Senin, 28 April 2014

Nur Syamsiyah, Fadli Rahman_Tugas 6_Hubungan kekerabatan para pendatang dari desa di perkotaan


Struktur laporan lapangan

A. Pendahuluan
Perkotaan untuk saat ini menjadi tujuan utama pendatang dari desa. Karena dikota lebih banyak lapangan pekerjaan terbentang bebas dan banyaknya universitas yang lebih unggul daripada di desa. Padahal sebenarnya semakin banyak pendatang dari desa semakin tinggi tingkat kriminalitasnya dikarenakan banyaknya pesaing yang datang untuk merubah status ekonomi mereka. Dari fakta diataslah peneliti tertarik untuk mengambil tema hubungan kekerabatan para pendatang dari desa diperkotaan.
 

B. Pertanyaan penelitian
1.      Apa tujuan anda datang dari desa ke kota?
2.      Bagaimana keadaan desa setelah banyak ditinggal oleh warganya?
3.      Bagaimana hubungan warga desa yang semakin berkurang?
4.      Bagaimana hubungan warga kota setelah pendatang dari desa datang?
5.      Apa keuntungan anda datang ke kota?
 
C. Metodologi
Metode yang digunakan adalah wawancara, dengan mewawancarai narasumber penulis bisa mendapatkan informasi yang luas.

D. Hasil
Penelitian alami sebagai guru dari desa ke kota.
Diawal tahun 1999 tepatnya di bulan januari setelah tahun baru, penelitian ini kejadian nyata dari sosok seorang ibu rumah tangga bernama ibu Lila yang beralih profesi sebagai guru disebuah sekolah madrasah tsanawiyah di Desa Sade tepatnya di kecamatan Lombok Barat (NTB). Disanalah dimulai perjalanan karir ibu Lila yang berstatus 1 anak itu. Suami beliau seorang petani, pendapatan yang pas-pasan tetap disyukuri Bu Lila dan karna itu pula sosok seorang ibu rumah tangga itu berani memngambil keputusan untuk menjadi guru agar bisa membantu biaya rumah tangga sehari-hari.
 Ibu Lila lulusan SMA 1 Kota Mataram karna kekurangan biaya beliau tidak dapat meneruskan perjalanan studynya hingga jenjang S1, padahal SMA itu termasuk SMA favorit di kota Mataram tapi apalah daya sekarang beliau hanya bisa berdoa dan terus berusaha. Lanjut pada awal karir beliau menjadi guru selama 6 tahun. Karena kekuatan doa dan usaha yang terus menerus tiada kata lelah dalam mengajar dan belajar akhirnya Bu Lila menjadi guru berprestasi di sekolah tempat ia mengajar, betapa bangganya beliau atas prestasi itu tapi kejutan belum selesai sampai disitu pihak sekolah memberikan beasiswa kepada Bu Lila untuk melanjutkan study S1 di UNRAM (universitas Mataram) kebetulan hanya UNRAM satu-satunya universitas negri yang ada ini NTB. Alhamdulillah rasa syukur itu terlontarkan dari mulut Bu Lila.
Tepatnya pada tanggal 10 oktober 2005 Bu Lila masuk UNRAM di fakultas pendidikan jenjang S1. Beliau akhirnya pindah dari Desa Sade ke kota mataram kebetulan mereka memiliki sanak saudara di kota Mataram jadi mereka memilih untuk tinggal bersama keluarga dari suami Bu Lila. Setelah hampir 7 bulan tinggal di kota Mataram akhirnya suami Bu Lila dapat membeli sebuah motor dari uang yang terkumpul selama bertahun-tahun. Dan motor itu pun di manfaatkan sebagai lahan mencari uang yaitu menjadi ojek.
Flashback tentang kehidupan di Desa waktu itu mungkin sekarang sudah banyak teman-teman kerabat maupun saudara yang di kampung pergi merantau ke kota demi pengalaman dan penghasilan baru karna kebetulan banyak dari Desa Sade yang warganya multitalenta jadi penduduk kota sangat membutuhkan tenaga tersebut. Mungkin suasana Desa saat ini sangat sepi karna setiap tahunnya pasti ada saja yang merantau dikisarkan sekitar 40 orang  bisa-bisa merantau. Tetapi adaptasi di desa tidak akan pernah berkurang hanya saja keaktivitasan warga muda (karang taruna) saja yang sedikit sepi, karna jiwa-jiwa peramai Desa rata-rata pasti merantau.
Kalau ditanya soal hubungan di perkotaaan saat saya di kota Lombok jawaban bu Lila adalah tergantung dari individu itu sendiri , bagaimana cara mereka diplomasi antar sesama manusia bagaimana cara mereka bertindak dan bertutur. Kalau semua baik dan lancar pastinya warga juga berjawaban baik dan juga sebaliknya kalau kita berakhlak buruk pasti titik negatif masyarakat pun otomatis akan muncul.
Keuntungan yang paling besar yang Bu Lila peroleh ketika berdomisili tetap di kota adalah mendapat penghasilan baru sebagai seorang dosen atas prestasi yang di raih karna kegigihan sosok seorang guru tanpa rasa putus asanya. Dan juga sering mendapat tambahan uang jajan untuk mengisi seminar di sekolah-sekolah SMP dan SMA di kota Mataram. Profesi ini sudah saya jalani dari 2007 hingga saat ini.
 
Penelitian seorang satpam
Kahar dan Hanief adalah seorang pemuda dari Desa Tugu Mulya di daerah Kuningan Jawa Barat. Mereka memiliki pengalaman yang sangat mengagumkan yang saya ingin teliti dan telusuri. Di awal penelitiaan saya, mereka ber dua adalah pemuda-pemuda aktif di kampung mereka , aktif dalam bidang berkeja sangat profesional dalam berkerja. Mereka sangan giat dalam hal pembangunan di desa mereka, Kahar dan Hanief kebetulan saudara sepupu jadi mereka sangan akrab dan hampir mirip.
Mereka berdua berprofesi sebagai kuli bisa petani bisa dan juga mereka aktif dalam organisasi karang taruna di desa mereka Tugu Mulya. Di desa itu memang sudah menjadi tradisi kalau nanti anggota-anggota karang taruna tsb pasti ada saja yang pergi untuk merantau ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung surabaya dll.dan mereka pun (Kahar dan Hanief) mendapat giliran tersebut, mereka ingin menyongsong pengalaman mereka di jakarta.memang kalau dilihat tidak ada bakat dalam dr mereka tetapi mereka adalah sosok seorang yang profesional.
Tepatnya pada tahun 2011 mereka ke Jakarta disana mereka memiliki teman yang menampung tempat tinggal mereka tapi ttp harus ikut patungan bayar, karna itu sebuah kos-kosan.di hari pertama saja mereka sudah ingin sekali melamar pekerjaan siap kerja apapun yang penting halal.semigu setelah mereka berdomisili di Jakarta akhirnya mereka pun mendapat pekerjaan yang halal dan juga berpendapatan lumayan cukup yaitu menjadi satpam di sebuah pondok modern di daerah Jakarta Selatan, Ulujami Raya Pondok Pesantren Darunnajah. Mereka berdua menjadi satpam tetap disana dan sudah memiliki seragam.
Karna seorang yang profesional mereka menjalani pekerjaan itu dengan senang hati dan ikhlas. Kahar dan Hanif juga sosok seorang teman yang baik bagi santri-santri di pondok itu hampir semua santriwan yang mengenal mereka senang bergaul dan bercanda dengan kedua satpam itu. Jadi adaptasi mereka sangat baik di kota biarpun mereka dari desa tp mereka bisa menyesuaikan diri dengan habitat baru.
Setelah 2 tahun menjalani profesi itu Hanief pun diangkat sebagai kasir koprasi di dalam pondok karna kejujuran dan kegigihan dalam berkerja. pengahsilan pun semakin bertambah  tidak kalah dengan kahar biarpun tetap berprofesi sebagai satpam tetapi dia tidak pernah mengeluh karna itu rezeki pun gak kalah datangnya seperti tips-tips dari walisantri yang ia dapatkan , sesekali ia juga merangkap sebagai tukang parkir, itulah alasan utama mereka berdua  betah kerja di kota karna senang hati menjalaninya. Keuntungan itu didapat bukan hanya sekedar materi tetapi keuntungan sesungguhnya adalah ketika kita menjalani sesuatu dengan nyaman, "ujar Kahar satpam 1 DN"
 
Penelitian alami seorang mahasiswa
Sebagai mahasiswa Setiawan yang datang jauh dari Nunukan, Kalimantan. Memiliki tujuan ingin meneruskan pendidikannya ke perguruan tinggi  di Jakarta. Ia harus merelakan waktunya berpisah dengan orang tua tercinta, dan kedua adiknya.
Selama ia pergi meninggalkan kampung halamannya didesanya telah mengalami perubahan. Ada penurunan dan ada peningkatannya. Diantaranya adalah: menurunnya ketenaga kerja yang bertani, sehingga pemasukan hasil beras dari desa ke kota menurun. Dan meningkatnya orang-orang yang datang ke kota lalu balik lagi ke desa, seseorang tersebut bisa menjadi guru atau tenaga kerja yang masih minim di desa. Agar sumber daya alamnya terjaga dan dapat bermanfaat.
Dan selama ia meninggalkan desa hubungan warga desanya yang semakin berkurang.  Akibat sebagian warga desanya banyak yang merantau dan tidak kembali pulang ke desanya. Dan hubungan warga kota setelah pendatang desa datang, ternyata berdampak buruk. Semakin banyaknya penduduk kota yang kebanyakan imigrasi atau pendatang, dan banyaknya pengganguran yang telah kalah saing terpinggirkan dengan minimnya pendidikan.
 
Adapun keuntungan yang selama ini ia raih adalah bertambahnya pengalaman dan bertambahnya ilmu pengetahuan. Disamping itu ia telah berhasil mengantongi 7 emas, 2 perak, dan 1 perunggu di bidang Pencak Silat.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini