Selasa, 04 Desember 2012

Isna Rifka Sri Rahayu_lap 4_Perubahan Sosial

PERUBAHAN SOSIAL DESA RECOBANTENG

Isna Rifka Sri Rahayu (1112051100010)

 

I.              Latar Belakang

               Perubahan sosial merurut Selo Soemardjan adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk di dalamnya nilai, sikap, dan pola perilaku kelompok-kelompok dalam masyarakat. Mac Iver Dalam bukunya Society A Textbook of Sosiology (1937) menjelaskan perubahan sosial adalah perubahan-perubahan dalam hubungan (sosial relation) atau perubahn terhadap keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial. Bentuk-bentuk dari perubahan sosial adalah perubahan revolusi dan perubahan evolusi. Secara sosiologis perubahan revolusi diartikan sebagai perubahan-perubahan sosial mengenai unsur-unsur kehidupan atau lembaga- lembaga kemasyarakatan yang berlangsung relatif cepat. Sedangkan perubahan evolusi adalah perubahan-perubahan sosial yang terjadi secara lambat dalam waktu yang cukup lama dan perubahannya terjadi secara lambat.

               Saya akan meneliti perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Recobanteng, Jawa Timur. Perubahan sosial yang terjadi merupakan perubahan sosial secara evolusi karena berlangsung secara lambat dan dalam jangka waktu yang cukup lama. Saya memilih objek penelitian ini karena cukup menarik.

II.            Pertanyaan Pokok Penelitian

Apa perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Recobanteng semenjak tokoh agama desa tersebut meninggal?

III.          Metode Penelitian

               Kualitatif : Saya memakai metode penelitian kualitatif supaya saya bisa mencari data yang didasari pada penelitian yang menyeluruh dan bersifat fleksibel tergantung dari tujuan penelitian. Melalui wawancara mendalam supaya mendapat data yang akurat.

      Waktu : 2 Desember 2012, Jam 13:00-15:00

               Tempat : Jl, Kh. Taisir No. 11 Jakarta Barat

IV.          Gambaran Subyek/Obyek Penelitian

                        Desa Recobanteng terletak di perbatasan Kota Blitar dan Kota Malang, Jawa Timur. Mayoritas masyarakat desa ini beragama Islam dan Hindu. Di desa ini terdapat banyak arca berbentuk banteng sehingga diberi nama Desa Recobanteng. Walaupun berbeda agama, masyarakat ini tetap rukun. Di desa ini tidak ada perbedaan antara yang beragama Islam dan Hindu karena semua masyarakatnya selalu merayakan hari-hari besar Islam dan Hindu secara bersama-sama. Di desa ini terdapat tempat ibadah umat Hindu yaitu Pura dan ada satu Musholla kecil yang didirikan oleh Bapak Muhammad Sokheh.

V.            Analisis

               Bapak Muhammad Sokheh menjadi pengurus Musholla bersama keluarga dan orang-orang terdekatnya. Beliau meninggal dalam usia muda, saat itu anaknya yang bernama Rahmat masih berusia 10 tahun. Kemudian anaknya pergi merantau ke Lampung untuk menuntut ilmu di pesantren. Ketika Pak Rahmat kembali ke desanya, dikalangan masyarakat sedang marak dengan togel. Para masyarakat berkumpul di Musholla bukan untuk beribadah namun untuk merundingkan nomor-nomor togel yang akan keluar. Tak jarang pula masyarakat bersama-sama datang ke pekuburan untuk bersemedi.

               Pak Rahmat yang ilmu agamanya cukup dalam tidak membiarkan hal tersebut terjadi. Beliau menceramahi masyarakat bahwa togel itu haram. Kemudian beliau mengajak masyarakat desanya untuk beribadah hanya kepada Allah. Tidak mudah memang menyerukan kebaikan kepada masyarakat desanya, namun ia tak mengenal lelah untuk menyerukan kebenaran. Semenjak saat itu masyarakatnya rajin beribadah ke Musholla dan tak sedikit pula yang menyatakan dirinya masuk Islam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini