Minggu, 29 September 2013

Shera Maulidia KPI 1B_Tugas 4_Max Weber

Max Weber

Economic and Society

Weber cenderung tidak menekankan isu-isu metodologis. Weber memfokuskan perhatiannya pada karya substantif: "hanya dengan mengungkapkan dan memecahkan masalah-masalah substantiflah ilmu dapat dibangun dan metodenya dapat berkembang". Untuk membahas metodologi Weber, mula-mula kita harus mengurai pemikirannya yang membicarakan hubungan sejarah dengan sosiologi.

Weber merasa bahwa sejarah (sosiologi historis) membahas individualitas dan generalitas. Pandangan Weber tentang sosiologi historis sebagian dibangun oleh ketersediaan,dan komitmennya pada studi tentang data historis.

Weber cenderung menyibukkan dirinya dengan data historis. Hal ini pun menciptakan masalah serius dalam memahami karyanya. Singkatnya, Weber percaya bahwa sejarah terdiri dari bentangan fenomena spesifik yang tiada habisnya.

Weber merasa bahwa sosiologi memiliki kelebihan daripada ilmuan alam. Kelebihan tersebut terletak pada kemampuan sosiologi untuk memahami fenomena sosial, sementara ilmuan alam tidak dapat memperoleh pemahaman serupa. Pemahaman dalam bahasa Jerman adalah verstehen. Istilah ini oleh Weber dalam peneliatan historis adalah sumbangan yang paling banyak dikenal, dan paling kontroversial terhadap metodologi sosiologi kontemporer.

Aspek lain dari metodologi Weber adalah komitmennya pada studi kausalitas. Weber cenderung melihat studi sebab-sebab fenomena sosial berada di dalam wilayah sejarah, bukan sosiologi. Yang dimaksud dengan kausalitas adalah kemungkinan suatu peristiwa diikuti atau disertai peristiwa lain.

Weber percaya bahwa tanggung jawab sosiologi adalah mengembangkan perangkat konseptual. Perangkat konseptual tersebut adalah tipe-tipe ideal. Tipe-tipe ideal adalah perangkat heuristic yang digunakan dalam irisan realitas sejarah.menurut Weber, tipe ideal secara induktif berasal dari dunia riil sejarah sosial. Meskipun tipe-tpe ideal harus berasal dari dunia riil,mereka tidak dapat menjadi cerminan citra dunia tersebut. Tipe-tipe ideal harus masuk akal di dalam dirinya sendiri, dan juga harus dikembangkan secara keseluruhan. Sejalan dengan pandangan Weber bahwa tidak mungkin ada konsep abadi dan tetap dalam ilmu sosial.

Macam-macam tipe ideal:

1.      Tipe ideal historis

2.      Tipe ideal sosiologi umum

3.      Tipe ideal tindakan

4.      Tipe ideal struktural

 

Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism

The Protestant Ethic bukanlah buku tentang kelahiran kapitalisme modern, melainkan tentang asal usul semangat tertentu yang pada akhirnya membuat kapitalisme modern berkembang dan mulai mendominasi ekonomi.

Menurut pandangan Weber, semangat kapitalisme tidak dapat didefinisikan begitu saja berdasarkan kerakusan ekonomi. Justru sebaliknya. Dia adalah system etika yang menjadi salah satu pendorong terjadinya kesuksesan ekonomi. Di masyarakat lain, upaya mengejar keuntungan dipandang sebagai perbuatan individu yang sekurang-kurangnya pasti dimotivasi oleh kerakusan.

Namun, Protestanisme berhasil mengalihkan upaya mencari keuntungan menjadi semacam jihad moral. Topangan moral inilah yang secara tak terduga mendorong terjadinya ekspansi besar-besaran dalam mencari keuntungan, dan melahirkan sistem kapitalis.

Sebenarnya, dalam banyak hal, kapitalisme modern, karena sekularitasnya, bertentangan dengan Calvinisme dan dengan agama pada umumnya. Kini kapitalisme telah menjadi entitas riil yang mengombinasikan norma, nilai, pasar, uang, dan hukum.

 

Sumber: Teori Sosiologi – George Ritzer, Douglas J. Goodman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini