Senin, 22 Oktober 2012

Metode Sosiologi/ Mely Ismi Ardikusuma (KPI 1D)

Mely Ismi Ardikusuma Wardani
1112051000112
KPI 1D

METODE SOSIOLOGI

Metode ialah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu, yang mempunyai langkah-langkah sistematis. Metode penilitian dalam sosiologi dibagi menjadi 2 yaitu; metode kualitatif dan metode kuantitatif.
Ø Metode Kualitatif
Metode kualitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata-kata lisan maupun tertulis, dan tingkah laku yang dapat diamati dari orang-orang yang diteliti (Taylor dan Bogdan, 1984:5).
Responden dalam metode kualitatif berkembang terus (snowball) secara bertujuan sampai data yang dikumpulkan dianggap memuaskan. Alat pengumpul data atau instrumen penelitian dalam metode kualitatif ialah si peneliti sendiri. Jadi peneliti dalam mengumpulkan data harus terjun sendiri ke lapangan secara aktif. Teknik pengumpulan data yang sering digunakan ialah observasi partisipasi, wawancara, dan dokumentasi.
Sebagai metode dan prosedur, penelitian kualitatif dapat digunakan sebagai satu-satunya metode penelitian ataupun diterapkan sebagai metode penelitian yang melengkapi metode penelitian kuantitatif. Penelitian kualitatif diterapkan sebagai satu-satunya metode apabila: (1) Topik penelitiannya merupakan hal yang sifatnya kompleks, sensitif, sulit diukur dengan angka, dan berhubungan erat dengan interaksi sosial dan proses sosial; (2) Objek dan sasaran penelitiannya bersifat mikro dan relatif sedikit jumlahnya; (3) Tujuan penelitiannya merupakan awal penelitian atau merupakan penelitian pendahuluan.
Tahap-tahap Penelitian Kualitatif
1.     Menetapkan Fokus Penelitian
Prosedur penelitian kualitatif mendasarkan pada logika berpikir induktif sehingga perencanaan penelitiannya bersifat sangat fleksibel.
   2.   Menentukan Setting dan Subjek Penelitian
Setting penelitian dalam penelitian kualitatif merupakan hal yang sangat penting dan telah ditentukan ketika menetapkan fokus penelitian. Sedangkan subjek penelitian ini menjadi informan yang akan memberikan berbagai informasi yang diperlukan selama proses penelitian.
3.     Pengumpulan Data, Pengolahan Data, dan Analisis Data
Penelitian kualitatif merupakan proses penelitian yang berkesinambungan sehingga tahap pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data dilakukan secara bersamaan selama proses penelitian. Dalam penelitian kualitatif pengolahan data tidak harus dilakukan setelah data terkumpul, atau analisis data tidak mutlak dilakukan setelah pengolahan data selesai. Dalam hal ini sementara data dikumpulkan, peneliti dapat mengolah dan melakukan analisis data secara bersamaan. Sebaliknya pada saat menganalisis data, peneliti dapat kembali lagi ke lapangan untuk memperoleh tambahan data yang dianggap perlu dan mengolahnya kembali.
4.     Penyajian Data
Prinsip dasar penyajian data adalah membagi pemahaman kita tentang sesuatu hal pada orang lain. Oleh karena ada data yang diperoleh dalam penelitian kualitatif berupa kata-kata dan tidak dalam bentuk angka, penyajian biasanya berbentuk uraian kata-kata dan tidak berupa tabel-tabel dengan ukuran-ukuran statistik.
 
Ø Metode Kuantitatif
          Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang: pertama, melibatkan lima komponen informasi ilmiah, yaitu teori, hipotesis, observasi, generalisasi empiris, dan penerimaan atau penolakan hipotesis (Wallace,1973). Kedua, mengandalkan adanya populasi dan teknik penarikan sampel. Ketiga, menggunakan kuosioner untuk pengumpulan datanya. Keempat, mengumakakan variabel-variabel penelitian dalam analisis datanya. Dan kelima, berupaya menghasilkan kesimpulan secara umum, baik yang berlaku untuk populasi dan sampel yang diteliti.
Tahap-Tahap Penelitian Kuantitatif
1.     Pemaparan latar belakang
Tahap ini berisi uraian dan penjelasan tentang mengapa penelitian tersebut dilakukan dan apa arti pentingnya penelitian tersebut dilakukan. Tujuan latar belakang tersebut akan tampak, dari seberapa kuat asumsi-asumsi yang dikemukakan oleh peneliti.
2.     Perumusan masalah penelitian
Tahap ini berisi pernyataan peneliti tentang masalah apa yang akan diteliti. Biasanya dalam perumusan masalah ini akan dirumuskan dalam kalimat tanya, misalnya: Apakah variabel X akan berasosiasi dan berkorelasi dengan variabel y? Dan jika kedua variabel tersebut berasosiasi dan berkorelasi, seberapa kuatkah asosiasi dan korelasinya?. Dalam konteks ini adanya asosiasi antarvariabel tersebut, setidak-tidaknya dalam penelitian kuantitatif akan mengasosiasikan dan mengorelasikan 2 variabel (disebut asosiasi dan korelasi bivariat) dan lebih dari 2 variabel (disebut asosiasi dan korelasi secara multivariat).
3.     Mengemukakan tujuan penelitian
Tujuan penelitian ini bersifat umum atau khusus, akademik atau non akademik, dan teoretis atau praktis.
4.     Mengemukakan teori yang digunakan dalam penelitian
Teori berbedadengan pendapat, pernyataan, atau temuan lapangan dalam penelitian. Fungsi teori dalam penelitian kuantitatif adalah untuk menjelaskan fenomena yang diteliti dan lebih jauh daripada itu juga untuk memandu peneliti dalam merumuskan hipotesis-hipotesis penelitiannya.
5.     Mengemukakan metodologi penelitian
Metodologi penelitian yang digunakan, terdiri dari: (1) Operasionalisasi konsep-konsep yang digunakan; (2) Alasan pemilihan lokasi penelitian; (3) Penentuan populasi dan teknik penarikan sampel; (4) Penetuan teknik pengumpulan data; dan (5) Penentuan teknis analisis data.
 
SUMBER:
Suyanto,Bagong.Sutinah. Metode Penelitian Sosial: Berbagai Alternatif                           Pendekatan. Jakarta: Kencana, 2006.
Usman,Husaini. Purnomo. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: PT.Bumi            
          Aksara, 2006.                                                  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini