Rabu, 28 November 2012

KelompokSosial&KehidupanMasyarakat_HarryR_Jrn1B

KELOMPOK  SOSIAL DAN KEHIDUPAN MASYARAKAT
HARRY RIANDAYASA
JURNALISTIK 1B
1112051100041
 
I.                    LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah salah satu hal yang penting bagi pertumbuhan suatu negara, tentu harus di capai dengan berbagai macam hal untuk mencapai suatu tujuan.
Pendidikan yang pesat dan tinggi akan menciptakan negara menjadi maju yang dialamnya juga terdapat masyarakat dan penduduk yang berkualitas yang di sebabkan oleh pendidikan itu sendiri.
Pendidikan juga harus di beri dari sejak dini. Namun mengapa sebagian prang menganggapnya itu tidak terlalu penting? Mungkin di karenakan mereka berpikir pendidikan membutuhkan uang yang banyak. Maka dari itu saya akan mengulas tentang kelompok sosial dan kehidupan masyarakat terkhusus tentang komunitas yang lahir di tengah-tengah masyarakat tentang perdulinya pendidikan.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi
 
 
 
 
 
 
 
II.                  PERTANYAAN PENELITIAN
1.      Bagaimana membangun komunitas itu dari sejak awal?
2.      Apa tujuan berdirinya komunitas peduli pendidikan?
 
 
III.                METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan : kualitatif. Yaitu metode sosiologi yang prosesnya mengambil data secara langsung, dimana peneliti sebagai instrument. Metode ini dilakukan dengan dasar mencari data-data yang kuat lalu dilakukan wawancara terhadap narasumber.
Wawancara ini dilakukan pada :
Lokasi : Rumah Buku. Jakarta selatan
Waktu : pukul 15.00 WIB
 
IV.               GAMBARAN SUBYEK DAN OBYEK PENELITIAN
Deas Fernandes ialah pendiri pertama Rumah Buku, dia membangun sejak tahun 2010. Di awalai dengan rasa iba kepada anak-anak yang kurang mampu untuk sekolah.
Rumah Buku didirikan dari Deas dengan 12 orang lainnya yang tak lain adalah teman-temannya yang juga perduli dengan pendidikan.
 
V.                 ANALISIS
Rumah buku merupakan suatu komunitas yang sangat amat perduli dengan pendidikan anak-anak indonesia. Dengan cara mandirikannya untuk tetap berjalan dengan cara membuka donasi secara terbuka melalui media sosial dan juga menerima sumbanagn buku dari manapun untuk membantu anak-anak gemar membaca. Menurut Deas kalo bukan dia yang perduli dan mau memulainya, siapa lagi? Maka dari itu Rumah Buku siap menciptakan dan melahirkan anak-anak yang kreatif dan cerdas dan menggambarkan bahwa pendidikan tidak harus dengan biaya yang besar. Sesunguhnya Rumah Buku juga mengajarkan bahwa belajar itu  bisa dimana saja.
Rumah Buku mengajarkan anak-anak untuk membaca, menggambar, dan sekaligus bermain. Rumah Buku memiliki kelas terbuka yang tidak menilai dari kalangan mana dan usia berapa, hanya dengan niat mereka bisa memasuki kelas-kelas yang ada di Rumah Buku.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTKA
Narasumber : Deas Fernandes (pendiri Rumah Buku)
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini