Rabu, 02 Desember 2015

tugas observasi lapangan Sonya Sania KPI 1B (11150510000095) - Maulidya Muslimah Jurnalistik 1A (11150510000052)

Hasil Observasi Lapangan

TUGAS SOSIOLOGI

Disusun Oleh:

Sonya Sania

KPI 1B (11150510000095)

Maulidya Muslimah

Jurnalistik 1A (11150510000052)

 

BAB I

PENDAHULUAN

Konflik adalah proses sosial yang di dalamnya orang per orang atau kelompok manusia berusaha mencapai tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan dengan menggunakan ancaman atau kekerasan. Sebagai bagian masyarakat negara dan masyarakat dunia, tidak ada seorang pun yang menginginkan timbulnya konflik. Walaupun demikian, konflik akan selalu ada di setiap pola hubungan dan juga budaya. Pada dasarnya konflik merupakan fenomena dan pengalaman alamiah.

Konflik dalam masyarakat dibedakan menjadi konflik pribadi, konflik konflik rasial, konflik antarkelas sosial, konflik internasional, konflik berbasis massa, dan antarkelompok.

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

Karl Marx dipandang sebagai tokoh utama—dan yang paling kontroversial—yang menjelaskan sumber-sumber konflik serta pengaruhnya terhadap peningkatan perubahan sosial secara revolusioner. Marx mengatakan bahwa potensi-potensi konflik terutama terjadi dalam bidang pekonomian, dan ia pun memperlihatkan bahwa perjuangan atau konflik juga terjadi dalam bidang distribusi prestise/status dan kekuasaan politik.
Segi-segi pemikiran filosofis Marx berpusat pada usaha untuk membuka kedok sistem nilai masyarakat, pola kepercayaan dan bentuk kesadaran sebagai ideologi yang mencerminkan dan memperkuat kepentingan kelas yang berkuasa. Meskipun dalam pandangannya, orientasi budaya tidak seluruhnya ditentukan oleh struktur kelas ekonomi, orientasi tersebut sangat dipengaruhi dan dipaksa oleh struktur tersebut. Tekanan Marx pada pentingnya kondisi materiil seperti terlihat dalam struktur masyarakat, membatasi pengaruh budaya terhadap kesadaran individu para pelakunya. Terdapat beberapa segi kenyataan sosial yang Marx tekankan, yang tidak dapat diabaikan oleh teori apa pun yaitu antara lain adalah, pengakuan terhadap adanya struktur kelas dalam masyarakat, kepentingan ekonomi yang saling bertentangan diantara orang-orang dalam kelas berbeda, pengaruh yang besar dari posisi kelas ekonomi terhadap gaya hidup seseorang serta bentuk kesadaran dan berbagai pengaruh dari konflik kelas dalam menimbulkan perubahan struktur sosial, merupakan sesuatu hal yang sangat penting. Marx lebih cenderung melihat nilai dan norma budaya sebagai ideologi yang mencerminkan usaha kelompok-kelompok dominan untuk membenarkan berlangsungnya dominasi mereka. Selanjutnya, mereka pun berusaha mengungkapkan berbagai kepentingan yang berbeda dan bertentangan yang mungkin dikelabui oleh munculnya konsensus nilai dan norma. Apabila konsensus terhadap nilai dan norma ada, para ahli teori konflik menduga bahwa konsensus itu mencerminkan kontrol dari kelompok dominan dalam masyarakat terhadap berbagai media komunikasi (seperti lembaga pendidikan dan lembaga media massa), dimana kesadaran individu dan komitmen ideologi bagi kepentingan kelompok dominan dibentuk.

BAB III

HASIL OBSERVASI

 

Abad ke-19, kapitalisme pasar bebas hanya menguntungkan Negara kaya. Banyak orang yang menjadi semakin miskin karena kapitalisme ini. Kapitalisme ini telah melampaui kesederhanaan dan tenaga kerja menjadi roda dan mesin kapitalis raksasa. Pada akhir abad 20, kapitalisme mengendalikan hampir seluruh perekonomian internasional. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi mendukung kapitalisme pasar bebas.

Proletariat ialah istilah yang di gunakan untuk mengidentifikasikan kelas sosial rendah. Atau busa juga di sebut sebagai orang yang tidak memiliki kekayaan. Marx mengubah menjadi istilah sosial yang menunjuk pada kelas pekerja. Pekerjaan mereka seperti petani , buruh, nelayan dan para pekerja kasar.

Sebagai orang kecil hanya menurut saja kepada atasan karna mereka telah memberi lapangan kerja bagi mereka yang kurang memiliki pendidikan yang tinggi. Kelas proletar adalah kelas yang tidak memiliki sarana dan alat produksi sehingga dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi mereka hanya bisa menjual tenaganya.kelas bonjuis atau komunis menggunakan Negara dan hokum untuk mendominasi kelas proletar. Pertambahan jumlah penduduk akan menyulitkan kehidupan kelompok proletar karna tuntutan akan lapangan pekerjaaan semakin tinggisemantara jumlah lapangan yang tersedia tidak bertambah. Karna banyaknya jumlah penduduk. Menyebabkan seorang yang telah bekerja di perusahaan tersebut akan merasa takut akan tersingkirkan . oleh sebab itu mereka terpaksa harus memenuhi target perusahaan. Dan apabila pekerja tidak setuju dengan upah yang tidak mereka suka maka, masih banyak yang menginginkan posisi itu. Kehidupan kelompok kelas kapitalis (borjuis) akan semakin berlimpah dengan segala kemewahannya. Hal ini yang menyebabkan timbulnya konnflik sosial. Dapat di artikan penyebab konlik sosial ialah karena tajam ketimpangan sosial berikut eksploitasi. Para pekerja tidak bisa menolak, karna apabila ia menolak mereka akan tergantikan dengan orang-orang lain. Pengangguran adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari dalam sebuah masyarakat yang didasarkan atas pencarian keuntungan. Tujuan utama dari produksi bukan untuk memenuhi kebutuhan manusia, melainkan untuk memproduksi secepat mungkin dan semurah mungkin. Dengan cara ini, perusahaan-perusahaan bisa memaksimalkan keuntungan mereka di pasaran.

 

Demo buruh atau pekerja tidak menghasilkan apapun bila demo tersebut mendapat hasil kenikan upah minimum rakyat (UMR) tetap saja kehidupan ekonomi akan terus menaik. UMR semaikn tinggi dan bahan-bahan pokok juga semakin meninggi mengikuti perkembangan ekonomi. Bisa jadi ini termasuk politik para kapitalis.

Beberapa istilah dan pengertian buruh yang dipakai secara berbaur sesuai dengan konteks kalimat dan penekanannya. Dengan demikian akan dapat dijumpai penggunaan kata yang tidak seragam dari satu bab atau sub-bab. Misalnya istilah buruh dan pekerja dipakai secara mana suka (arbitre) dan tidak mesti bergantung pada konteksnya. Istilah buruh lebih banyak dipergunakan dibandingkan dengan istilah pekerja karena nuansanya dianggap lebih enak bagi pembaca, seperti istilah buruh tani, bukan pekerja tani. Demikian juga istilah gerakan buruh, bukan gerakan pekerja. Atau menggunakan perlawanan kata antara buruh dengan majikan atau pekerja dengan penguasa, bukan sebaliknya, karena akan terasaa janggal, meski hak demikian secara akademis dapat dibenarkan, tergantun pada defenisi gudan basan yang dipergunakan.

Kapitalis telah menciptakan lapangan kerja, para masyarakat bawah merasa di untungkan bilang perusahaan itu memiliki timbal balik yang seimbang. Sebelum bekerja sudah ada kesepakatan dari  pekerja dan pengusahan , tentang seberapa gaji yang akan ia terima. Buruh telah menerima dan menjalankan pekerjaannya. Walau pun memang tidak sesuai dengan pekerjaan yang berat. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya memang kurang. namun, buruh hanya bisa menerima dan merasa cukup dan mencukup-cukupinya. Karna hanya ini yang bisa di lakukan untuk menghasilkan uang. Lebih baik bekerja keras yang halal walaupun hasil tidak banyak namun tetap merasa tenang karna pekerjaan yang di tekuninya. Dibandingkan bekerja criminal tidak halal dan hidup selalu merasa tidak aman.

Para kapitalis mengadakan peningkatan yang derastis namun pasti ada peningkatan. Asalkan pekerja itu rajin tekun dan tidak bermalas-malas saat bekerja . mereka bisa naik tingkatan sesuai ijazah yang mereka punya. Akan ada upah tambahaan saat pekerja melakukan lembur. Setiap perusahaan pasti memiliki sistem penaikan karir. Proses ini pun lama sekali bisa masa 7-10 tahun setelah bekerja. Bahkan saat ini perusahaan mengunakan sistem kontrak yang kemungkinan kecil untuk menaikan karir.

Secara teknis apabila pekerja memiliki kesalahan atau kekurangan dalam bekerja yang merugikan hal-hal menyangkut perusahaan. Pasti Pemilik saham akan menegur si pekerja , dengan tahapan teguran sesuai prosedur perusahaan. Pertentangan atau konflik ini ialah konflik satu arah karna hanya pemikik perusahaan yang bisa marah. Pekerja tidak bisa , bila mereka tidak suka, maka mereka harus meninggalkan perusahaan tersebut.

Seorang akan di katakan memiliki kekuasaan potensial jika ia memliki sumber-sumber kekuasaan seperti tanah , kekayaan yang melimpah , pengetahuan , informasi, popularitas, status sosial yang tinggi, massa jabatan yang terorganisasi dan jabatan. Dan seseorang akan di katakana memiliki kekuasaan actual, jika ia menggunakan potensi sumber kekuasaan peluang untuk menguasai pihak lain untuk kegiatan politik.

Kondisi masyarakat Indonesia yang beranekaragam membuat berbagai macam tingkat kehidupan masyarakat. Tingkat kehidupan dan berbagai macam factor yang secara vertikal menjadi pembeda dalam masyarakat. Perbedaan dalam kehidupan sosial tersebut dalam sosiologi kita kenal dengan konsep stratifikasi sosial. Strtifikasi sosial yang membedakan masyarakat diaplikasikan dalam bentuk kelas-kelas sosial. Kita tahu kelas sosial yang sering menuai konflik di negari kita ini. Kelas pengusaha dan buruh merupakan kedua kelas yang samapai sekarang tetap saja berkonflik, berbagai macam kebijakan dan formula yang dihasilkan negara dan atas kesepakatan kedua kelas tesebut rasanya belum cukup ampuh untuk meminimalisir konflik yang sering terjadi dan memakan korban jiwa.

Kelas pengusaha yang mempunyai berbagai macam cara untuk tetap memperoleh keuntungan walaupun kadang berlaku tidak adil terhadap kelas buruh yang seharusnya dihargai sebagai mitra kerjanya. Berbagai macam kebijakan Accoursing yang luarnya kelihatan memudahkan buruh dalam mendapatkan kerja tapi didalamnya justru merugikan buruh 

Kekuatan globalisasi ekonomi atau globalisasi kapitalisme adalah liberalisme ekonomi. Ilmuwan menyebutnya kapitalisme pasar bebas. Berbeda dengan kapitalisme kesejahteraan, yaitu kapitalisme yang diregulasi dan direformasi, kapitalisme ini tidak membiarkan pasar berjalan sebebas-bebasnya tanpa kendali, tapi perlu diatur agar kapitalisme memberikan keuntungan dan keadilan sampai orang-orang dibawah tingkat kesejahteraan.

Demontrasi kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) sudah menjadi kebudayaan setiap tahunnya. UMR adalah standar minimum yang digunakan oleh pengusaha  atau pelaku industri untuk  memberikan upah kepada pegawai, karyawan atau buruh didalam lingkungan usaha atau kerjanya. Biasanya kelompok orang yang sering kali melakukan demonstrasi meminta kenaikan upah adalah kalangan buruh. Para buruh tersebut rata-rata adalah tenaga kerja terlatih yang memiliki keterampilan masing-masing namun tidak memiliki pengalaman pendidikan yang tinggi . Demontrasi ini dilatarbelakangi oleh perhitungan standar kehidupan layak yang memiliki masa kerja kurang dari 1 tahun dan belum memiliki tanggungan lain atau belum berkeluarga. Upah Minimun Regional (UMR) dapat dikatakan juga sebagai gaji minimum bagi tenaga kerja pemula. Setiap tahunnya para buruh di Indonesia selalu melakukan demonstrasi untuk memperjuangkan Upah dan juga Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Faktor yang mempengaruhi pekerja atau buruh melakukan demonstrasi diantaranya,  naiknya harga BBM, biaya hidup yang terus meningkat dari waktu ke waktu, jumlah penduduk yang semakin bertambah, banyaknya kecurangan seperti KKN, koruptor yang mengkorupsi uang pajak, biaya sekolah yang semakin mahal, pengaruh sosial yang tinggi dan sebagainya. Dampak dari  demontrasi ini seringkali merugikan perusahaan yang memperkerjakan mereka, seperti mogok makan, mogok kerja dan lain-lain. Selain merugikan perusahaan,  demontrasi ini sering kali berakhir anarkis, melibatkan bentrok fisik antara buruh dan yang petugas keamanan. Ketika UMR dinaikkan, otomatis semua gaji karyawan dan manajer tingkat atas pun akan naik. Hal ini  disebut dengan upah sundulan yang artinya ketika buruh atau pekerja tingkat bawah mengalami kenaikan upah, secara otomatis pekerja yang memiliki tingkatan lebih tinggi pun akan mengalami kenaikan upah atau gaji. Sehingga masalah ini hal juga dapat berdampak merugikan pihak perusahaan. Perusahaan menanggung semua beban dan biaya dari biaya pembelian bahan, pajak bangunan, biaya iklan, biaya produksi, dan biaya lainnya yang mendorong kegiatan bisnis. Ditengah harga bahan baku produksi yang  meningkat karena berbagai faktor seperti efek dari kenaikan  BBM,  pihak perusahaan juga harus membayar upah atau gaji yang besar. Kenaikan upah tidak akan terlalu menjadi masalah di kalangan internal perusahaan jika kinerja buruh, pegawai, dan karyawannya pun ikut meningkat. Loyalitas para pekerja terhadap perusahaan seharusnya ikut meningkat seiring dengan kenaikan upah atau gaji. Selain perusahaan yang harus meningkatkan kualitas produk dan menaikkan upah, para karyawan, buruh dan para pegawai juga perlu meningkatkan kinerjanya agar terjadi keseimbangan dan keselarasan antara kinerja karyawan dengan jumlah upah yang didapat setelah dinaikkan. Apabila karyawan bekerja masih sama seperti sebelum upah dinaikkan hal ini akan mendatangkan kerugian untuk perusahaan.  Dampak yang paling ditakutkan yaitu para investor  dan pemilik modal asing menarik asetnya dari perusahaan di Indonesia yang pada akhirnya akan berdampak pada perekonomian nasional.
Melihat konflik yang kerap terjadi antara buruh dan perusahaan mengenai UMR ini, seharusnya bisa membuka mata kedua belah pihak agar bisa mencari akar masalahnya bersama dan menyelesaikannya bersama pula. Tidak dapat dipungkiri bahwa keduanya memang saling membutuhkan. Perusahaan pasti membutuhkan buruh sebagai pekerja dan pekerja membutuhkan pekerjaan di perusahaan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya mengatahui apa yang menjadi hak dan kewajibannya begitu juga para pekerja agar tercipta kerjasama yang kondusif dan tidak ada hal yang merugikan keduanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

Kesimpulan

 

          Kelas sosial merupakan struktur kemasyarakatan yang membedakan antara yang satu dengan yang lain. Kelas sosial yang berbeda dapat dilihat dari kedudukan, peran, status. Oleh sebab itu dapat dikategorikan kelas atas atau kelas bawah. Konflik merupakan sesuatu hal yang dihadapi oleh masyarakat dengan melakukan pertentangan atau perlawanan antara satu dengan yang lain. Biasanya konflik bisa terjadi karena perbedaan kepentingan.

          Kelas sosial sebenarnya adalah pembenda secara vertikal dalam masyarakat. Konflik dalam stratifikasi di Indonesia memang kerap terjadi salah satu konfliknya adalah konflik kelas buruh dan kelas pengusaha. Dalam masyarakat Indonesia yang beranekaragam yang membuat berbagai macam tingkat kehidupan masyarakat. Tingkat kehidupan dan berbagai macam factor yang secara vertikal inilah yang menjadi pembahasan dalam makalah ini. Perbedaan dalam kehidupan sosial yang berujung konflik tersebut dalam sosiologi kita kenal dengan konsep konflik stratifikasi sosial.

            Perbedaan kelas yang ada dalam kalangan masyarakat buruh dan pengusaha ( majikan) dapat mengakibatkan konflik. Seringkali terjadi perlawanan dilakukan oleh kelas bawah ( buruh ) kepada sang pengusaha. Oleh sebab itu perbedaan kelas sosial sangat berhubungan dengan konflik dikalangan perburuhan.

 

 

Daftar Pustaka

Ritzer,George dan Doughlas j.goodman.2014.teori sosiologi.bantu:kreasi wacana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini