Kamis, 17 Maret 2016

Penelitian Da'i/Kiai_Tugas 2

M.Gustaf Maulana_Penelitan Kyai/Da'i_Metodologi Penelitian Dakwah_Tugas 2

NAMA            : M. GUSTAF MAULANA
NIM                : 1112053000003
JURUSAN      : MANAJEMEN DAKWAH 
 

Syeikh K.H. Sa'adih Al-Batawi

K.H. Sa'adih yang lahir pada 23 Juni 1960 dan besar di tanah Betawi, kembangan utara wilayah Jakarta Barat merupakan seorang ulama kharismatik di mata jama'ah tarekatnya yang berasal dari berbagai lapisan masyarakat. Beliau Pimpinan Majelis Dzikir As-Samawat dan pembina Pondok Pesantren Daarul Mughni Al Maliky Al Hasany di Cileungsi, Bogor. Beliau Ulama Ahlusunnah Wal Jamaah yang sangat dekat dengan yatim, fakir miskin, sedikit tidur dan banyak lapar. Harta, tenaga, pikiran dan seluruh waktunya dihabiskan untuk mengajarkan ajaran Rasulullah SAW, tidak hanya melalui ajaran tapi melalui contoh dan perilaku. Dalam berdakwah, beliau masuk ke tepi-tepi laut sampai naik ke ujung bukit dan pegunungan serta merambah ke berbagai pelosok wilayah nusantara. Beliau memberikan layanan pengobatan untuk umum bukan hanya untuk muslim secara cuma-cuma di rumahnya yang dilaksanakan setiap malam Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu, sedangkan malam lainnya beliau gunakan untuk berdakwah. Selain sebagai seorang ahli dakwah, beliau juga mengelola sumberdaya ekonomi berbasis kerakyatan. Di bawah kepemimpinannya yang kharismatik, Majelis Dzikir As-Samawaat mengembangkan sumber ekonomi jamaah melalui BMT, Tambak Ikan, Tambak Udang dan kebun mangga, yang kesemuanya digunakan untuk kepentingan dakwah.
Dengan pola manajemen dakwah modern, beliau telah jauh memulai pengembangan laboratorium masyarakat melalui desa binaannya sejak tahun 1993. Dengan ketinggian sifat dermawannya dan layanannya kepada masyarakat yang bersifat cuma-cuma, murid-muridnya menyebut beliau sebagai "khadimul ummat". Beliau mengajarkan kepada muridnya Al-Qur'an dan Sunnah sebagai solusi kehidupan, dan menekankan hidup yang istiqomah. Dakwah yang paling awal beliau lakukan untuk mengajak orang kembali ke jalan Allah yaitu dengan pendekatan melalui metode pengobatan, sebagaimana menurut beliau, yang dilakukan Sunan Gunung Jati. Pengobatan  terhadap urusan lahir dan batin yang beliau lakukan setiap malam sejak ba'da 'Isya sampai menjelang subuh dilakukan dengan sabar satu persatu tanpa memungut imbalan apapun dari mereka yang datang berobat. Semua pasien yang setiap malamnya kurang lebih berjumlah 300 sampai 400 orang beliau layani satu persatu dengan pendekatan agama (terapi tasawuf) tanpa membedakan status sosial mereka. Bahkan sering kali beliau mengeluarkan uang untuk dibagikan kepada para pasien, khususnya para dhu'afa ketika batin beliau merasakan itu harus dilakukan.
Selain itu, dari para jamaah beliau pun banyak yang berpendapat positif dan merasa tenang ketika mendapatkan ceramah dari KH Sa'adih Al-Batawi, berikut beberapa pendapat jamaah tentang KH Sa'adih Al-Batawi:
·        Ir. H. Heppy Trenggono, Pemimpin Gerakan Beli Indonesia.  "Tahun 2006 saya pertama kali ketemu dengan Kyai Sa'adih dan saya meminta beliau menjadi guru saya. Ketika kami berangkat haji bersama tahun 2007, di Mina beliau meminta saya untuk sholat di luar tenda dan beliau menangis sambil berkali-kali minta maaf karena telah meminta saya untuk tidak sholat di dalam tenda. Saya bilang, Pak kyai saya sudah ridho Pak Kyai jadi guru saya. Tugas saya adalah mengikuti ucapan guru dan bukan tugas saya untuk berfikir," ungkap Heppy. Maka, lanjut Heppy, ketika kita sudah menyatakan diri telah mengangkat seseorang menjadi guru kita tugas kita adalah sami'na wa atho'na terhadap yang beliau ucapkan. Dengan demikian keberkahan akan datang dan petunjukpun akan diturunkan oleh Allah SWT.
·        Aziz Barianto, Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, mengatakan "KH Sa'adih merupakan seorang guru, ulama besar, seorang mursyid yang selalu mengajarkan kepada murid-muridnya ketika berdakwah itu tidaklah meminta upah. Beliau sering mengatakan 'jangan jadikan dakwah sebagai profesimu,akan tetapi jadikan profesimu itu sebagai dakwah'. Beliau ulama betawi asli yang lahir di puri kembangan, yang selalu ikhlas dalam berdakwah dimanapun".
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini