Jumat, 21 Desember 2012

tugas penelitian 6 natasha anissa

Nama : Natasha Anissa
NIM : Natasha Anissa
Kelas : KPI 1D

TUGAS PENELITIAN 6
PENGARUH ANTARA MURID PONDOK PESANTREN MODERN
I.                   Latar belakang
Dulu, pondok pesantren adalah gudangnya pelajaran agama, di pesantren juga hanya mempelajari tentang agama. Banyak Da'i atau Da'iah berasal dari pesantren. Ada juga orang tua yang memasukkan anak mereka ke pesantren hanya untuk merubah tingkah laku anak mereka dan menyadarkan untuk tidak melenceng dari jalan Allah. Namun, sekarang banyak terdapat pesantren yang sudah tidak terlalu memayoritaskan pelajaran agama. Pesantren tersebut lebih dikenal sebagai pesantren modern, dimana hanya sebagian muridnya yang bisa menetap (asrama) disana, dimana yang kurikulum mereka bercampur juga dengan materi umum atau pelajaran seperti MIPA atau Bahasa layaknya Sekolah Menengah Atas.
II.                Pertanyaan pokok
Apa pengaruh pondok pesantren modern dengan sekolah negeri di sekitarnya
III.             Metodelogi penelitian
a.       Waktu dan tempat penelitian
Dilakukan pada tanggal 17 – Desember – 2012. Bertempat di
b.      Jenis metode penelitian
Kualitatif
IV.             Gambaran tokoh
Tokoh yang saya wawancarai adalah Bapak Munawar S.E. Seorang kepala sekolah dari tingkat Aliyah atau SMA PonPes An – Najah. Dalam ruang kepala sekolah saat sedang diadakannya Ujian Akhir Sekolah.
V.                Analisis
Pondok pesantren ini dibangun pada tahun 1994, awalnya hanya berdiri pesantren saja yang notabene masih mepriyoritaskan pelajaran agama dan belum mencampurnya dengan pelajaran umum. Lalu di tahun 2000 barulah dibangun pondok pesantren modern dimana sudah ada mata pelajaran umum ditambahkan. tahun 2007 Aliyah diubah menjadi SMA. Bapak juga berkomentar tentang interaksi antara guru dan murid, karena perbedaan anak asrama dan anak yang pulang pergi alias tidak mondok sangatlah berbeda, anak yang asrama atau mondok sangat jarang untuk keluar dari daerah asramanya jadi masih agak kurang bergaul sementara anak yang tidak mondok memang pergaulannya tidak terbatas, oleh karena itu, beliau mengatakan kalau interaksi antara guru dan murid berjalan baik, apabila ada anak murid mereka yang melanggar atau menghasut maka akan dibina terlebih dahulu dan diberi peringatan, adapun interaksi antara murid mondok dan yang tidak mondok juga baik – baik saja karena selama ini menurut beliau tidak pernah ada masalah antara keduanya. Mereka masih saling menghormati satu sama lain.
 
Daftar pustaka
Bapak Munawar S.E. Kepala sekolah SMA pondok pesantren An-najah
Jl.Cikoleang Raya LAPAN, Suka mulya, Rumpin, Bogor.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini