Selasa, 10 September 2013

Muhammadabdulmuhaiminas'adPMI3_tugas1_masalahsosiologiperkotaan


Sosiologi perkotaan   tentang kehidupan perkotaan
  Sosiologi perkotaan adalah suatu teori tentang menerangkan problematika social struktur kota. Dalam dimensinya sosilogi perkotaan ini berdampak pada satu kehidupan yang mana berbeda-beda dalam kelas kehidupanya, namun dalam masalah kebijakan, struktur dan tata ruang hidup perkotaan maka harus ada satu kebijakan yang penting tentang ilmu sosiologi perkotaaan itu sendiri. Dimensi paham sosiologi cukup relative dengan permasalahan-permasalahan yang berpusat pada perkotaan dan tata ruang metropolitan.





pengertian menurut tokoh tokoh sosiologi
1.     Max Weber berpendapar bahwa "suatu tempat adalah kota apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal. Barang-barang itu harus dihasilkan oleh penduduk dari pedalaman dan dijualbelikan di pasar itu. Jadi menurut Max Weber, ciri kota adalah adanya pasar, dan sebagai benteng, serta mempunyai sistem hukum dan lain-lain tersendiri, dan bersifat kosmopolitan.
      
2.     Cristaller dengan "central place theory"-nya menyatakan kota berfungsi menyelenggarakan penyediaan jasa-jasa bagi daerah lingkungannya. Jadi menurut teori ini, kota diartikan sebagai pusat pelayanan. Sebagai pusat tergantung kepada seberapa jauh daerah-daerah sekitar kota memanfaatkan penyediaan jasa-jasa kota itu. Dari pandangan ini kemudian kota-kota tersusun dalam suatu hirarki berbagai jenis.
      
3.    Sjoberg berpendapat bahwa , sebagai titik awal gejala kota adalah timbulnya golongan literati (golongan intelegensia kuno seperti pujangga, sastrawan dan ahli-ahli keagamaan), atau berbagai kelompok spesialis yang berpendidikan dan nonagraris, sehingga muncul pembagian kerja tertentu. Pembagian kerja ini merupakan cir-kota.
      
4.      Wirth, mendifinisikan kota sebagai "pemukiman yang relatif besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya. Akibatnya hubungan sosialnya menjadi longgar acuh dan tidak pribadi (impersonal relation)
      
5.      Karl Marx dan F.Engels memandang kota sebagai "persekutuan yang dibentuk guna melindungi hak milik dan guna memperbanyak alat-alat produksi dan alat –alat yang diperlukan agar anggota masing-masing dapat mempertahankan diri". Perbedaan antara kota dan pedesaan menurut mereka adalah pemisahan yang besar antara kegiatan rohani dan materi.



Sikap wasterinisasi melanda siklus gaya perkotaan.


Di tengah kondisi masyarakat yang mempunyai nasionalisme yang kuat, dan kental akan budaya dan kental juga akan tradisi yang terbentuk oleh lingkungan sopan dan santun itu. Ada juga yang sudah kehilangan sikap budaya dantradisi itu tersebut, dan kemanakah kehilangan budaya dan tradisionalisme dan nasionalisme kita ?
namun lagi sikap westernisasi sudah menaruh kehidupan di negri kita ini. Westernisasi adalah Sebuah arus besar yang mempunyai jangkauan politik , sosial , kultural dan teknologi. Arus ini bertujuan mewarnai kehidupan bangsa - bangsa terutama pada masyarakat dengan gaya barat.
dampaknya tergesernya budaya  tradisional.adanya perbedaan sikap ataw gaya dari orang yang mengikutigaya western
.
 Kehidupan
Kehidupan di negri kita ini mulai ada pengkotakan, contoh. Dalam kehidupan di dalam kota kita lihat mereka sudah menimbulkan sikap individualisme dan karakter ini sudah membunuh sikap harmonis dalam masyarakat kita. Tergesernya budaya tradisional
seharusnya kita bangga menjadi orang indonesia, karena kita di sebut dengan Negara akan budaya. Namun kita tidak sadar dengan adanya perubahan secara drama. Seolah olah kita di nina bobokan oleh sikap westerinisasi ini. Dalam contoh kita lihat di sekolah atau di perguruan tinggi. ,manakah yang lebih dominan. Lagi lagi barat lah menjadika objek fital ajang final nya. Dampaknya budaya kita terjual murah dan tidak di hargai karya dan seninya .
 Kehilangan idealis dan nasionalis dalam permasalahan sosiologi perkotaan.
idealis orang Indonesia itu bersikap sederhana, mempunyai prinsip yang kuat dan berprilaku sopan santun. Namun semua ini sudah terbalik ! mereka membalikan itu dengan sebaliknya. Bersikap hedonis. Itulah hilangnya peradaban sosiologi perkotaan ini hancur..

Daftar pustaka:
judul buku
Marxisme sebuah kajian oleh. Suar suroso
kebudayaan sosialis oleh. Soedjatmoko
sosiologi suatu pengantar oleh. Soerjono soekanto
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini