Rabu, 23 Maret 2016

Milva susanti_tugas 3_Kebakaran Hutan Di Indonesia

        Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat rentan terhadap bencana kebakaran hutan. Hal tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang harus benar-benar memperhatikan solusi tentang kebakaran hutan itu sendiri. Kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia didominasi terjadi di Kalimantan dan Sumatra. Kebakaran hutan di Indonesia juga menyebabkan dara di Indonesia menjadi semakin tercemar, bahkan bukan hanya Indonesia yang merasakan dampaknya, negara tetangga seperti Malaysia, Singapura hingga Thailand pun ikut merasakan akibat dari kebakaran hutan di Indonesia.
Kebakaran hutan di Indonesia sebernarnya disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya yaitu faktor ulah tangan manusia. Dalam sebuah rubrik publik diberitakan bahwa kebakaran hutan di Indonesia benar-benar didominasi oleh dibakar dengan sengaja oleh para investor yang mempunyai kepentingan tersendiri. Dalam sebuah rubrik yang bersumber dari detik.com diberitakan sebagai berikut:
Penyebab Kebakaran Hutan Terungkap?
Rakyat semakin resah dan pemerintah semakin tertekan untuk temukan jalan keluar dari masalah asap. Di Kalteng untuk bakar satu hektar hutan hanya perlu izin ketua RT. Sanksi bagi perusahaan besar juga mulai diterapkan.
Indonesien Waldbrände in Süd Sumatra
Terungkap fakta bahwa menurut Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah No.15 tahun 2010. Di Kalimantan Tengah, untuk membakar hutan seluas maksimal satu hektar orang hanya perlu izin ketua RT. Demikian laporan detik.com. Sementara untuk membuka lahan dengan cara membakar hutan seluas satu sampai dua hektar, hanya cukup izin dari lurah atau kepala desa.

        Dilaporkan juga, Pemprov Kalimantan Tengah mengizinkan masyarakat membakar hutan secara tertib untuk membuka lahan. Setelah ada bencana kebakaran hutan yang berujung kabut asap, Pergub yang memuat izin membakar hutan itu akan direvisi. "Pergub Nomor 15 Tahun 2010, tentang diperbolehkan membakar lahan kini dalam pengendalian. Sekarang sedang saya proses revisi," kata Penjabat Gubernur Kalteng Hadi Prabowo saat dihubungi detikcom, Jumat (23/10).

Mengapa api sulit dipadamkan?

        Sementara itu juga semakin sering dipertanyakan, mengapa api sulit dipadamkan, padahal sudah melibatkan bantuan dari negara-negara lain. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar membenarkan, kebakaran sulit dipadamkan karena baik di Kalimantan maupun Sumatera, titik api berada pada kedalaman tiga sampai lima meter di bawah tanah. Inilah karakteristik tanah gambut, jika sudah terbakar.

''Dipadamkan di atas sudah mati, ternyata di bawah itu ada rongga yang isinya bara api,'' demikian diterangkan Menteri LHK di kompleks Istana Kepresidenan (Selasa, 6/10). Siti Nurbaya Bakar menambahkan, kondisi tersebut yang menyebabkan kepulan asap masih saja terjadi padahal kobaran api sudah mereda.

        Asap kini sudah meluas sampai ke Thailand, yang biasanya tidak terjangkau asap dari kebakaran hutan Indonesia. Di Thailand selatan kini sekolah-sekolah ditutup. Selain kehidupan sehari masyarakat, asap dari Indonesia juga menyebabkan kerugian besar bagi sektor pariwisata Thailand, mengingat sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan akibat kabut asap.

Sanksi terhadap perusahaan yang terkait

        Sejauh ini pemerintah telah mendaftar 413 perusahaan yang diindikasi melakukan pembakaran hutan di lahan seluas 1,7 juta hektar. Demikian keterangan Siti Nurbaya Bakar. Perusahaan-perusahaan itu kini melalui proses klarifikasi dan verifikasi. Sejauh ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah memberikan sanksi administratif kepada 10 perusahaan yang terkait pembakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Dua di antaranya dicabut izin perusahaannya. Menurut Menteri LHK, langkah itu berdasarkan hasil penyelidikan satgas khusus pengawasan kebakaran lahan dan hutan sejak 22 September. Demikian keterangan yang diberikan Senin (19/10)

        Sepuluh perusahaan tersebut berada di wilayah Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Semua akan dikenai sanksi administratif yang dibagi dalam tiga kategori.

Rakyat butuh dukungan pemerintah

        Rakyat di Sumatera dan Kalimantan yang sudah menderita kabut asap selama berbulan-bulan semakin membutukan sokongan pemerintah. Sejumlah pihak bahkan mendesak pemerintah untuk menyatakan situasi ini sebagai krisis. Pasalnya kini ratusan ribu warga mengalami dampak kesehatan akibat asap.

        Permintaan tolong kepada pemerintah juga disampaikan lewat media sosial. Kalau pemerintah tidak bisa matikan asap, dimohon pemerintah memberi sokongan dana bagi warga yang harus pergi ke dokter karena sakit akibat asap.
sumber: w.dw.com

Refleksi

        Jika dihubungkan dengan kajian ekologi, kebakaran hutan jelas merupakan kasus yang merusak ekologi di Indonesia. Ekologi hutan, ekologi udara dan ekologi manusia merupakan yang paling besar terkena dampaknya. Bencana yang sebenarnya disebabkan oleh tangan manusia ini dapat ditanggulangi atau dicegah bila semua pihak menyadarinya. Sebagai negara yang kaya akan hutannya pemerintah seharusnya meneliti lebih jauh tentang Pergub yang berlaku seperti berita di atas sehingga tidak ada lagi pembolehan dalam pembakaran hutan yang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu dan merugikan rakyat Indonesia itu.
        Selain itu, pemerintah juga seharusnya telah memiliki sanksi tegas bagi oknum-oknum yang dengan sengaja membakar hutan-hutan di Indonesia sehingga Indonesia tidak lagi mengalami bencana kebakaran hutan. Namun bukan hanya pemerintah, masyarakat pun sebenarnya memiliki peran penting dalam pencegahan bencana kebakaran hutan ini. Masyarakat yang tinggal di wilayah dekat hutan juga seharusnya dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mengawasi oknum-oknum pembakar hutan ini. Lebih dari itu, seharuanya oknum-oknum yang notabene-nya juga merupakan rakyat Indonesia ini juga seharusnya sadar bahwa mereka sebenarya telah diperalat oleh para pemilik modal yang serakah tanpa memikirkan kependtingan khalayak ramai/masyarakat Indonesia itu sendiri.

        Jika semua lapisan masyarakat Indonesia sudah tumbuh kesadarannya dalm menjaga lingkungan terutama hutan, saya yakin bahwa bencana kebakaran hutan di Indonesia akan dapat teratasi dan Indonesia dapat menjadi negara yang ramah lingkungan serta damai sejahterah. Karena peran penting dalam penyelamatan ekologi itu sendiri datangnya bukan hanya dari pemerintah, namun jyga dari masyarakatnya. Karena Masyarakat yang mencintai ekologi nya itu akan menuai hasil dari sikalnya itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini