Minggu, 02 November 2014

TUGAS KE-6_MOHAMMAD MIQDAD_1112051000075_KPI 5C

NAMA           : MOHAMMAD MIQDAD

NIM / Kelas   : 1112051000075 / KPI 5C

MATKUL      : Etika Dan Filsafat Komunikasi

"APLIKASI FILSAFAT DALAM KOMUNIKASI"

Manusia merupakan mahluk yang berakal. Hal ini lah yang membedakan manusia dengan mahluk yang lainnnya, karena manusia memiliki kemampuan untuk berpikir. Berpikir merupakan hal yang lazim dilakukan oleh semua orang, tidak hanya dari kalangan tertentu saja, tapi semua kalangan masyarakat. Berpikir erat sekali hubungannya dengan filsafat. Namun, tidak semua orang dapat dikatakan berpikir filsafat. Karena berpikir filsafat memiliki karakteristik tersendiri; berpikir radikal, universal, konseptual, sistematik, komprehensif, dan bertanggung jawab.

Berfikir filsafat sangatlah penting untuk semua orang dalam rangka menjalani aktivitas sehari-hari, atau untuk mencari solusi bagi sebuah permasalahan. Jika ditelaah secara mendalam, begitu banyak manfaat berpikir filsafat, yaitu mengajarkan cara berpikir kritis, sebagai dasar dalam mengambil keputusan, menggunakan akal secara proporsional, membuka wawasan berpikir menuju kearah penghayatan, dan sebagainya. Itulah sebabnya mengapa setiap orang diharapkan untuk selalu berfikir filsafat kapanpun, dimanapun, dan dalam situasi apapun ia berada. Terlebih lagi seorang komunikator dan atau seorang jurnalis, yang harus selalu berfikir filsafat radikal, universal, konseptual, koheren/konsisten, dan sistematis dalam kegiatan jurnalismennya yang meliputi mencari, mendapatkan, mengolah, menyimpan, dan menyebarkan suatu peristiwa kepada masyarakat melalui beragam media massa.

Media massa telah menjadi fenomena tersendiri dalam proses komunikasi massa, bahkan ketergantungan manusia terhadap media massa dewasa ini telah begitu besar. Media massa yang digandrungi masyarakat saat ini adalah televisi. Hal ini, dapat dibuktikan dengan adanya televisi disetiap rumah-rumah masyarakat. Media massa khususnnya televisi paling banyak digunakan oleh masyarakat sebab informasi yang disuguhkan dikemas semenarik mungkin sehingga lebih menarik perhatian masyarakat. Selain itu, media ini juga memiliki peran yang besar dalam membentuk opini publik. Hal ini, tak terlepas dari peran seorang komunikator atau jurnalis dalam mengemas suatu peristiwa atau berita.

Setelah mengetahui tentang manfaat berpikir filsafat, dan pentingnya peran seorang komunikator dalam proses penyebaran informasi dan membentuk opini komunikan, maka telah sepatutnya seorang komunikator untuk berfikir filsafat. Dalam filsafat, terdapat tiga pilar bangunan utama filsafat yakni Ontology, Epistimologi, dan Aksiologi.

Ontologi adalah cabang filsafat mengenai sifat (wujud) atau lebih sempit lagi sifat fenomena yang ingin diketahui. Pemahaman dalam bahasan ontologis berfokus pada keberadaan berita yang mudah mempengaruhi minat ingin tahu masyarakat. Sekarang-sekarang ini masih marak diberitakan di televisi, berita seputar kenaikan BBM, dan konflik di DPR, berita ini disiarkan terus menerus oleh stasiun-stasiun televisi dalam berbagai macam program acaranya, sehingga secara tidak langsung hal ini lah yang membuat munculnya rasa ingin tahu masyarakat dan secara tidak langsung pula masyarakat bergantung kepada telivisi.

Epistimologi merupakan cabang filsafat yang menyelidiki asal, sifat, metode, dan batasan pengetahuan manusia yang bersangkutan dengan kriteria bagi penilaian terhadap kebenaran dan kepalsuan. Paham ini menjelaskan yang menjadi titik berat dalam suatu berita atau informasi yakni keakuratan dan kefaktualan berita. Hal ini, yang dapat menjadikan suatu informasi bernilai tinggi. Intinya setiap pesan dalam pelaporan jurnalisme mesti membawa muatan fakta, sehingga suatu berita dapat dikagolongkan kedalam berita yang berkualitas yakni ketika berita tersebut faktual, akurat, seimbang, obyektif, jelas dan mengandung waktu kekinian.

Aksiologi adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan nilai seperti etika, dan estetika.  Dalam kegiatan jurnalisme, paham ini meneliti sejauh mana persoalan kedisiplinan seorang jurnalis, yang telah mengalami degradasi bias tertentu dari sisi ontologis, epistimologis, bahkan aksiologisya dalam penyampaian berita di televisi. Hal ini, dapat ditemukan dalam setahun terakhir ini,mulai dari pra pemilu hingga pasca pemilu media massa menyuguhkan berita sesuai dengan calon yang didukungya serta melebihkan waktu tayangannya, hal ini seharusnya tidak dilakukan media. Aspek aksiologi ini juga berkaitan dengan estetika,keindahan program acara. Dimana dalam hal ini, seoran jurnalis berperan penting dalam mengemas sebuah berita atau hiburan sehinngga dapat menarik penonton sebanyak-banyaknya dan menaikkan rating acara tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Effendy., Onong Uchjana, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, (Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2000)

Mulyana., Deddy, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar,  (Bandung : PT. Rosdakarya, 2001)

Tafsir, Ahmad  Filsafat Umum, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009)

 

 

 

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini