Rabu, 06 Mei 2015

Analisis Konstruktivis_Desa Tapos II_UTS_Azhar Fuadi

Desa Tapos II

Kecamatan Tenjolaya

Kabupaten Bogor

I.     Pendahuluan

 

A.    Profil Desa

1.      Legenda Desa (Sasakala)

Menurut cerita yang sudah turun temurun yang disampaikan oleh para sesepuh maupun orang tua, pada zaman penjajahan Belanda ataupun Jepang Desa Tapos tidak pernah disinggahi oleh para penjajah, bahkan konon katanya tembakan meriam yang diarahkan kepada para pejuang yang berada di Desa Tapos, tidak pernah jatuh melewati Desa Tapos, konon katanya berkah Do'a dari tokoh agama sekaligus salah satu tokoh pejuang kemerdekaan yaitu H. Mama Marga yang mempunyai kemampuan dan kesaktian yang dapat mencegah mara bahaya dan ancaman keselamatan bagi masyarakat Desa Tapos.

Ada juga yang mengatakan nama Tapos diambil dari nama pohon langka yang ada di Desa Tapos yaitu pohon Tapos.

 

2.      Terbentuknya Desa Tapos II

Terbentuknya Desa Tapos II adalah hasil pemekaran dari Desa Tapos, berdasarkan pengkajian baik luas wilayah ataupun jumlah penduduk serta kepentingan untuk penngkatan pelayanan dan percepatan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat, maka pada tahun 1984 dilaksanakan pemekaran, dari satu desa menjadi dua desa, yaitu Desa Tapos I dan Desa Tapos II.

Wilayah Desa Tapos I berada disebelah atas (Selatan) berbatasan dengan Gunung Salak yang dikepalai oleh kepala Desa M. Said. Wilayah Desa Tapos II berada disebelah bawah (Utara) berbatasan dengan Desa Cibitung Tengah yang dikepalai oleh Pjs. M. Suja'i, tahun 1984. Dengan luas wilayah 2.221 KM.

 

II.                Metodologi

Perjalanan menuju Desa Tapos II dari Ciputat bisa ditempuh dengan menggunakan angkutan umum seperti bus atau kereta, bahkan angkutan kota. Pertama, jika kita ingin pergi ke Desa Tapos II menggunakan Bus, kita bisa menggunakan bus "Agra Mas" Lebak Bulus-Bogor, perjalanan sekitar satu jam setengah menuju Terminal Barangang Siang, setelah itu naik angkutan kota 03 menuju Terminal Laladon, sesampainya di Laladon naik kembali angkutan yang menuju dan melewati Desa Tapos II.

Jika menggunakan kereta, kita bisa menggunakan kereta "Commuter Line" Jabodetabek, naik dari Stasiun Pondok Ranji, turun terlebih dahulu di Stasiun Tanah Abang, setelah itu naik kereta yang menuju Stasiun Bogor. Sesampainya di Stasiun Bogor bisa naik angkutan kota 02 atau 03 menuju Terminal Laladon, sesampainya di Laladon naik kembali angkutan yang menuju dan melewati Desa Tapos II.

Ketika observasi di Desa Tapos II, pertama kita bertemu dengan Bapak Firman, seorang pegawai PNPM kecamatan Tenjolaya, disana kami wawancara mengenai Kecamatan, dan kemudian kami mengunjungi desa terdekat yaitu Desa Tapos II.

Perjalan menuju Desa Tapos II tidak jauh dari PNPM Kecamatan Tenjolaya dan letaknya dipinggir jalan raya yang dilalui angkutan umum. Di Desa Tapos II kami bertemu dengan Ibu Yuliana, seorang pegawai desa yang sudah bekerja sejak tahun 2002, jadi beliau hampir tahu betul mengenai perkembangan Desa Tapos II.

Setelah wawancara dengan pegawai di Desa Tapos II, kami  mengunjungi BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) dan kami bertemu dengan Bapak Dadang, seorang pengurus BUMDES Desa Tapos II. Disana kami melakukan wawancara kembali dan mendapat informasi yang cukup banyak dari beberapa hasil wawancara dengan orang-orang yang kami temui.

 

III.             Teori Yang Digunakan

 

Teori Konstruktivis

 

Konstruktivis sosial merupakan sebuah teori sosiologi kontemporer yang dicetuskan oleh Peter L.Berger dan Thomas Luckman. Dalam menjelaskan paradigma konstruktivis, realitas sosial merupakan konstruksi sosial yang diciptakan oleh individu. Individu adalah manusia yang bebas yang melakukan hubungan antara manusia yang satu dengan yang lain. Individu menjadi penentu dalam dunia sosial yang dikonstruksi berdasarkan kehendaknya. Individu bukanlah korban fakta sosial, namun sebagai media produksi sekaligus reproduksi yang kreatif dalam mengkonstruksi dunia sosialnya.

Kajian pokok dalam paradigma definisi sosial ini adalah teori konstruktivisme menurut Weber, yang menerangkan bahwa substansi bentuk kehidupan di masyarakat tidak hanya dilihat dari penilaian objektif saja, melainkan dilihat dari tindakan perorangan yang timbul dari alasan-alasan subjektif. Weber juga melihat bahwa tiap individu akan memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan sosial, tetapi dengan beberapa catatan, dimana tindakan sosial yang dilakukan oleh individu tersebut harus berhubungan dengan rasionalitas dan tindakan sosial harus dipelajari melalui penafsiran serta pemahaman (interpretive understanding). Dengan demikian paradigma ini sangat menekankan arti subjektif dari tindakan sosial. Yang mana paradigma ini memusatkan perhataiannya kepada hubungan antara individu dengan lingkungannya. Menurut paradigma ini pokok persoalan dalam sosiologi adalah tingkah laku individu.

 

 

IV.             Gambaran Umum

A.    Geografi Desa

Desa Tapos II terletak antara 6.19º - 6.67º Lintang Selatan dan 106º -  107º Bujur Timur, dengan luas wilayah 221 Ha, yang terdiri dari 2 Dusun dengan 7 Rukun Warga (RW) dan 22 Rukun Tetangga (RT), Desa Tapos II memiliki batas wilayah administratife sebagai berikut:

Sebelah Utara                : Desa Cibitung Tengah

Sebelah Timur                : Desa Gunung Mulya

Sebelah Selatan             : Desa Tapos I

Sebelah Barat                : Desa Gn. Bunder I Kec. Pamijahan

Desa Tapos II merupakan desa yang berada di daerah lereng Gunung Halimun Salak sebelah selatan, dengan ketinggian antara 500-600 M, dpl (diatas permukaan laut). Sebagian besar wilayah Desa Tapos II adalah lahan pertanian dan sisanya lahan kering dan pemukiman, disebelah timur dibatasi oleh sungai Cinangneng sekaligus batas dengan Desa Gunung Malang, dan disebelah barat dengan sungai Ciampea sekaligus batas wilayah dengan Desa Gunung Bunder I Kecamatan Pamijahan.

 

B.     Demografi Desa

Penduduk Desa Tapos II berdasarkan data terakhir hasil Sensus Penduduk Tahun 2010 tercatat sebanyak 7.016 jiwa, Tahun 2009 sebanyak 6.963 jiwa, Tahun 2008 sebanyak 6.858 jiwa, mengalami kenaikan setiap tahunnya rata-rata 2,5 %, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:

 

Jumlah Penduduk Desa Tapos II

Berdasarkan Sensus Terakhir 2008-2011

No

Tahun

Jumlah

Laju Pertumbuhan

1

2008

6.858

1,5 %

2

2009

6.963

1,5 %

3

2010

7.016

2,5 %

4

2011

7.296

2,5 %

Sumber: Data Desa Tapos II

 

Usia Penduduk

KELOMPOK UMUR

JUMLAH JIWA

JUMLAH

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

0-4

394

336

730

5-9

381

303

684

10-14

479

335

814

15-19

396

362

758

20-24

412

354

766

25-29

391

313

704

30-34

281

300

581

35-39

265

222

487

40-44

223

189

412

45-49

174

162

336

50-54

173

136

309

55-59

95

101

196

60-64

109

77

186

65-69

67

55

122

70-KEATAS

105

106

211

Sumber: Desa Tapos II

 

C.    Sarana Prasarana Desa

No

Jenis Sarana

Jumlah

1

TK/RA

2

2

PAUD

5

3

TKA/TPA

2

4

MD

3

5

SD Negeri

2

6

MI Swasta

2

7

SLTP

2

8

SLTA

2

9

Pondok Pesantren

6

10

Masjid Jami

8

11

Musholah

14

12

Lapangan Sepak Bola

1

13

Lapangan Bola Voli

1

14

Lapangan Tenis Meja

2

15

Lapangan Bulu Tangkis

3

16

Sarana Olah Raga Lainnya

5

Sumber: Desa Tapos II

 

D.    Pola-Pola Pencarian Nafkah Penduduk

Jenis Mata Pencaharian

No

Jenis Mata Pencaharian

Jumlah

1

PNS

26

2

Guru Honor/GTY/GTT

25

3

TNI

2

4

POLRI

3

5

Pensiunan TNI/POLRI

1

6

Pensiunan PNS

27

7

Karyawan Swasta

332

8

Buruh

375

9

Tukang

35

10

Pedagang

331

11

Petani

278

12

Buruh Tani

265

13

Kuli

89

14

Pengemudi Ojek

50

15

Ustadz

30

16

Dokter

1

17

Bidan

2

18

Dukun Beranak

6

19

Wartawan

1

20

Mahasiswa

25

21

TKI (TKW)

2

22

Tidak Bekerja

660

Sumber: Desa Tapos II

 

 

 

 

E.     Mengatasi Rumah Tangga dan Penghasilannya

F.     Kelembagaan Ekonomi

Sarana Tempat Usaha

No

Jenis Tempat Usaha

Jumlah

Lokasi

1

Bengkel

3

Dusun I dan II

2

Warnet

1

Dusun I

3

Toko

4

Dusun I dan II

4

Waserda

1

 

5

Warung

52

Dusun I dan II

6

Penggilingan Padi

3

Dusun I dan II

7

Tambal Ban

3

Dusun I dan II

8

Warung Bakso/Jajanan

10

Dusun I dan II

9

Pengemudi Ojek

50

Dusun I dan II

10

Koperasi

1

Dusun I

11

BUMDES

1

 

12

Counter HP/Pulsa

5

Dusun I dan II

13

Loket Pembayaran Listrik

1

Dusun I

14

Rental Komputer

2

Dusun I

15

Pengrajin Kursi

2

Dusun I dan II

16

Kontrakan

2

Dusun I dan II

17

Penjahit/Maklon

36

Dusun I dan II

Sumber: Desa Tapos II

 

G.    Kelompok Strategis

No

Jenis Organisasi/Kelembagaan

Jumlah Anggota/Kelompok

1

BPD

9

2

LPM

5

3

PKK dan Kader PKK

20

4

Linmas

16

5

Karang Taruna

1

6

Posyandu

8

7

Koperasi

1

8

Kelompok Tani

10 kelompok

9

DKM

9

10

Yayasan

8

11

Rukun Warga

7

12

Rukun Tetangga

22

13

Partai Politik

10

14

Kelompok Arisan

15

15

Pencak Silat

2

16

Band

1

17

Orkes Dangdut

1

18

Gambus

1

19

Qasidah

10

20

Marawis

1

Sumber: Desa Tapos II

 

H.    Kelebihan dan Kekurangan

1.      Kelebihan

Setiap wilayah tersedia sumber dan potensi atau kelebihan yang dapat dimanfaatkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Suatu wilayah mungkin memiliki sumber dan potensi yang relatif berlimpah, sedangkan wilayah lain mempunyai sumber dan potensi terbatas, disamping sumber dan potensi disetiap wilayah juga akan berbeda. Sumber daya dan potensi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat apabila kemampuan masyarakat dalam mengelolanya.

Secara garis besar dapat digunakan lima kriteria untuk menentukan dan memilih potensi andalan. Pertama, potensi tersebut secara riil dan cukup signifikan ada di daerah yang bersangkutan. Kedua, agar benar-benar menjadi andalan daerah, potensi tersebut tidak saja mmpunyai peluang bagi peningkatan perkembangan sosial ekonomi daerah tetapi sebaiknya juga mempunyai peluang untuk melibatkan anggota masyarakat daerah yang bersangkutan dalam jumlah yang cukup besar, terutama dalam berbagai aktivitas guna peningkatan taraf hidup. Ketiga, potensi tersebut memberikan daya manfaat dalam jangka panjang. Keempat, potensi yang apabila dikembangkan mempunyai mata rantai perkembangan yang cukup luas. Kelima, lebih diprioritaskan pada otensi yang pendayagunaannya tidak membutuhkan persyaratan yang diluar jangkauan masyarakat pada umumnya.

Ada beberapa potensi atau kelebihan yang ada di Desa Tapos II dari berbagai macam bidang, diantaranya:

a.      Sumber Daya Alam

JENIS DAN SUMBER DAYA ALAM

No

Jenis

Jumlah/Luas

1

Tanah Kas Desa

500 M

2

Hutan Bambu

2 Ha

3

Kayu

2 Ha

4

Lahan Pekarangan Masih Luas

27 Ha

5

Tanah Sawah

150 Ha

6

Tanah Perkebunan

25 Ha

7

Palawija

5 Ha

8

Tanah Hibah Masyarakat

2 Ha

9

Sumber Mata Air

5

10

Irigasi

4

11

Sungai/ Solokan

6

12

Perikanan

2 Hektar

Sumber: Data Desa Tapos II

 

b.      Sumber Daya Kelembagaan

KELEMBAGAAN DAN ORGANISASI

No

Jenis Organisasi/Kelembagaan

Jumlah Anggota/Kelompok

1

BPD

9

2

LPM

5

3

PKK dan Kader PKK

20

4

Linmas

16

5

Karang Taruna

1

6

Posyandu

8

7

Koperasi

1

8

Kelompok Tani

10 kelompok

9

DKM

9

10

Yayasan

8

11

Rukun Warga

7

12

Rukun Tetangga

22

13

Partai Politik

10

14

Kelompok Arisan

15

Sumber: Data Desa Tapos II

 

c.       Sumber Daya Finansial

JENIS SUMBER DAYA FINANSIAL

No

Jenis Sumber Daya Finansial

Jumlah

1

PAM Desa

1

2

Infaq Pengajian Mesjid

9

Sumber: Data Desa Tapos II

 

d.      Sumber Daya Sarana

JENIS-JENIS SARANA

No

Jenis Sarana

Jumlah

1

TK/RA

2

2

PAUD

5

3

TKA/TPA

2

4

MD

3

5

SD Negeri

2

6

MI Swasta

2

7

SLTP

2

8

SLTA

2

9

Pondok Pesantren

6

10

Masjid Jami

8

11

Musholah

14

12

Lapangan Sepak Bola

1

13

Lapangan Bola Voli

1

14

Lapangan Tenis Meja

2

15

Lapangan Bulu Tangkis

3

16

Sarana Olah Raga Lainnya

5

Sumber: Data Desa Tapos II

 

2.      Kekurangan

a.      Bidang Pendidikan

1)      Permasalahan untuk PAUD yaitu SP2a;

2)      Kegiatan belajar PAUD sudah berjalan, sarana bangunan masih perlu;

3)      APE (Alat Peraga Edukatif) untuk PAUD belum lengkap dan perlu dukungan opersional;

4)      Kurangnya peningkatan kualitas dan mutu pendidikan

 

b.      Bidang Kesehatan

1)      Sarana Posyandu disetiap RW prasana belum lengkap dan ada yang masih menumpang;

2)      Masih ada sekitar 30% warga belum memiliki MCK pribadi;

3)      Masih ada sekitar 30% warga membuang air besar di selokan atau kali;

4)      Kesadaran masyarakat akan kebersihan perlu ditingkatkan;

5)      Sebagian masyarakat kekurangan air bersih ketika musim kemarau;

6)      Penanggulangan sampah belum optimal masih banyak warga belum sadar;

7)      Penertiban Ternak Rumah Tangga (Kandang Hewan Peliharaan).

 

c.       Bidang Sosial Budaya

1)      Sekitar 40% masyarakat usia produktif belum memiliki pekerjaan tetap;

2)      Sarana pendukung pertanian masih kurang;

3)      Kompetensi para petani masih kurang;

4)      Banyak group kesenian tidak dikelola dengan baik;

5)      Ada kesenian yang hampir punah.

 

d.      Bidang Lingkungan

Pada musim kemarau warga di Dusun II, RW. 05,06, sering kekurangan air bersih dikarenakan sumur bor atau gali kering;

 

e.       Bidang Kepemudaan dan Olahraga

Eksistensi karang taruna kurang berjalan baik.

 

V.                Analisis

 

1.      Kecamatan Tenjolaya

Kecamatan Tenjolaya memberikan fasilitas berupa dana yang berasal dari pemerintah kepada Desa Tapos II tujuannya untuk memberikan kesejahteraan kepada warga Desa Tapos II dalam melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi Desa dan Masyarakat.

 

2.      Pengurus RT dan RW

Pengurus RT dan RW yang bertanggung jawab dalam meningkatkan potensi Desa Tapos II dengan memberikan pengarahan dan sosialisasi. Pengurus RT dan RW juga harus turun langsung ke masyarakat dan melihat langsung pembangunan Potensi Daerah tersebut.

 

3.      Tokoh Agen Perubahan

Warga Masyarakat Tapos II yang paling berperan dalam meningkatkan potensi daerahnya sendiri karena dengan kerjasama secara bijaksana keuntungan dari potensi daerah akan terlihat dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga masyarakat Desa Tapos II.

 

4.      Tokoh Masyarakat Pak Bubun Burhanudin

Pak Bubun Burhanudin adalah Kepala Desa Tapos II Kecamatan Tenjolaya. Pak Bubun Burhanudin banyak memberikan ide serta gagasan untuk membangun Desa Tapos II. Pak Bubun Burhanudin sering terjun langsung di Masyarakat dengan langsung kerja bersama Masayarakat. Pak Bubun Burhanudin juga disegani oleh warga masyarakat Desa Tapos II karena kepintarannya dan semangatnya dalam menjadikan Desa Tapos II menjadi Salah Desa terfavorit di wilayah Jawa Barat.

 

5.      Pak Sumanta

Sebagai Sekretaris Desa Pondok Tapos II yang membantu kegiatan meningkatkan potensi daerah di Desa Tapos II. Pak Sumanta membantu Pak Bubun Burhanudin dalam kelancaran program kerja Desa Tapos II.

 

VI.             Kesimpulan

Desa Tapos II termasuk Desa Peradaban karena di Desa Tapos II banyak terdapat Pesantren dan Sekolah yang membuat Desa ini termasuk Desa Peradaban. Dikategorikan Desa Perdaban Karena dengan banyaknya Pesantren dan Sekolah membuat Desa ini terkenal akan pendidikan yang Islami. Pendidikan Islami membuat siswanya memiliki Akhlakul Karimah bagi sesama Manusia dan Alam. Desa Tapos II pernah menjadi Juara 2 Lomba Desa Tingkat Kabupaten Bogor  pada tahun 2012 pada pemerintahan Pak Bubun Burhanudin.

 

Daftar Pustaka

1.      Rahardjo, M. (2007). Sosiologi perdesaan Studi perubahan sosial. Malang: UIN Malang Press.

2.      Salam, S., & Fadhillah, A. (2008). Sosiologi Perdesaan. Jakarta: Lembaga Peneliti UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini