Senin, 14 Oktober 2013

NiaNadia_KPI 1C_tugas6_metode sosiologi


Metode-metode dalam Sosiologi
Ilmu Sosiologi mempunyai hubungan dengan ilmu sosial yang lain dan teori-teorinya, perlu di elaskan cara-cara sosiologi mempelajari objenya yaitu masyarakat. Untuk kepentingan itu sosiologi mempunyai cara kerja atau metode yang juga di pergunakan oleh ilmu-ilmu lainnya. Pada dasarnya terdapat dua jenis cara kerja atau metode yaitu metode kualitatif dan metodekuantitatif. Metode kualitatif mengutamakan bahan yang sukar dapat di ukur dengan angka-angka atau dengan ukuran-ukuran lain bersifat eksak,walaupun bahan-bahan tersebut terdapat dengan  nyata dalam masyarakat. Metode komparatif mementingkan perbandingan antara bermacam-macam masyarakat beserta bidang-bidangnya,untuk memperoleh prbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan tersebut bertujuan untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk mengenai perilaku masyarakat pada masa silam dan masa sekarang. Metode study kasus bertujuan untuk mempelajari sedalam-dalamnya salah satu gejala nyata dalam masyarakat. Studi kasus dapat di pergunakan untuk menelaah suatu keadaan,kelompok masyarakat setempat,lembga-lembaga maupun individu.                      

Metode kuantitatif mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka,sehingga gejala-gejala yang diteliti dapat di ukur dengan mempergunakan skala.skala,indeks,table,dan formula-formula yang semuanya itu sedikit banyaknya mempergunakan ilmu pasti atau matematika. Yang termasuk dengan metoe kuantitatif adalah ilmu statistika yang bertujuan menelaah gejala-gejal sosial secara matematis. Di samping metode-metode di atas, metode-metode sosiologi lainnya di dasarkan pada penjenisan antara metode induktif yang mempelajari suati gejaa khusus untuk mendapatkan kaidah-kaidah yang berlaku dalam lapangan yang lebih luas, dan metode deduktif yang memperguanakan proses sebaliknya yaitu muai dengan kaidah-kaidah yang di anggap berlaku umum untuk kemudian dipelajari dalam keadaan khusus.
Hampir sama, akan tetapi pada hakikatnya bebrbed adalah penggolongan metode-metode sisologi ke dalam metode jenis metode empiris yang menyadarkan diri pada keadaan-keadaan yang dengan nyata didapat dalam masyarakat, dan jenis metode rasionalitas yang mengutamakan pemikiran dengan logika dan fikiran sehata untuk mencapai pengertian tentang masalah-masalah kemasyarakat. Metode empiris dalam ilmu sosiologi modern diwujudkan dengan research atau penelitian yaitu cara mempelajari suatu masalah secara sistematis dan intensif.
Akhirnya, sosiologi juga sering mempergunakan metode fungsionalisme. Secara singkat dapat di jelaskan bahwa metode fungsionalisme bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat. Metode tersebut berpendirian pokok bahwa unsur-unsur yang membentuk masyarakat mempunyai hubungan timbale-balik yang saling pengaruh mempengaruhi.
Metode-metode sosiologi tersebut di atas saling melengkapi dan para ahli sosiologi seringkali menggunakan lebih dari satu metode untuk menyelidiki objeknya. Kecuali metode-metode tersebut di atas, masing-masing ilmu pengetahuan dan juga sosiologi mempunyai perlengkapan alat-alatnya sendiri yaitu alat-alat yang disebut konsep untuk menganalisis masalah-masalah yang terdapat dalam lapangannya khususnya untuk sosiologi yaitu masyarakat.

Metode-metode dalam Sosiologi
Ilmu Sosiologi mempunyai hubungan dengan ilmu sosial yang lain dan teori-teorinya, perlu di elaskan cara-cara sosiologi mempelajari objenya yaitu masyarakat. Untuk kepentingan itu sosiologi mempunyai cara kerja atau metode yang juga di pergunakan oleh ilmu-ilmu lainnya. Pada dasarnya terdapat dua jenis cara kerja atau metode yaitu metode kualitatif dan metodekuantitatif. Metode kualitatif mengutamakan bahan yang sukar dapat di ukur dengan angka-angka atau dengan ukuran-ukuran lain bersifat eksak,walaupun bahan-bahan tersebut terdapat dengan  nyata dalam masyarakat. Metode komparatif mementingkan perbandingan antara bermacam-macam masyarakat beserta bidang-bidangnya,untuk memperoleh prbedaan-perbedaan dan persamaan-persamaan tersebut bertujuan untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk mengenai perilaku masyarakat pada masa silam dan masa sekarang. Metode study kasus bertujuan untuk mempelajari sedalam-dalamnya salah satu gejala nyata dalam masyarakat. Studi kasus dapat di pergunakan untuk menelaah suatu keadaan,kelompok masyarakat setempat,lembga-lembaga maupun individu.                      
Metode kuantitatif mengutamakan bahan-bahan keterangan dengan angka-angka,sehingga gejala-gejala yang diteliti dapat di ukur dengan mempergunakan skala.skala,indeks,table,dan formula-formula yang semuanya itu sedikit banyaknya mempergunakan ilmu pasti atau matematika. Yang termasuk dengan metoe kuantitatif adalah ilmu statistika yang bertujuan menelaah gejala-gejal sosial secara matematis. Di samping metode-metode di atas, metode-metode sosiologi lainnya di dasarkan pada penjenisan antara metode induktif yang mempelajari suati gejaa khusus untuk mendapatkan kaidah-kaidah yang berlaku dalam lapangan yang lebih luas, dan metode deduktif yang memperguanakan proses sebaliknya yaitu muai dengan kaidah-kaidah yang di anggap berlaku umum untuk kemudian dipelajari dalam keadaan khusus.
Hampir sama, akan tetapi pada hakikatnya bebrbed adalah penggolongan metode-metode sisologi ke dalam metode jenis metode empiris yang menyadarkan diri pada keadaan-keadaan yang dengan nyata didapat dalam masyarakat, dan jenis metode rasionalitas yang mengutamakan pemikiran dengan logika dan fikiran sehata untuk mencapai pengertian tentang masalah-masalah kemasyarakat. Metode empiris dalam ilmu sosiologi modern diwujudkan dengan research atau penelitian yaitu cara mempelajari suatu masalah secara sistematis dan intensif.
Akhirnya, sosiologi juga sering mempergunakan metode fungsionalisme. Secara singkat dapat di jelaskan bahwa metode fungsionalisme bertujuan untuk meneliti kegunaan lembaga-lembaga kemasyarakatan dan struktur sosial dalam masyarakat. Metode tersebut berpendirian pokok bahwa unsur-unsur yang membentuk masyarakat mempunyai hubungan timbale-balik yang saling pengaruh mempengaruhi.
Metode-metode sosiologi tersebut di atas saling melengkapi dan para ahli sosiologi seringkali menggunakan lebih dari satu metode untuk menyelidiki objeknya. Kecuali metode-metode tersebut di atas, masing-masing ilmu pengetahuan dan juga sosiologi mempunyai perlengkapan alat-alatnya sendiri yaitu alat-alat yang disebut konsep untuk menganalisis masalah-masalah yang terdapat dalam lapangannya khususnya untuk sosiologi yaitu masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini