Kamis, 20 Desember 2012

fathimah azzahra_KPI 1D_penelitian 6

Judul Penelitian : Pemanfaatan Masjid sebagai Sarana Pendidikan Islam

Peneliti : Fathimah Azzahra (1112051000125), KPI 1D

 

I. Latar Belakang

 

Secara historis masjid merupakan lembaga sentral ummat Islam. Rasulullah membangun dan menjadikan masjid bukan semata-mata sebagai tempat kegiatan ritual umat Islam, tetapi sebagai pusat kegiatan Pendidikan Agama Islam. Artinya didalam lembaga masjid tersebut terjadi distribusi ajaran Islam, sehingga Islam bisa dipahami, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan masjid dan ilmu pengetahuan merupakan unsur yang sangat berkaitan. Dilihat pada perkembangan Islam pada zaman dahulu (masa Nabi) sampai sekarang masjid berperan penting sebagai media pengajaran atau media pendidikan. Masjid berfungsi sebagai pengontrol dan penilai seluruh aktifitas umat Islam. Oleh karena itu penelitian ini akan meneliti bagaimana mengajarkan pendidikan Islam pada masjid Ar-Ridho, Cipadu Raya.

 

II. Pertanyaan Pokok Penelitian

 

Aktifitas apa yang dilakukan masjid Ar-Ridho, Cipadu Raya dalam mengajarkan pendidikan Islam ?

 

III. Metode Penelitian

 

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dimana data yang diperoleh di lapangan dikumpulkan dan dianalisis secara kualitatif. Data penelitian kualitatif tidak berbentuk angka, tetapi lebih banyak berbentuk narasi, deskriptif, cerita, metode observasi, dan metode dokumentasi tertulis. Dan metode ini dirasa sangat efektif dalam mendapatkan informasi mengenai apa yang ingin diamati dan diobservasi.

 

Lokasi penelitian         : Kediaman Bapak Syamsudin, selaku ketua DKM Masjid Ar-Ridho, Cipadu Raya

Hari/Tanggal               : minggu, 16  Desember 2012.

Pukul                           : 14.00-15.30 WIB

 

IV. Gambaran Subyek/Obyek Penelitian

 

Tokoh yang menjadi narasumber pada penelitian kali ini adalah Bapak Syamsudin, beliau adalah ketua DKM Masjid Ar-Ridho, Cipadu Raya. Ketua DKM adalah ketua pengurus dalam hal mengoperasionalkan dan mendirikan segala kegiatan dan hal-hal yang berhubungan dengan masjid tersebut.

 

V. Analisis

 

Pada dasarnya masjid hanya merupakan tempat ibadah ummat Islam. Akan tetapi seiring berkembangnya zaman, masjid asal mulanya yang hanya dijadikan ritual keagamaan sekarang didistribusikan sebagai tempat media pendidikan Islam. Pada masjid Ar-Ridho, Cipadu Raya ini sudah dilakukan beberapa aktifitas yang mengajarkan pendidikan Islam baik secara formal maupun non-formal. Secara formal, masjid ini mendirikan Taman Pendidikan al-Qur'an (TPA) untuk anak-anak sekitar lingkungan maupun daerah sekitar masjid tersebut. pada TPA ini anak-anak diajarkan pendidikan al-Qur'an maupun segala hal yang berkaitan dengan Islam sejak dini dengan diajarkan oleh para ustadz maupun ustadzah dan kegiatan ini dilakukan dua kali sehari setiap senin hingga jumat pada jam pagi dan jam sore. Laporan hasil pembelajaran anak-anak juga akan dibagikan layaknya sekolah biasa setiap menjelang liburan sekolah. secara non-formal masjid Ar-Ridho ini memiliki kegiatan pengajian untuk ibu-ibu sekitar lingkungan masjid. Pada pengajian ini mereka akan diberikan beberapa tausiyah dari para ustadzah dan itu bisa menambah pengetahuan para ibu-ibu tersebut walaupun pengajian ini hanya dilakukan tiap dua minggu sekali. Dan kegiatan rutinitas tiap minggu masjid ini adalah pemberian kajian agama Islam setiap malem minggu pada waktu setelah menunaikan sholat magrib. Adapun kegiatan yang berdasarkan musimnya yaitu kegiatan pada bulan ramadhan seperti pembagian ta'jil, akan tetapi yang membedakan pembagian ta'jil antara masjid-masjid lain adalah ketika menjelang sebelum berbuka, masjid ini akan mendatangkan seseorang untuk bercerita tentang nabi maupun sejarah Islam pada anak-anak yang akan menunggu berbuka puasa. Walaupun hanya bercerita, kegiatan ini sangat efektif buat menambah pengetahuan buat mereka yang mendengarkan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Narasumber : bapak Syamsudin

 

 

Pengunjung