Senin, 12 Mei 2014

Meidi Kartikasari_tugas6_TOR penelitian tentang kehidupa pedagang kecil

BAB I
T.O.R PENELITIAN LAPANGAN
"Kehidupan Pedagang kecil di daerah Kuningan, Jakarta Selatan"
 
A.   Latar Belakakang
Pada umumnya kota adalah tempat pemukiman yang relative besar,penduduknya sangat padat,dan permanen dari individu yang secara sosial heterogen, semakin besar semakin padat. Dengan begitu kota merupakan pusat masyarakat melakukan kegiatan-kegiatan sehari-hari.
Dari hal itu perkembangan waktu kota dianggap sebagian besar  penduduk sebagai tempat yang menjanjikan dalam mencari mata pencaharian. Banyak orang yang pindah dari desa ke kota.Dalam beberapa hal itu,menyebabkan perubahan mereka itu. Kebanyakan warga perkotaan menjadi bersifat individualis dan interaksianya bersifat impersonal, dan menciptakan orientasi masyarakat hanya ingin mendapatkan sebatas keuntungan ekonomi untuk dirinya sendiri, hal ini membuat semakin lemah ikatan kelompok kekerabatan antar warga. Ini akan menimbulkan serentetan masalah bagi masyarakat bersangkutan, oleh karenanya masyarakat kota haraus dapat membangun mekanisme-mekanisme baru untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dan psikologi.
 
B.   Metode Sosiologi yang digunakan
Dalam penelitian ini saya menggunakan metodelogi sosiologi dari Emil Durkhem. Karena pada penelitian yang saya ambil, memiliki subjek yang bisa digolongkan sebagai kelompok. Metodenya jelas yaitu, obsevasi karena saya terjun langsung ke kelompok masyarakat tersebut.
 
C.   Tujuan
Untuk mengungkapkan dan menjelaskan pandangan terhadap pedagang kecil di derah kuningan, Jakarta selatan tersebut. Dengan memahami pola, maka dapat dikenali dan ditemui kendala dan hambatan yang dapat terjadi dalam berupaya mencari nilai tambah dan cenderung berwawasan kedepan lebih baik.
Sedangkan tujuan praktisnya adalah tersedianya data bagaimana pandangan pedagang kecil ini akan hal ketertiban. Yang mana berhubungan dengan pemahaman warga akan hal menjaga dan menciptakan keteraturan dalam kehidupan bersama dengan elemen masyarakat lainnya.


D.   Metode
Dalam penelitian lapangan dengan tema tersebut metode yang saya gunakan adalah kualitatif.
 

Della Azizah_tugas6_tor_hasil penelitian

Penelitian Sosiologi

Tema : Dampak Pembangunan Mall di Pemukiman Warga.

 BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar belakang

          Dari sebuah pembanguna mall sangatlah banyak dampak yang ditimbulkannya baik itu negatif maupun positif. Biasanya dari pembangunan sebuah mall dapat meningkatkan sebuah taraf kehidupan warganya sekitar menambah lapangan pekerjaan dari pembangunan sebuah mall.

          Berbicara dampak pemabangunan mall adapun dampak  masalah sosial yang di timbulkan dari sebuah pembangunan di sekitar pemukiman warga yaitu mengakibatkan dampak negatif dan positif. Dampak yang timbul karena adanya keresahan beberapa orang warga yang mengeluh tentang pembangunan mall  yang tepat  dibangun di belakang rumahnya, dan banyaknya perubahan perilaku yang di tunjukan oleh anak-anak setelah pembanguna mall itu dibuat.dari sebagian warga pun ada yang merasa untung dari pembangunan sebuah mall. Dari situ saya pun memutuskan untuk meneliti dampak dari pembangunan mall.

·           Mengapa Penting untuk diteliti : penelitian ini penting agar dapat mengetahui bagaimana dampak sosial yang telah mengganggu warga sekitar dan mengetahui bagaimana seharusnya menyikapi dari sebuah dampak, menambah wawasan pembaca dan saya sendiri, dan memecahkan rasa keinginan tahu tentang dampak yang ditimbulkan.

·         Asumsi :banyaknya warga yang mengeluh tentang  pembangunan mall ramayana parung.

B.     Teori yang mendukung riset lapangan

Dalam penelitian ini saya menggunakan teori emile Durkheim yaitu fakta sosial materil dan metode yang sya gunakan adalah observasi dan hasil dari penelitian saya berupa narasi.

C.    Pertanyaan penelitian

1.      Adakah sekelompok orang yang merasa bahwa adanya perubahan perilaku dari dampak pembangunan sebuah mall

2.      Bagaimana seorang menyikapi perilaku sosial seorang anak yang ditimbulkan dari dampak pembanguna sebuah mall

 

D.     Metode lapangan yang digunakan

a.      Dalam penelitian ini saya menggunkan metode kualitatif yaitu Metode ini mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang di peroleh. Metode ini di pakai apabila data hasil penelitian tidak dapat di ukur dengan angka atau dengan ukuran lainnya yang bersifat eksak. Istilah penelitian kualitatif di maksudkan sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak di peroleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Dalam metode kualitatif saya menggunakan metode Metode studi kasus

Penelitian yang memusatkan perhatian pada fenomena-fenomena (gejala sosial) yang nyata dalam masyarakat, yang ditelaah adalah keadaan masyarakat yang dilihat dari persoalan atau kasus tertentu , baik dalam suatu lembaga, kelompok, maupun individu. Adapun cara pelaksanaannya dengan teknik wawancara, dengan panduan daftar pertanyaan , atau dengan pengamatan partisipan. Dalam penelitian ini harus dengan membaur dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dengan tidak memberi sugesti kepada masyarakat yang di teliti.

 

E.    Area riset

Kegiatan ini dilakukan di kp. jati parung rt04/04 kecamatan parung kabupaten bogor jawa barat.(belakang ramayana)

Objek : perkampungan

Subjek : masyarakat

Narasumber : bpak acep juanda dan ibu mujiharti (seorang warga yang tinggal di belakang mall ramayana parung)

Waktu : penelitian pertama berlangsung pada tanggal 9 mei 2014 jam 15.00 sampai selesai. 

F.    Hasil penelitian

Menurut informasi yang saya dapat dari narasumber yaitu bahwa pembangunan ramayana parung di belakang rumahnya awalnya banyak warga yang tidak setuju karena tidak ada mensosialisasikan pada warga bahwa akan dibangunnya ramayana dan tidak meminta izin pada warga bahwa akan ada pembuatan bangunan itu  maka banyak warga yang merasa di rugikan karena kebanyakan tempat yang dahulu nyan kebun banyak yang bercocok tanam disitu hilang pekerjaan nya dan menurut informasi yang saya dapat adalah banyak kekawatiran orang tua jika adanya pembngunan ramayana yaitu anak-anak menjadi lebih suka menghambur-hamburkan uang , takut anaknya menjadi lebih susah di aturkarena dengan adanya ramayana otomatis banyak anak yang ingin kesana dan bertemu banyak orang yang mungkin saja menajdi teman nya dan dan membawa dampak buruk. Tetapi akhirnya ramayan itu pun dibangun kerana adabeberapa faktor yaitu pemberian uang kepada masyarakat agarmasyarakatmengizinkan atau dengan kata lain uang sogokan, masyarkat di situ banyak yang kurang mampu jika ada yang memberi uang mereka mau dan kekawatiran yang tadinya yang ia takutkan hilang sesaat saat mmendapatkan uang di.  

Sesaat mall ramayana itu sudah dibangun bnyak perubahan perilaku pada masyarakat atau dampak negatif terutama pada anak anak yaitu yang dahulunya suka bermain permainan tradisional sekarang sudah beralih menjadi suka bermain game yang di fasilitasi oleh ramayana yaitu biasa disebut dengan "zone 2000" ,gaya hidup di remaja makin meningkat tanpa memikirkan pendapatan orang tua dan lebih menghambur-hamburkan uang, banyaknya anak yang  sudah tidak bermain pada teman nya tapi lebih cenderung bermain game, anak yang biasanya pulang cepat sekarang lebih menghabiskan waktunya di ramayana karena mall ramayana ini di bangun dekat sekolah dasar parung 01,02,03,04 yang banyak orang tua yang suka khawatir jika anaknya belum pulang, berubahnya perilaku anak menjadi susah diatur. Dan adanya kecemburuan sosial antar si kaya dan si miskin, dari situ timbullah konsumen yang konsumtif.

 Dampak positif yang di timbulkan oleh pembangunan ramayana yaitu timbulnya pikiran modern dalam diri remaja, mengetahui perkembangan bermain bagi anak-anak. Damapak positif dari ekonomi adalah adanya lapangan pekerjaan baru bagi para perkampungan sekitar. Meningkatkan motivasi konsumen untuk meningkatkan jumlah penghasilan.

Dalam hal ini saya dapat berpendapat bahwa perubahan perilaku dari dampaknya pembangunan mall haruslah orang tua yang lebih berperan memantau anak kemana si anak bermain dan memberi pengertian pada anak agar tidak menjadi anak yang konsumtif atau boros. Memberi pengertian pada anak remaja bahwa jika ingin membeli barang yang ia inginkan harus pandai menabung agar bisa merubah anak menjadi lebih tidak boros.

Kesimpulan

          Dari sebuah pembanguna mall sangatlah banyak dampak yang ditimbulkannya baik itu negatif maupun positif. Biasanya dari pembangunan sebuah mall dapat meningkatkan sebuah taraf kehidupan warganya sekitar menambah lapangan pekerjaan dari pembangunan sebuah mall.

Dari penjelasan di atas dapat saya tarik kesimpulan bahwa damapak pembangunan mall di dekat rumah warga sangatlah kurang baik karna banyak sekali dampak negatif yang di   timbulkan. Dampak yang mendominan perubahan pada perilaku si anak maka perlu bimbingan dari orang tua yang seharusnya dapat memantau si anaknya sendiri orang tua yang lebih berperan memantau anak kemana si anak bermain dan memberi pengertian pada anak agar tidak menjadi anak yang konsumtif atau boros. Memberi pengertian pada anak remaja bahwa jika ingin membeli barang yang ia inginkan harus pandai menabung agarbisa merubah anak menjadi lebih tidak boros.

 

Minggu, 11 Mei 2014

Ichsan Kurnia_Tugas 6_ Laporan Penelitian Lapangan

Nama                   : Ichsan Kurnia
NIM                     : 1113054100029
Kelas                   : Kessos 2A
 
Tema : Peran Organisasi Remaja pada Lingkungan Sekitar
A.   Latar Belakang
Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Pencapaian tujuan memerlukan perjuangan yang sungguh-sungguh dengan memanfaatkan segenap sumber daya dan kemampuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. 
Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat disekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti: pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
-         Mengapa penelitian penting ?
Penelitian ini penting karena kita tahu seberapa besar peran organisasi remaja pada lingkungan sekitar.
-         Asumsi
Organisasi remaja dapat memberi kontribusi atau peran pada masyarakat sehingga menjadikan masyarakat yang lebih baik.
 
B.   Pertanyaan Penelitian
1.     Bagaimana  masyarakat dapat merasakan pengaruh organisasi remaja pada lingkungan ?
 
C.   Teori
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Emile Durkheim. Dengan metode teori mengamati kelompok masyarakat, dengan cara observasi dan menjelaskan secara narasi.
 
D.   Metode Penelitian
Metode yang saya gunakan yaitu metode kualititatif karena mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang diperoleh. Karena penelitian ini dilaksanakan dengan wawancara mengajukan beberapa pertanyaan dan observasi.
E.    Area Riset
Kegiatan ini dilakukan disalah satu organisai remaja yang ada dipondok cabe ilir. Untuk memperoleh data yaitu dengan mewawancarai sekertaris organisasi tersebut.
 
Hasil Laporan Penelitian
          Dari hasil wawancara tersebut, dapat peneliti simpulkan. Bahwa dengan adanya organisasi remaja banyak hal-hal positif yang remaja lakukan untuk membantu atau membuat lingkugan masyarakat jadi lebih baik, dan banyak remaja yang melakukan hal-hal positif dibandigkan dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang justru akan membuat kerusakan remaja sperti tawuran, membuat geng yang justru dapat mersahkan masyarakat dll.
Narasumber
Nama                  : Muhammad Irfan
Pekerjaan            : Mahasiswa
Umur                  : 19th

Mughni Labib (1113054000003) dan Muhammad Ibrahim (1113054000041), PMI II, Tugas Ketujuh

Fitri Qomariah_Tugas 6_TOR dan Laporan Hasil Penelitian Tema ke- 2

Kehidupan Tukang Ojek di Terminal Poris
I. Latar Belakang
Perekonomian Indonesia belakangan ini tengah tidak kondusif, karena mau tidak mau negara ini pasti kena imbas dari resesi global yang tengah melanda negara-negara di Eropa, Amerika dan banyak negara lain di benua Asia ini. Persediaan lapangan pekerjaan semakin sulit bahkan tidak sedikit perusahaan yang terpaksa merumahkan para karyawan mereka karena tidak sanggup lagi membayar gaji para karyawan tersebut.
Para karyawan yang dirumahkan bingung tentang bagaimana cara menafkahi keluaraga mereka setelah mereka di PHK, yang mempunyai modal untuk berwirausaha mungkin mereka akan membuka usaha kecil-kecilan, tapi yang tidak punya modal?. Mereka akan memilih bekerja sebagai tukang ojek karena pekerjaan tersebut tidak membutuhkan banyak modal hanya bermodal sepeda motor dan beberapa liter bahan bakar.
Oleh karena itulah banyak ditemui sekarang tempat mangkalnya para pengojek menunggu penumpang, walaupun mereka mengetahui bahwa penumpang yang akan dibawa tidak banyak. Dan masalahnya adalah antara pengojek dan penumpang tidak seimbang, dan bisa diketahui berapa pendapatan dari pengojek tersebut dalam sehari.
Pemerintah mungkin harus berpikir keras untuk menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih pantas untuk para pengojek tersebut, mendanai mereka, dan menggaji mereka sesuai dengan kerja keras mereka. Dan pemerintah juga harus belajar dari pengalaman ini untuk menyediakan lebih banyak lapangan pekerjaan, karena masalah terbesar dari negara berkembang ini adalah pengangguran dan kemiskinan.
            Jika masalah tukang ojek ini bisa diselesaikan oleh pemerintah maka akan sangat bermanfaat untuk para pengguna jalan, lihat saja sekarang ini banyak dipersimpangan jalan para pengojek membuat jalan-jalan semakin semrawut dan tidak teratur. Meraka parkir dipinggir-pinggir jalan yang seharusnya itu bisa digunakan untuk pejalan kaki malah diambil alih kegunaannya untuk parkir motor pengojek.
            Sebenarnya jika aktifitas mengojek ini dikelola secara profesional akan mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit, tapi ini membutuhkan biaya dan keahlian lebih untuk bisa mendirikan usaha seperti itu, dan sekarang aktifitas lembaga tersebut sudah mulai bisa ditemui di negara ini, walaupun masih sedikit.
1. Mengapa penelitian itu penting ?
a.      Untuk mengetahui lebih jauh kehidupan perekonomian pengojek.
b.     Ingin mengetahui kehidupan tukang ojek.
c.      Ingin mengetahui pandangan keluarga, lingkungan dan pemerintah tentang pekerjaan sebagai pengojek ini.
2. Asumsi/anggapan
Karena sekarang semakin banyak ditemui para pengojek yang bergerombol menunggu penumpang dan berebut untuk mendapatkan penumpang, dan secara ekonomi sebenarnya pekerjaan sebagai pengojek ini tidak menyumbang terlalu besar untuk perekonomian keluarga, bisa ditebak berapa penghasilan mereka dalam sehari, dan penulis merasa ingin membahas masalah ini lebih jauh untuk bisa ditemukan jalan keluar nantinya untuk mengurangi jumlah pengojek ini.
            Dan untuk meneliti lebih jauh tentang masalah ini juga tidak membutuhkan banyak biaya, tenaga dan waktu, hanya dengan mewawancarai para pengojek tersebut atau melihat kehidupan pengojek dikeluarga dan didalam pergaulan sesama pengojek.
II. Pertanyaan Penelitian
1. Apa alasan memilih pekerjaan menjadi tukang ojek?
2. Seberapa besar dari penghasilan pengojek yang digunakan untuk keperluan keluarga?
3. Seberapa harmonis kehidupan keluarga pengojek?
III. Metode dan Teori
Metode yang digunakan:
Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif karena penelitian ini dilaksanakan dengan wawancara mengajukan beberapa pertanyaan dan observasi. Metode kualitatif dipilih karena penelitian ini mengamati fenomena yang tengah terjadi di masyarakat yang tidak dapat diukur dengan angka atau uji statistik.
Teori yang digunakan:
            Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori fakta sosial yang dipelopori oleh Emile Durkheim, karena subjek yang diteliti ialah sekelompok tukang ojek. Serta metode yang ditinjau ialah observasi dan out put yang dihasilkan adalah narasi atau sebuah penjelasan dari penemuan-penemuan observasi yang telah dilakukan.
IV. Pertanyaan Lapangan
1.     Sudah berapa lama Bapak bekerja menjadi tukang ojek?
2.     Apakah Bapak mempunyai pekerjaan lain?
3.     Berapa penghasilan Bapak perhari?
4.     Mengapa memilih memangkal di tempat ini?
5.     Berapa anggota keluarga Bapak?
V. Area Riset
Lokasi penelitian dilaksanakan di Terminal Poris. Penelitian ini dilakukan dengan cara mewawancarai beberapa pengguna tukang ojek. Penelitian tersebut dilaksanakan pada tanggal 5 Mei 2014 dan dilanjutkan pada tanggal 8 Mei 2014.
Hasil Laporan penelitian
Mayoritas pengojek di Terminal Poris adalah karyawan yang di PHK oleh sebuah perusahaan, dan menjadikan mereka kehilangan pekerjaannya. Para karyawan yang di PHK bingung tentang bagaimana cara menafkahi keluarga mereka setelah mereka di PHK, yang mempunyai modal untuk berwirausaha mungkin mereka akan membuka usaha kecil-kecilan, tetapi yang tidak punya modal?. Mereka akan memilih bekerja sebagai tukang ojek karena pekerjaan tersebut tidak membutuhkan banyak modal hanya bermodal sepeda motor dan beberapa liter bahan bakar.
Selama ini jika diperhatikan jam kerja pengojek tidaklah terlalu jelas, dimulai dari jam berapa dan berakhir jam berapa. Namun, sebagian pengojek menyebutkan bahwa ia mulai mangkal sejak pagi petang hingga waktu yang tidak bisa ditentukan. Dan jika siang hari pengojek tersebut pulang untuk makan siang. Karena akan lebih mengurangi pengeluaran.
Biasanya, jika pagi hari pengguna jasa ojek adalah anak sekolah, pekerja kantor, dan ibu-ibu yang ingin pergi ke pasar. Bayarannya pun pariatif tergantung jauh atau dekat tempat yang dituju. Maka tidak salah memang pengojek ini mengambil tempat untuk aksinya (mengojek). Karena banyak pengguna jasa ojek yang lebih memilih menngunakan ojek sebagai alat transportasinya untuk sampai ketempat tujuan, ketimbang harus menaik angkot.
Penghasilan pengojek pun tidak dapat ditentukan. Biasanya Rp.75.000 hingga Rp. 100.000 perhari. Itupun jika sedang ramai, jika sepi mungkin hanya Rp.50.000 hingga Rp.75.000 saja. Dengan penghasilan yang tidak dapat ditentukan itu pengojek harus pintar-pintar membagi kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya.
Kebanyakan dari mereka mengojek adalah pekerjaan utama. Maka Ia hidup dengan mengandalkan hasil dari mengojek tersebut. Walaupun terkadang tidak cukup, namun bersyukur adalah cara ampuh untuk selalu merasa cukup.
VI. Kesimpulan
Ojek adalah transportasi umum informal di Indonesia yang berupa sepeda motor atau sepeda, namun lebih lazim berupa sepeda motor. Disebut informal karena keberadaannya tidak diakui pemerintah dan tidak ada izin untuk pengoperasiannya. Penumpang biasanya satu orang namun kadang bisa berdua. Dengan harga yang ditentukan dengan tawar menawar dengan sopirnya dahulu setelah itu sang sopir akan mengantar ke tujuan yang diinginkan penumpangnya.
Mengojek adalah salah satu pekerjaan alternatif yang dapet menafkahkan keluarkan, dibanding menganggur dan walaupun pengahasilannya tidak menentu.
Narasumber 1:
Nama              : Ahmad Zaelani
Umur               : 42 tahun
Alamat Rumah: Poris gaga, Cipondoh-Tangerang
Narasumber 2:
Nama              : Hasan Basri
Umur               : 38 tahun
Alamat Rumah: Tanah tinggi, Cipondoh-Tangerang
Narasumber 3:
Nama              : Cecep
Umur               : 45 tahun
Alamat Rumah: Gang robot, Cipondoh-Tangerang
Fitri Qomariah
1113054100034
Kessos 2A

Erby Eko Y_Tugas 6_Laporan Penelitian Lapangan 2

Nama:Erby Eko Y

NIM:1113054100008

Kelas:Kessos 2A

 

Tema; Kenakala Remaja yang Semakin Parah

A. LATAR BELAKANG

Tumbuh kembang remaja pada zaman ini sudah tidak bisa lagi membanggakan. Perilaku kenakalan remaja saat ini sulit diatasi. Baru-baru ini sering kita lihat berita ditelevisi maupun di media yang lainnya, yang disebabkan oleh kenakalan remaja  diantaranya tawuran , pemerkosaan yang dilakukan oleh pelajar SMA maupun yang lainnya, pemakain narkoba dan lain-lain.

Kehidupan remaja pada masa kini mulai memprihatinkan. Remaja yang seharusnya menjadi sosok-sosok  penerus bangsa kini tidak bisa lagi menjadi jaminan untuk kemajuan Bangsa dan Negara ini. Bahkan perilaku mereka cenderung merosot. Oleh karena itu , sebagai remaja berpendidikan yang sadar bahwa kenakalan remaja harus segera dihilangkan.

-.Mengapa penelitian penting;

   Agar kita dapat mengubah perilaku kenakalan remaja saat ini menjadi ke arah yang lebih baik.

-.Asumsi;

   Kenakalan remaja bukan hanya merugikan orang lain tetapi mereka juga akan dirugikan dengan perilaku mereka yang sangat tidak baik.

B. TEORI SOSIOLOGI YANG MENDUKUNG RISET LAPANGAN

Teori yang digunakan adalah teori Emil Durkheim. Dengan metode teori mengamati kelompok masyarakat,dengan cara observasi dan menjelaskan secara narasi.

C. PERTANYAAN PENELITIAN

1. Apa sebab melakukannya?

2. Apa faktor yang menyebabkan kenakalan terjadi?

 D. METODE PENELITIAN

Metode yang saya gunakan yaitu metode kualitatif karena mengutamakan cara kerja dengan menjabarkan data yang di peroleh. Karena penelitian ini dilaksanakan dengan wawancara mengajukan beberapa pertanyaan dan observasi.

E. AREA RISET

Penelitian dilaksanakan di sekitar sekolah SMA Negeri 7 Bekasi dengan mewawancarai beberapa pelajar yang sedang duduk-duduk diwarung sekitar sekolah,pada tanggal 10 Mei 2014.

Faktor yang menyebabkan kenakalan remaja tidak lah hanya datang dari individu siswa itu sendiri. Melainkan juga terjadi karena faktor-faktor lain, diantaranya faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor lingkungan.

Para pelajar yang umumnya masih berusia remaja memiliki kencenderungan untuk melakukan hal-hal diluar dugaan yang memungkinkan dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain, maka inilah peran orangtua dituntut untuk dapat mengarahkan dan mengingatkan anaknya jika anak tiba-tiba melakukan kesalahan. Keteladanan seorang guru juga tidak dapat dilepaskan. Guru sebagai pendidik bisa dijadikan instruktur dalam pendidikan kepribadian para siswa agar menjadi orang yang  lebih baik.

Begitupun dalam mencari teman sepermainan. Seorang anak haruslah diberikan pengarahan dari orang dewasa agar mampu memilih teman yang baik. Masyarakat sekitar pun harus bisa membantu para remaja-remaja dalam mengembangkan potensinya dengan cara mengakui keberadaanya.

Pertanyaan penelitian;

1. Apa faktor pendorong bagi remaja untuk melakukan kenakalannya?

2. Bagaimana cara untuk menanggulangi kenakalan remaja?

3. Apa benar kenakalan remaja bisa di sebut dengan kreatifitas remaja?

Narasumber;

1. Nama         ;Rofi

    Umur          ;16 Tahun

    Pekerjaan ;Pelajar

2. Nama         ;Ardo

     Umur         ;17 Tahun

     Pekerjaan                ;Pelajar

3. Nama         ;Rizki

    Umur          ;17 Tahun

    Pekerjaan ;Pelajar

Dinara Oktaviana_Tugas6_TOR dan Hasil Laporan Penelitian

PENGARUH PEMBENAHAN SETU BABAKAN JAGAKARSA

TERHADAP MASYARAKAT SEKITAR

 

       I.            Latar belakang

Salah satu tempat penampung resapan air yang terkenal di Jakarta Selatan khususnya wilayah Srengseng Sawah adalah Setu Babakan. Mengingat Srengseng Sawah kini padat penduduk  dan tanah resapan air berkurang karena berjamurnya perumahan elit, membuat peran Setu Babakan patut diperhitungkan. Selain berperan sebagai resapan air, Setu Babakan juga sebagai kawasan cagar budaya Betawi. Peran Setu Babakan sebagai cagar budaya Betawi membuat banyak pengunjung baik dari dalam maupun luar daerah yang ingin mengenal lebih dekat kebudayaan Betawi. Di Setu Babakan pengunjung dapat melihat macam rumah adat, makanan khas, dan pertunjukan seni yang tentu saja semua bertemakan Betawi. Banyaknya pengunjung membuat pinggiran  Setu Babakan tercemar dan kurang perawatan terhadap fasilitas yang ada disana. Jalanannya pun penuh dengan tanah apabila hujan turun. Setu Babakan memang sudah diresmikan sebagai Cagar Budaya Betawi sejak tahun 2004 tetapi belum ada pembenahan yang besar sehingga agak terbengkalai. Sekitar tahun 2012, Setu Babakan mengalami perubahan yang besar. Jalanan diperbaiki dengan dilapiskan konblok, danau diperluas dan diperdalam dengan cara dikeruk dan perawatan wahana wisata air. Selain itu, pintu masuk Setu Babakan ditambah lagi tetapi belum selesai pengerjaannya, tetap dengan pintu utama Pintu Si Pitung yang terletak di jalan RM. Kahfi II.

 

-          Mengapa penting untuk diteliti

Setu Babakan sebelum dibenahi danau ini belum terorganisir dengan baik, jalan berlubang dan kurang penjagaan sehingga banyak warga yang lewat dengan kendaraan bermotor membuat jalan semakin rusak. Penting untuk diteliti, agar dapat mengetahui setelah adanya pembenahan oleh Pemerintah, Setu Babakan menjadi lebih baik atau tidak.

 

-          Asumsi

Adanya danau buatan selain fungsi utamanya sebagai penampung resapan air, dapat pula dijadikan tempat rekreasi bahkan kunjungan wisata.

 

 

    II.            Teori Sosiologi

Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori fakta sosial yang dipelopori oleh Emile Durkheim dalam karyanya The Rule of Sociological Method. Fakta sosial dibagi dua tipe, yaitu material dan non-material. Sedangkan dalam penelitian ini memakai teori fakta sosial material, karena Fakta sosial material dicontohkan Durkheim seperti gaya arsitektur : rumah adat, istana, tempat ibadah , bentuk teknologi: gadget, obat-obatan, satelit, transportasi, hukum perundang-undangan: hukum adat, hukum dagang, hukum pidana perdata.

 

 

 III.            Pertanyaan Penelitian

1)      Bagaimana kondisi Setu Babakan setelah mengalami pembenahan ?

 

 IV.            Metode Lapangan

Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif, karena penelitian ini dilaksanakan dengan wawancara mengajukan beberapa pertanyaan dan observasi. Metode kualitatif dipilih karena penelitian ini mengamati fenomena yang tengah terjadi di masyarakat yang tidak dapat diukur dengan angka atau uji statistik.

 

 

    V.            Area Riset

Penelitian dilaksanakan di Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan dan mewawancarai beberapa masyarakat diantaranya 3 pelajar dan seorang Bapak yang sedang memancing. Penelitian telah dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2014.

 

 

 VI.            Pertanyaan Lapangan

1)      Apa yang biasa dilakukan di Setu Babakan ?

2)      Perubahan yang dirasakan setelah Setu Babakan mengalami pembenahan ?

3)      Perlukah penambahan fasilitas ?

 

VII.            Hasil Laporan Penelitian

Setu Babakan masih menjadi pilihan masyarakat untuk dikunjungi, karena tidak dipungut biaya. Masyarakat yang berkunjung mempunyai alasan tersendiri , ada yang hanya sekedar kumpul-kumpul, bejalan-jalan sore, memancing, bersepeda, membeli makanan khas Betawi dan ada juga yang sengaja datang untuk menonton pergelaran kesenian Betawi. Acara Kesenian Betawi biasanya dilaksanakan tiap sabtu dan minggu. Kesenian Betawi seperti lenong , tari cokek, tari topeng, kasidah, marawis, gambus, tanjidor, gambang kromong, dan ondel-ondel yang sering dipentaskan diatas panggung terbuka. Selain menonton kesenian Betawi, ada beberapa masyarakat datang untuk berfoto di depan rumah adat Betawi. Rumah adat Betawi dapat dilihat dari awal pintu masuk Pintu Si Pitung. Setu Babakan juga menjadi pilihan untuk bersepeda, biasanya masyarakat bersepeda mengitari tepian danau.

Setelah diadakan pembenahan, Setu Babakan menjadi lebih luas. Sebelumnya, diseberang danau hanya jalanan tanah yang tidak rata tetapi kini sudah diperbaiki dilapisi konblok dan memudahkan pengunjung yang datang dari sebelah timur untuk masuk ke Setu Babakan. Tidak hanya jalanan yang diperbaiki, ada juga pembangunan dua jembatan gantung sehingga pengunjung dapat menyebrangi danau buatan ini. Fasilitas di Setu Babakan cukup memadai diantaranya ada mushola, toilet, wahana air, panggung pertunjukkan seni, galeri dan jejeran tempat makan. Masyarakat cukup puas dengan tampilan Setu Babakan saat ini, karena kini Setu Babakan terlihat rapi tanpa mengurangi kerindangan dan keasrian pepohonan.

 

Profil Narasumber:

1.      Nama               : Fardhana Binda Alamsyah

Umur               : 15

Pekerjaan         : Pelajar

 

2.      Nama               : Adam Fikri Haidar

Umur               : 15

Pekerjaan         : Pelajar

 

3.      Nama               : Hasti Cahyaningrum

Umur               : 16

Pekerjaan         : Pelajar

 

4.      Nama               : Surahman

Umur               : 30

Pekerjaan         : Karyawan swasta

 

 

Cari Blog Ini