Senin, 28 September 2015

Syarif Hidayatullah_Ilmu Kependudukan_PMI5_Tugas Demografi

Nama               : Syarif Hidayatullah

NIM                : 1113054000009

Tugas Demografi (Ilmu Kependudukan)

 

A.    Pengertian Demografi dan Kependudukan

Sebagian besar mahasiswa pada jurusan jurusan yang mengambil mata kuliah kependudukan  pada awalnya berangapan bahwa kependudukan sama dengan  demografi, hal ini dapat dimaklumi karena terbatasnya pengehuan dan kurangnya kaian yang melibatkan kependudukan. Dalam beberapa hal kependudukan dan demografi erat bersinggungan bahkan sulit dibedakan keduanya, tetapi dalam banyak hal kependudukan dan demografi  secara bersama memberikan pengetahuan tentang penduduk lebih komprehensif. Demografi memerlukan kependudukan untukmenjawab sebab-akibat dari fenomena demogafi. Ketika demografi menunjukkan terdapat tren pertumbuhan penduduk yang cepat, maka kependudukan harus mampu menjawab : mengapa hal tersebut dapat terjadi?  dan apa akibatnya jika pertumbuhan  penduduk  sangat cepat ? dan apa rekomendasinya agar penduduk pertumbuhan penduduk stabil?

Demografi, secara etimology1 (kebahasaan) berasal bahasa Latien, kata 'demograhie'2 terdiri dari dua kata yaitu  demos dan graphien, demos artinya penduduk dan graphien berarti  catatan, bahasan tentang sesuatu. Secara etimology  makna demografi adalah catatan atau bahasan mengenai penduduk suatu daerah pada waktu tertentu

Kependudukan sebagai studi (Population studies) memberikan informasi yang lebih komperhensif  mengenai sebab-akibat dan solusi pemecahan masalah dari munculnya fenomena demografi, oleh karena itu studi kependudukan membutuhkan disiplin ilmu lain  seperti: sosiologi, psikologi, sosial-ekonomi, ekonomi, geografi. Studi kependudukan  sebagai studi antar bidang  memungkinkan untuk dapat  beperan memecahkan persoalan pembangunan yang menyangkut penduduk sebagai subjek sekaligus sebagai objek pembangunan.

 

Berdasarkan pada ruang lingkup kependudukan tersebut pakar kependudukan memberikan definisi kependudukan antara lain Ananta (1993:22)  sebagai berikut:

 

 

Ø  KEPENDUDUKAN, studi kependudukan  mempelajari variabel-variabel DEMOGRAFI, juga memperhatikan hubungan (asosiasi) antara perubahan penduduk dengan berbagai variabel sosial, ekonomi, politik, biologi, genetika, geografi,lingkungan dan lain sebagainya

 

Kependudukan  merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang objeknya manusia secara agregat memenuhi unsur unsur ilmu pengetahuan tersebut:

1)       Kependudukan bersifat empiris berarti bahwa  kependudukan sebagai ilmu pengetahuan didasarkan pada observasi/pengamatan terhadap fakta/kenyataan di lapangan tentang dinamika penduduk  bukan fenomena yang abstrak (tidak dapat diinderai), selain itu juga berdasarkan akal sehat (common sense)19 sehingga hasil pengamatan tersebut tidak spekulatif. Kependudukan mempunyai sifat empiris ini dapat dilihat dari beberapa gejala kependudukan misalnya:  'jumlah penduduk' gejala jumlah penduduk yang terus meningkat  merupakan fakta yang empiris artinya dapat  lihat oleh siapa saja yang ingin menelaahnya, gejala tersebut ditelaah faktor faktor yang mendorong pertumbuhan penduduk tersebut  berdasarkan akalsehat bukan perkiraan atau spekulatif.

 

2)       Kependudukan bersifat teoritik, artinya  kependudukan sebagai ilmu pengetahuaan selalu menyusun abstraksi/penyederhanaan dari hasil observasi. Abstraksi merupakan kerangka unsur unsur yang tersusun secara logis dengan maksud menjelaskan sebab akibat  suatu gejala kependudukan sehingga menjadi teori kependudukan. Gejala  'jumlah penduduk' tersebut di atas  berdasarkan  observasi mengahasilkan abstraksi :  'jumlah penduduk terus meningkat sebagai akibat tingkat fertilitas yang  tinggi'. Abstraksi ini sebagai teori kependudukan, tentu saja tidak diperlukan pembuktian  sebab variabel  fertilitas adalah variabel penyebab  yang pasti bagi perpertumbuhan penduduk.

 

 

3)       Kependudukan bersifat komulatif artinya bahwa teori teori kependudukan  dibangun atas dasar teori yang telah ada sebelumnya  dengan cara memperbaiki, memperluas dan mengabungkan teori teori yang telah lama ada. Sebagai contoh teori  'jumlah penduduk terus meningkat sebagai akibat tingkat fertilitas yang  tinggi'; teori ini  diperbaiki  berdasarkan hasil observasi dikemudian hari hasilnya adalah sebuah teori 'jumlah penduduk terus meningkat sebagai akibat tingkat fertilitas yang  tinggi dan tingkat moralitas yang semakin rendah'. Jika pada teori  pertama menyatakan penyebab pertumbuhan penduduk yang meningkat adalah fertilitas, maka pada teori kedua menyatakan bahwa penyebab pertumbuhan penduduk yang meningkat adalah fertilitas dan mortalitas

 

4)       Kependudukan bersifat non-etis, artinya yang dipersoalkan Kependudukan bukanlah baik-buruknya  fakta (gejala kependudukan), akan tetapi menjelaskan fakta tersebut secara analitis. Sifat non-etis dapat diberi contoh sebagai berikut: gejala 'jumlah penduduk yang terus meningkat'  tidak disikapi sebagai gejala yang diridloi Tuhan atau dilaknat  olehNya, 'boleh terus berlangsung atau tidak boleh' tetapi ilmu Kependudukan menyikapi dengan : Apakah akibat pertumbuhan penduduk yang terus meningkat ?  dan menjawab pertanyaan : Apa yang menjadi faktor penyebab jumlah penduduk yang terus meningkat?

 

 

B.     Definisi Demografi Menurut Para Pakar

 

Lebih lanjut para pakar menyatakan yang menjadi inti telaahan demografi adalah :

 

a.       (Bogue, 1976) - Kajian kependudukan secara statistika dan matematika menyangku perubahan-perubahan penduduk, besar/jumlah, komposisi dan distribusi penduduk melalui lima komponen demografi yakni fertilitas, mortalitas, perkawinan, migrasi, dan mobilitas sosial.

b.      Barcley (1981) - Lebih menekankan pada kajian tentang perilaku penduduk secara keseluruhan bukan pada perorangan dengan fokus kajian pada statistika dan matematika (pure demography).

c.       Hauser dan Ducan - Lebih menitik beratkan pada dampak yang ditimbulkan oleh perubahan-perubahan penduduk ( ekses persebaran dan komposisi ).

 

Dapat disimpukan tidak ada suatu perbedaan yang significan antara istilah demografi dan study kependudukan. Artinya dewasa ini demography bukan lagi merupakan " single theoritical discipline " tetapi lebih menyerupai "interdisciplinary science". Jadi study kependudukan adalah "segala perubahan yang berhubungan dengan aspek kehidupan berupa komponen-komponen : kelahiran, kematian dan pindah yang berkaitan dengan jumlah, komposisi dan distribusi penduduk menurut umur dan jenis kelamin".

C.     Ruang Lingkup Studi Kependudukan

Kajian ilmu kependudukan secara sistematis dikenal secara meluas dengan istilah "Demografi". Demografi itu sendiri menekankan pada kajian-kajian :

1.         Besar atau jumlah, komposisi, dan distribusi penduduk pada suatu wilayah;

2.         Perubahan-perubahan dari jumlah (size), komposisi, dan distribusi penduduk;

3.         Komponen-komponen dari perubahan-perubahan tersebut;

4.         Faktor-faktor yang mempengaruhi komponen-komponen tersebut dan

5.         Konsekuensi dari perubahan baik jumlah, komposisi, ataupun distribusi dalam komponen-komponen tersebut.

 

Besar/jumlah penduduk hanya dapat berubah melalui fertilitas, mortalitas, atau migrasi. Bilamana seorang lahir, mati atau pindah berarti secara terus menerus penduduk bertambah atau berkurang. Penduduk bertambah dengan cara, karena kelahiran atau karena pindah-masuk (moving-in) kesuatu wilayah. Demikian juga akan berkurang kalau ada kematian atau pindah-keluar (moving-out). Perilaku seperti itu disebut "demograhic equation".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini