Apalagi, di jam-jam seperti saat kami datang (jam 4 sore), biasanya kafe memang sepi. Prime time/ waktu-waktu padat pengunjung kafe ini sekitar jam 21.00-23.00.
Setelah sekitar 20 menit kami menunggu, akhirnya narasumber kami yang merupakan anak SMA langganan kafe datang juga. Mereka ber-6 masih mengenakan seragam putih abu-abu atau seragam SMA mereka.
Setelah mereka duduk dan memesan kopi yang menjadi menu andalan kafe, kami mulai ngobrol ringan atau dalam bahasa anak muda dikenal dengan spak-spik. Saat itu cuaca makin mendung cenderung gelap, padahal masih jam 4 sore. Gerimis yang tadi masih kecil, setelah narasumber kami datang dan berbincang dengan kami kini berubah menjadi hujan.
Menu yang mereka pesan tiba, kami berdua mulai mengisyaratkan akan memulai sesi wawancara di kafe itu juga. Karena pengunjung kafe tidak ada lagi selain mereka ber-6 dan suasana di luar masih hujan, maka mereka menyetujui sesi wawancara di kafe dengan pertimbangan tidak mengganggu orang/ pengunjung lain. Kami mulai menjelaskan tata urutan sesi wawancara dan jalannya wawancara ke depan kepada mereka, dan mereka menyetujui. Kami juga mengatakan pada mereka bahwa wawancara ini tidak seperti wawancara formal yang terpaku pada teks dan jawaban harus dengan bahasa formal, ini kami buat tidak seperti wawancara pada umumnya, namun seperti ngobrol biasa/ harian.
Kami menjelaskan tentang fungsi atau peran antara kami berdua. Saya (Muhammad Ali Nurdin) bertindak sebagai penanya/ pewawancara dan juga sebagai pemimpin jalannya wawancara, sedangkan teman saya Ahriani Silvia bertindak sebagai sekretaris atau pencatat dan pengumpul jawaban serta sebagai asisten yang lebih repot dibanding pemimpin wawancara. Mereka mendengarkan kata-kata kami dengan seurius tapi santai dan dari raut mukanya mereka mengerti.
Pertanyaan :
Sebutkan 5 hal, apa saja yang dilakukan satuminggu sebelum menghadapi UN?
Jawaban Nara Sumber :
1.      Eky Zulkarnain
-          Berkumpul bersama teman
-          Jalan-jalan
-          Sholat
-          Belajar
-          Istirahat cukup
2.      Khairul Anwar
-          Sholat
-          Belajar
-          Meminta Doa kepada Orangtua
-          Belajar bersama teman
-          Doa bersama teman
3.      Rangga Ismail
-          Sholat
-          Meminta maaf  kepada Guru dan teman
-          Meminta Doa kepada Orangtua
-          Doa bersama teman
-          Rajin beribadah kepada Allah
4.      Mustafa Hasan
-          Berkumpul bersama teman
-          Sharing bersama Guru
-          Membaca pelajaran yang akan diUNkan
-          Istirahat yang cukup
-          Doa bersama teman

5.      Agus Purnomo Adi
-          Sholat
-          Berdoa
-          Berkumpul bersama teman
-          Meminta Doa kepada Orangtua
-          Istirahat yang cukup
6.      Dzaky Fauzan
-          Menenangkan hati dan fikiran
-          Belajar
-          Menjaga kesehatan
-          Beribadah
-          Berkumpul bersama teman.
Dengan adanya jawaban mereka ini maka kami menyimpulkan bahwa yang sangat beprengaruh pada saat seminggu sebelum mulai UN adalah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini