Kamis, 11 April 2013

TEORI STRUKTURALIS_A.SAIFUL MU'MININ Tugas 2

TEORI STRUKTURALIS (PENDEKATAN INSTITUSIONAL)
A.   SAIFUL MU'MININ (109051000166)
PERTEMUAN KE 2
KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM    
A.    Pendahuluan
Banyak orang percaya bahwa teori structural merupakan teori sosiologi yang dominan, pendapat serupa juga dikemukakan oleh Robert Nisbet sebagaimana dikutip oleh Turner Maryanski yang mengatakan bahwa teori fungsionalisme struktural  merupakan satu teori yang sangat penting di abad ini di dalam ilmu ilmu sosial[1].
Hal senada juga diungkapkan Kingsley Davis, Presiden asosiasi sosiologi amerika dalam pidatonya tahun 1959 yang berjudul "Mitos tentang analisa fungsional sebaggai metode khusus dalam sosiologi dan antropologi".

Menurut Talcott parsons sepanjang hidupnya telah mengembangkan kerangka kerangka teoritis, ada perbedaan yang mencolok antara karya karya awal Talcott dan karyanya yang lebih di kemudian hari. Karya karya awal Talcott lebih berhubungan dengan usahanya membangun teori aksi atau teori  tindakan sebagaimana  yang Nampak dalam bukunya "The Structure of  Action (1937)", sedangkan karya karyanya yang lebih berhubungan lebih berhubungan dengan teori fungsionalisme struktural sebagaimana yang di uraikan dalam bukunya yang berjudul "The Social System"
Definisi teori fungsionalisme struktural adalah salah satu paham atau prespektif didalam sosiologi yang memandang masyarakat sebagai satu sistem yang terdiri dari bagian bagian yang saling berhubungan satu sama lain dan bagian yang satu tak dapat berfungsi tanpa ada hubungan dengan bagian yang lain.kemudian perubahan yang terjadi pada salah satu bagian akan menyebabkan ketidak seimbangan dan pada giliranya akan menciptakan perubahan pada bagian lain[2].
B.     Metode Studi
Dalam penulisan paper ini, penulis menggunakan metode studi pustaka. Dalam pengerjaannya, penulis mencari dan mendapatkan sumber informasi dari buku-buku yang membahas mengenai teori-teori sosiologi, buku buku tersebut  adalah . Buku-buku tersebut adalah Teori Sosiologi Modern (Bernard Raho, SVD.  2007), Sosiolgi suatu pengntar (Prof. Dr. Soerjono Soekanto, 2012. dan sumber sumber yang ada di internet untuk melengkapi data.
C.     Analisis
Menurut Ritzer, obyek studi sosiologi menurut paradigma ini adalah fakta sosial (meliputi struktur sosial dan pranata sosial) yang bersifat eksternal, umum dan memaksa individu anggota masyarakat. Struktur Sosial : Menggambarkan jaringan hubungan sosial dimana interaksi sosial berproses dan menjadi terorganisir.
Teori fungsional dan struktural adalah salah satu teori komunikasi yang masuk dalam kelompok teori umum atau general theories (Littlejohn, 1999), ciri utama teori ini adalah adanya kepercayaan pandangan tentang berfungsinya secara nyata struktur yang berada di luar diri pengamat.

            Fungsionalisme struktural atau lebih popular dengan 'struktural fungsional' merupakan hasil pengaruh yang sangat kuat dari teori sistem umum di mana pendekatan fungsionalisme yang diadopsi dari ilmu alam khususnya ilmu biologi, menekankan pengkajiannya tentang cara-cara mengorganisasikan dan mempertahankan sistem. Dan pendekatan strukturalisme yang berasal dari linguistik, menekankan pengkajiannya pada hal-hal yang menyangkut pengorganisasian bahasa dan sistem sosial. Fungsionalisme struktural atau 'analisa sistem' pada prinsipnya berkisar pada beberapa konsep, namun yang paling penting adalah konsep fungsi dan konsep struktur.

            Perkataan fungsi digunakan dalam berbagai bidang kehidupan manusia, menunjukkan kepada aktivitas dan dinamika manusia dalam mencapai tujuan hidupnya. Dilihat dari tujuan hidup, kegiatan manusia merupakan fungsi dan mempunyai fungsi. Secara kualitatif fungsi dilihat dari segi kegunaan dan manfaat seseorang, kelompok, organisasi atau asosiasi tertentu.

            Elemen-elemen regulatif, normatif, dan kultural-kognitif merupakan objek pokok kalangan sosiologi dalam menjelaskan lembaga selama ini. Elemen regulatif lebih banyak memperhatikan perilaku ekonomi. Binswanger dan Ruttan (1978) menyebut lembaga sebagai sekumpulan aturan tentang perilaku yang membentuk pola tertentu dalam relasi-relasi (hubungan) masyarakat. Artinya, lembaga merupakan tempat di mana terbentuknya aturan-aturan tertulis maupun tidak tertulis yang harus diaplikasikan oleh masyarakat. Sedangkan elemen normatif merupakan komponen pokok dalam suatu lembaga. Norma akan melahirkan aturan, bersifat evaluatif (menilai), dan melahirkan tanggung jawab dalam kehidupan individu di masyarakat. Kata norma sendiri diartikan sebagai peraturan atau ketentuan yang mengikat semua atau sebagian warga masyarakat. Contohnya seperti kebiasaan untuk memberi. Memberi dengan menggunakan tangan kanan dianggap lebih santun dibandingkan dengan memberi menggunakan tangan kiri. Dan elemen kultural-kognitif memusatkan objeknya pada makna (meaning). Elemen ini memfokuskan terhadap bagaimana kehidupan sosial menggunakan makna.
Komunikasi massa dalam pendekatan institusional dapat diibaratkan sebagai pemerintah dan masyarakat yang dinaunginya. Pendekatan institusional dapat dilihat dari produk-produk yang dibentuk oleh pemerintah sampai saat ketika produk tersebut dikeluarkan dan diperlihatkan kepada masyarakat. Teori strukturalisme dapat dilihat dari bagaimana pemerintah menyelesaikan suatu kasus yang ada dalam masyarakat. Ketika ada suatu kasus, maka pemerintah akan membicarakannya. Dalam pembicaraan tersebut, terdapat beberapa hal yang dibahas, yaitu apa masalahnya, mengapa masalah itu dapat terjadi, dan bagaimana kronologis kejadian tersebut. Untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi, pemerintah harus berpikir secara terstruktur mengikuti tahap-tahap yang harus dijalani secara berurutan.
DAFTAR PUSTAKA
Raho Bernard,SVD, Teori sosiologi modern, edisi pertama, Perpustakaan masional: katalog dalam penerbitan, 2007
Prof. Dr. Soekanto, Soerjono Sosiolgi suatu pengntar , 2012



[1] Raho Bernard,SVD, Teori sosiologi modern, edisi pertama, Perpustakaan masional: katalog dalam penerbitan hal 47
[2] Raho Bernard,SVD, Teori sosiologi modern, edisi pertama, Perpustakaan masional: katalog dalam penerbitan hal 53

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini