Minggu, 11 November 2012

Tugas ke 8 Imas Hayati Nufus KPI 1E

KESEIMBANGAN POLA AGAMA DAN POLITIK DALAM PKS (PARTAI KEADILAN SEJAHTERA)
Nama               : Imas Hayati Nufus
Nim                 : 1112051000159
Tugas               : ke 8
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Belakangan ini Indonesia sebagai kesatuan Negara terhimpun dari beberapa kemajemukan, baik opini maupun etnis. Begitu pula dengan sistem pemerintahan juga banyak terhimpun beberapa parpol yang pada dasarnya merupakan penghimpun opini dari masayarakat yang demokratis. Begitu pula dengan Partai Keadilan Sejahtera di mana PKS dalam sikap demokrasi juga mempunyai peran penting dalam penghimpunan aspirasi dari rakyat.
Dari sekian banyak partai di Indonesia PKS sendiri juga merupakan partai yang berhaluan antara Nasionalis dengan Agamis. Hal itu bisa di tunjukan dengan simbolitas gambar bulan sebagai symbol agama dan juga padi sebagai symbol kesejahteraan nasional. Namun, tak hanya dari simbolitas saja tetapi juga dari jajaran ketua sekarang, dari kalangan agama seperti Bapak Hidayat Nurwahid, tetapi juga ada dari kalangan nasionalis.
Namun, titik point dari penelitian ini tak lain melacak suatu titik terang berdasarkan dari kisi-kisi dari PKS yang menunjukan ada dominasi tersendiri dari kalangan agamawan dan ini apakah memungkinkan adanya suatu pencitraan dalam PKS sendiri ataukah lebih cenderung bersikap netral akan kebijakannya, seperti kita ketahui bahwa terkadang sebuah partai bisa berbentuk nasionalis walaupun dasar agamanya sangat kental dalam platformnya, berangkat dari keingintahuan akan PKS apakah nilai agama merupakan suatu pencapaian yang harus diraih ataukan hanya dijadikan sebagai titik landas moral etiknya.
1.2 Pertanyaan Pokok
1.      Apakah yang menjadi dasar terbentuknya partai keadilan sejahtera (PKS)?
Pertanyaan ini diajukan guna  mengetahui apakah yang menjadi dasar partai keadilan sejahtera (PKS) gunakan sebagai landasannya sehingga terbentuk menjadi sebuah partai politik. Apakah dalam partai yang agamis juga ada unsur serapan dari nilai nasionalis ataukah bersikap netral. Ini berkaitan dengan beberapa bulan belakangan ini, PKS mengadakan kegiatan menghilangkan pornografi yang menjadi wabah penyakit bagi anak muda, dan meresahkan bagi para orang tua.
2.      Jika landasan didirikannya PKS di dominasi oleh nilai agama, bagaimanakah implementasi agama dalam PKS?
Pertanyaan ini diajukan guna mengetahui sejauh mana PKS megimplementasikan agama dalam kesehariannya di dalam kinerja kelembagaannya.
1.2     Metode Penelitian
Metode Kualitatif                     
Metode ini digunakan guna menggali lebih dalam tak hanya dalam menelisik pandangan agama  tapi juga menelisik peran dan gerak parpol dalam menjalankan kinerja nya yang pada dasarnya mengunakan manifestasi nilai agama.
Waktu    :  Jum'at, 9 november 2012
Tempat   :  Kantor Cabang Pembantu PKS tigaraksa-tangerang
1.4  Gambaran Tokoh
Narasumber atas penelitian yang di lakukan ini adalah ibu Ade Afrina,  dimana beliau juga menjabat sebagai kader di dalam Partai Keadilan Sejahtera (PKS), di lihat dari  perkataannya yang lemah lembut dan sopan, beliau adalah sosok seoarnag ibu yang ramah dan agamis. Di samping beliau menjabat sebagai kader dalam PKS beliau juga aktif mengajar di sebuah yayasan pendidikan taman kanak-kanak.
 1.5 Analisis
Dalam sebuah partai seluruh serapan nilai-nilai yang baik itu akan dimasukkan kedalam kaidah pedoman apalagi Agama, karena sebuah partai gerak dan perjalanannya juga masih dalam etika serta nilai moral.
Dari wawancara mendalam dengan narasumber bahwa sumber ke-Religiusan dalam PKS merupakan suatu hal yang amat penting, baginya (PKS) agama bukan hanya saja menjadi tumpuan dalam kinerjanya melainkan juga landscape pergerakan partai, keruhanian dalam lingkup sempitnya merupakan pencitraan mendalam dalam terbentuknya  PKS , berangkat dari kekhawatiran akan carut marutnya kondisi berbangsa, hal ini juga memunculkan inisiatif untuk memberikan perhatian tentang hal tersebut.
Agama bukan sekedar nilai hubungan manusia dengan tuhannya melainkan pada aspek positive pembangunan manusia yang berguna bagi bangsa negara, hal inilah daya tekan mengapa PKS secara terbuka menggunakan symbol bulan  dalam lambang partainya, dalam segi peran PKS lebih memilih penuangan nilai agama dari sisi kepolitikan (siyasah). Jadi menurut narasumber PKS lebih pada persoalan agama dengan penekanannya, terbukti ketika PKS membentuk dalam badan persoalan qurban dan partisapasinya terhadap masyarakat.
     Agama dalam parpol memungkinkan sesuatu untuk menjadikan landasan serta gerak langkahnya selalu pada jalan yang benar dan beretika dalam berpolitik, sedangkan dalam visi misinya sendiri, PKS mengaplikasikan skala kepentinagan, adakalanya PKS juga berperan dalam hal kependidikan, penyuluhan, serta bimbingan terhadap masyarakat hal ini dikatakan manifestasi dari nilai agama.
Berdasarkan dengan tujuan paling dasarnya, PKS menginginkan kestabilan antara kesejahteraan dalam masyarakat sehingga timbul adanya masyrakat madani, dari hal itu maka lebih gampang lagi masyarakat akan mudah terkendali dalam menjalankan kewajiban, keterikatan antara agama dengan masyarakat merupakan suatu cita-cita yang bukan saja dalam menciptakan masyarakat yang bergerak dengan etika dan moral, dan hal ini juga menjadi cita untuk menciptakan cipta dalam masyarakat global seperti sekarang.
Hal penting akan pandangan PKS ialah agama  merupakan pondasi dalam kepolitikan dan merupakan nilai peran dalam kinerja dalam partai itu sediri, jika semua partai menghilangkan nilai agama maka yang jelas nilai pandang akan etika dan moral akan jatuh begitupun partainya.    
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini