Selasa, 11 Desember 2012

Corri Prestita Ishaya_ Lap 5_ Kepemimpinan

STUDI KASUS KEPEMIMPINAN


 
 
JUDUL           : SANG PELOPOR PERANG GERILYA
PENELITI      : CORRI PRESTITA ISHAYA
NIM                : 1112051100019




I. Latar Belakang

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam mencapai tujuan organisasi. Kebanyakan orang mendefiniskan bahwa seorang pemimpin yang baik memiliki beberapa ciri diantaranya mempunyai sifat kharisma, pandangan ke depan, daya persuasif,dan intensitas. Memang kita selalu terpikirkan apabila seorang pemimpin seperti Soekarno, Lincoln, Churcill, serta pemimpin lainnya memiliki sifat-sifat seperti itu yang selalu melekat didirinya masing-masing. Mereka sedemikian cara memanfaatkannya untuk mencapai tujuan yang mereka inginkan. Adapun pengertian kepemimpinan, yaitu :
 
·         Kepemimpinan merupakan kemampuan individu untuk mempengaruhi, memotivasi, dan memungkinkan orang-orang memiliki kontribusi terhadap keefektifan dan kesuksesan organisasi ( House et al, 1999)
·         Kepemimpinan adalah sikap pribadi,  yang memimpin pelaksanaan aktivitas kelompok yang diatur  untuk mencapai tujuan yang diiinginkan. (Shared Goal, Hemhiel, & Coors)
·         Kepemimpinan adalah bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat dengan situasi yang khusus. (Young)
·         Kepemimpinan adalah rangkaian kegiatan penataan berupa kemampuan mempengaruhi perilaku orang lain dalam situasi tertentu agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuanyang telah ditetapkan (Sutaro)
 
Berdasarkan pengertian di atas disimpulkan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat sangat penting adanya seorang pemimpin agar kita dapat mencapai tujuan bersama dengan memiliki aturan-aturan tertentu. Tanpa adanya seorang pemimpin kita tidak akan bisa mencapai suatu tujuan yang sama dengan teratur. Pada analisis kali ini yang bertemakan kepemimpinan, saya memilih sosok Jenderal Soedirman karena beliau adalah Jenderal pertama dari TNI setelah Indonesia dikatakan merdeka. Beliau merupakan seorang pejuang yang sekaligus tokoh agama, pendidik, tokoh muhammadiyah, dan pelopor perang gerilya.beliu mempunyai sifat yang sangat berani dan sangat disegani dalam memimpin TNI. Ini menjadi faktor utama saya untuk menganalisis tokoh pejuang seperti jenderal Soedirman.
 


    II.            Pertanyaan Pokok
 
Bagaimana cara kepemimpinan jenderal Soedirman saat mempertahankan tanah air Indonesia?
 

 
 III.            Metode Penelitian
 
Metode yang saya gunakan pada analisis ini adalah kualitatif. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam mendapatkan informasi mengenai cara-cara yang terapkan Jenderal Soedirman saat mempertahankan tanah air Indonesia. Karena metode ini lebih banyak menggunakan kumpulan data dari narasumber seperti biografi tokoh dan buku-buku yang berkaitan dengan beliau.
 
 

 IV.            Gambaran Tokoh
 
Jenderal Besar TNI Anumerta Raden Soedirman (24 Januari 1916 – 29 Januari 1950) adalah seorang perwira tinggi militer Indonesia dan panglima besar pertama Tentara Nasional Indonesia selama masa revolusi merdeka. 
Jenderal Besar TNI Anumerta Soedirman (lahir di Bodas Karangjati, Purbalingga, Jawa Tengah, 24 Januari 1916 – meninggal di Magelang, Jawa Tengah, 29 Januari 1950 pada umur 34 tahun) adalah seorang pahlawan nasional Indonesia yang berjuang pada masa Revolusi Nasional Indonesia. Dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia, ia dicatat sebagai Panglima dan Jenderal RI yang pertama dan termuda. Saat usia Soedirman 31 tahun ia telah menjadi seorang jenderal. Meski menderita sakit tuberkulosis paru-paru yang parah, ia tetap bergerilya dalam perang pembelaan kemerdekaan RI. Pada tahun 1950 ia wafat karena penyakit tuberkulosis tersebut dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta.
Soedirman memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa. Kemudian ia melanjut ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah, Surakarta tapi tidak sampai tamat. Soedirman saat itu juga giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan. Setelah itu ia menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap.
Ketika jaman pendudukan Jepang, ia masuk tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Bogor di bawah pelatihan tentara Jepang. Setelah menyelesaikan pendidikan di PETA, ia menjadi Komandan Batalyon di Kroya, Jawa Tengah. Kemudian ia menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk, dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TKR).
Pada masa pendudukan Jepang ini, Soedirman pernah menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Karesidenan Banyumas. Dalam saat ini ia mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan.
Setelah berakhirnya Perang Dunia II, pasukan Jepang menyerah tanpa syarat kepada Pasukan Sekutu dan Soekarno mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia. Soedirman mendapat prestasi pertamanya sebagai tentara setelah keberhasilannya merebut senjata pasukan Jepang dalam pertempuran di Banyumas, Jawa Tengah. Soedirman mengorganisir batalyon PETA-nya menjadi sebuah resimen yang bermarkas di Banyumas, untuk menjadi pasukan perang Republik Indonesia yang selanjutnya berperan besar dalam perang Revolusi Nasional Indonesia.
Sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk, ia kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel. Dan melalui Konferensi TKR tanggal 12 November 1945, Soedirman terpilih menjadi Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang RI. Selanjutnya dia mulai menderita penyakit tuberkulosis, walaupun begitu selanjutnya dia tetap terjun langsung dalam beberapa kampanye perang gerilya melawan pasukan NICA Belanda.
Menangnya Pasukan Sekutu atas Jepang dalam Perang Dunia II membawa pasukan Belanda untuk datang kembali ke kepulauan Hindia Belanda (Republik Indonesia sekarang), bekas jajahan mereka yang telah menyatakan untuk merdeka. Setelah menyerahnya pasukan Jepang, Pasukan Sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang. Ternyata pasukan sekutu datang bersama dengan tentara NICA dari Belanda yang hendak mengambil kembali Indonesia sebagai koloninya. Mengetahui hal tersebut, TKR pun terlibat dalam banyak pertempuran dengan tentara sekutu.
Perang besar pertama yang dipimpin Soedirman adalah perang Palagan Ambarawa melawan pasukan Inggris dan NICA Belanda yang berlangsung dari bulan November sampai Desember 1945. Pada Desember 1945, pasukan TKR yang dipimpin oleh Soedirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa. Dan pada tanggal 12 Desember 1945, Soedirman melancarkan serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris di Ambarawa. Pertempuran terkenal yang berlangsung selama lima hari tersebut diakhiri dengan mundurnya pasukan Inggris ke Semarang. Perang tersebut berakhir tanggal 16 Desember 1945.
Setelah kemenangan Soedirman dalam Palagan Ambarawa, pada tanggal 18 Desember 1945 dia dilantik sebagai Jenderal oleh Presiden Soekarno. Soedirman memperoleh pangkat Jenderal tersebut tidak melalui sistem Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya, tapi karena prestasinya.
Saat terjadinya Agresi Militer II Belanda, Ibukota Republik Indonesia dipindahkan di Yogyakarta, karena Jakarta sudah diduduki oleh tentara Belanda. Soedirman memimpin pasukannya untuk membela Yogyakarta dari serangan Belanda II tanggal 19 Desember 1948 tersebut. Dalam perlawanan tersebut, Soedirman sudah dalam keadaan sangat lemah karena penyakit tuberkulosis yang dideritanya sejak lama. Walaupun begitu dia ikut terjun ke medan perang bersama pasukannya dalam keadaan ditandu, memimpin para tentaranya untuk tetap melakukan perlawanan terhadap pasukan Belanda secara gerilya.
Penyakit yang diderita Soedirman saat berada di Yogyakarta semakin parah. Paru-parunya yang berfungsi hanya tinggal satu karena penyakitnya. Yogyakarta pun kemudian dikuasai Belanda, walaupun sempat dikuasai oleh tentara Indonesia setelah Serangan Umum 1 Maret 1949. Saat itu, Presiden Soekarno dan Mohammad Hatta dan beberapa anggota kabinet juga ditangkap oleh tentara Belanda. Karena situasi genting tersebut, Soedirman dengan ditandu berangkat bersama pasukannya dan kembali melakukan perang gerilya. Ia berpindah-pindah selama tujuh bulan dari hutan satu ke hutan lain, dan dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah dan dalam kondisi hampir tanpa pengobatan dan perawatan medis. Walaupun masih ingin memimpin perlawanan tersebut, akhirnya Soedirman pulang dari kampanye gerilya tersebut karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkannya untuk memimpin Angkatan Perang secara langsung. Setelah itu Soedirman hanya menjadi tokoh perencana di balik layar dalam kampanye gerilya melawan Belanda.
Setelah Belanda menyerahkan kepulauan nusantara sebagai Republik Indonesia Serikat dalam Konferensi Meja Bundar tahun 1949 di Den Haag, Jenderal Soedirman kembali ke Jakarta bersama Presiden Soekarno, dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.
Pada tangal 29 Januari 1950, Jenderal Soedirman meninggal dunia di Magelang, Jawa Tengah karena sakit tuberkulosis parah yang dideritanya. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara di Semaki, Yogyakarta. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan. Pada tahun 1997 dia mendapat gelar sebagai Jenderal Besar Anumerta dengan bintang lima, pangkat yang hanya dimiliki oleh beberapa jenderal di RI sampai sekarang.

Pendidikan :
  1. Sekolah Guru Muhamadiyah Sola, belum tamat
  2. Mengikuti Pendidikan tentara PETA di Bogor

            Kegiatan:
  1. Menjadi guru Muhamadyah di Cilacap, sebagai anggota Muhamadiyah dan giat dalam organisasi pramuka
  2. Pada Zaman Jepang, ia benyak mencurahkan perhatian pada masalah social. Ia mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan
  3. Sebagai anggiota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota DPR keresidenan Banyumas
  4. Sebagai komandan batalyon di Kroya, yang bersikap tegas dan sering memprotes tindakan tentara Jepang yang berbuat sewenang-wenang dan bertindak kasar terhadap anak buahnya
  5. Setelah Indonesia merdeka, ia berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas
  6. Sesudah TKR terbentuk, sebagai Panglima Divisi V/Banyumas. Dan memimpin anggota tantara TKR dalam pertempuran melawan Inggris di Ambarawa
  7. Dalam Konfrensi TKR tanggal 12 November 1945, Sudirman diangkat menjadi Panglima Besar TKR
  8. Waktu Belanda melaksakan Agresi Militer II, ia sedang sakit. Tetapi tetap memimpin anak buahnya kurang lebih 7 bulan lamanya bergrilya di hutan-hutan dan gunung-gunung. Pulang dari medan gerilya karena masih sakit, ia tidak dapat memimpin Angkatan Perang secara Langsung, tetapi buah pikirannnya selalu dibutuhkan Pemerintah, terutama dalam menghadapi Konferensi Meja Bundar
 
 
 
    V.            Analisis
 
Menurut analisis saya, beliau adalah Pahlawan sejati rela berkorban demi bangsa dan negara Indonesia, rela mempertaruhkan segalanya demi kemerdekaan Indonesia yang telah kita nikmati kemerdekaan itu sekarang. Semoga segala jasa beliau dan perjuangan beliau dapat kita lanjutkan untuk Indonesia yang lebih baik.
Soedirman dikenal oleh orang-orang di sekitarnya dengan pribadinya yang teguh pada prinsip dan keyakinan, dimana ia selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya, bahkan kesehatannya sendiri. Pribadinya tersebut ditulis dalam sebuah buku oleh Tjokropranolo, pengawal pribadinya semasa gerilya, sebagai seorang yang selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air, bangsa, dan negara. Beliau adalah salah satu pelopor dari perang gerilya, sehingga Indonesia bias memenangkan pertarungan melawan sekutu. Sosok jenderal Soedirman yang cerdas, pemberani, dan berjiwa islami tak luput dari pandangan masyarakat Indonesia sampai pada saat ini. Setelah lama jenderal Soedirman meninggal dunia, namun di mata masyarakat Indonesia beliau adalah pejuang yang pantang menyerah. Terlihat jelas pada saat perang dunia II, perang Ambarawa, dan perang agresi militer II Belanda. Penuh dengan perjuangan yang cukup keras, berpeluh dengan keringat dan berseteru dengan waktu, tak kunjung lelahnya beliau memperjuangkan bangsa ini sehingga samapai saat ini kita mendapatkan hasil yang baik, yaitu kemerdekaan. Berakhirnya kepemimpinan TNI dengan meninggalnya Jenderal Soedirman. Beliau meninggalkan prestasi-prestasi yang telah diperoleh. Jenderal Soedirman juga termasuk ke dalam pahlawan revolusi.
 



 VI.            Daftar Pustaka
 
Syukur, Abdul.Hapsari, Ratna. 2008. Eksplorasi Sejarah Indonesia dan Dunia. Ciracas, Jakarta. Erlangga.
Supriatna, Nana. 2011. Sejarah. Bandung. Grafindo Media Pratama.

Corri Prestita Ishaya_ Lap 4_ Perubahan Sosial

STUDI KASUS PERUBAHAN SOSIAL
 

 
JUDUL           : TEKNOLOGI YANG MENDUNIA MEMICU PERUBAHAN SOSIAL
PENELITI      : CORRI PRESTITA ISHAYA
NIM                : 1112051100019



 
       I.            Latar Belakang
 
Manusia adalah makhluk yang tidak dapat melepakan diri dari manusia lainnya, maka manusia sering disebut dengan makhluk sosial. Dalam kehidupan yang bermasyarakat ada yang dinamakan perubahan sosial. Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga bermasyarakat dalam suatu masyarkat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai, sikap-sikap sosial, dan pola perilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Definisi dan pengertian tentang perubahan sosial menurut para ahli, diantaranya adalah :
 
·         Kingsley Davis
Perubahan sosial adalah perubahan –perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
·         William F. Ogburn
Perubahan sosial adalah perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun immaterial yang menekankan adanya pengaruh besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap kebudayaan immaterial.
·         Mac Iver
Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan sosial (social relation) atau perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.
·         Gillin dan Gillin
Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi sebagai suatu variasi dari cara hidup yang telah diterima karena adanya perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi maupun adanya difusi atau penemuan-penemuan baru (inovasi) dalam masyarakat.
Secara keseluruh perubahan sosial sering terjadi di dalam kebudayaan masyarakat dan perilaku. Cara yang paling sederhana untuk mengerti perubahan sosial dan kebudayaan itu adalah dengan menganalisis dari semua perubahan yang terjadi di dalam masyarakat itu sendiri, bahka jika ingin mendapatkan gambaran yang lebih jelas maka suatu hal yang harus dilakukan adalah mencoba mengungkapkan semua kejadian yang sedang berlangsung di tengah-tengah masyarakat itu sendiri. Kenyataannya mengenai perubahan-perubahan dalam masyarakat yang dianalisis dari berbagai segi diantaranya : ke arah mana perubahan dalam masyarakat itu bergerak melalu faktor yang diubah. Dengan adanya analisis ini, saya mengambil tema perubahan sosial dari segi teknologi. Karena di Indonesia ini budaya sangat berpengaruh terhadap masyarakat.
 
 

    II.            Pertanyaan Pokok
 
Bagaimana perubahan yang terjadi setelah adanya teknologi yang mendunia?
 
 

 III.            Metode Penelitian
 
Metode yang saya gunakan pada analisis ini adalah kualitatif. Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam mendapatkan informasi mengenai pandangan masyarakat terhadap budaya-budaya asing yang masuk ke Indonesia. Karena metode ini lebih banyak menggunakan kumpulan data dari narasumber.
 
                        Waktu             : Jum'at, 30 November 2012
                        Pukul               : 16.00 – 18.00
                        Tempat            : Pamulang Timur, Tangerang Selatan
 


 IV.            Gambaran Obyek
 
Narasumber saya adalah Azizah seorang mahasiswi dari universitas swasta di Jakarta. Ia salah seorang mahasiswi yang belajar dalam bidang desain. Bertempat tinggal di Pamulang Timur, Tangerang Selatan. Ia merupakan seorang yang selalu mengikuti modernisasi seperti mempunyai berbagai macam jejaring sosial dan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk dunia cyber. Apapun yang ia kerjakan selalu menggunakan teknologi canggih.
 
 
 
 
    V.            Analisis
 
Masyarakat Indonesia adalah pengguna internet yang paling aktif dalam berbagai macam jejaring sosial. Sejalan dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat ada banyak perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Tujuan dari adanya teknologi adalah untuk mempermudah manusia dalam bekerja. Begitu pula dengan pekerjaan yang berat dapat terselesaikan dengan mudah apabila menggunakan mesin-mesin. Demikian dengan alat-alat teknologi yang sudah di produksi Indonesia yang banyak belum lagi alat-alat teknologi yang didatangkan dari berbagai macam belahan dunia. Sehingga kenyamanan dalam pemakaian teknologi sangat diakui dibelahan dunia. Sumbangan teknologi dari luar membentuk kesejahteraan tersendiri bagi penggunanya. Sebut saja seperti handphone yang tidak pernah lepas dari genggaman si pemiliknya, lalu jaringan internet apabila ada seorang anak yang tidak mengetahui tentang pelajarannya maka anak tersebut akan mencarinya di internet, kirim surat melalui internet, memasak menggunakan rice cooker, menggunakan AC apabila kepanasan, dan lain sebagainya. Saat dahulu jauh sebelum ada alat penanak nasi, seorang ibu memasak dengan menggunkan panci besar melalui dua tahapan. Melalui rice cooker seorang ibu dapat menghemat waktu dan lebih mudah. Semua itu termasuk ke dalam perubahan sosial budaya, sehingga budaya yang telah kita pakai dahulu telah tergantikan dengan hadirnya teknologi-teknologi dewasa ini. Perubahan ini sangat terlihat jelas sekali pada kehidupan masyarakat saat ini. Semakin kita mengikuti teknologi dan modernisasi maka semakin banyak perubahan sosial itu terlihat. Selain memberi kemajuan di berbagai segi kehidupan, teknologi juga memberikan kesalahgunaan bagi penggunanya. Contohnya saja seperti jejaring social facebook dan twitter, banyak orang yang menyalahgunakannya ketika di facebook berkenalan lalu lama-kelamaan menghilang menjadi korban penculikan, pemasangan internet di rumah tanpa adanya pengawasan dari orangtua memicu anak-anak membuka situs-situs yang tidak layak untuk dilihat. Penyalahgunaan ini menunjukkan adanya perubahan sosial yang cukup besar. Kriminalitas juga semakin modern, mengubah kriminalitas yang juga menjadi modern seperti contoh penculikan di atas. Melalui analisis ini kita dapat mengetahui lebih lanjut perubahan sosial budaya dalam bidang teknologi di masyarakat. Tanpa kita sadari setiap aktivitas yang kita lakukan menggunakan teknologi. Hanya sedikit sekali masyarakat yang belum menggunakan teknologi.

laporan 1/gilangg sakti/ kpi 1E




PENGIMPLEMENTASIAN NILAI AGAMA DALAM SEBUAH INSTITUSI BISNIS YANG BERSIFAT RELIGIUS

Gilang Sakti Perdana
1112051000161
KPI 1E

I.      Latar Belakang

Berdasarkan kemajuan kegiatan perekonomian dunia yang semakin pesat dan berjalan seiring kemajuan teknologi dunia yang semakin canggih. Ekonomi memiliki tingkat pengaruh yang amat penting dalam kehidupan manusia sehari-hari. Hal ini pula yang menggambarkan bahwa Ekonomi memiliki peran penting dan andil besar dalam segala aspek kehidupan manusia, baik bagi perubahan dan  dinamika sosial manusia. Hingga ekonomipun dapat mengendalikan segala aspek kehidupan manusia, baik dalam segi politik, institusi hingga tatanan keNegaraan. Terlihat dari sangat pentingnya Ekonomi, Negara yang dapat disebut "Negara Maju" pun terlihat dari seberapa majunya ke-Ekonomian Negara tersebut.

Seiring dengan perkembangan Ekonomi dunia dan terbukanya perdagangan bebas, yang dimana semua negara secara bebas dapat memperjualkan hasil pertanian, kerajinan tangan hingga hasil tekstilnya ke berbagai Negara-negara tetangga. Maka lahirlah beberapa institusi-institusi bisnis dalam setiap negara yang ingin ikut serta dalam perkembangan ekonomi dunia. Di Indonesia pun banyak lahir institusi-institusi bisnis yang berbeda-beda bentuk, tujuan dan dasar di dirikannya institusi bisnis tersebut.

Dilihat dari kehidupan perekonomian Indonesia yang masih dalam titik krisis Ekonomi baik dalam kehidupan masyarakatnya yang hingga kini masih dalam belenggu kemiskinan, termarjinalkan dan tertindas dengan kapitalisme yang semakin buruknya. Maka tak heran banyak masyarakat yang memilih untuk berwirausaha hingga membentuk sebuah institusi bisnis.

Penelitian ini di lakukan kepada sebuah institusi bisnis Al-Irsyad, guna mencari tahu atas dasar dan tujuan apa insitusi bisnis tersebut didirikan. Dan bagaimana sebuah institusi ini memahami, memaknai dan mengimplementasikan nilai-nilai Agama dalam baentuk bisnisnya. Dari latar belakang al-irsyad sendiri, al-Irsyad adalah sebuah bentuk isntitusi bisnis yang terlihat memiliki banyak unsur religi yang terdapat dalam bentuk bisnis-bisnisnya. al-Irsyad merupakan institusi bisnis yang sempat menyita perhatian orang di sekitarnya, dimana dasar berdirinya dan hasilnya selalu didasari dengan nilai-nilai ke-Agamaan amat kental. Berikut lapooran selengkapnya.

II.      Pertanyaan Pokok

 

1.      Apa dasar utama bisnis ini terbangun? Bagaimana tanggapan serta aplikasi institusi bisnis ini terhadap nilai ke-Agama dalam bentuk bisnisnya?

pertanyaan tersebut di atas, digunakan agar dapat mengetahui atas dasar dan tujuan apa bisnis ini terbangun, apakah semua bentuk bisnis ini didasari dengan nilai ke-Agamaan yang kental atau didasari hanya untuk kepentingan pribadi yang bersifat netral.

Dan dapat juga mengetahui Seberapa besar implementasi dan tanggapan bisnis ini terhadap agama. Karena dilihat dari bisnis ini yang bersifat religius dan  sampai detik ini terus berjalan, bukan hanya di dalam negri bahkan hingga manca Negara.

 

2.      Jika terdapat sebuah institusi bisnis lain yang mengaku membangun bisnisnya dengan dasar Agama dan selalu mengimplementasikan Agama dalam bisnisnya, tetapi faktanya tidak. Bagaimana tanggapan institusi bisnis ini ?

Pertanyaan ini timbul guna mengetahui bagaimana institusi bisnis tersebut menanggapi masalah seperti ini. Karena telah banyak eksekutif-eksekutif yang tidak bertanggung jawab yang selalu menyalah gunakan label keagamaan dalam pembentukan institusi bisnis yang semata-mata hanya teruntuk pada kepentingan pribadinya.

 

 

 

III.   Metodologi Penelitian

a.      Tempat dan Waktu penelitian

Penelitian ini dilakukan di kediaman pemilik institusi bisnis Al-irsyad, yang bertempat di pondok pesantren Man Ana, pamijahan cibatok bogor. Pada hari Rabu 7 november 2012. Dan objek penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana institusi bisnis ini menaggapi dan mengimplementasikan agama di segala bentuk bisnisnya, serta guna mendapatkan informasi atas dasar apa bisnis ini terbangun dan dapat berjalan eksis seperti saat ini, apakah atas dasar Agama atau Netral.

b.      Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang sifatnya deskriptif pada institusi bisnis yaitu al-irsyad. Alasan penggunaan jenis penelitian tersebut karena penelitian kualitatif mempergunakan data yang dinyatakan verbal dan kualifikasinya bersifat teoritis.  Data sebagai bukti dalam menguji kebenaran atau tidak benaran hipotesis, tidak diolah melalui perhitungan matematik dengan berbagai rumus statistika, pengolahan data dilakukan secara rasional dengan mempergunakan pola berfikir tertentu. Dan dapat disimpulkan metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang memberikan data deskriptif baik lisan maupun tulisan.

IV.   Gambaran Tokoh

KH. Mahfudin Arsyad, beliau adalah owner dari institusi bisnis Al-irsyad yang juga sebagai pemilik sekaligus pemimpin pondok pesantren Al-Irsyad jombang tangerang dan juga ponpes Man Ana cibatok bogor. Dengan kapasitasnya yang amat besar dalam nilai keagamaan, beliau selalu mengimplentasikan nilai agama yang begitu kental dalam bisnisnya. Tak hanya itu, semua bentuk bisnisnya yang hingga saat ini terus eksis dan terkenal hingga manca negara, beliau bangun dan jaga dengan nilai keagamaan yang amat detil di dalamnya.

Beliau juga terkenal sebagai interpreuner hebat yang dermawan, rendah hati dan selalu mendasarkan segala bisnis yang digelutinya sebagai bentuk dakwah dan untuk memajukan pendidikan agama islam khususnya. Seperti yang dapat dilihat, bahwa semua hasil bisnisnya semata-mata hanya untuk menggalang dana untuk keberlangsungan pembangunan dan pengembangan pondok pesantrennya, yang dimana semua santri yang mondok secara sosial ekonomi termarjinalkan. Dan sampai saat ini, bisnisnya bukan hanya di bidang majalah yang sekarang sudah memiliki penerbit sendiri yang bernama Irsyad. Tetapi beliau juga telah melebarkan sayap bisnisnya hingga bidang kewirausahaan seperti obat herbal yaitu Habbatussauda dan sabun penghilang najis yang setiap-setiapnya telah memiliki pabrik sendiri yang wilayah distribusinya sudah sampai ke beberapa negara di wilayah asia dan Eropa, serta ke bidang kerwirausahaan lainya seperti rumah makan dan sebagainya. Beliau juga aktiv menulis dan mengarang buku, dan beberapa bukunya telah terbit seperti, "Gila tapi Masuk Akal", "Ketika Allah Tersenyum" dan lain-lain.

V.   ANALISIS

Sudah banyak Institusi Bisnis yang terbentuk di negara ini, dan setiap-tiap Institusi tersebut terdapat berbagai tujuan yang mungkin tidak akan sama, dari suatu institusi bisnis dengan institusi bisnis lain, dan terbentuknya juga berbeda atas dasar-dasarnya. Banyak institusi bisnis yang terbentuk didasari oleh ke-Agamaan, Politik, nasionalis atau kenegaraan, hingga didasari atas kepentingan pribadi.

Al-irsyad adalah contoh sebuah institusi bisnis yang bersifat religius dilihat dari beberapa bentuk bisnisnya dan terbentuk atas dasar ke-Agamaan. Pemilik sekaligus pendiri Al-irsyad adalah KH. Mahfudin Arsyad yang juga pemilik sekaligus pemimpin pondok pesantren modern Man Ana. Bermula dari niat yang amat tulus, untuk berdakwah, menolong sesamea dan memajukan pendidikan islam. Terbentuklah sebuah institusi bisnis Al-irsyad.

Pada awalnya, KH. Mahfudin tidak ingin menyebutkan Al-irsyad ini sebagai sebuah institusi bisnis, atau label dari bisnisnya. Beliau mengatakan bahwa Al-irsyad ini hanyalah sebuah nama yang memiliki makna tersendiri. Beliau mengambil kata AL-Irsyad dari bahasa Arab yang bermakna rasyada-yarsyudu rasyadan yang dimana dalam arti bahasa Indonesiannya adalah petunjuk. Beliau memberi nama seperi itu, di karenakan  semua yang beliau kerjakan dan beliau dapatkan hanyalah dari petunjuk Allah swt.

Dalam komentarnya, beliau tidak mengira akan perkembangan bisnis-bisnisnya. Beliau hanya  bertawakkal kepada Allah swt, karena atas kehendaknyalah bisnis-bisnisnya dapat berkembang hingga terkenal ke manca negara.

Segala bentuk bisnis yang berlabel Irsyad, di dasari dan bertujuan untuk berjihad di jalan allah, dan semua hasil bisnis tersebut selalu di salurkan untuk kemajuan pendidikan islam khususnya.  Seperti, yang dilakukaan KH. Mahfudin Arsad selaku pemilik institusi tersebut yang selalu menyalurkan dana dari hasil bisnisnya untuk biaya pembangunan pondok pesantrennya dan untuk pembiayaan pondok pesantren yatim dan dhuafa al-irsyad serta pondok pesantren Man Ana yang dimilikinya. Yang dimana semua biaya santrinya ditanggung olehnya, adapun yang membayar hanyalah dengan biaya yang seikhlasnya. Karena dilihat dari sosiaal ekonomi para santrinya yang teramarjinalkan.

Dengan kapasitas KH. Mahfudin yang keislamanya amat teramat kental, beliau selalu mengimplementasikan Agama dalam bisnisnya. Contohnya, majalah Al-irsyad. Karena beliau suka membaca dan menulis, kemudian beliau menulis sebuah majalah dengan niat berdakwah di dalamnya yang berisikan cerita hikmah, tafsir ayat quran, dan ceramahnya yang di tulis dengan bahasa yang segar, humoris dan mudah dipahami. Maka dinamai majalah tersebut dengan nama majalah Al-irsyad. Diawali dengan Beliau membagikan majalah buatannya kepada kerabat-kerabat dekatnya secara gratis, tanpa disadari banyak juga kerabat-kerabatnya yang suka dan selalu memintanya untuk membuat majalah tersebut kembali. Maka beliau terbitkan dengan jumlah banyak, singkat cerita majalah tersebut kini sudah terkenal di manca negara sperti hongkong, macau, Thailand dan Indonesia walaupun di Indonesia tidak teramat populer. Hingga beliau juga membuat majlis ta'lim di negara-negara tersebut, karena keberhasilannya berdakwah lewat majalah yang dimana sudah banyak peminatnya. Bukan hanya itu, beliau juga suka menulis buuku. Dan semua hasil dari penjualan buku dan majalah itu selalu di salurkan untuk biaya kemajuan pondok pesantrennya dan untuk menopang Ekonomi Pondoknya.

Dan seperti bisnisnya dalam bidang kewirausahaan, seperti obat herbal habbatussauda dan sabun penghilang najis. Beliau mendapatkan inspirasi dalam membangun bisnisnya, dari hadits dan Al-Quran. Seperti, habbatussauda yang beliau temukan di dalam hadist yang mengatakan bahwa minyak hitam atau bisa disebut jinten, dapat menyembuhkan segala mcam penyakit kecuali kematian. Dari contoh-contoh di atas dapat terlihat bahwa KH. Mahfudin sang pemilik selalu mengimplementasikan nila ke-Agamaan di berbagai bentuk bisnisnya.

"semua yang saya lakukan dan saya dapatkan semata-mata karenaAllah, untuk Allah dan kembali kepadaAllah." Begitulah yang dikemukakannya ketika wawancara berlangsung. Menurutnya, Agama itu sangatlah penting dalam kehidupan sosial dan masing-masing individu. Karena dengan mengimplementasikan nilai-nilai ke-Agamaan insyaallah segala yang dilakukan akan di rdhoi dan diberkahi oleh tuhan yang maha Esa. Setiap sesuatu bukanlah terlihat dari seberapa besar hasil yang didapatkan melainkan dari keberkahan yang di rasakan dari hasil perbuatann tersebut, lanjut beliau.

Mungkin sudah banyak institusi-institusi bisnis yang terbentuk di negri ini, walaupun bukan di dasari atas Agama, tetapi itu semua bukanlah masalah. Yang menjadi masalah ialah konglomerat-konglomerat dan para kapitalis yang membangun sebuah bisnis yang mengaku berdasarkan Agama, tapi faktanya tidak jauh untuk kepentingan pribadinya sendiri. Contohnya,  para orang kaya yang mendirikan sebuah yayasan atau pondok pesantren yang dimana semua hanya kedok semata yang dimana faktanya hanyalah untuk kemakmuran kehidupan pribadinya sendiri, bukan untuk memajukan pendidikan Islam.

Menurut KH. Mahfudin, atas permasalahan di atas, beliau tidak mau ambil pusing dan mencampuri urusan pribadi setiap individu. Bukan karena beliau tidak peduli atau acuh atas permasalahan tersebut. Tetapi memang sudah sulit rasanya menyadarkan seseorang yang memang sudah susah untuk di sadarkan, dan semua itu akan kembali kepada dirinya masing-masing. Karena "lakum diinukum wa liyaddin" "bagimu balasanmu dan bagiku balasan ku" begitulah lanjut beliau. Kasus ini, bisa di samakan dengan sebuah kasus seperti, banyaknya wanita muslimah di Indonesia yang sangat rajin beribadah, tetapi tidak suka memakai hijab atau kerudung. Begitulah beliau memberikan contoh.

Pada akhirnya, kita dapat mengetahui bahwa banyak sekali orang-orang yang menyalah gunakan nilai ke-Agamaan dalam pembentukan sebuah institusi bisnis.
kitapun dapat meneladani, KH. Mahfudin Arsyad atas apa yang beliau lakukan. Yang membangun sebuah institusi bisnis semata-mata hanya untuk allah ta'ala dan semua bentuk bisnisnya yang selalu beliau niatkan untuk jihad fii sabilillah, seperti untuk berdakwah, menolong sesama, mengaplikasikan ilmu-ilmunya dan untuk memajukan pendidikan Islam.

 

 

 

 

 

 


laporan 2/ gilang sakti /KPI 1E



MENELITI SEBUAH PARTAI POLITIK DALAM MENGINMPLEMENTASIKAN NILAI KE-AGAMAAN DI DALAMNYA

 

Gilang Sakti Perdana
1112051000161
KPI  1E

 

I.        Latar Belakang

Dalam sebuah kenegaraan, partai politik memiliki banyak peran dalam memajukan sebuah negara karena sifatnya yang nasionalis. Tak hanya itu, setiap partai politik memiliki banyak program kerakyatan yang bertujuan mewujudkan kemakmuran, kesejahteraan, dan kemajuan suatu negara. Negara kesatuan Republik Indonesia merupakan negara kesatuan yang memiliki memiliki banyak partai-partai politik (multipartai), karena negara tersebut yang bersifat demokrasi, dan berakar sosial kolektivitas. Dimana setiap penetapan-penetapan dan pembentukan-pembentukan hukum dan lain-lainnya selalu dilakukan secara demokrasi, mufakkat dan musyawarah.

Di negara kesatuan Indonesia, partai-partai politik banyak berdiri dengan berbagai asas dan tujuan tertentu. Dimana beberapa partai-partai memiliki visi dan misi tertentu yang mungkin berbeda dan tidak sama dari satu partai dengan partai yang lain. PAN contohnya, PAN merupakan partai politik yang sangat menarik untuk diteliti. Karena PAN sendiri merupakan sebuah partai yang bersifat nasionalis dan agamis, yang selalu menjadikan landasan Agama dan etika moralitas Agama dalam segala bentuk kinerjanya, PAN juga merupakan partai terbuka untuk segala golongan yang tidak membeda-bedakan etnis, Agama dan segala bentuk corak kebudayaan. Terlihat dari Anggota-anggota parpol PAN sendiri yang terdiri dari berbagai Agama yang ada di Indonesia khusunya.

Penelitian ini dilakukan guna menelusuri dan mengetahui sisi dan seluk beluk partai yang sangat menarik ini. Yang mungkin menarik sekali untuk ditelaah bagaimana visi dan misi, tujuan dan di dasari oleh apa terbentuknya sebuah partai politik yang menjadi topik inti penelitian ini serta melihat seberapa besar sebuah partai politik yang juga bersifat nasionalis ini, mengimplementasikan Agama dalam kinerja partai.

 

 

II.     Pertanyaan Pokok

1.    Apa landasan utama berdirinya Partai Amanat Nasional? Dan seberapa besar implementasi Agama dalam setiap kienerja PAN?

Pertanyaan ini di ajukan guna mencari tau apa landasan utama PAN dalam pembentukannya, serta menegetahui seberapa penting unsur Agama dalam tubuh PAN. Jika, PAN berdiri berlandasan Agama, maka pertanyaan ini juga membantu penelitian untuk mengetahui seberaba besar partai politik PAN dalam mengimplementasikan Agama.

2.    Bagaimana PAN menanggapi berbagai perbedaan yang ada di tubuh PAN  dari sisi agama? Dan corak apa yang membedakan PAN dengan partai politik lain di Indonesia?

Karena PAN adalah partai terbuka ,maka banyaklah perbedaan yang ada di dalam tubuh PAN sendiri. Dan pertanyaan ini di ajukan untuk mengulas bagaimana cara PAN dalam menanggapi perbedaan-perbedaan dalam tubuhnya yang dimana perbedaanya terletak dari ke-Agamaan. Karena dilihat dari segi keanggotaan, para anggota PAN terdiri dari berbagai Agama. Dan permasalahan perbedaan agama inilah yang benar-benar menjadi topik hangat penelitian PAN ini.

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak parta-partai politik, dan semua partai tentu memiliki landasan dan asas tersendiri yang membedakan partai satu, dengan partai yang lannya. Maka pertanyaan yang selanjutnya di atas, di ajukan guna melihat corak apa saja yang membedakan partai PAN dengan partai politik lain.

 

III.     Metodelogi Penelitian

A.     Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada sebuah partai politik PAN (Partai Amanat Nasional). Dan objek penelitian tersebut adalah untuk meneliti bagaimana pemahaman serta pengimplementasian partai politik ini terhadap nilai ke-Agamaan dalam setiap kinerja, program, dan agenda-agendanya. Waktu yang dipilih untuk penelitian ini, pada tanggal 11 november 2012 di Hotel Royal Kuningan yang bertepatan pada RAKERNAS Partai Amanat Nasional. Yang dihadiri oleh 1000 anggota dan lebih dari 34 pimpinan DPW dan DPP BM PAN, pak Amin Rais dan pak Hatta Rajasa yang akan maju pada pemilihan umum presiden RI pada tahun 2014 pun ikut hadir pada acara RAKERNAS tersebut.

B.     Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan penelitian kualitatif yang sifatnya deskriprtif guna mendapatkan informasi yang lebih detil dari partai politik itu sendiri.

Jenis penelitian itu sendiri merupakan jenis penelitian yang mempergunakan data yang dinyatakan alami dan kualifikasinya bersifat teoritis. Dan sebagai bukti untuk menguji kebenaran atau tidak benaran hipotesis, penelitian ini tidak diolah melalui perhitungan matematik yang mempergunakan rumusan statistik,pengolahan data dilakukan secara rasional dengan mempergunakan pola berfikir tertentu menurut logika.

Namun pengertian lain mengenai pengertian kualitatif yaitu sebagai produser penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang memiliki andil dalam suatu susunan partai politik ini sendiri. Dan dapat disimpulkan metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang memberikan data deskriptif, baik lisan maupun tulisan dari sebuah partai politik tersebut.

 

 

IV.     Gambaran Tokoh

Narasumber atas penelitian yang di lakukan ialah Bapak mudzakir boufen S.p yang menjabat sebagai ketua DPW BM PAN bagi wilayaah manado sulawesi utara. Serta menjabat di DPD PAN sebagai wakil ketua DPD partai PAN . Sebelum Lulus dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) di manado dengan gelar sarjana tekhnik pertanian, ia juga aktiv di organisai kemahasiswaan di kampusnya, yaitu HMI. Aktif di Partai Amanat Nasional sejak berdirinya Partai, kapasitas ke ilmuwan dan pengalamanya di dunia politik, terbilang mumupuni. Tak hanya itu, beliau juga berperan dalam pembentukan Partai Amanat Nasional dan pembentukan organisasi masyarakat yang nasionalis, BM PAN. Yang keduanya berdiri secara bersamaan pada tahun 1998. Tak diragukan lagi bagaimana kapisitas seorang pak Mudzakir yang telah malang melintang di dunia politik. Selain aktiv dalam keorganisasian partai, beliau juga masih aktiv bekerja dalam sebuah perusahaan swasta di daerahnya.

V.     Analisis

PAN adalah sebuah partai politik yang berdiri bertepatan setelah reformasi Indonesia pada tahun 1998, sama persis dengan berdirinya sebuah ormas BM PAN sendiri yang aplisiasi komisinya berjalan bersamaan dengan partai. Kedua unsur partai dan ormas ini, sama-sama berperan penting dalam keorganisasian partai PAN sendiri, yang secara spesifik BM PAN memiliki peran yang sangat berpengaruh. Karena BM PAN sendiri adalah sebuah organisasi yang mengkoordinasi kemajuan  partai dan menjadi suatu lembaga pendidikan dalam pengkaderisaisi kader-kader PAN. Tak hanya BM PAN, Partai Amanat Nasional sendiri pun selalu berupaya mengadakan pendidikan serta pelatihan kader dalam pengkaderisasian partai. Semua kinerja kedua organisasi ini selalu berjalan dengan terkoordinir, rapih dan kondusif  mulai dari latihan kaderah madya, pascya hingga pelatihan pusat partai. Sebagai partai kader, semua kader harus mengetahui bagaimna partai ini, dan memahami platform partai tersebut. Semua dilakukan guna mendapatkan strukturisasi yang jelas serta menggali potensi-potensi kader PAN yang akan melanjutkan estafet perjuangan partai menuju kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Indonesia. "kader Partai di DPR  khususnya kader PAN, bukan hanya untuk diam dan hanya mendengar. Tapi kader PAN harus dapat membberikan yang terbaik yang dapat diberikan. Terutama dalam mengawal agenda-agenda reformasi. Salahsatunya menagatsi permaslahan korupsi yang hingga kini belum terselesaikan." Lanjut pak Mudzakir.

Berbicara tentang asas partai, PAN merupakan partai yang bersifat nasionalis yang agamis. Karena segala aktivitas PAN selalu berdasarkan etika moralitas berbagai agama, sehingga PAN dinyatakan sebagai partai terbuka. Kalaupun dapat dibilangg induk berdirinya dari muhammadiyah, itu semua memang tidak dapat dipungkiri karena PAN memang partai muhammadiyah. Tetapi sesungguhnya, ketika PAN lahir, PAN berasaskan asas agama islam yang bersifat nasionalis, sebagai partai terbuka berdasarkan lingkungan dan berdasarkan etika moralitas berbagai agama. Dan tujuan berdirinya PAN sendiri ialah sebagai partai reformis untuk mensejahterakan rakyat indonesia, mengeluarkan rakyat indoneisa dari penderitaan dan kemiskinan, serta menegakan demokrasi yang sesungguhnya.

Terwujudnya partai PAN sebagai sebuah partai politik, menjadikan PAN sebgai sebuah partai politik terdepan dalam mewujudkan masyarakat madani yang adil dan makmur, serta guna mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih di dalam negara indonesia yang demokratis dan berdaulat.

PAN dapat terbilang sebuah partai yang sangat hebat, walaupun para anggota partai tidak semua beragama islam dan terdiri dari berbagai agama yang di anut. Tidak terlihat ada perselisihan atau paham benar sendiri secara agamis dalam tubuh PAN. Contohnya, walaupun induk berdirinya PAN adalah muhammadiyah dan secara mayoritas anggota PAN beragama islam, masih banyak para anggota PAN yang memiliki jabatan-jabatan penting dalam struktur keorganisasian partai. Karena PAN sendiri bukan hanya didirikan oleh pak Amin Rais, tapi masih ada banyak tokoh agama lain yang ikut dalam terbentuknya PAN, karena PAN berdiri untuk menggagas beridirinya agama dan nasional. Dari beberapa program PAN yang bersifat agamis, partai PAN sangat peka dan tidak hanya pada agama islam melainkan hindu, budha, dan nasrani pun PAN masih peka terhadap program-program agamisnya. Maka dapat disimpulkan, bahwa di dalam tubuh PAN tidak terdapat perselisihan secara agama, meskipun para anggota PAN menganut agama yang berbeda.

Semua keputusan-keputusan penting dalam PAN tidak pernah ditentukan oleh ketua umum, yang bersifat instruksi. Tapi semua keputusan-keputusan penting dalam tubuh PAN selalu di ambil secara instruksi. Karena menurut partai politik PAN, semua keputusan kan menjadi sangat arif dan bijaksana jika di ambil secara musyawarah mufakkat yang kan menjadi keputusan besar yang tidak bersifat ortoriter. Mungkin ini menjadi salah satu corak pembeda partai politik PAN dengan partai-partai poitik lain yang telah berdiri di indonesia.

 

 

 

 


Cari Blog Ini