Minggu, 12 April 2015

Life History
Januario Hardy : Pemilik Produser Engineer Insidious Soundlab
Penulis : Ahriani Silvia BPI 06
Janurio Hardy biasa di panggil Rio. Lahir di Jakarta, 30 Januari 1994. Jenis kelamin laki-laki. Bertempat tinggal di Jl. Rusa 1 blok O1 no 20 Cikarang Baru, RT 01 RW 08 Kel. Serta Jaya Kec. Cikarang Timur. Beragama Islam. Mempunyai cita-cita sebagai seorang Produser Music Composer and Audio Engineer. Hobinya bermain music, aransemen music, scoring, nonton film, dan nonton konser.
Anak laki-laki pertama dari dua orang adiknya yang perempuan ini, ternyata sudah sejak dalam kandungan sering didengarkan music-musik yang universal. Pada saat lahir bakat orang tuanya tentu tidak berbeda jauh dengan bakat yang dimiliki oleh anaknya saat ini.
Pernah bersekolah di TK Dian Karuna Ciputat. Bersekolah Dasar di SDN Serua 06 Ciputat.  SMPN 04 Cikarang Utara. Dan SMK IT Amanah Bangsa.

Saat duduk dibangku sekolah dasar kelas 2 dan 3, orangtua Rio sudah mulai memberikan pelajaran tentang music dengan cara mengikuti kursus music. Pada awal itu Rio belum sama sekali mengerti apa itu music dan belum memiliki bakat pada bidang seni music ini. Setelah satu tahun belajar, sedikit demi sedikit bakatnya didunia seni music ini mulai berkembang. Rio selalu belajar sendiri tanpa bantuan dari tempat kursusnya.
Semakin lama semakin berkembang pengetahuan akan seni musiknya itu. Mulai mencoba membuat sebuah band dengan teman-teman disekolah SMPnya, Semuanya ini dilakukan secara alamiah tidak mengikuti kursus tapi dibantu oleh orangtuanya termasuk ayahnya yang sejak dalam kandungan telah dikenalkan dengan berbagai jenis music yang universal. Terus berlatih supaya nantinya hobi ini akan membuahkan hasil yang bisa untuk dibanggakan. Tapi tidak selamanya jalan untuk mengembangkan hobinya ini berjalan dengan baik tenyata hobi ini sempat terhenti sejenak pada saat akan dilaksanakannya UN, semuanya focus pada UN dan hobinya inipun di tinggalkan demi UN karena sibuk dengan bimbel, dan Kursus mata pelajaran yang akan diUNkan.
Ujian SMP telah selesai, sekarang Rio sudah berada diSMK. Saat disekolah ini mulai serius untuk mengembangkan karirnya didunia music. Kelas 1 SMK membuat sebuah band yang bernama Noises At The Third Night (NATTN), Rio adalah seorang Bassis dalam band ini. Selama setahun membuat lagu dan sering latihan, tapi belum pernah perfome. Dikarenakan ingin memaksimalkan penampilan mereka pada saat nanti sudah perfome diatas panggung. Setelah semuanya siap mulailah band ini perfome diacara-acara. Sampai akhirnya mereka semua menjadi terkenal dikalangan anak sekolah SMA. Semakin lama semakin banyak yang tau akan band ini dan mulailah ada yang menanyakan kapan buat album. Semenjak itu salah satu dari personil band tersebut yaitu Rio terfikir untuk membuat album sebelum mereka perfome. Ternyata idenya untuk membuat album tidak disetujui oleh teman-temannya. Teman-temannya itu hanya senang dengan perfome tanpa memikirkan kedepannya jika sudah memiliki sebuah album maka akan lebih mudah untuk mengembangkan bandnya.
Sejak saat itu NATTN pecah karena mereka membuat band hanya untuk perfome dan terkenal tanpa memiliki hasil. Hasil yang di maksud adalah sebuah album yang nantinya jika dapat panggilan dari sebuh acara akan diundang tidak perlu membayar lagi untuk bisa perfome disana. Karena ternyata setiap NATTN perfome mereka selalu membayar untuk bisa main diacara tersebut. Oleh karena itu album dalam sebuah band sangat dibutuhkan untuk menjual band tersebut.
            Setelah NATTN bubar Rio membuat band lagi dengan personil yang masih sama drummer, gitaris, dan bassisnya yang hilang vocal, jadi yang mengisi vocal Rio sendiri sambil main bass. Diband ini Rio yang mengatur semuanya mulai dari pembuatan lagu dan mengatur jadwal perfome. Setahun band yang diberi nama NAHELL ini berjalan dan sudah mulai dikenal banyak orang. Dan selama itu juga Rio mulai ingin membuat band yang benar-benar serius untuk membuat album, karena band tanpa album itu tidak penting, untuk apa punya band tapi tidak memiliki album (ucap Rio). Setahun lamanya menunggu kepastian untuk bisa membuat sebuah album, tapi ternyata sulit sekali rupanya bagi teman-teman Rio untuk memulai rekaman. Setelah berunding ingin ini dan itu tapi ternyata mereka sudah tidak satu pendapat lagi dan akhirnya band ini juga pecah.
            Sempat fakum ngeband karena belum mendapat orang yang satu pikiran dengannya. Untuk bisa bermain music yang serius dan total dalam membuat sesuatu termasuk dalam hal bermain music bukan sekedar hobi tapi harus dilakukan dengan serius supaya nantinya mendapatkan hasil yang memuaskan (ucap Rio).  
Aliran music yang Rio tekuni adalah aliran music Brutal Death Metal. Rio sangat menyukai music-musik keras ini sejak masih SMP dan mulai mempelajari semua music-musik keras tersebut. Menurut Rio aliran music metal ini adalah aliran music yang universal yang terkenal tidak hanya di Indonesia saja tapi diberbagai Negara didunia. Biarpun music ini hanya sedikit yang mendengarkan tapi music ini bisa lebih diterima diseluruh dunia. Karena music ini tidak memandang dari gaya bahasanya jadi music ini dapat diterima diseluruh dunia. Dalam permainan dan vocalnya perlu mempunyai teknik yang sangat baik. Dalam benyanyi dan menyanyikan lagu ini ternyata tidak perlu memakai lirik. Karena jika menggunakan lirikpun tidak akan terdengar jelas apa yang dinyanyikannya. 
            Mulai bosan dengan tidak adanya kegiatan yang dilakukan. Akhirnya Rio memutuskan untuk melanjutkan kegiatannya dalam hobinya bermain band. Sejak itu beruntung sekali dia pada saat rindu akan bandnya langsung ada yang mewarkan ikut bermain dalam band teman-temannya posisinya bermain bass. Tanpa fikir panjang karena rindu sudah lama tidak ngeband lagi tawaran itupun langsung diterimanya. Saat dia masuk dalam band tersebut dipikirnya band itu akan serius untuk membuat sebuah album. Setengah tahun dijalani ternyata band tersebut juga sama seperti band yang sebelumnya Rio buat. Tidak memikirkan untuk menciptakan sesuatu yang baru tapi hanya banyak tawaran perfome sementara album belum punya. Rio berpikir untuk apa banyak perfome tapi belum memiliki album, mending punya album dulu baru bebas perfome kemana saja yang kita suka. Karena disaat kita sudah memiliki album kita bebas melakukan yang kita mau dan orang lain akan melihat bahwa band ini serius tidak hanya sekedar hobi tapi menjadi sebuah karya untuk selalu dan bisa dinikmati kapanpun itu.
            Nama band itu adalah ABONATION sempat bangga karena bisa bergabung dengan band ini, karena orang-orang yang berada didalamnya adalah para personilnya adalah seseorang yang sudah banyak dikenal oleh banyak orang. Kebanggaan itu hanya terasa sebentar, karena setelah ikut masuk didalam personil tersebut tidak ada perbedaan sama sekali dengan band yang dulu Rio pernah punya. Ingin sekali Rio melakukan sesuatu supaya ABONATION ini dapat hidup kembali seperti jaman dulu yang bisa terkenal. Tapi ternyata dari personil bandnya sendiri tidak melakukan apa-apa hanya latihan-latihan dan perfome dimana-mana, tanpa memikirkan mempunyai album.
Saat ini Rio bekerja distaff akuntansi dan perpajakan LTD. CO Envicare. Pekerjaan yang dilakukan saat ini adalah pekerjaan yang menurutnya tidak sesuai dengan apa yang dia mau dan impikan. karena dia bermimpi dan bercita-cita menjadi seorang Produser Musik. Melakukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan apa yang diinginkan itu sebenarnya tidak mengasyikan, tapi mau gimana lagi memang sudah jalannya harus seperti ini dulu baru nanti jika ada uang lebih bisa membuat cita-citanya tercapai (ucap Rio).
Sampai sekarang masih bekerja di sebuah perusahaan. Sambil bekerja di sebuah perusahaan sambil Rio membuat mimpinya tercapai sedikit demi sedikit. Bukan dilahirkan dari keluarga yang mampu dan mempunyai segalanya. Tapi lahir dari keluarga yang hidup dengan kesederhanaan dan dapat menikmati hidup yang ternyata sulit untuk dijalani. setelah Rio lulus sekolah, Sebenarnya Rio ingin seklai melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi lagi, tapi karena tidak ada biaya yang mana kedua orangtuanya masih harus membiayai adik-adiknya bersekolah karena itu Rio bekerja setelah lulus sekolah SMK.
            Hidup yang sulit untuk dijalani, membuat Rio selalu berfikir bagaimana caranya supaya mimpi-mimpinya tercapai sebagai seorang produser music terkenal dan ternama didunia internasional. Tidak mudah untuk menggapai semuanya ini butuh banyak perjuangan yang harus dilakukan. Terlebih Rio bukan terlahir dari keluarga yang mempunyai segalanya melaikan dibesarkan dan dididik untuk dapat bisa hidup dalam kesederhanaan.
            Sambil bekerja sambil mengembangkan hobinya bermain music dan membuat album bandnya sendiri. Sekarang Rio sudah memiliki album yang nama bandnya itu adalah PERVERTED DEXTERITY. dengan usahanya sendiri Rio berhasil membuat sebuah album pertamanya diumur yang ke-21 ini. Belajar sambil bekerja adalah hal yang sangat sulit untuk bisa mengatur waktu dan jadwal yang padat. Sebelum bisa membuat albumnya sendiri Rio selalu dipandang dengan sebelah mata oleh teman-temannya dan selalu diremehkan. Tapi itu yang membuat Rio semakin giat dalam menjalankan hidup yang sangat sulit ini. Semakin dicaci dan maki semakin Rio giat dan berusaha dalam mencapai tujuan dan usahanya yang sangat ingin sukses diusia muda.
           
Sebelum mulai untuk bisa jadi produser music. Rio melakukan hal yang dianggapnya mudah terlebih dahulu seperti membuat mixingan lagu dari grup band teman-temannya yang hanya dibayar mungkin masih murah karena baru mencoba usahanya dan dilakukan dengan alat yang seadanya dirumah. Alat yang dipakai sangat sederhana sekali hanya membutuhkan computer, sound dll. Saat itu computer yang dipakai untuk mencari uang tambahan ini, adalah computer yang sangat sederhana yang jika dipakai sangat tidak memuaskan dan hasil yang akan dibuatnya akan lambaat. Hanya orang-orang tertentu yang bisa memakainya dan harus ekstra sabar untuk menggunakan computer tersebut.
            Makin lama makin berkembang, usahanya sedikit demi sedikit membuahkan hasil dan semua alat untuk bekerja telah diganti dan sudah menjadi alat yang lebih baik dan layak untuk digunakan dalam bekerja. sudah bisa membeli semua alat yang akan digunakan, dengan menggunakan uang hasil dari usahanya itu sendiri tanpa harus meminta uang dari orangtuanya. Alat-alat yang baru semakin memudahkan untuk bekerja dengan semaksimal mungkin. Oleh karenanya Rio semakin giat dan rajin dalam memulai usahanya itu menjadi semakin berkembang, dengan cara ini lah Rio mendapat pekerjaan yang sesuai dengan keinginannya, dengan bekerja sesuai kemampuan dan keinginan pekerjaan seperti ini mudah dilakukakn kapanpun itu. Tapi umumnya Rio memulai usahanya ini dan bekerja kembali setelah pulang kerja yang dikantor. Meskipun lelah setelah pulang kantor tapi Rio selalu semangat mengerjakan tugas tambahan ini. Dengan senang hati sekali Rio mengerjakannya.
            Alhamdulillah Usaha yang dilakukan selama bertahun-tahun ini ternyata sekarang telah terlihat dan sudah membuahkan hasil yang sangat manis, meskipun belum sempurna tapi setidaknya bahwa selama bertahun-tahun belajar untuk bisa membuat karya dan hasil yang seperti ini sudah mulai terlihat untuk bisa lebih sukses kedepannya. Dengan ocehan dan cacimaki Rio bangkit untuk tetap bisa memberikan yang terbaik yang orang belum tentu bisa seperti dirinya. Belum cukup puas dengan kondisi yang seperti ini Rio akan terus berusaha untuk lebih memajukan kesuksesannya. Jika sudah memiliki uang yang cukup insyaallah Rio akan melanjutkan sekolah keperguruan tinggi yang memilki jurusan tentang music.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini