Selasa, 08 Oktober 2013

Rangkuman Buku Demografi Karya Said Rusli.

Nama   : Ahmad Munsorif

Jurusan : PMI 5

Bab 4

Sumber-sumber Data Kependudukan/Demografi

 

Sejarah Sensus Penduduk

Dalam abad ke 16-17, beberapa kali sensus telah pula dilakukan di Sisilia, Italia dan Spanyol. Di masa itu perhitungan jumlah penduduk pada umumnya mempunyai hubungan dengan tujuan-tujuan militer dan perluasan kerajaan, serta untuk maksud-maksud perpajakan. Sensus sering pula dilaksanakan secara tak menyuluruh dan tak teratur tergantung keperluan.

Sensus penduduk dalam paham modern mungkin sekali untuk pertama kali di Quebec atau Kanada, Prancis pada tahun 1666. Sedangkan di Swedia mulai dilaksanakan pada tahun 1749, Amerika Serikat tahun 1970, dan Inggris pada tahun 1801. Di India sensus baru dilaksanakan pada tahun 1881. Di Australia sensus mulai dilakukan pada tahun  1828 ketika penduduknya hampir 30.000 jiwa.

Dalam tahun-tahun 1950-1953 sesnsus penduduk telah dilakukan di 41 negara  yang berdaulat dan juga di sejumlah negara yang belum berdaulat. Antara tahun 1945-1953 hampir 60 persen penduduk di dunia dicakup sensus. Sampai tahun 1960 jumlah penduduk bumi yang telah dihitung meluas sensus kira-kira telah mencapai 90 persen.

Perserikatan Bangsa-bangsa yang menyadari pentingnya sensus penduduk dalam rangka pembangunan s0sial-ekonomi negara-negara telah mensponsori program sensus penduduk dunia, masing-masing dalam tahun 1960 dan 1970. Kini hampir semua negara anggota PBB telah melaksanakan sensus penduduk sedikitnya satu kali.

Sensus Penduduk di Indonesia

Seperti halnya di negara lain yang menggunakan sensus sebatas untuk perpajakan dan penentuan jumlah wajib kerja telah dilakukanj sejak dulu. Raja-raja Nusantara sudah melakukan perhitungan jumlah rakyat masing-masing.

Pemrintah kolonial Belanda antara tahun 1880 hingga 1905 mengadakan sensus penduduk dengan periode lima tahun sekali (Quinguenial popolation censuses). Pelaksanaan sensus-sensus penduduk 'Quinguenial' pada mulanya secara langsung berhubungan dengan pelayanan atau pengarahan tenaga untuk sistem tanam paksa. Tahun 1905 merupakan tahun terakhir pelaksanaan sensus penduduk "ulangan lima tahun".

Setelah tahun 1905, ada enam kali sensus penduduk di Indonesia. Dua kali diantaranya berlangsung pada zaman kolonial Belanda yaitu sensus penduduk tahun 1920 dan  tahun 1930, sedangkan empat kali lagi berlangsung setelah Indonesia merdeka, masing-masing tahun 1961, 1971, 1980, dan 1990.

Survai

Dengan terbatasnya data kependudukan dari sumber sensus-sensus penduduk, sistem registrasi kejadian-kejadian vital dan registrasi penduduk, pelaksanaan survai-survai demografis dan beragam survai sampel yang mengumpulkan informasi kependudukan sering sangat bermanfaat.

Survai demografi pada dasarnya dapat dikelompokkan ke dalam tiga tipe yaitu :

·         Survai bertahap tunggal

·         Survai bertahap ganda

·         Survai bertipe kombinasi, yaiut kombinasi antara survai bertahap tunggal atau ganda dengan sistem registrasi.

Informasi demografi yang dikumpulkan melalui survai bertahap tunggal diperoleh dengan cara mengajjukan pertanyaan mengenai kejadian demografi yang dialami seseorang di masa lampau dalam periode tertentu. Sedangkan survai tahan ganda dapat dilakukan kunjungan berulang kali ke rumah tangga di mana berbagai kejadian demografi dalam interval waktu antar kunjungan dicatat seperti kelahiran, kematian, dan imigrasi. Sedangkan survai bertipe kombinasi selain berguna bagi penaksiran-penaksiran reit vital, data yang dikumpulkan juga dapat menilai sejauh mana kelengkapan dan dapat dipercaya informasi demografi yang dikumpulkan oleh sistem registrasi.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini