Rabu, 07 Oktober 2015

Risna Siti Rahmah_Profil Sosiolog, Teori, dan Pengaruhnya_Tugas4Soskot

Profil Sosiolog, Teori dan Pengaruhnya

"Emile Durkheim"

 

Kelahiran dan Lingkungan Tempat Tinggal

Emile Durkheim lahir di Epinal, Perancis, 15 April 1858. Ia keturunan pendeta Yahudi dan ia ssendiri belajar untuk menjadi pendeta (rabbi). Tetapi, ketika berumur 10 tahun ia menolak menjadi pendeta. Sejak saat itu perhatiannya terhadap agama lebih bersifat akademis ketimbang teologis (mestrovis, 1988 dalam George Ritzer dan Douglas J. Goodman). Ia bukan hanya kecewa terhadap pendidikan agama, tetapi juga pendidikan umumnya dan banyak memberi perhatian terhadap masalah kesusastraan dan estetika.

Ia mendalami metodologi ilmiah dan prinsip moral yang diperlukan untuk menuntun kehidupan sosial. Ia menolak karir tradisional dalam filsafat dan berupaya mendapatkan pendidikan ilmiah yang dapat disumbangkan untuk pedoman moral masyarakat. Meski ia tertarik pada sosiologi ilmiah tetapi waktu itu belum ada bidang sosiologi sehingga antara 1882-1887 ia mengajar filsafat di sejumlah sekolah di Paris.

Emile Durkheim meninggal pada 15 November 1917 sebagai seorang tokoh intelektual Perancis tersohor. Tetapi, kaya Emile Durkheim mulai memengaruhi sosiologi Amerika dua puluh tahun sesudah kematiannya, yakni setelah terbitnya The Structure of Sosial Action (1937) karyanya Talcott Parsons. Biografi yang definitif tentang Durkheim adalah karya Steven Lukes, Emile Durkheim: His Life and Work (1973), yang memberikan pembahasan menyeluruh tentang pendekatan Durkheim terhadap teori sosial atau sosiologi.

 

Pendidikan dan Kehidupan

Setelah mencoba dua kali, akhirnya pada kesempatan ketiga kalinya, Durkheim diterima menjadi murid dari sekolah yang palig elitis dan terpilih di Prancis, Ecole Normale Superieur, di Paris, pada tahun 1879. Di situlah dia belajar sampai tahun 1882. Setelah menamatkan pelajaran di Ecole Normale, sampai tahun 1887, kecuali setahun ketika ia berdiam di Jerman untuk mempelajari situasi pemikiran di sana, Durkheim mengajar diberbagai Lycee. Pada tahun 1887 dia diundang untuk mengajar di Universitas Bordeaux dan pada tahun 1896 ia menjadi Profesor penuh di Universitas Bordeaux. Sampai denga tahun 1902, ketika ia akhirnya diundang ke Sorbonne (Paris). Durkheim berhasil menyelesaikan tiga dari empat buku klasiknya, dan pada tahun 1906 ia menjadi profesor ilmu pendidikan dan sosiologi di Universitas tersebut.

Dalam dunia pendidikan, Durkheim juga merupakan salah satu pemerhatinya terbukti pada saat dia mengajar di Universitas Bordeaux dia membuka pusat pendidikan guru yang pertama di Prancis. Di sana ia mengajar pedagogi (pendidikan ilmu anak-anak) dan ilmu-ilmu sosial (suatu posisi baru di Prancis). Dari posisi ini Durkheim memperbarui sistem sekolah Prancis dan memperkenalkan studi ilmu-ilmu sosial dalam kurikulumnya. Selain itu Durkheim juga tertarik pada bagaimana pendidikan dapat digunakan untuk memberikan kepada warga Prancis semacam latar belakang sekuler bersama yang dibutuhkan untuk mencegah anomi (keadaan tanpa hukum) dalam masyarakat modern. Dengan tujuan inilah ia mengusulkan pembentukan kelompok-kelompok profesional yang berfungsi sebagai sumber solidaritas bagi orang-orang dewasa.

 

Karya Intelektual dan Penghargaan

Hubungan Durkheim dengan Pencerahan jauh lebih mendua ketimbang Comte. Durkheim dipandang sebagai pewaris tradisi Pencerahan karena penekanannya pada sains dan reformisme sosial, selain itu Durkheim dipandang sebagai pewaris tradisi konservatif. Durkheim mengembangkan basis akademi yang kokoh untuk kemajuan karirnya. Durkheim melegitimasi sosiologi di Perancis dankaryanya akhirnya menjadi kekuatan dominan dalam perkembangan sosiologi pada umumnya, dan perkembangan teori sosiologi pada khususnya. Ada beberapa karya intelektualnya yang terkenal.

Fakta-fakta Sosial. Durkheim mengembangkan konsep masalah pokok sosiologi penting dan kemudian diujinya melalui studi empiris. Dalam The Rule of Sociological Method (1895/1982) Durkheim menekankan bahwa tugas sosiologi adalah mempelajari apa yang ia sebut sebagai fakta-fakta sosial. Ia membayangkan bahwa fakta sosial sebagai kekuatan dan struktur yang bersifat eksternal dan memaksa individu. Dalam The Rule of Sociological Method ia membedakan anatar dua tife fakta sosial: material dan nonmaterial. Fakta sosial material  seperti birokrasi, dan hukum, sedangkan fakta-fakta sosial nonmaterial misalnya kultur, institusi sosial.

Agama. Dalam karyanya kemudian, fakta sosial nonmaterial menempati posisi yang jauh lebih sentral. Dalam karya yang terakhir The Elementary Forms of Religious Life (1912/1965), ia memusatkan perhatian pada bentuk terakhir fakta sosial nonmaterial yakni agama. Dalam karya ini Durkheim membahas masyarakat primitif untuk menemukan agama. Durkheim yakin bahwa ia akan dapat secara lebih baik menemukan akar agama itu dengan jalan membandingkan masyarakat primitif yang sedrhana ketimbang di dalam masyarakat modern yang kompleks. Temuannya adalah bahwa sumber agama adalah masyarakat itu sendiri.

Hasratnya terhadap ilmu semakin besar ketika dalam perjalanannya ke Jerman berkenalan dengan psikologi ilmiah yang dirintis oleh Wilhelm Wundt (Durkheim, 1887/1993 dalam George Ritzer dan Douglas J. Goodman). Beberapa tahun sesudah kunjungannya ke Jerman, Durkheim menerbitkan sejumlah buku diantaranya adalah tentang pengalamannya selama di Jerman (R. Jones, 1994 dalam George Ritzer dan Douglas J. Goodman). Penerbitan bukunya membantu Durkheim mendapat jabatan di Jurusan Filsafat Universitas Bordeaux tahun 1887. Disinilah pertama kali Durkheim memberikan kuliah ilmu sosial di Universitas Perancis. Ini adalah prestasi istimewa karena hanya berjarak satu dekade sebelumnya kehebohan meledak di Universitas Perancis setelah nama Auguste Comte muncul dalam disertasi Mahasiswa.

Tahun-tahun berikutnya ditandai oleh serentetan kesuksesan pribadi. Tahun 1893 ia menerbitkan tesis doktornya, The Division of Labor in Society dalam bahasa Perancis dan tesisnya tentang Montesquieu dalam bahasa Latin. Buku metodologi utamanya, The Rules of Sociological Method, terbit tahun 1895. Sekitar tahun 1896 ia menjadi profesor penuh di Universitas Bordeaux. Tahun 1902 ia mendapat kehormatan mengajar di Universitas di Perancis yang terkenal, Sorbonne, dan tahun 1906ia menjadi profesor ilmu pendidikan dan pada 1913 titel ini diubah menjadi profesor ilmu pendidikan dan sosiologi. Karyanya yang sangat terkenal lainnya, The Elementary Forms of Religious Life, diterbitkan pada 1912.

 

Pengaruh Teori Sosiologi

Durkheim berpengaruh besar dalam pembangunan sosiologi, tetapi pengaruhnya tidak hanya terbatas di bidang sosiologi saja. Sebagian besar pengaruhnya terhadap bidang lain tersalur melalui jurnal L'annee Sociologique pada 1898. Jurnal ini sangat berpengaruh dalam perkembangan dan penyebaran sosiologi.

Durkheim dengan gigih membantu pertumbuhan sosiologi dan ia menggunakan jurnalnya sebagai sarana untuk membangun kelompok muridnya. Muridnya ini kemudian mengembangkan gagasan Durkheim dan  menyebarkannya ke berbagai aspek kehidupan sosial yang lain (seperti sosiologi hukum dan sosiologi perkotaan). Tahun 1910 Durkheim mendirikan pusat kajian sosiologi yang kuat di Perancis dankajian sosiologi secara akademis melembaga secara baik.

 

Contoh dalam Menganalisis Kota

Ada beberapa contoh dari teori Emile Durkheim yang teorinya dapat dipergunakan untuk menganalisis kota. Salah satunya adalah tentang fakta sosial, fakta sosial dapat diartikan pola-pola dari tingkah laku yang pantas, tekanan kekuatan yang memaksa pada setiap individu. Selain itu fakta sosial menjadi panduan dan pengendalian tingkah laku dari luar dalam bentuk norma, adat istiadat, kebiasaan.

Struktur dapat dikatakan relasi antar aktor (di satu wilayah) yang kemudian membentuk pola-pola tertentu dan bisa diidentifikasi motif dibalik relasi-relasi tersebut. Contohnya: dalam struktur pemerintahan (Walikota-rakyat), struktur perusahaan (bos-bawahan), struktur unit keluarga dsb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini