Selasa, 08 Oktober 2013

Ringkasan bab 4 dan 5

Nama               : Nur Halimah
Kelas               : PMI 5
Tugas  Ringkasan Bab 4-5
BAB 4
SUMBER-SUMBER DATA KEPENDUDUKAN/DEMOGRAFI
Sumber-sumber data kependudukan yang pokok adalah sensus, sistem registrasi kejadian-kejadian vital, registrasi pendududk dan survei-survei terbatas atau survei sampel. Adapun sumber tambahan yang sering digunakan adalah catatan-catatan dan dokumen-dokumen instansi pemerintah. Diantara sumber-sumber yang telah disebutkan sumber yang paling utama diberbagai negara adalah sensus. Berbagai aspek yang meliputi sejarah sensus penduduk, kriteria modern dari sensus dan sensus di Indonesia akan diuraikansebagai berikut:
1.        Sejarah Sensus Penduduk
Sejarah sensus mungkin mempunyai sejarah hampir setua sejarah peradaban manusia. Ada petunjuk yang menyatakan bahwa sensus mulai dilakukan di Babylonia(South Western Asia), dimasa itu perhitungan jumlah penduduk pada umumnya mempunyai hubungan dengan tujuan-tujuan militer dan perluasan kerajaan, serta untuk maksud perpajakan. Sensus sering pula dilaksanakan secara tidak menyeluruh dan tidak teratur, tergantung keperluan. Sedangkan sensus dalam paham modern untuk pertama kali dilakukan di Quebec atau Kanada,Perancis pada tahun 1666. Hingga pada akhirnya Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyadari pentingnya sensus penduduk dalam rangka pembangunan sosial ekonomi nergara-negara anggota telah mensponsori program sensus penduduk dunia. Kini hampir semua negara anggota PBB telah melaksankan sensus penduduk sedikitnya satu kali.
2.        Kriteria Modern dari Sensus
Istilah sensus dalam paham modern mengandung makna perhitungan penduduk yang mencakup wilayah suatu negara. Perhitungan penduduk dalam suatu sensus dapat dilakukan dengan sistem De Jure yang berarti mencacah penduduk menurut tempat tinggal tetap. Atau De Facto yang artinya mencacahan dilakukan dimana seseorang ditemukan pada saat sensus. Konsepsi modern dari suatu sensus penduduk nasional resmi yang dirumuskan oleh perserikatan bangsa-bangsa, bahwa suatu sensus penduduk dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses pengumpulan, kompilasi, dan publikasi data yang berkenaan dengan data demografi, ekonomi, dan sosial pada waktu-waktu tertentu. Ciri-ciri  dari suatu sensus penduduk nasional resmi mencakup:
1)        Kesponsoran, sensus penduduk nasional resmi biasanya disponsori dan diselenggarakan oleh pemerintah tingkat pusat.
2)        Teritorial yang terdefinisi dengan jelas, cakupan teritorial pelaksanaan suatu sensus haruslah dengan definisi yang jelas.
3)        Universalitas, tiap anggota komunitas dalam cakupan sensus harus termasuk dalam cakupan pencacahan tanpa ada yang tertinggal atau terjadi duplikasi.
4)        Simultanitas, sejalan dengan data yang dikumpulkan harus menunjuk pada priode waktu tertentu.
5)        Unit individual, sensus dilakukan secara langsung dan tidak melalui integritasi.
6)        Kompilasi dan publikasi, dilakukan menurut geografis wilayah dan semua variabel demografi dasar.
3.        Sensus Penduduk Di Indonesia
Setelah tahun 1950 dilakukan sensus penduduk di Indonesia sebanyak enam kali. Dua kali sensus penduduk diantaranya berlangsung pada zaman kolonial Belanda pada tahun 1920 dan 1930, sedangkan empat kali lagi berlangsung setelah Indonesia merdeka, masing-masing tahun 1961, 1971, 1980, dan 1990.
4.        Registrasi Kejadian Vital dan Penduduk
Sistem registrasi penduduk merupakan suatu sistem registrasi yang dipelihara penguasa tempat dimana biasanya dicatat setiap kelahiran, kematian, adopsi, perkawinan, perceraian, perubahan pekerjaan, perubahan nama dan perubahan tempat tinggal. Catatan tersebut dibuat bagi setiap individu dan perubahan-perubahan dilakukan selama masa hidupnya. Sedangkan sistem registrasi kejadian-kejadian vital berkaitan dengan registrasi seperti kelahiran, kematian, kematian janin, abortus, perkawinan, dan perceraian.
Negara yang memelihara sistem registrasi kejadian-kejadian vital biasanya mewajibkan para warganya untuk segera atau dalam jangka waktu tertentu melaporkan kejadian-kejadian vital seperti kelairan dan kematian. Di Indonesia sendiri sistem registrasi belum dilaksanakan secara menyeluruh, tidak lengkap dan kurang dapat dipercaya.
5.        Survai
Survei demografi dapat dikelompokan dalam tiga tipe, yaitu:
1)        Survai bertahap tunggal, yaitu dengan cara mengajukan pertanyaan mengenai berbagai kejadian demografi yang dialami seseorang dimasa lampau dalam periode tertentu.
2)        Survai bertahap ganda, yaitu dilakukan dengan cara kunjungan berulang kali ke setiap rumah tangga dimana berbagai kejadian demografi dalam interval waktu antar kunjungan dicatat seperti kelahiran, kematian, dan migrasi.
3)        Survai bertipe kombinasi, yaitu kombinasi antara survai bertahap tunggal atau survai bertahap ganda dengan sistem registrasi.
 
BAB 5
KOMPOSISI DAN PIRAMIDA PENDUDUK
Komposisi penduduk menggambarkan susunan penduduk yang dibuat berdasarkan pengelompokan penduduk menurut karakteristik yang sama. Pengelompokan dapat dibuat berdasarkan seperti etnis, agama, kewarganegaraan, bahasa, pendidikan yang diselesaikan, umur, jeniskelamin, dan golongan pendapatan.
Komposisi Penduduk Menurut Umur dan Jenis Kelamin
Komposisi penduduk  menurut umur dan jenis kelamin bagi suatu masyarakat penting baik dalam kerangka biologis, ekonomi, maupun sosial. Juga penting hubungannya dengan angka-angka kelahiran, kematian, rasio beban tanggungan, dan jumlah penduduk usia sekolah.
Tipe-tipe Piramida penduduk
Piramida  penduduk menyajikan lukisan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin bagi suatu wilayah. Sampai derajat tertentu, riwayat penduduk suatu negeri dapat dibaca dari piramida penduduk negeri yang bersangkutan. Tipe piramida penduduk dibedakan menjadi 5 tipe, diantaranya:
1)   Tipe 1, Merupakan bentuk piramida penduduk yang tipikal bagi negeri-negeri yang mempunyai angka kelahiran dan kematian yang tinggi.
2)   Tipe 2,  mempunyai dasar yang lebih lebar dari piramida tipe 1 dan tipikal bagi negara-negara yang mulai mengalami pertumbuhan penduduk cepat sebagai akibat turunnya angka kematian bayi dan anak sementara fertilitas belum turun.
3)   Tipe 3, bentuk piramida dari negara-negara yang empunyai kelahiran dan kematian yang rendah.
4)   Tipe 4, bentuk sisi-sisi yang merupakan perkembangan baru meningkatnya fertilitas, sedangkan mortalitas bertahan pada tingkat yang rendah.
5)   Tipe 5, bentuk piramida dari negara-negara yang mengalami jatuhnya reit kelahiran dengan cepat.
Pengaruh Kematian, Kelahiran dan Migrasi Terhadap Bentuk Piramida Penduduk
Bentuk  piramida penduduk banyak ditentukan oleh keadaan fertilitas dan mortalitas. Turunnya mortalitas jika pada umur-umur sangat muda, maka fertilitas tetap tinggi. Sedangkan jika fertilitas turun pengaruhnya akan lebih nyata pada bentuk piramida. Meskipun demikian jika mortalitas dapat mempengaruhi semua golongan umur, pengaruh fertilitas hanya dapat berjalan melalui golongan umur muda.
Tidak hanya fertilitas dan mortalitas yang dapat mempengaruhi bentuk piramida tetapi ada faktor lain yang dapat mempengaruhi bentuk piramida yaitu migrasi. Namun tak banyak negara yang jumlah penduduknya tidak terlalu  dipengaruhi oleh komponen migrasi. Pengaruh komponen migrasi cukup berarti terhadap susunan penduduk di wilayah-wilayah tertentu suatu negara seperti terhadap sususnan penduduk profinsi-profinsi tertentu di Indonesia.
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini