Minggu, 02 November 2014

Tugas 6/ aplikasi filsafat dalam komunikasi/ Apik Sopankatanya/ 1112051000162/ KPI 5E

Tugas 6/ aplikasi filsafat dalam komunikasi/ Apik Sopankatanya/ 1112051000162/ KPI 5E

 

APLIKASI FILSAFAT DALAM KOMUNIKASI

Onong U Effendi dalam bukunya Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi mendefinisikan filsafat komunikasi sebagai suatu disiplin yang menelaah pemahaman ( verstehen ) secara fundamental, metodoligis, sistemik, analitis, kritis dan holitis teori dan proses komunikasi yang meliputi segala dimensi dan metodenya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa filsafat komunikasi adalah studi secara mendalam tentang peryataan manusia yang disampaikan kepada manusia lain menuju kemengertian bersama.

Pada 1948, Harold Lasswell mengemukakan teori komunikasi yang bersifat satu arah atau linear. Model Lasswell adalah berbentuk ungkapan verbal, who says what in which channel to whom with what effect.[1] Dari pernyataan tersebut dapat diketahu bahwa unsur - unsur komunikasi menurut Lasswell adalah unsur pengirim, pesan, media, penerima pesan dan pengaruh yang ditimbulkan.

Berdasarkan teori komunikasi Lasswell tersebut, media komunikasi, alat komunikasi atau produk komunikasi sangat dibutuhkan pada saat komunikasi. Produk komunikasi dibuat untuk mengemas simbol-simbol atau makna yang ingin disampaikan. Pesan tidak disampaikan langsung tetapi dituangkan terlebih dahulu dalam media komunikasi, seperti Televisi, radio, buku, film, spanduk, dan sebagainya.

Kadangkala pesan memang tidak dapat disampaikan secara langsung atau face to face. Maka dari itu produk komunikasi digunakan untuk menjembatani hal tersebut. Misalnya kita ingin berbica dengan saudara yang berada di luar negeri, dengan adanya produk komunikasi ( HP), maka kita dapat menelfonnya langsung. Atau apabila kita ingin mengkomunikasikan isi fikiran kita atau imajinasi kita kepada orang lain , maka kita dapat menuliskannya dalam sebuah buku.

Kelebihan lain dengan adanya produk komunikasi tersebut adalah pesan tersebut dapat diterima oleh banyak orang. Apabila kita menyampaikan pesan dengan berbicara langsung, maka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyampaikan hal tersebut kepada banyak orang. Tetapi dengan menggunakan produk komunikasi, jangakaunnya lebih luas dan dapat diterima oleh khlayak dalam waktu yang bersamaan. Selain kecepatan waktu, dengan produk komunikasi kita dapat membentuk pesan dengan sedemikian rupa untuk dapat lebih menarik dan mempersuasi lebih banyak orang.

Untuk membuat produk komunikasi tersebut, diperlukan manajemen komunikasi untuk mempelajari bagaimana mengelola informasi demi tercapainya tujuan. Adapun kegiatam pengelolaan informasi pada dasarnya adalah untuk menghasilkan barang cetakan ( publikasi ), misalnya :

1.      Handphone ( HP )

Seiring dengan meningkatnya mobilitas manusia dan kebutuhan, kemunculan HP sangat membantu pada era canggih seperti. HP merupakan salah satu tekhnologi komunikasi yang saat ini menjadi kebutuhan pokok manusia.

Dengan HP kita dapat berkomunikasi dengan orang-orang yang jaraknya sangat jauh dari kita. Kita dapat memanfaatkan telfon, SMS, BBM atau bertatap muka melalui video call atau skype. Apabila tidak ada HP, mungkin untuk berkomunikasi dengan orang lain yang jauh jaraknya , kita akan kesulitan. Seperti zaman dahulu menggunakan surat, yang membutuhkan waktu cukup lama

2.      Televisi

Televisi merupakan alat yang dapat digunakan untuk melihat sekaligus mendengarkan berbagai macam siaran yang disajikan. Televisi juga merupakan media komunikasi yang dibutuhkan manusia saat ini. Dengan televise kita dapat menambah pengetahuan, informasi terbaru maupun hiburan.

3.      Spanduk atau iklan

Semua organisasi modern baik perusahaan bisnis atau nirlaba, menggunakan berbagai  bentuk komunikasi pemasaran untuk mempromosikan apa yang mereka tawarkan dan mencapai tujuan financial maupun nonfinancial. Secara keseluruhan aktifitas tersebut merupakan komponen promosi dalam komunikasi pemasaran.[2]

Desain atau informasi ditata dan diatur sedemikian rupa dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang dikemas dalam rentangan berbagai kegiatan komunikasi untuk mencapai sasaran. Aktifitas-aktifitas tersebut memerlukan manajemen komunikasi dalam pengelolaannya karena pada intinya, aktifitas tersebut memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.

 

 

           



[1] Hidajanto Djamal & Andi Fachruddin, Dasar- Dasar Penyiaran ( Jakarta:Kencana,2013), hlm.68

[2] Terence A. Shimp, Periklanan Promosi aspek tambahan komunikasi terpadu,Judul asli :Advertising Promotion And Supplemental Aspect Of Integrated Marketing Communication, (Jakarta: Erlangga, 2003), hlm.4

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini