Senin, 22 Juni 2015

Tugas UAS SOSPED_Desa Cibentang_Azhar Fuadi PMI 2

Nama            :      Azhar Fuadi

NIM              :      11140540000004

Prodi             :      Pengembangan Masyarakat Islam

 

Infrastruktur Jalan Sebagai Jantung Perekonomian Desa

 

I.                   Pendahuluan

Sarana infrastruktur jalan mempunyai peran yang sangat penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan, baik untuk pendistribusian barang atau jasa. Ketersediaan jalan yang baik dan stabil berpengaruh terhadap kelancaran arus lalu lintas. Tingginya pertumbuhan lalu lintas sebagai akibat pertumbuhan ekonomi dapat menimbulkan masalah yang serius apabila tidak diimbangi dengan perbaikan mutu dari sarana dan prasarana jalan yang ada. Diperlukan penambahan sarana infrastruktur jalan dan perencanaan lapis perkerasan yang baik serta pemeliharaan jalan yang terus menerus agar kondisi jalan tetap aman dan nyaman untuk memberikan pelayanan terhadap lalu lintas kendaraan.

Pertumbuhan kendaraan yang begitu cepat berdampak pada kepadatan lalu lintas, baik di jalan dalam kota maupun luar kota, sehingga perlu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur jalan. Berdasarkan klasifikasi menurut fungsi jalan, maka dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung segala aktifitas masyarakat. Kenyataan menunjukkan bahwa kerusakan yang terjadi di jalan raya memerlukan perbaikan perkerasan dan fungsional pada permukaan jalan yang rusak. Penanganan ini dirasa belum cukup tepat karena upaya perbaikan yang dilakukan tidak dapat bertahan lama sesuai dengan umur rencana. Penulisan tugas akhir ini bertujuan untuk menentukan perbaikan kerusakan yang tepat pada Ruas Jalan Raya.

         

A.    Permasalahan yang dikaji

Infrasturukur umum yang dibangun pemerintah pusat penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur yang baik sangat diharapkan oleh masyarakat dalam mencari kemudahan beraktifitas setiap hari dalam memberikan investasi dan jalan keluar masuk barang dan jasa. Infrastruktur seperti Jalan Raya sangat vital bagi masyarakat, khususnya masyarakat Desa Cibentang Kecamatan Ciseeng Bogor Jawa Barat. Jalan Raya digunakan setiap hari untuk kelancaran transportasi dari satu tempat ke tempat yang lain.

Jalan Raya yang dibangun oleh pemerintah pusat di daerah Desa Cibentang banyak yang rusak dan jelek. Jalan Raya yang rusak tersebut dapat mempengaruhi kemunduran prekonomian masyarakat Desa Cibentang. Pemerintah sampai saat ini belum ada tindak lanjut untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Jalan Raya yang rusak yang paling merugikan adalah dapat menghilangkan nyawa seseorang. Salah satu Jalan Raya di Desa Cibentang itu menghubungkan dengan sektor Pariwisata Gunung Sindur.

 

B.     Metodologi

Hari pertama menuju lokasi (19 Juni 2015)

Perjalanan menuju ke lokasi Desa Cibentang Ciseeng Kabupaten Bogor kira-kira berjarak 25 km dari UIN Ciputat, perjalanan bisa ditempuh dengan menggunakan angkutan umum dan bisa juga menggunakan kendaraan pribadi. Jika tidak ada halangan berarti perjalanan ke Desa Cibentang ditempuh kurang lebih 50 menit.

 

Hari Kedua Observasi ( 20 Juni 2015 )

Hari kedua saya mulai untuk mengobservasi permasalahan di Desa Cibentang yaitu tentang infrastruktur jalan raya. Saya pergi ke pariwisata Gunung Sindur, perjalanan ke Gunung Sindur sedikit terhambat karena jalanan yang rusak. Setelah sampai dilokasi, saya bertemu Pak Surya penjaga sekaligus pengelola tempat Pariwisata Gunung Sindur. Saya mewawancarai Pak Surya dengan pertanyaan-pertanyaan tentang infrastruktur dan pariwisata.

 

II.                Tinjauan Teori

Teori Kontruktivis

Konstruktivis sosial merupakan sebuah teori sosiologi kontemporer yang dicetuskan oleh Peter L.Berger dan Thomas Luckman. Dalam menjelaskan paradigma konstruktivis, realitas sosial merupakan konstruksi sosial yang diciptakan oleh individu. Individu adalah manusia yang bebas yang melakukan hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain. Individu menjadi penentu dalam dunia sosial yang dikonstruksi berdasarkan kehendaknya. Individu bukanlah korban fakta sosial, namun sebagai media produksi sekaligus reproduksi yang kreatif dalam mengkonstruksi dunia sosialnya.

     Pendekatan konstruktivis ini memfasilitasi mahasiswa untuk dapat mengembangkan potensi dalam dirinya untuk berpikir kronologis, kritis analitis  seperti mengembangkan kemampuan pengetahuan, pemahaman, analisis dan sikap serta perilaku berdasarkan pengalaman yang akan membantu siswa dalam mengambil hikmah dari pengalaman tersebut, untuk dijadikan tolak ukur dalam bersikap, berpikir dan bertingkah laku.

 

III.             Gambaran Lokasi

Desa Cibentang adalah desa di kecamatan Ciseeng, Bogor, Jawa Barat. Desa Cibentang memiliki batas wilayah administratif  sebagai berikut:

Sebelah Utara              :           Gunung Sindur

Sebelah Timur             :           Kec. Kemang dan Kec. Rancabungur

Sebelah Barat              :           Kec. Rumpin  

Sebelah Selatan           :           Kec. Parung

           

Administrasi kewilayahan Desa Cibentang dari segi kewilayahan luas daerah Desa Cibentang adalah 307,4 Ha, disana terdapat 3 dusun, 7 rukun warga, dan 34 rukun tetangga. Desa Cibentang kondisi alamnya masih sangat alami dan hijau, oleh karena itu cuaca dan iklim di Desa Cibentang terbilang Sejuk dan Asri. Di Desa Cibentang masih banyak pohon-pohon yang rimbun, sawah yang luas, sungai, dan gunung.

Populasi dan kepadatan penduduk di Desa Cibentang yaitu:

No.

Dusun

Pria

Wanita

Jumlah

%

KK

Kepadatan

1.

Cihowe

3.152

3.003

6.155

6,38

1.670

27,19

2.

Cibentang

5.027

4.728

9.755

10.11

2.399

31,73

3.

Kuripan

5.145

4.740

9.885

10,25

2.594

17.78

Total

13.324

12.471

25.795

26,74

6.663

76,7

 

Jumlah Penduduk Desa Cibentang menurut pekerjaan:

No.

Pekerjaan

Jumlah

%

1.

Petani/Buruh Tani

12.936

53,95%

2.

Pedagang/Wiraswasta

206

0,86%

3.

Buruh/Karyawan

299

1,25%

4.

Pedagang

3.610

15,06%

5.

Pegawai Negeri/TNI/POLRI

527

2,20%

6.

Pensiunan

147

0,61%

7.

Lainnya

6.251

26.07%

 

IV.            Hasil Penelitian

 

A.    Pertanyaan Penelitian

1.      Apakah Infrastruktur Jalan rusak mempengaruhi invesatsi dan jalan keluar masuk barang dan jasa?

 

B.     Hasil Petanyaan Penelitian

1.      Infrastruktur Jalan rusak mempengaruhi investasi dan jalan keluar masuk barang jasa karena jalan yang rusak dapat menghambat kelancaran investasi perekonomian penduduk Desa Cibentang. Jalan rusak juga mempengaruhi waktu tempuh, waktu tempuh menjadi lama karena kendaraan harus berjalan lambat untuk menghindari kerusakan. Investasi dalam segala bidang prekonomian dan pariwisata yang seharusnya besar akhirnya menjadi kecil dikarenakan infrastruktur Jalan raya yang rusak. Keluar masuk barang dan jasa juga terhambat oleh infrastruktur jalan yang rusak.

Penyebab Infrastruktur Jalan raya yang rusak salah satunya karena banyak Kendaraan yang melewati jalan raya yang membawa barang melebihi bobot kapasitas kendaraannya, sehingga jalanan lebih cepat rusak karena tekanan yang besar dari kendaraan tersebut. Selain itu penyebab infrastruktur jalan yang rusak dikarenakan jumlah kendaraan yang lebih banyak akan tetapi jumlah jalan raya yang tetap dan tidak bertambah. Infrastruktur jalan raya yang rusak berdampak kepada menurunnya kesejahteraan penduduk Desa Cibentang karena semakin hari investasi serta keluar masuk barang jasa menjadi berkurang.

 

C.     Pertanyaan Teknis

1.      Kapan Jalan raya di Desa Cibentang rusak?

2.      Mengapa Jalan Raya di Desa Cibentang rusak?

3.      Apa yang dilakukan masyarakat dan pemerintah dengan melihat kondisi Jalan Raya yang rusak?

4.      Apa keuntungan jika Jalan Raya menjadi Baik dan Bagus?

5.      Apa Kerugian Jalan Raya yang Rusak?

 

D.    Hasil Pertanyaan Teknis

Peneliti mewawancara salah seorang penduduk di Desa Cibentang yang bernama Pak Surya dan hasil wawancara tersebut memberikan jawaban dari pertanyaan teknis diatas.

1.      Jalan raya di Desa Cibentang rusak sejak Tahun 2011.

2.      Jalan Raya di Desa Cibentang rusak karena banyak Kendaraan Mobil besar yang melewati jalan raya yang membawa barang melebihi bobot kapasitas kendaraannya, sehingga jalanan lebih cepat rusak karena tekanan yang besar dari kendaraan tersebut.

3.      Yang dilakukan masyarakat dan pemerintah dengan melihat kondisi Jalan Raya yang rusak adalah warga sudah memberi tahu pemerintah desa setempat bahwa jalan rusak akan tetapi pemerintah desa beralasan bahwa dana dari pemerintah pusat belum turun sehingga jalan yang rusak terabaikan dan tidak segera dibetulkan.

4.      Keuntungan jika Jalan Raya menjadi Baik dan Bagus adalah penduduk menjadi lebih sejahtera dikarenakan semakin besarnya investasi dan keluar masuk barang jasa yang lebih banyak.

5.      Kerugian Jalan Raya yang Rusak adalah Penduduk menjadi lebih susah karena perekonomian warga semakin menurun.

 

Gambaran Hasil Penelitian:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

V.               Kesimpulan

Infrastruktur Jalan merupakan hal yang penting dan vital bagi setiap penduduk. Jalan yang baik mendatangkan keuntungan bagi penduduk karena investasi menjadi tinggi dan keluar masuk barang jasa menjadi mudah. Jalan yang baik menjadikan perekonomian masyarakat menjadi lancar dan mudah sehingga masyarakat menjadi sejahtera. Di Desa Cibentang infrastruktur jalan rusak terbilang banyak dikarenakan kurang perhatian dari pemerintah pusat untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Jalan rusak mengakibatkan investasi menjadi sedikit dan keluar masuk barang jasa menjadi terganggu. Peneliti menyarankan kepada pemerintah pusat agar bertindak cepat dalam memperbaiki jalan yang rusak, sehingga jalan yang rusak dapat segera diperbaiki dan masyarakat menjadi terbantu jika jalanan menjadi baik kembali.

 

VI.           Daftar Pustaka

Salam, S., & Fadhillah, A. (2008). Sosiologi Perdesaan. Jakarta: Lembaga Peneliti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sakti, Suryo. (2012). Perencanaan Pariwisata Berbasis Masyarakat. Yogyakarta: Graha Ilmu

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini