Rabu, 28 November 2012

Rizky Ananda_jurnalistik1B_penelitian ke3_krlompok sosial

Judul Penelitian:
Pengaruh Komunitas Seni Budaya Tradisional Terhadap Pengetahuan Masyarakat Tentang Budaya Tradisional Indonesia
Nama Peneliti:
Rizky Ananda (1112051100031)
 
I.                   Latar Belakang
Indonesia merupakan  negara multikultural yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan etnis tradisional. Sudah pasti hal ini menyebabkan perbedaan dalam keseharian dan kebudayaan masyarakat Indonesia. Perbedaan ini menyebabkan adanya keunikan masing masing dari tiap daerah. Keunikan inilah yang menjadikan daerah daerah tersebut memilkiki ciri khas yang menjadi identitas tiap tiap daerah tersebut.
Kebudayaan Indonesia tidak berdiri sendiri melainkan melalui sejarah, proses dan juga melalui kepercayaan terhadap hal hal yang dianggap keramat atau hal hal baik. Hal ini menjadikan budaya tradisional Indonesia memiliki banyak mitos mitos yang sampai saat ini masih dipegang teguh oleh masyarakat.
Seiring perkembangan zaman, dan semakin berkembangnya arus globalisasi menyebabkan banyak budaya asing masuk ke Indonesia tanpa mendapat saringan. Hal ini dengan mudahnya mengubah paradigma pandangan masyarakat Indonesia tentang gaya hidup masyarakat Indonesia.Ditambah dengan semakin berkembangnya teknologi komunikasi menjadi sarana untuk mempermudaah mendapatkan informasi dengan bebasnya. Hal ini memoderenisasikan kehidupan masyarakat Indonesia, menjadi lebih mudah.
Moderenisasi, globalisasi, dan perkembangan teknologi komunikasi ini juga bias menjkadi hal yang kurang baik atau bahkan bias menjadi hal buruk. Karena bengan semakin berkembangnya globalisasi, bias menyebabkan kemunduran dalam kebudayaan tradisional Indonesia. Kemunduran ini bahkan bisa menjadi krisis kebudayaan masyarakat tradisional Indonesia.
Hal ini juga tidak terlepas dari kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap budaya tradisional yang telah dimiliki. Pengaruh bimbingan dan pembinaan orang tua juga menjadi hal utama dalam pengetahuan anak muda tentang seni budaya tradisional. Saat ini banyak orang tua kurang bahkan tidak mengajarkan dan mendidik anak anak mereka tentang budaya tradisional, sehingga ketika mereka tumbuh semakin besar mereka merasa tidak memiliki budaya tradisional. Dan ketika saatnya mereka dewasa, sudah pasti mereka juga tidak bisa mengajari anak anak mereka tentang budaya tradisional.
Hal-hal tersebutlah yang menyebabkan budaya tradisional Indonesia menjadi tidak popular lagi, dan bahkan bisa menyebabkan krisis kebudayaan di kalangan anak muda dan penerus bangsa.
Banyak hal yang bisa dilakukan untuk dapat melestarikan bangsa, salah satunya dengan mengenalkan dan membudayakan seni budaya tradisional Indonesia. Untuk dapat melaksanakan hal tersebut bias dilakukan dengan cara mengikuti sanggar kebudayaan tradisional. Dengan mengikuti kegiatan seperti ini bisa mengajak anak muda untuk turuk berpartisipasi langsung dalam membudayakan budaya asli Indonesia.
II.                Pertanyaan Pokok Penelitian
 
1.      Bagaimana peranan komunitas tradisional Asteryospaners terhadap pengetahuan masyarakat pada budaya tradisional Indonesia?
 
2.      Mengapa masyarakat Indonesia harus mempelajari seni budaya tradisional?
 
III.             Metode Penelitian
 
Metode yang digunuakan dalam Penelitian ini adalah Metode Kualitatif. Metode Kualitatif merupakan metode yang mengambil data secara langsung dan memakan energy yang lebih banyak. Metode Kualitatif ini bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan melakukan interview atau berpartisipasi langsung. Saya melakukan penelitian dengan interview. Metode ini tidak menggunakan angket, melainkan dengan pertanyaan seperti mengapa atau bagaimana sehingga subyek penelitian menjawab dengan lebih jelas dan rinci. Pertanyan yang diajukan seputar tema penelitian yaitu Pengaruh Komunitas Seni Budaya Tradisional Terhadap Pengetahuan Masyarakat Tentang Budaya Tradisional Indonesia.
Pada penelitian kali ini peneliti melakukan penelitian dengan mewawancarai langsung narasumber yang merupakan pendiri sekaligus anggota dari Asteryospaners yang merupakan komunitas seni tradsional Indonesia.
Lokasi penelitian: Kediaman Bapak Danang, Komplek Villa Japos blok c1/10, pd. Aren, tangerang Selatan
Waktu Penelitian: Senin, 26 November 2012, pukul 14.30 WIB
 
IV.             Gambaran Subjek/Objek Penelitian
Danang Sutowijoyo adalah seorang pria berusia 22 tahun. Pria yang mencintai kebudayaan tradisional Indonesia ini merupakan lulusan sarjana komunikasi Universitas Mercu Buana pada tahun 2012. Kecintaannya terhadap kebudayaan Indonesia ini menjadi penyebab beliau menjadi prihatin terhadap krisis budaya tradisional Indonesia. Maka pada tahun 2007 bersama teman temannya, mereka diutus oleh Dewan Kesenian Jakarta untuk mewakili SMAN 90 untuk ikut dalam Apresiasi Seni Pertunjukan untuk membawakan kebudayaan adat tradisional Papua.
Dengan keikutsertaannya dalam Asteryospaners, beliau ingin mengajak anak anak muda untuk mulai belajar tentang bagaimana budaya tradisional itu sendiri. Seperti motonya S ave our culture, danang tidak malu untuk melatih  dan mengajarkan anak anak muda tentang budaya Indonesia.
Asteryospaners  merupakan suatu organisasi/komunitas  seni budaya tradisional yang melestarikan dan membudayakan tentang budaya Papua, kegiatan yang dilakukan Asteryospaners antara lain adalah mengajak anak muda khususnya pemuda pemudi Indonesia untuk belajar,  mencintai dan melestarikan budaya Indonesia, dalam kasus ini budaya papua. Hal yang di ajarkan dalam Asteryospaners antara lain adalah seni menari seni bernyanyi dan juga seni bermain musik khas papua.
 Asteryospaners sampai saat ini baru bisa melestarikan  seni budaya tradisonal Yospan yaitu singkatan dari Yosim dan Pancar, Yosim yang berarti gunung dan Pancar yang berarti pesisir. Jika ada kesempatan untuk bias mempelajari dan  melestarikan budaya daerah lain, Asteryospaners sangat mendukung dan sangat tertarik, hanya saja terdapat berbagai kendala untuk menjadikan Ateryospaners lebih berkembang. Salah satunya faktor minimnya pelatih dan minimnya peminat yang menjadi penerus budaya tersebut.
 
V.                Analisis
Kebudayaan Indonesia merupakan identitas Negara Indonesia, kebudayaan ini juga termasuk kebudayaan tradisional Indonesia dan juga seni budaya tradisional Indonesia. Indonesia sendiri terdiri dari banyak budaya tradisi yang berasal dari berbagai daerah daerah di Indonesia, karena dari setiap daerah Indonesia memiliki cirri khas dan budaya yang berbeda dan unik.
Budaya tradisional saat ini mengalami krisis kemunduran dalam eksistensinya. Hal ini diseebabkan dengamn kurangnya pengetahuan masyarakat Indonesia tentang budaya tradisional yang dimiliki oleh negaranya sendiri. Kurangnya pengetahuan ini menjadikan tidak adanya rasa memiliki yang menyebabkan kurangnya minat untuk melestarikan budaya tradisional Indonesia.
Untuk mengatasi masalah ini, beberapa budayawan membentuk dan membuat kelompok atau sanggar seni budaya tradisional Indonesia, untuk melestarikan budaya asli Indonesia agar tetap terjaga eksistensinya. Namun lagi lagi hal ini mengalami bangyak kendala karena kurangnya informasi masyarakat khususnya anak muda tentang budaya Indonesia, sehingga menjadikan mereka enggan untuk ikut turut andil dalam pelestarian budaya tradisional Indonesia.
Sejauh ini peranan Asteryospaners dalam andil untuk memberikan pengetahuan tentang seni budaya tradisional Indonesia dirasa sudah cukup membantu, karena mayoritas anggotanya adalah anak muda yang masih memiliki semangat yang berapi api dalam pelestarian budaya Indonesia. Dan ini dapat membantu pemerintah untuk memberikan pengetahuan tentang budaya tradisioanal Indonesia. Yang juga pastinya turut dalam pelestarian budaya Indonesia yang kini sudah mulai pudar.
Mengapa masyarakat Indonesia harus mempelajari budaya Indonesia? Hal ini mungkin dirasa sepele tapi sesungguhnya hal ini merupakan hal terpenting dalam pelestarian kebudayaan Indonesia. Karena dengan adanya pengetahuan tentang budaya negara sendiri ini menjadi awal dari adanya rasa memiliki yang bisa menyebabkan timbulnya rasa mencintai dan akhirnya terjadilah pelestarian budaya terhadap nilai nilai budaya Indonesia.
Hal sebaliknya juga bisa terjadi seperti jika kita tidak mengenal budaya negeri kita sendiri, pastinya kita tidak tahu apa sebenarnya yang kita miliki dan apa sebenarnya potensi juga keindahan apa yang ada dalam nilai nilai kebudayaan, sehingga kita menjadfi cenderung u tuk tidak perduli lagi tentang budaya itu sendiri. Sudah pasti hal ini menyebabkan mundurnya nilai nilai budaya dan adat istiadat budaya Indonesia. Yang bisa menjadi krisis dan pada saat yang paling buruk adalah kehilangan budaya itu sendiri.
Maka dari itu, pemahaman dan pengenalam tentang budaya negeri sendiri dirasa sangat penting demi menjaga eksistensi nilai budaya itu sendiri. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mengikuti kegiatan Seni Budaya Tradisional Indonesia.
 
 
DAFTAR PUSTAKA
Narasumber: Danang Sutowijoyo, S.kom (Pendiri Asteryospaners)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini