Minggu, 30 November 2014

Tugas 11_savinatunnaja

Savinatun Naja
1112051000120
KPI 5D
TUGAS 11

ETIKA DAN KOMUNIKASI DALAM PERSPEKTIF ISLAM

Islam adalah agama tauhid. Maka, bila dalam filsafat lain masih mencari Tuhan, dalam filsafat islam justru Tuhan sudah ditemukan, dalam arti bukan berarti sudah usang dan tidak dibahas lagi, namun filsuf islam lebih memusatkan perhatiannya kepada manusia dan alam, karena sebagaimana diketahui, pembahasan Tuhan hanya menjadi sebuah pembahasan yang tak pernah ada finalnya.
Ibadah dalam islam selalu dikaitkan dengan aktivis berpikir dan memang berpikir adalah perintah ilahi agar manusia bisa beriman, maka meniscayakan pengetahuan rasional didalam proses pendidika  isla  berorientari pada nilai nilai ketuhanan. Pengetahuan rasional dalam islam bukan melulu akal dan bukan pula melulu indrawi, tetapi ada jalinan interdependensi.
Ilmu Komunikasi islam, sebagaimana juga ilmu komunimasi umum, membahas tentang manusia. Komunikasi ada pada semua aspek kehidupan manusia. Tidak ada bidang kehidulan bermasyarakat yang tidak ada komunikasinya. Dengan konteks inilah menurut Wilbur Schramm dan Edward Sapir (1973) sebetulnua ilmu komunikasitidak memiliki tanah atau lahan yang khusus bagi dirina sendiri namun berdiri dari ilmu ilmu sebelumnya seperti psikologi, antropologi, dan lainnua.
Komunikasi harus meminjam metode metode dari disiplin disiplin ilmu lain untuk memahami teorinya sendiri. Bagi islam komunikasi memang jelas sebagai salah satu fitrah manusia. Hal itu dapat dilihat pada Al Quran surat ArRahman ayat 1-4. Firman Allah yang artinya "Tuhan Yahg Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan al quran. Dia menciptaka  manusia. Mengajarnya pandao berbicara".
Kata kata al bayan di dalam salab satu ayat tersebut ditafsirkan AsSyaukani dalam tafsirnya Fath al Qadir, sebagaimana dikutip Jalaludin Rahmat, diartikan sebagai kemampuan berkomunikasi. Menurut jalaludin rahmat, selai  kata al bayan, kata kunci berkomunimasi yang dipergunaka  didalam al quran juga terdapat perkataaan qaul dalam konteks amar atau perintah. 
Dengan demikian, obyek penelaahan ilmu komunikasi isla  juga manusia itu sendiri. Manusia yang menyamoaikan pesan kepada sesamanya, bahkan ketika ma usia berdoa yang diyakini sebagai komunikasi antara manusia dengan Tuhan yang ditelaah adalah ma usia itu sendiri, tentang bagaimana ia memanjatkan doa, etika ya pada saat berdoa, sampai kepada diterima atau tidaknya doanya dengan melihat dampaknya terhadap dirinya atau yang didoakannya. Kendati yang terakhir ini tentu saja sulit terdeteksi, tetapi paling tidak ada dsmpak yang diraskannya mungkin dari sikap maupun prilakunya. Tentu saja pesan yang menjadi kajian dslam ilmu komunikasi islam adalah pesan yang disampaikan komunikator kelada komunikan sesuai dengan pesan pesan yang diinginkan oleh al quran maupun hadist Nabi SAW. Komunikasi umum sebenarnya juga mengadopsi etika, tetapi sanksi atas pelanggaran komunikator terhadap etika komunikasi hanya berlaku di dunia. Sedangkan sanksi atau pelanggaran terhadsp etika komhnikasi islam berlaku sampai di akhirat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini