Senin, 19 Mei 2014

Meidi Kartikasari_tugas7_TOR PENELITIAN

T.O.R LAPORAN HASIL PENELITIAN LAPANGAN
"KEHIDUPAN MASYARAKAT MISKIN Di DAERAH MENTENG ATAS,JAK-SEL"
 
A.   Latar Belakang
Konsep pemahaman tentang kemiskinan sangat beragam, mulai dari sekadar ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dan juga ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan yang cukup dasar dalam kehidupan sehari-hari, kurangnya kesempatan berusaha dan juga kurangnya lapangan pekerjaan, hingga pengertian yang lebih luas yang memasukkan aspek sosial dan moral. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kemiskinan terkait dengan sikap, budaya hidup, dan lingkungan dalam suatu masyarakat. Kemiskinan juga dapat diartikan sebagai ketidakberdayaan sekelompok masyarakat terhadap sistem yang diterapkan oleh suatu pemerintahan sehingga mereka berada pada posisi yang sangat lemah dan tereksploitasi. Tetapi pada umumnya, ketika kemiskinan dibicarakan, yang dimaksud adalah kemiskinan material. Dengan pengertian ini, maka seseorang masuk dalam kategori miskin apabila tidak mampu memenuhi standar minimum kebutuhan pokok untuk dapat hidup secara layak. Ini yang sering disebut dengan kemiskinan konsumsi. Status miskin dalam kehidupan juga relatif . ada  standar tertentu yang dapat mengelompokan seseorang masuk dalam kategori masyarakat miskin.
-Mengapa penting untuk di teliti
  Untuk mengetahui seberapa banyak orang miskin yang belum diketahui di daerah jakarta ini.
-Asumsi
  Pandangan dari penelitian ini bahwa kemiskinan di daerah jakarta sangatlah banyak sehingga sulit untuk menemukan solusi dan memecahkan masalah tersebut.
B.   Metodelogi Sosiologi yang Digunakan
Dalam penelitian ini saya menggunakan metodelogi sosiologi dari Emil Durkhem. Karena pada penelitian yang saya ambil, memiliki subjek yang bisa digolongkan sebagai kelompok. Metodenya jelas yaitu, obsevasi karena saya terjun langsung ke kelompok masyarakat tersebut.
 
C.   Tujuan
Untuk mengetahui kemiskinan di Indonesia, mengetahui factor penyebab terjadinya kemiskinan, serta mengetahui cara penanggulangan kemiskinan yang ada.
 
D.   Kegiatan
1.      Nama kegiatan : Penelitian lapangan dengan tema "Kehidupan  masyarakat miskin  di daerah Menteng Atas,Jakarta selatan".
2.      Bentuk kegiatan : Penelitian lapangan langsung untuk mengetahui sisi lain dari Keidupan masyarakat miskin di daerah Menteng Atas, Jakarta selatan.
 
E.    Waktu, Tempat, dan Narasumber
Hari/Tanggal : Kamis , 15 Mei 2014
Waktu           : 10.00 – sampai dengan selesai
Tempat          : Jln. Menteng atas selatan 2 gg 2 , menteng atas Jakarta selatan.
Narasumber  : 1. Bapak H. Yahya (ketua RT setempat)
 
F.    Pertanyaan dan Jawaban
1.      Menurut Bapak apa saja factor penyebab kemiskinan itu terjadi?
Jawaban: Kemiskinan itu terjadi disebabkan oleh  faktor , yaitu : kemiskinan alamiah yang terjadi karna terbatasnya sumber pencarian mereka. Kemiskinan buatan terjadi karena lembaga-lembaga yang ada di masyarakat embuat sebagian warganya tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain yang telah teredia.
 
G.   Metode
Dalam penelitian lapangan dengan tema tersebut metode yang saya gunakan adalah kualitatif.
 
H.   Penutup
Demikian laporan penelitian lapangan ini saya sampaikan,semoga informasi yang saya dapat dalam kegiatan  tersebut bisa berguna untuk orang banyak .Atas perhatianya saya ucapkan terima kasih, semoga mendapat respon dan dukungan yang positif.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
HASIL PENELITIAN
 
Adapun kemiskinan, berdasarkan kategorinya bias dibedakan menurut dan penyebabnya.
1.Menurut jenisnya.
Dalam hal ini kemiskinan dibedakan menjadi:
a.Kemiskinan absolut/mutlak
Adalah keadaan yang mana pendapatan kasar bulanan tidak mencukupi untuk membeli keperluan minimum sebuah isi rumah yang diukur berdasarkan tahap perbelanjaan minimum.1

b.Kemiskinan relative 
Adalah kemiskinan yang dilihat berdasarkan perbandingan antara sesuatu tingkat pendapatan lainnya. Contohnya, seseorang yang tergolong kaya (mampu) pada masyarakat desa tertentu bias jadi termiskin pada masyarakat desa yang lain.2

2.Menurut penyebabnya
Dilihat dari segi penyebabnya kemiskinan dapat dibagi menjadi
A. Kemiskinan structural
Kemiskinan struktural ini adalah suatu kondisi di mana sekelompok orang berada di dalam wilayah kemiskinan, dan tidak ada peluang bagi mereka untuk keluar dari kemiskinan, bahkan juga anak-anaknya. Mereka terjebak dalam lingkaran setan kemiskinan, dan bisa dikatakan mengalami "kemiskinan abadi". Jika seorang pemulung punya anak, dan dia tidak memiliki biaya untuk memberikan gizi yang cukup, maka akan berdampak kepada kecerdasan sang anak, lalu juga tidak punya biaya menyekolahkan anaknya, maka seakan-akan keluar dari wilayah kemiskinan hanyalah sebuah angan-angan. 3
Apa yang bisa membawa orang keluar dari kemiskinan struktural ? Paling tidak secara teoritis ada 2 (dua) hal, yaitu (1) gizi yang baik semasa balita, serta (2) pendidikan yang memadai. Dengan dua hal tersebut, kemiskinan struktural bisa diatasi perlahan-lahan. Dengan demikian, program nasional atau gerakan masyarakat pemberian gizi tambahan untuk balita miskin juga salah satu upaya penting dalam menanggulangi kemiskinan struktural ini. Demikian juga dengan penyediaan sekolah yang gratis untuk masyarakat miskin. Program anak asuh yang menjadi inisiatif masyarakat beberapa tahun yang lalu juga merupakan upaya untuk mengatasi kemiskinan struktural. 4

B. Kemiskinan kultural
Disebut kemiskinan kultural, adalah budaya yang membuat orang miskin, yang dalam antropologi disebut Koentjaraningrat dengan mentalitas atau kebudayan kemiskinan sebagai adanya budaya miskin. Seperti, masyarakat yang pasrah dengan keadaannya dan menganggap bahwa mereka miskin karena turunan, atau karena dulu orang tuanya atau nenek moyangnya juga miskin, sehingga usahanya untuk maju menjadi kurang.5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini