Rabu, 06 Mei 2015

ANALISIS STRUKTURALIS_DESA TAPOS II_UTS_RISNA SITI RAHMAH

Oleh: Risna Siti Rahmah
I.              PENDAHULUAN
Pembangunan desa dan masyarakat desa diarahkan untuk mendorong tumbuhnya prakarsa dan swadaya masyarakat sehingga mempercepat peningkatan kemampuan masyarakat untuk produksi  dan memasarkan produksinya perlu didukung dengan meningkatkan kelembagaan dan perluasan serta diverifikasi usaha agar makin mampu mengarahkan dan memanfaatkan dana dan daya bagi peningkatan taraf hidupnya, hal itu yang belakangan ini disebut sebagai Desa Mandiri.

Salah satu Desa Mandiri yang ada di Kabupaten Bogor adalah Desa Tapos II yang terletak di Kecamatan Tenjolaya. Banyak indikator, keunggulan yang menjadikan Desa Tapos II sebagai Desa Mandiri, serta siapa yang menjadi pelopornya.
Dari sini melihat keadaan yang ada di Desa Tapos II saya tertarik untuk mengkaji, maka saya melakukan observasi salah satu Desa Mandiri yang ada di Kabupaten Bogor yaitu Desa Tapos II dengan melakukan wawancara kepada beberapa tokoh yang ada di Desa Tapos II dan juga berjalan melihat keadaan di Desa Tapos II.
Hal lain yang membuat tertarik untuk memilih Desa Tapos II ini adalah Desa yang sudah berkembang kembali menjadi Desa Peradaban, mengapa demikian ? Desa Tapos II disebut dengan Desa Peradaban karena terdapat banyak Lembaga Pendidikan formal maupun non-formal, dan banyak terdapat sarana keagamaan yang membuat desa ini dijuluki sebagai Desa Peradaban.
Desa Tapos II ini menjadi peringkat ke II se-Jawa Barat dalam lomba Desa, desa ini mewakili kabupaten Bogor dan menjadi peringkat II sebagai Desa Mandiri, yang kemudian mendapat bantuan dana sebesar satu milyar rupiah, sehingga membangun Program Desa Mandiri dalam perwujudan Desa Peradaban.

II.           METODOLOGI
Metodologi yang digunakan dalam melakukan observasi ini adalah metode penelitian kualitatif. Yaitu dengan melakukan wawancara dan studi dokumentasi.

III.        TEORI SOSIOLOGI
Setelah melakukan observasi di Desa Tapos II ada beberapa cara pandang yang dapat digunakan, salah satunya adalah cara pandang strukturalis. Aliran ini berkaitan dengan karya Claud Levi-Strauss yang meraih kepopuleran pada tahun 1960-an hingga 1970-an.
Strukturalisme adalah pendekatan yang berupaya untuk megungkap struktur yang menjadi dasar dan bertanggung jawab atas karakter-karakter yang mudah diamati dalam interaksi sosial dan hubungan sosial. Ini adalah struktur-struktur semacam mode produksi, sistem kekerabatan, dan mitologi yang dapat menjelaskan aktivitas ekonomis, tatanan perkawinan, dan pertimbangan naratif (narative accounts) yang dihasilkan di dalam masyarakat (John Scott).
Kita akan mendapatkan kesan awal tentang strukturalisme dengan melukiskan perbedaan mendasar antarpendukung perspektif strukturalis. Ada yang memusatkan perhatian pada apa yang mereka sebut struktur pikiran bagian dalam. Menurut pandangan mereka struktur yang  tak disadari inilah yang menyebabkan orang berpikir dan bertindak seperti yang dilakukannya itu. Ada lagi strukturalis yang memusatkan perhatian pada struktur masyarakat lebih luas yang tak terlihat dan memandangnya sebagai faktor penentu tindakan individu maupun tindakan masyarakat pada umumnya. Marx adakalanya berpikir seperti seorang strukturalis semacam itu, yang memusatkan perhatian pada struktur ekonomi masyarakat kapitalis tak terlihat. Kelompok lain melihat struktur sebagai model yang mereka gunakan untuk mengkonstruksikan kehidupan sosial. Terakhir, ada sejumlah strukturalis yang memusatkan perhatian pada hubungan dialektis antara individu dan struktur sosial. Mereka melihat adanya kaitan antara struktur pikiran dan struktur masyarakat. Antropolog Claude Levi-Strauss paling sering diasosiasikan dengan pandangan ini.
Cara pandang strukturalis ini sesuai dengan UU/6/14 mengenai tata kelola desa, perencanaan pembangunan desa, keuangan desa, serta sumber daya manusia (SDM) desa.
 
IV.        GAMBARAN UMUM
A.    Geografi Desa
Desa Tapos II terletak antara 6.19º - 6.67º Lintang Selatan dan 106º -  107º Bujur Timur, dengan luas wilayah 221 Ha, yang terdiri dari 2 Dusun dengan 7 Rukun Warga (RW) dan 22 Rukun Tetangga (RT), Desa Tapos II memiliki batas wilayah administratife sebagai berikut:
Sebelah Utara                : Desa Cibitung Tengah
Sebelah Timur                : Desa Gunung Mulya
Sebelah Selatan             : Desa Tapos I
Sebelah Barat                : Desa Gn. Bunder I Kec. Pamijahan
Desa Tapos II merupakan desa yang berada di daerah lereng Gunung Halimun Salak sebelah selatan, dengan ketinggian antara 500-600 M, dpl (diatas permukaan laut). Sebagian besar wilayah Desa Tapos II adalah lahan pertanian dan sisanya lahan kering dan pemukiman, disebelah timur dibatasi oleh sungai Cinangneng sekaligus batas dengan Desa Gunung Malang, dan disebelah barat dengan sungai Ciampea sekaligus batas wilayah dengan Desa Gunung Bunder I Kecamatan Pamijahan.
Pada umumnya lahan yang terdapat di Desa Tapos II digunakan secara produktif, dan hanya sedikit saja yang tidak dipergunakan, hal ini menunjukkan bahwa kawasan Desa Tapos II memiliki sumber daya alam yang memadai dan siap untuk dikelola.
Luas lahan berupa Sawah Teknis seluas: 500 Ha, Semi Teknis seluas: 85 Ha, Perikanan: 2 Ha, Hutan Rakyat seluas: 0 Ha, dan lahan lainnya berupa pekarangan pemukiman: 77 Ha. Untuk lebih jelasnya mengenai luas wilayah dan penggunaannya dapat dilihat pada tabel berikut:

Luas Lahan Menurut Jenis Penggunaan
Di Desa Tapos II Kecamatan Tenjolaya
Sawah (Ha)
Darat (Ha)
Teknis
 Teknis
Perikanan
Hutan Rakyat
Pekarangan Pemukiman
Lain-Lain
150
25
2
-
49
1,17
Sumber: Data Desa Tapos II

B.     Demografi Desa
Penduduk Desa Tapos II berdasarkan data terakhir hasil Sensus Penduduk Tahun 2010 tercatat sebanyak 7.016 jiwa, Tahun 2009 sebanyak 6.963 jiwa, Tahun 2008 sebanyak 6.858 jiwa, mengalami kenaikan setiap tahunnya rata-rata 2,5 %, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Jumlah Penduduk Desa Tapos II
Berdasarkan Sensus Terakhir 2008-2011
No
Tahun
Jumlah
Laju Pertumbuhan
1
2008
6.858
1,5 %
2
2009
6.963
1,5 %
3
2010
7.016
2,5 %
4
2011
7.296
2,5 %
Sumber: Data Desa Tapos II

Usia Penduduk
KELOMPOK UMUR
JUMLAH JIWA
JUMLAH
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
0-4
394
336
730
5-9
381
303
684
10-14
479
335
814
15-19
396
362
758
20-24
412
354
766
25-29
391
313
704
30-34
281
300
581
35-39
265
222
487
40-44
223
189
412
45-49
174
162
336
50-54
173
136
309
55-59
95
101
196
60-64
109
77
186
65-69
67
55
122
70-KEATAS
105
106
211
Sumber: Desa Tapos II

V.           ANALISIS
Ada beberapa analisis yang dilakukan berdasarkan cara pandang strukturalis, diantaranya:
A.           Tata Kelola Desa
1.      Pajak dan Retribusi Desa
Pajak dan Retribusi desa di Desa Tapos II Tahun 2010 mengalami peningkatan dari pada tahun sebelumnya. Penerima pajak dan retribusi desa pada tahun 2010 sebesar Rp. 14.081.029 (Empat Belas Juta Delapan Puluh Satu Ribu Dua Puluh Sembilan Rupiah.
2.      Alokasi Dana Desa
Dana desa pada dasarnya adalah dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor yang dialokasikan kepada Desa untuk mendanai kebutuhan desa dalam rangka pelaksanaan desentralisasi. Untuk Desa Tapos II besarnya Alokasi Dana Desa (ADD) dari tahun 2008-2010 adalah:
No
Tahun
Jumlah
Keterangan
1
2009
53.200.000,-
Naik
2
2010
121.575.152,-
Naik
3
2011
142.109.444,-
Naik
Sumber: Desa Tapos II
3.      Sarana dan Prasarana Sosial Ekonomi
Pada umumnya jenis sarana sosial ekonomi masyarakat Desa Tapos II berupa usaha dibidang perdagangan, terutama warung kebutuhan rumah tangga sehari-hari yang bersekala kecil sekali. Disamping itu sarana ekonomi yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat desa Tapos II adalah pertanian, sarana transportasi ojek, dan sarana lahan perikanan, peternakan dengan skala kecil pula.
Adapun jumlah warung yang menjual kebutuhan sehari-hari di Desa Tapos II sebanyak 52 warung, Petani sebanyak 278 orang, sekitar 5,5 % dari jumlah penduduk Desa Tapos II.
4.      Transportasi dan Perhubungan
Panjang jalan di Desa Tapos II pada tahun 2009 sepanjang 6 KM, yang terdiri dari jalanan Kabupaten 3 KM, serta jalan desa 3 KM. Mulai tahun 2007, Desa Tapos II mulai dilintasi oleh Trayek angkutan umum yaitu Terminal Tenjolaya-Terminal Laladon, sehingga amat membantu bagi transportasi masal penduduk. Namun demikian, angkutan ojek masih menjadi alat transportasi tambahan penduduk, hal ini dapat terlihat dari banyaknya jumlah pengemudi ojek di Desa Tapos II sebanyak 50 orang.
5.      Telekomunikasi dan Informasi
Penggunaan jaringan Komunikasi di Desa Tapos II khususnya sambungan telepon telah ada, walaupun masih terbatas di sekitar Dusun I. Jumlah sambungan telepon rumah masih 0% SSt/rumah.
Selanjutnya jasa PT. POS Indonesia amat membantu mobilisasi komunikasi dan distribusi barang dan jasa pos, sehingga berbagai transaksi bisnis maupun jasa yang diperlukan masyarakat semakin mudah dijangkau.
6.      Pengairan dan Keirigasiaan
Penanganan keirigasiaan dan pengairan diarahkan dalam rangka memenuhi kebutuhan para petani sawah dan kolam air tawar, maupun tanaman palawija. Pemerintah Desa Tapos II sudah melakukan terobosan dengan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait serta upaya pelestarian saluran irigasi, dan hal ini merupakan program unggulan yang menjadi super prioritas program pembangunan desa pada periode kepemimpinan ini.
Hal ini terlihat hasilnya, dengan adanya perhatian yang serius dari Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menanggulangi masalah kerusakan irigasi, telah dibangun Pintu air dan perbaikan saluran-saluran diantaranya Pintu air Toblongan 1 dan 2, Pintu air Kacapi dan rehabilitasi saluran-saluran irigasi Toblongan 1 dan 2 serta saluran irigasi Kacapi.
7.      Drainase
Sistem drainase merupakan sistem pengaliran air hujan yang terdiri dari 2 macam sistem, yaitu sistem drainase sungai, solokan, atau saluran sekunder atau disebut drainase makro, dan ini sudah menjadi sitem seluruhnya digunakan di Desa Tapos II, serta sistem yang melalui saluran-saluran lingkungan atau disebut drainase mikro.
8.      Air Bersih
Jenis Sumber Air Bersih Yang Digunakan di Desa Tapos II
No
Jenis Sumber Air Bersih
Jumlah Rumah Tangga Pengguna
Persentase
1
PAM Desa
160
5 %
2
Sumur Pompa
98
2%
3
Artesis
-
-
4
Sumur Gali
121
3,5%
5
Fasilitas Air Bersih
300
5 %
6
Kali/Sungai
50
1,5 %

9.      Air Limbah
Jenis limbah yang terdapat di Desa Tapos II dibedakan menajadi 2 macam yaitu, limbah Domestik dan limbah Non domestik. Limbah domestik hasil buangan dari rumah tangga seperti kegiatan mandi, cuci, kakus, sedangkan non domestik dihasilkan seperti kegiatan limbah penggilingan padi, limbah ternak, limbah industri rumah tangga.
Sistem pembuangan domestik di Desa Tapos II selain menggunakan jamban keluarga septytank, juga memanfaatkan kolam dan sungai, dan pembuangan langsung ke drainase yang ada.
10.  Energi
Pada umumnya masyarakat di Desa Tapos II sudah hampir 90 % tersambung jaringan listrik. Mengingat jaringan listrik sudah sampai ke setiap RW se Desa Tapos II, hanya ada beberapa rumah tangga yang belum tersambung, karena faktor ekonomi. Mereka pada umumnya mengambil lairan listrik tetangga terdekatnya. Jumlah rumah tangga yang memasang sambungan listrik di Desa Tapos II pada tahun 2009 sebanyak 120 rumah tangga.

B.            Perencanaan Pembangunan Desa
Rencana pembangunan desa merupakan salah satu dari cara pandang Strukturalis. Rencana pembangunan desa atau yang sering disebut RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa) berlaku untuk lima tahun ke depan dan RPJPDes (Rencana Pembangunan Jangka Pendek Desa) berlaku untuk satu tahun kedepan.
RPJMDes, berisikan bagaimana desa tersebut membuat RPJMDes untuk lima tahun kedepan. RPJMDes pertama dimulai dengan Pendahuluan (latar belakang, dasar hukum, dan pengertian). Kedua, Profil Desa (Kondisi desa, sejarah desa, demografi, keadaan sosial, keadaan ekonomi, kondisi pemerintahan desa, pembagian wilayah desa, struktur organisasi pemerintah desa, kondisi pemerintahan umum). Ketiga, menuliskan potensi dan masalah yang ada di desa tersebut. Kempat, baru merencanakan pembangunan jangka menengah desa selama lima tahun kedepan (Visi dan misi, kebijakan pembangunan, arah kebijakan pembangunan desa, potensi dan maslah, program pembangunan desa, strategi pencapaian). Dan yang terakhir adalah penutup yang merupakan pernyataan atas pembuatan RPJMDes.
Program perencanaan pembangunan desa meliputi pembangunan di berbagai macam bidang. Seperti, bidang pendidikan, bidang keagamaan, bidang kesehatan, bidang sarana dan prasarana, bidang lingkungan hidup, bidang sosial budaya, bidang pemuda dan olahraga serta pemerintahan, dan bidang koperasi dan UKM.

C.           SDM Desa
1.      Jumlah Penduduk
No
Tahun
Jumlah
Laju Pertumbuhan
1.
2008
6.858
1,5%
2.
2009
6.963
1,5%
3.
2010
7.016
2,5%
4.
2011
7.296
2,5%
Sumber: Desa Tapos II
   Dari hasil sensus terakhir tahun 2011 yang dimuat dalam RPJMDes selama lima tahun kedepan laju pertumbuhan penduduk setiap tahun naik 1,5 % hingga 2,5 %.

2.      Usia Penduduk
KELOMPOK UMUR
JUMLAH JIWA
JUMLAH
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
0-4
394
336
730
5-9
381
303
684
10-14
479
335
814
15-19
396
362
758
20-24
412
354
766
25-29
391
313
704
30-34
281
300
581
35-39
265
222
487
40-44
223
189
412
45-49
174
162
336
50-54
173
136
309
55-59
95
101
196
60-64
109
77
186
65-69
67
55
122
70-KEATAS
105
106
211
Sumber: Desa Tapos II
Berdasarkan pengelompokkan usia, usia produktif di Desa Tapos II ada 4.044 jiwa, usia lanjut ada 1.024 jiwa dan sisanya usia belum produktif ada 2.228.

3.      Tingkat Pendidikan Penduduk
No
Tingkat Pendidikan
Jumlah
1.
Tidak Tamat SD
35
2.
Tamat SD
621
3.
Tamat SLTP
218
4.
Tamat SLTA
171
5.
D1
197
6.
D2
167
7.
D3
72
8.
S1
1
Sumber: Desa Tapos II
Jadi tingkat pendidikan penduduk Desa Tapos II berjumlah 1.482 jiwa. Namun, ada beberapa penduduk masih dalam proses pendidikan.

4.      Jenis Mata Pencaharian Penduduk
No
Jenis Mata Pencaharian
Jumlah
1
PNS
26
2
Guru Honor/GTY/GTT
25
3
TNI
2
4
POLRI
3
5
Pensiunan TNI/POLRI
1
6
Pensiunan PNS
27
7
Karyawan Swasta
332
8
Buruh
375
9
Tukang
35
10
Pedagang
331
11
Petani
278
12
Buruh Tani
265
13
Kuli
89
14
Pengemudi Ojek
50
15
Ustadz
30
16
Dokter
1
17
Bidan
2
18
Dukun Beranak
6
19
Wartawan
1
20
Mahasiswa
25
21
TKI (TKW)
2
22
Tidak Bekerja
660
Sumber: Data Desa Tapos II
Mayoritas penduduk Desa Tapos II bermata pencaharian sebagai buruh, karyawan swasta, dan masih banyak juga yang tidak bekerja.

VI.        KESIMPULAN
Setelah melakukan observasi di Desa Tapos II ada beberapa cara pandang yang dapat digunakan, salah satunya adalah cara pandang strukturalis. Aliran ini berkaitan dengan karya Claud Levi-Strauss yang meraih kepopuleran pada tahun 1960-an hingga 1970-an.
Kita akan mendapatkan kesan awal tentang strukturalisme dengan melukiskan perbedaan mendasar antarpendukung perspektif strukturalis. Ada yang memusatkan perhatian pada apa yang mereka sebut struktur pikiran bagian dalam. Menurut pandangan mereka struktur yang  tak disadari inilah yang menyebabkan orang berpikir dan bertindak seperti yang dilakukannya itu. Ada lagi strukturalis yang memusatkan perhatian pada struktur masyarakat lebih luas yang tak terlihat dan memandangnya sebagai faktor penentu tindakan individu maupun tindakan masyarakat pada umumnya. Marx adakalanya berpikir seperti seorang strukturalis semacam itu, yang memusatkan perhatian pada struktur ekonomi masyarakat kapitalis tak terlihat. Kelompok lain melihat struktur sebagai model yang mereka gunakan untuk mengkonstruksikan kehidupan sosial. Terakhir, ada sejumlah strukturalis yang memusatkan perhatian pada hubungan dialektis antara individu dan struktur sosial. Mereka melihat adanya kaitan antara struktur pikiran dan struktur masyarakat. Antropolog Claude Levi-Strauss paling sering diasosiasikan dengan pandangan ini. Cara pandang strukturalis ini sesuai dengan UU/6/14 mengenai tata kelola desa, perencanaan pembangunan desa, keuangan desa, serta sumber daya manusia (SDM) desa.

DAFTAR PUSTAKA
Ritzer, George & Douglas J. Goodman. Teori Sosiologi Modern. Terjemahan Alimandan. Jakarta: Kencana. Edisi ke-6, Cetakan ke-4. 2007.
Scott, John. Sosiologi: The Key Concepts. Terjemahan Labsos FISIP UNSOED. Jakarta: Rajawali Pers, 2011.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini