Rabu, 08 April 2015

tugas wawancara. tugas 2. nama syachul hamdi pmi6

BENI ARDIANSYAH  SEBAGAI PAHLAWAN LINGKUNGAN

Oleh: Syachul Hamdi

NIM : 1112054000022

Jurusan : Pengembangan Masyarakat Islam

Semester 6

Dalam sub kajian kali ini, saya mengangkat btema pahlawan lingkungan yang terlupakan. Sehingga dari kajian saya kita semua tidak tutup telinga, mata, dan yang lainnya bahwa disekitar kita ada pahlawan lingkungan tapi kita tidak menyadarinya.

Pada waktu itu, terik matahari membakar tubuh yang lagi haus akan informasi pehalawan lingkungan disekitar kita. Namun saya terus berjalan berjalan tanpa henti untuk menyelesaikan tugas mingguan dari dosen saya. Namun ditengah perjalanan saya terhipnotis dengan pekerjaan seseorang yang berbaju orange karena pada waktu itu, mereka tahan akan teriknya matahari, ketika saya melihat kejam tangan waktu menunjukan pukul 11.35 WIB dan matahari telah berada tepat diatas kepala. Saya bertemu dengna seorang pemuda yang bernama Beni Ardiansyah yang ternyat setelah saya telusuri dan bertanya panjang lebar dia adalah salah satu dari aktivis yanbg bergerak di bidang lingkungan.

Sapaan arbra beni itu, tidak sungkan menjelaskan latar belakng dia secara detail pada saya. Yang mana dia dilahirkan di kota depok pada 30 agustus 1989 itu mempunyai tiga saudara dari dan dia merupakan anak sulung dari riga bersaudara tersebut. Anak dari pasangan hasbullah dan surasmi ini sudah lima tahun menggeluti bidang lingkungan tersebut. Bahkan dia aktif di Wahana  Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi  kota Depok) karena dia sadar, kerusakan lingkungan hidup yang semakin tidak terkendali baik di pedesaan maupun di perkotaan.

Menurut dia, Memburuknya kondisi lingkungan hidup secara terbuka mempengaruhi dinamika sosial, politik dan ekonomi masyarakat. Siapa yang bertanggungjawab atas kerusakan lingkungan hidup kian sulit dipastikan karena penyebabnya sendiri saling berkaitan satu dengan yang lainnya.

Maka dari itu, dia tergugah untuk aktif dan menjadi relawan dan orang yang peduli terhadap kondisi lingkungan disekitar. Bahkan pada tahun 2013 dia di percayai untuk menjadi pimpinan utama di WALHI kota depok karena kegigihan dan keuletannya sebagai pemuda yang aktiv di lingkungan.

Ada beberapa pencapain yang yang dia raih dan laksanan ketika menjadi ketua di walhi kota depok, yakni: penghijauan kembali di hutan Taman Hutan Raya (Tahura). Yang berada di Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok (dekat dengan stasiun kereta api Depok Lama). Hutan yang dulu luasnya 30 Ha, kini hanya tersisa seluas 6 Ha. Yang sekarang menjadi hutan lindung dan masih banyak lagi pencapaian dia selama menjadi ketua di WALHI kota depok.

Selain itu, menurutnya bahwa perlu kita sadari bahwa setiap orang sesungguhnya bisa menjadi aktivis lingkungan, minimal bagi keluarganya. Sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) misalnya, kita juga bisa menjadi pahlawan, yaitu dengan cara bekerja secara ikhlas, jujur dan amanah, serta selalu memberikan yang terbaik sesuai dengan kapasitas kita masing-masing. Selain itu, supaya bermanfaat bagi sebanyak-banyaknya orang, kita juga harus memberikan pengabdian serta pelayanan terbaik bagi kepentingan masyarakat. Dan dengan penuh semangat, kita curahkan tenaga dan pikiran untuk menciptakan dan mengimplementasikan program-program yang bisa membuat masyarakat maju dan sejahtera, meskipun nanti mungkin kita sendiri belum tentu akan merasakan hasilnya.

Akhirnya, wawancara saya dengan beliau diakhiri dengan sebuah falsafah hidup yang beliau selalu pegang teguh dalam hidupnya yakni; Lebih Baik Mandi Keringat Saat Latihan Dari Pada Mandi Darah Saat Berperang.

Saya rasa, tindakan yang dia lakukan dengna cara penghijauan pada huta Taman Hutan Raya kota depok, layaklah dia kita pandang sebagai pahlawah lingkungan disekitar karena perannya yang sangat sungguh laur bisa tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini