Selasa, 10 September 2013

Vicky Dianiya KPI 1A_Tugas 1_Definisi Sosiologi

DEFINISI SOSIOLOGI


Auguste Comte
                Comte adalah orang pertama yang menggunakan istilah sosiologi (Pickring, 2000; Turner, 2001). Ia membawa pengaruh besar pada beberapa orang teoretisi sosiologi yang lebih kemudian (khususnya Herbert Spencer dan Emile Durkheim). Ia percaya bahwa studi sosiologi haruslah ilmiah, sebagaimana yang dirintis teoretisi klasik dan sosiolog-sosiolog kontemporer.
        
        Sosiologi Comte tidak terfokus pada individu namun justru menjadikan entitas yang lebih besar, seperti keluarga, sebagai unit dasar analisisnya. Ia pun menganjurkan kita agar melihat struktur dan perubahan sosial. Comte percaya bahwa pada hakikatnya sosiologi akan menjadi kekuatan ilmiah dominan di dunia karena kemampuan khasnya untuk menafsirkan hukum sosial dan mengembangkan reformasi yang ditunjukkan bagi penyelesaian masalah di dalam sistem tersebut.

Emile Durkheim
                Emile Durkheim percaya bahwa sosiologi sebagai sebuah ide, telah lahir di Prancis pada abad ke-19. Menurut Durkheim, Sosiologi masyarakat dibentuk oleh "fakta sosial" yang melampaui pemahaman intuitif kita dan mesti diteliti melalui observasi dan pengukuran.
Fakta sosial adalah seluruh cara bertindak, baku maupun tidak, yang dapat berlaku pada diri individu sebagai sebuah paksaan eksternal, atau biswa juga dikatakan bahwa fakta sosial adalah seluruh cara bertindak yang umum dipakai suatu masyarakat dan pada saat yang sama keberadaannya terlepas dari manifestasi-manifestasi individual.
                                                                                                         (Durkheim, 1893/1964:79-80)
                 Ide tersebut adalah inti dari sosiologi yang menyebabkan Durkheim sering dianggap sebagai "bapak sosiologi" (Gouldner, 1958). Salah satu tujuan utama Dorkheim adalah menjadikan sosiologi sebagai sebuah disiplin ilmiah.

Max Weber
                Barangkali Max Weber merupakan sosok paling terkenal dan paling berpengaruh dalam teori sosiologi. Karya Weber begitu bervariasi dan dapat ditafsirkan secara beragam sehingga mempengaruhi banyak teori sosiologi. Weber menjelaskan perbedaan antara sosiologi dengan sejarah : "Sosiologi berusaha merumuskan konsep tipe dan keseragaman umum proses-proses empiris. Ini berbeda dengan sejarah, yang berorientasi pada analisis kausal dan penjelasan atas tindakan, struktur, kepribadian individu yang memiliki signifikansi kultural" (1921/1968: 19). Weber mampu mengombinasi keduanya. Sosiologinya  berorientasi pada pengembangan konsep yang jelas sehingga ia dapat melakukan analisis kausal terhadap fenomena sejarah. Dengan kata lain, kita dapat memandang Weber sebagai sosiolog historis.
                Definisi Sosiologi yang dikemukakan Weber: "Sosiologi… adalah ilmu yang memusatkan perhatiannya pada pemahaman interpretif atas tindakan sosial dan pada penjelasan kausal. Dan dapat disimpulkan dalam definisi ini adalah:
·         Sosiologi haruslah berupa sebuah ilmu.
·         Sosiologi harus memusatkan perhatian pada kausalitas. (dan sebenarnya Weber memang mengombinasikan sosiologi dengan sejarah).
·         Sosiologi harus mengunakan pemahaman interpretif (verstehen).

Karl Marx
                Marx bukanlah sosiolog dan tidak menganggap dirinya demikian. Meskipun karya Marx terlalu luas untuk dicakup istilah sosiologi, namun teori sosiologis banyak ditemukan dalam karyanya. Dalam teori Marx, Marx menawarkan teori masyarakat kapitalis yang didasarkan pada pandangannya tentang hakikat manusia. Marx percaya bahwa pada dasarnya manusia itu produktif; artinya untuk bertahan hidup, mereka perlu bekerja di dalam alam dengan cara mengolahnya. Dalam melakukan upaya ini, mereka menghasilkan makanan, pakaian, peralatan, tempat berlindung, dan kebutuhan lain yang memungkinkan mereka hidup. Selain itu, dorongan-dorongan ini diekspresikan secara bersama-sama dengan manusia lain; dengan kata lain, secara tersirat manusia itu bersifat sosial. Mereka perlu bekerja bersama untuk menghasilkan yang mereka butuhkan agar bertahan hidup.

REFERENSI
Judul    
Teori Sosiologi
Penulis : George Ritzer dan Douglas J. Goodman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini