Kamis, 17 Maret 2016

Tugas Metlit Penelitian Kyai (M Kasyif Fuad D)

Nama              : M Kasyif Fuad Darman

Nim                 : 1112053000005

Jurusan          : Manajemen Dakwah          

Syeikh KH. Muhammad Muhadjirin Amsar Addary

            KH. Muhammad Muhadjirin lahir di Kampung Baru Cakung Jakarta Timur, 10 November 1924 dan wafat di Bekasi 31 Januari 2003.

            Beliau seorang ulama Indonesia, ahli dalam berbagai ilmu agama, mulai fiqih, hadits, falak (astronomi), tafsir sampai ilmu nahwu. Keahliannya tersebut tertuang berbagai kitab karangan beliau. Ayahnya bernama H. Amsar adalah seorang pedagang telor dipasar Mester Jatinegara. Ibunya bernama HJ. Zuhairiah adalah putri dari H.Syafi'i seorang guru agama diwilayah Kampung Baru Cakung. KH. Muhammad Muhadjirin memiliki beberapa saudara kandung yang terdiri atas Asenih, Asmaroh, Mahbub, Ma'ruf, Saodah, Salmanih, Sholahudin, dan beberapa saudara/i se ayah. Pendidikan agamanya dimulai dari lingkungan keluarga. Membaca Al-qur'an merupakan kemampuan dasar yang pertama dipelajarinya, selesai mengkhatamkan al-qur'an KH. Muhammad Muhadjirin muda dititipkan kepada para mu'allim (guru) untuk belajar berbagai ilmu agama. Banyak hadangan dan rintangan yang dihadapi saat menuntut ilmu kepada para mu'allim yang berada di jakarta, bahkan ketika KH. Muhammad Muhadjirin ingin berangkat untuk menuntut ilmu, ketika menyebrangi sungai Cipinang, perahu yang ditumpangi untuk menyeberang dihadang oleh seeekor buaya. Setelah sekian lama banyak belajar tentang ilmu agama kepada guru-gurunya yang berada di jakarta, pada revolusi kemerdekaan KH. Muhammad Muhadjirin  berangkat ke tanah suci Mekkah. Keberangkatan KH. Muhammad Muhadjirin ke Mekkah untuk memperdalam ilmu agama seseungguhnya ikhtiar yang berkelanjutan untuk terus memuaskan dahaga akan ilmu agama. Bahakan pernah berkata gurunya, bahwasanya keberangkatan KH. Muhammad Muhadjirin ke Mekkah sekedar untuk menjaga "ketajaman pisau" yang telah dimilikinya. Setelah sepulangnya dari Mekkah KH. Muhammad Muhadjirin Membuat Pesantren yang dinamai Pesantren Bahagia sebagai kelanjutan dari Pesantren Bahagia adalah Ma'had Annida Al-Islamy yang sampai sekarang masih kokoh berdiri.

            Demikian sejarah singkat tentang Syeikh KH. Muhammad Muhadjirin Bin H. Amsar Addary.

Hasil wawancara tentang KH. Muhammad Muhadjirin :

            Pewawancara mewawancarai murid-murid yang pernah diajarkan oleh Syeikh KH. Muhammad Muhadjirin dan sedikit banyak mengetahui tentang KH. Muhammad Muhadjirin selama hidupnya.

      1.            Ustadz Musayyib

Ustadz Musasyyib berkata bahwasanya Syeikh KH. Muhammad Muhadjirin adalah guru saya yang sangat banyak memberikan saya ilmu agama yang sangat bermanfaat bagi kehidupan, contoh: Ilmu Fiqih, Ilmu Tauhid,dan banyak ilmu –ilmu lainnya yang sangat bermanfaat. Menurut Ustadz Musayyib Syeikh KH. Muhammad Muhadjirin adalah seorang ulama yang sangat ramah terhadap masyarakat sekitar, baik, dermawan, tegas. Dalam mengajar dan menuntut ilmu Syeikh KH. Muhammad Muhadjirin tidak pernah lelah untuk mendapatkan ilmu yang lebih luas dan lebih banyak, hingga KH. Muhammad Muhadjirin di akui bahwa KH. Muhammad Muhadjirin ahli dalam berbagai Ilmu Agama diantaranya Fiqih dan Falak (astronomi). Selain itu, KH. Muhammad Muhadjirin juga tidak pernah lelah dalam mengajar anak-anak muridnya,bahkan KH. Muhammad Muhadjirin juga mendapat julukan sebagai "Kamus Berjalan". KH. Muhammad Muhadjirin pula seorang yang menghargai keberagaman pendapat dalam memahami ajaran serta nilai Islam yang telah berkembang. Banyak keistimewaan juga yang dimilki oleh KH. Muhammad Muhadjirin.

 

      2.            Ustadz Zul Qoffal

Ustadz Zul Qoffal berkata bahwa Syeikh KH. Muhammad Muhadjirin adalah seorang guru yang sangat sabar menhadapi segala cobaan yang dihadapinya, selalu sabar dalam mengajar murid-muridnya walaupun pada saat itu keadaan KH. Muhammad Muhadjirin sedang sakit dan hanya bisa duduk diatas roda sajatetapi tetap tegar dan semangat untuk mengajar dan memberikan ilmu kepada anak-anak muridnya. . KH. Muhammad Muhadjirin pula tidak pernah lelah untuk menuntut ilmu atau memperbanyak ilmunya, sehingga KH. Muhammad Muhadjirin dikenal sebagai ulama indonesia yang ahli dalam berbagai ilmu agama, seperti Hadits, Fiqih dan terutama Ilmu Falak (Astronomi) dan ilmu yang lainnya. Selain itu, sangatlah dermawan, tegas dan ramah terhadap sekeliling atau terhadap masyarakat sekitar Ma'had atau rumah dari KH. Muhammad Muhadjirin. KH. Muhammad Muhadjirin pula seseorang yang sangat menghargai sebuah perbedaan pendapat pada ajaraan islam yang semakin lama semakin berkembang. Syeikh KH. Muhammad Muhadjirin bahkan mendapatkan sebuah julukan sebagai "Kamus Berjalan" dan KH. Muhammad Muhadjirin juga memiliki sangat banyak sekali ke istimewaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini