Minggu, 11 Oktober 2015

Ilsya Keluarga Besarku Tugas 5

Nama   : Muhammad Aulia Ilsya

NIM     : 11150510000019

Kelas   : KPI 1 A

Matkul : Pengantar Sosiologi

KELUARGA BESARKU

1.      Asal- Usul

      Keluarga adalah rumah tangga yang memiliki hubungan darah atau perkawinan atau menyediakan terselenggaranya fungsi-fungsi instrumental mendasar dan fungsi-fungsi ekspresif keluarga bagi para anggotanya yang berada dalam suatu jaringan. Fitzpatrick (2004), memberikan pengertian keluarga dengan cara meninjaunya berdasarkan tiga sudut pandang yang berbeda, yaitu pengertian keluarga secara struktural, pengertian keluarga secara fungsional, dan pengertian keluarga secara intersaksional.

      Keluarga besar saya berasal dari satu budaya dan suku yang sama yaitu Betawi. Berawal dari keluarga besar bapak saya yang bersumber dari  cerita kedua orang tua saya. Keluarga besar bapak saya berasal dari Rempoa beliau bernama Syamsul Arifin seorang bapak yang figure guru/pendidik  beliau anak kedua dari 2 bersaudara sedangkan Kakek saya bernama Alm.H.Iyas beliau seorang wirausaha yaitu mempunyai warung dan dijadikan tempat usahanya. Bapak saya tidak sempat menikmati diasuh oleh bapak kandungnya karena selang 2 bulan setelah lahir beliau meninggal dunia. Selang beberapa tahun nenek saya akhirnya menikah lagi dengan seorang laki-laki yang tidak jauh umurnya dengan almarhum kakek saya sebelumnya. Ketika bapak saya udah besar ia menggunakan prinsip Webber yang mengatakan teori individunya karena bapak saya harus banting tulang karena ekonomi yang tidak stabil saat masih remaja. Singkat cerita ketika sudah dewasa bapak saya dapat pekerjaan di SMA Al-Azhar Pusat dan bekerjalah beliau disana untuk membantu ekonomi keluarganya saat itu.

      Selang beberapa tahun datanglah ibu saya sebagai guru TK di Al-Azhar Kemandoran yang bertumu bapak saya di satu lokasi yang sama saat pertumuan antar guru dan singkat cerita dbeliau menikah dan mempunyai anak yaitu saya bernama Muhammad Aulia Ilsya sebagai anak pertamanya dan saya sekarang 3 bersaudara dengan 2 adik perempuan saya.

     Silsilah keluarga besar ibu sayapun juga berasal dari Betawi yaitu di Karet, Jakarta. Ibu saya bernama Ilaliah seorang guru/pendidik juga. Hal tersebut menimbulkan banyak kesamaan antara keluarga besar bapak dan ibu saya karena sama – sama satu daerah.

2.      Jaringan Sosial

      Jaringan sosial adalah struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jaringan ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Istilah ini diperkenalkan oleh profesor J.A. Barnes di tahun 1954. Jaringan sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll.

       Di keluarga besar bapak saya jaringan sosialnya dalam bentuk usaha bersama keluarga yaitu "Paris Laundry" usaha dibidang cuci – mencuci dari situ bisa terjadi pendekatan antara keluarga satu dengan keluarga lainnya karna terjadi interaksi dan paham teori konflik seperti Mark tetapi hal tersebut bisa dipecahkan dengan satu persatu dan menjadikan usahanya sampai sekarang alhamdulillah maju dan berkembang terus setiap tahunnya.

      Di keluarga besar ibu saya jaringan sosialnya dalam bentuk arisan yang rutin diadakan 3 bulan sekali dalam rangka mempererat hubungan tiap-tiap keluarga karna dipertemuan tersebut selalu ada pembahasan yang dibicarakan atau konflik seperti teorinya Mark.

Adanya jaringan sosial antara individu dengan individu lainnya membuat keluarga besar kami harmonis sampai saat ini karna terjadinya interaksi seperti prinsip – prinsip teori sosiologi yang terjadi dikeluarga kami.

3.      Nilai – Nilai dan Sistem Sosial Budaya yang Dipergunakan di dalam Keluarga

       Sistem budaya merupakan tingkatan tingkat yang paling tinggi dan abstrak dalam adat istiadat. Hal itu disebabkan karena nilai – nilai budaya itu merupakan konsep – konsep mengenai apa yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar dari dari warga suatu masyarakat mengenai apa yang mereka anggap bernilai , berharga, dan penting dalam hidup, sehingga dapat berfungsi sebagai suatu pedoman yang memberi arah dan orientasi kepada kehidupan para warga masyarakat itu sendiri.

      Nilai – nilai agama, norma, budaya dll memang biasa diterapakan dikeluarga kami. Adat istiadat Betawi memang masih terasa sampai saat ini karena setiap ada resepsi nikahan keluarga pastinya keluarga yang lain ikut membantunya dengan cara menambahkan dana, membantu masak-masak dll. Rasa kekeluargaan di keluarga kami sangat kental. Di keluarga kami membebaskan dalam berpolitik seperti teorinya Durkheim . Di keluarga kami tidak memandang dari sudut keluarga yang bagaimana tetapi membebaskan untuk mencari pendamping hidupnya sendiri seperti teorinya Webber yang mempunyai prinsip individunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini