Senin, 18 Maret 2013

Kebuntuan ilmu ekonomi_NurHandayani_Tugas1

Nama : Nur Handayani, Pengembangan Masyarakat Islam (VI) BAB 7 KEBUNTUAN ILMU EKONOMI

Dalam abad kita tendensi untuk mencontoh konsep dan teori ilmiah menurut fisika a la Newton semacam ini telah menjadi suatu rintangan berat dalam banyak bidang, tetapi barangkali yang paling banyak adalah
ilmu-ilmu social. Ilmu social secara tradisional telah dianggap sebagai yag "terlunak" diantara ilmu-ilmu yang lain, dan ilmuan social telah mencoba dengan sangat keras untuk memperoleh kehormatan dengan
cara mengadopsi paradigm a la Descartes dan metode-metode fisika a la Newton. Namun demikian, kerangka a Ia Descartes seringkali sangat tidak cocok untuk fenomena-fenomena yang mereka telah menjadi semakin realistik.

Ilmu ekonomi saat ini ditandai dengan pendekatan reduksionis dan terpecah-pecah yang merupakan simbol bagi kebanyakan ilmu-ilmu sosial. Para ahli ekonomi biasanya gagal mengetahui bahwa ekonomi hanyalah
satu aspek dari suatu keseluruhan susunan ekologis dan sosial, suatu sistem hidup yang terdiri dari manusia berinteraksi yang terus-menerus satu sama lain dan dengan sumber daya alamnya, yang sebagain besar di
antaranya berupa organisme hidup. Kesalahan mendasar ilmu-ilmu sosial-sosisl adalah membagi-bagi susunan ini menjadi potongan-potongan, yang dianggap mandiri dan dihadapi dalam bidang
akademik yang terpisah. Dengan demikian, ilmuwan politik cenderung
mengabaikan kekuatan-kekuatan ekonomi yang mendasar, sementara ahli
ekonomi gagal menyatukan realitas sosial dan politik ke dalam
model-model mereka.
Perpecahan dan pembagian dalam ilmu ekonomi telah dicatat dan dikritik
sepanjang sejarah modernnya. Tetapi pada saat yang sama para ahli
ekonomi yang kritis tersebut yang bermaksud mepelajari fenomena
ekonomi sebagaimana adanya, yang terlingkupi di dalam masyarakat dan
ekosistem, dan yang menolak sudut pandang ekonomi yang sempit,
terpaksa menempatkan dirinya di luar "ilmu ekonomi" dan dengan
demikian menyelamatkan persaudaraan ilmu ekonomi dari persoalan yang
dimunculkan oleh para kritisi. Sebenarnya istilah "sosialis" semula
hanya menggambarkan orang-orang yang tidak menerima pandangan dunia
ekonomi. Yang lebih Hazel Henderson telah melanjutkan tradisi ini
dengan menyebut dirinya seorang futuris dan memberikan subjudul pada
salah satu bukunya dengan "Akhir dari Ilmu Ekonomi".
Ilmu ekonomi didefinisikan sebagai disiplin yang berhubungan dengan
produksi, distribusi dan konsumsi kekayaan. Ilmu ini mencoba
menentukkan apa yang berharga pada suatu waktu tertentu dengan
mempelajari nilai tukar relative dari barang dan jasa. Oleh karena itu
ilmu ekonomi merupakan ilmu yang paling bergantung pada nilai dan
paling normative diantara ilmu-ilmu social lainnya.
Menurut pendapat The Washington post, "Para ahli ekonomi yang ambisius
mengembangkan solusi matematis yang rapi terhadao persoalan-persoalan
teoritis dengan tingkat relavansi yang sangat kecil dengan isu-isu
masyarakat". Ilmu ekonomi ini berada dalam suatu krisis konseptual
yang hebat. Anomaly social dan ekonomi yang tidak dapat dihadapi
lagi-inflasi dan pengagguran global, ketimpangan distribusi kekayaan,
dan kehabisan energy-kini secara menyakitkan menjadi kelihatan bagi
setiap orang. Kegagalan profesi ekonomi menyelesaikan
persoalan-persoalan ini diketahui oleh masyarakat yang semakin
skeptic, oleh ilmuwan dari disiplin lain, dan oleh ahli ekonomi
sendiri. Pada tahun 1971 Arthur Burns, yang saat itu duduk di Federal
Reserve Board, menyatakan bahwa "aturan-aturan ilmu ekonomi kini tidak
berjalan seperti dulu".
Munculnya ilmu ekonomi sebagai suatu disiplin yang terpisah dari
filsafat dan politik bersamaan dengan munculnya kebudayaan inderawi
Eropa Barat pada akhir abad pertengahan. Ketika berkembang, kebudayaan
ini memasukkan ke dalam lembaga-lembaga sosialnya nilai-nilai maskulin
dan nilai-nilai yang berorientasi yang sekarang mendominasi masyarakat
kita akan membentuk dasar sistem ekonomi. Ilmu ekonomi, dengan
fokusnya pada kekayaan materi, saat ini menjadi ungkapan inti nilai
inderawi.
Bagi Engles, tekanan terhadap wanita berakar pada sistem ekonomi
kapitalis dan akan berakhir dengan runtuhnya kapitalisme. Yang
ditunjukkan oleh kritisi feminis sekarang ini adalah bahwa sikap
patriakhal jauh lebih tua dibanding ekonomi kapitalis dan lebih
mendarah daging didalam sebagian besar masyaraqkat. Memang kebanyakan
gerakan sosialis dan revoluqsioner menunjukkan suatu bias pria yang
melingkupi, yang mendukung revolusi social yang meninggalkan
kepemimpinan dan pengendalian kaum pria secara esensial tak tersentuh.
Teori ini diberi nama "Mercantilisme". Para praktisi dari teori ini
tidak menyebut dirinya ahli ekonomi melainkan politisi, administrator
dan perdagangan. Mereka menerapkan pengertian ekonomi kuno-dalam arti
mengelola rumah tangga-pada Negara sebagian rumah tangga penguasa, dan
oleh karenanya kebijakkan mereka dikenal dengan "ekonomi politik".
Istilah ini tetap digunakan hingga abad kedua puluh, ketika istilah
itu kemudian diganti oleh istilah modern ilmu ekonomi.
Ilmu ekonomi modern sebenarnya sudah berusia lebih dari tiga tahun.
Ilmu itu didirikan pada abad ketujuh belas oleh Sir William Petty,
professor anatomi di Oxford, professor music dilondon, dan dokter
angkatan darat Oliver Cromwell. Kawan-kawannya antara lain adalah
Chistopher Wren, Arsitek berbagai bangunan yang menandai kota London,
dan Isaac Newton. Karya petty Political Arithmetick tampak banyak
terpengaruhi oleh Newton dan Descartes, metode yang digunakan berupa
penggantian kata-kata dan argument dengan angka-angka, bobot dan
ukuran dan "hanya menggunakan argument indera dan hanya
memperhitungkan penyebab-penyebab yang mempunyai landasan-landasan
yang jelas di Alam Raya.
Dari para fisiokrat Smith mengadopsi tema Laissez Faire, yang
diabadikannya didalam metafora Invisible Hand (tangan yang tak
kelihatan). Menurut Smith, tangan pasar yang tak kelihatan itu akan
menuntun kepentingan pribadi para pengusaha, produsen dan konsumen
untuk perbaikan harmonis bagi semua pihak; dimana ungkapan "perbaikan"
disamakan dengan produksi kekayaan materi. Dengan cara ini suatu hasil
social dapat dicapai dengan bebas dari kemauan individu, dan oleh
karenanya memungkinkan adanya suatu ilmu aktivitas ekonomi yang
objektif.
Untuk perdagangan internasional Smith mengembangkan doktrin manfaat
perbandingan, yang menyatakan bahwa setiap bangsa harus istimewa dalam
jenis-jenis produksi tertentu, yang hasilnya adalah pembagian kerja
internasional dan perdagangan bebas. Model perdagangan bebas
internasional ini masih menyadari banyak pemikiran sekarang ini
tentang ekonomi global dan kini menghasilkan perangkat biaya social
lingkungannya yang tersendiri.
Smith menyinggung konsep pertumbuhan structural social dan ekonomi
semacam monopoli ketika dia mencela orang-orang yang berada dalam
perdagangan yang sama yang berskongkol untuk menaikkan hargaq tiruan,
tetapi dia tidak melihat implikasi luas dari praktik-praktik semacam
itu. Pertumbuhan struktur-struktur ini, dan khususnya struktur kelas,
menjadi tema sentral dalam analisis ekonomi Marx. Adam Smith
membenarkan keuntungan kapitalis dengan lebih banyak mesin dan pabrik
untuk kebaikan umum. Dia mencatat perjuangan antara pekerja dan
majikan dan usaha-usaha kedua pihak untuk "campur tangan dengan pasar"
tetapi tidak pernah mengacu kekuasaan pekerja dan kapitalis yang tidak
sama-suatu titik yang akan memaksa Marx pulang.
Ketika Smith menulis bahwa para pekerja dan "orang-orang tingkat
rendah lainnya" mempunyai terlalu banyak anak yang akan membuat upah
turun ketingkat sekedar penyambung kehidupan, dia menunjukkan bahwa
pandangannyaq tentang masyarakat mirip dengan pandangan filsup
pencerahan lainnya. Status kelas menengah terpelajar mereka
memungkinkan untuk melihat konsep-konsep radikal tentang perasaan,
keadilan dan kebebasan dengan memasukkan "kelas-kelas yang lebih
rendah", begitu pula mereka tidak pernah memasukkan wanita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini