Sabtu, 15 September 2012

Sosiologi Émile Durkheim

Sosiologi Émile Durkheim

Syarif Hidayatullah Jurnalistik 1A
Pengetahuan adalah sebuah kesan dalam fikiran manusia sebagai hasil pengguanaan pancaindranya, sebuah rangkaiaan kata tersurat dari buku "Sosiologi Suatu Pegantar", bagaikan air yang mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah, adalah rangkaiaan kata yang biasa kita dengar di lembaran hidup kita, begitu juga dengan sosiologi, yang dalam prakteknya kita sudah dipelajari dari awal kita bernafas. Dari ruang lingkup dasar pondasi terdidik dan terbentuknya suatu kepribadian yang kita miliki, yang kita sebut adalah keluarga, untuk dapat bergabung ke lingkungan yang lebih luas lagi yaitu masyarakat, semua itu adalah bagian dari tahapan-tahapan sosiologi yang kita jalani.

Tak lepas dari ilmu sosiologi pasti ada tokoh yang berpengaruh salah satunya adalah Emile Durkheim yang berpendapat "sosiologi meneliti lembaga-lembaga dalam masyarakat dan proses-proses social". Pria bernama lengkap David Émile Durkheim  lahir pada 15 April 1858 dan meninggal 15 November 1917 dikenal sebagai salah satu pencetus sosiologi modern. Yang berkat usahanya Ia berhasil mendirikan fakultas sosiologi pertama di sebuah universitas Eropa pada 1895, dan menerbitkan salah satu jurnal pertama yang diabdikan kepada ilmu sosial, L'Année Sociologique pada 1896.
Dilahirkan di Épinal, Prancis, yang terletak di Lorraine. Ia berasal dari keluarga Yahudi Prancis yang saleh ayah dan kakeknya adalah Rabi. Hidup Durkheim sendiri sama sekali sekular. Malah kebanyakan dari karyanya dimaksudkan untuk membuktikan bahwa fenomena keagamaan berasal dari faktor-faktor sosial dan bukan ilahi.
Durkheim adalah mahasiswa yang cepat matang. Ia masuk ke École Normale Supérieure pada 1879. Angkatannya adalah salah satu yang paling cemerlang pada abad ke-19 dan banyak teman sekelasnya, seperti Jean Jaurès dan Henri Bergson kemudian menjadi tokoh besar dalam kehidupan intelektual Prancis. Di ENS Durkheim belajar di bawah Fustel de Coulanges, seorang pakar ilmu klasik, yang berpandangan ilmiah sosial. Pada saat yang sama, ia membaca karya-karya Auguste Comte dan Herbert Spencer. Jadi, Durkheim tertarik dengan pendekatan ilmiah terhadap masyarakat sejak awal kariernya. Ini adalah konflik pertama dari banyak konflik lainnya dengan sistem akademik Prancis, yang tidak mempunyai kurikulum ilmu sosial pada saat itu. Durkheim merasa ilmu-ilmu kemanusiaan tidak menarik. Ia lulus dengan peringkat kedua terakhir dalam angkatannya ketika ia menempuh ujian agrégation – syarat untuk posisi mengajar dalam pengajaran umum – dalam ilmu filsafat pada 1882.
Seusai belajar sosiologi di Jerman, pada tahun 1877 tepatnya Bordeaux dia membangun sekolah pendidikan guru untuk pertama nya di Prancis, di sana ia mengajar pedagogi dan ilmu-ilmu sosial pada posisi ini Durkheim memperbarui sistem sekolah Prancis dan memperkenalkan studi ilmu-ilmu sosial dalam kurikulumnya.
Tahun 1890-an adalah masa gemilang untuk Durkheim. Pada 1893 ia menerbitkan "Pembagian Kerja dalam Masyarakat", pernyataan dasariahnya tentang hakikat masyarakat manusia dan perkembangannya. Pada 1895 ia menerbitkan "Aturan-aturan Metode Sosiologis", sebuah manifesto yang menyatakan apakah sosiologi itu dan bagaimana ia harus dilakukan. Ia pun mendirikan Jurusan Sosiologi pertama di Eropa di Universitas Bourdeaux. Pada 1896 ia menerbitkan jurnal L'Année Sociologique untuk menerbitkan dan mempublikasikan tulisan-tulisan dari kelompok yang kian bertambah dari mahasiswa dan rekan (ini adalah sebutan yang digunakan untuk kelompok mahasiswa yang mengembangkan program sosiologinya).
Yang sebagian penting isi dari L'Année Sociologique pada 1896.
1.       Sosiologi umum yang mencakup kepribadian individu dan kelompok manusia.
2.       Sosiologi agama.
3.       Sosiologi hikum dan moral yang mencakup organisasi polotik, organisasi social, pekawinan, dan keluarga.
4.       Sosiologi tentang kejahatan.
5.       Sosiologi ekonomi yang mecakup tentang ukuran penelitian dan kelompok kerja.
6.       Dedmografi yang mencakup masyarakat perkotaan dan pedesaan
7.       Sosiologi estetica.
Dan akhirnya, pada 1897, ia menerbitkan "Bunuh Diri", sebuah studi kasus yang memberikan contoh tentang bagaimana bentuk sebuah monograf sosiologi.
Pada 1902 Durkheim akhirnya mencapai tujuannya untuk memperoleh kedudukan terhormat di Paris ketika ia menjadi profesor di Sorbonne. Karena universitas di Prancis secara teknis adalah lembaga untuk mendidik guru-guru untuk sekolah menengah, posisi ini memberikan Durkheim pengaruh yang cukup besar kuliah-kuliahnya wajib diambil oleh seluruh mahasiswa. Dan pada tahun 1912 dia berhasil menerbitkan "Bentuk-bentuk Elementer dari Kehidupan Keagamaan" yang menjadi karya besarnya yang terakhir.
Durkheim berpendapat bahwa pendidikan mempunyai banyak fungsi:
1) Memperkuat solidaritas sosial
  • Sejarah: belajar tentang orang-orang yang melakukan hal-hal yang baik bagi banyak orang membuat seorang individu merasa tidak berarti.
  • Menyatakan kesetiaan: membuat individu merasa bagian dari kelompok dan dengan demikian akan mengurangi kecenderungan untuk melanggar peraturan.
2) Mempertahankan peranan sosial
  • Sekolah adalah masyarakat dalam bentuk miniatur. Sekolah mempunyai hierarkhi, aturan, tuntutan yang sama dengan "dunia luar". Sekolah mendidik orang muda untuk memenuhi berbagai peranan.
3) Mempertahankan pembagian kerja.
  • Membagi-bagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecakapan. Mengajar siswa untuk mencari pekerjaan sesuai dengan kecakapan mereka.

Émile Durkheim meninggal pada usia 59, dan kurang dari itu dia telah memberikan kontribusi yang besar bagi perkembagan sosiologi di masa nya hingga sekarang.

REFRENSI : BUKU "SOSIOLOGI SUATU PENGANTAR" (SOERJONO SOEKANTO) DAN WIKIPEDIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini