Rabu, 23 Maret 2016

VIKRON FAHREZA_PMI 6_TUGAS 3

Nama : Vikron Fahreza
NIM : 1113054000025


Berkurang nya lahan terbuka hijau akibat pembangunan kos-kosan disekitar lingkungan Kukusan, Depok, Beji Jawa Barat

 

Bencana alam apapun bentuknya pastinya sangat merugikan bagi kita. Masalah bencana sudah menjadi topik yang sangat ramai di era modern sekarang, karena berbagai macam bencana terus menerus datang tanpa disadari oleh kita. Jika bencana terdeteksi tentang kejadiannya, sudah pasti kita akan segera bersiap-siap.

Bencana alam adalah suatu kejadian alam yang dapat mengakibatkan dampak yang sangat besar bagi manusia. Walaupun bencana-bencana tersebut sudah biasa terjadi di bumi, tetap saja kita tidak bisa menghindarinya dan menghentikannya, kita hanya dapat mencegah bencana itu berakibat parah jika terjadi kembali.

Kerugian yang dihasilkan suatu bencana tergantung dari persiapan pencegahannya, jika persiapan yang dilakukan sudah cukup benar maka kemungkinan menderita kerugian tidaklah besar. Bencana alam merupakan konsukuensi bagi keterlibatan manusia terhadap pengerusakan alam yang ada. Setidaknya dengan mencegahnya dengan memulai untuk merawat alam sekitar.

Manusia hidup dibumi itu tidak sendirian, melainkan bersama makhluk lain, yaitu tumbuhan, hewan, dan jasad renik. Makhluk hidup yang hidup itu bukanlah sekedar kawan hidup yang hidup bersama secar netral atau pasif terhadap manusia, melainkan hidup manusia itu terkait erat pada mereka. Tanpa mereka manusia tidak dapatlah hidup. Kenyataan ini dengan mudah dapat kita lihat dengan megandaikan di bumi ini tidak ada tumbuhan dan hewan, lalu dari manakah kita mendapatkan oksigen ? sebaliknya seandainya tidak ada manusia , tumbuhan, hewan dan jasad renik akan dapat melangsungkan kehidupannya, seperti terlihat dari sejarah bumi sebelum ada manusia. Karena itu anggapan bahwa manusia itu makhluk yang paling berkuasa sebenarnya tidaklah betul. Seyogyanya kita menyadari bahwa kitalah yang membutuhkan makhluk hidupnyang lain untuk kelangsungan hidup kita dan bukannya mereka yang membutuhkan kita untuk kelangsungan hidup mereka. Karena itu sudah sepantasnyalah kita sebagai manusia merendahkan diri. Sebab faktor penentu kelangsungan hidup kita tidaklah didalam tangan kita, akan tetapi berada di tangan mereka (alam), oleh karena itu dapat kita simpulkan bahwa hidup kita sangat amatlah renta dan bergantung pada alam sekitar kita.

Dilingkungan tempat saya tinggal sendiri pemanfaatan lahan terbuka hijau untuk kepentingan ribadi sangatlah menjadi hal yang amat biasa, wilayah rumah saya masih dapat dikatakan sebuah wilayah yang cukup hijau dengan ketersediaan lahan hijau yang masih cukup banyak, selain berada belakang kampus UI yang merupakan paru-paru kota Depok dikarenakan banyaknya hutan-hutan di lingkungan kampus tersebut. Hal itu sudah merupakan sebuah aset yang berharga bagi masyarakat yan tinggal disekitar lingkungan kampus UI itu termasuk saya sendiri. Akan tetapi predikat lingkungan yang sejuk dan asri yang sudah cukup melekat pada lingkungan sekitar rumah saya ini seakan mulai memudar dan hilang, pembangunan gedung untuk keperluan kos-kosan dan lainnya sudah memakan korban, yaitu lahan terbuka hijau dilingkungan sekitar semakin terkikis dan hilang, alang-alang hijau yang memberi kesan asri berganti dengan lahan parkir bagi para penghuni kosan, pohon-pohon besar yang rindang yang memberi kesejukan ketika disiang hari yang terik telah berganti dengan gedung-gedung besar dan tinggi tempat tinggal para mahasiswa.

Melihat kenyataan yang cukup mengerikan ini kita seharusnya sebagai manusia yang memiliki akal dan hati nurani merasa sedih, sebab alam yang telah memberikan kesejukan bagi kita telah hilang dan sirna berganti dengan hutan-hutan besi yang gersang panas dan tidak memberikan kesejukan bagi umat manusia. Semua itu sekali lagi hanya demi keuntungan semata dan sekaligus hanya untuk hal-hal  yang bersifat materialistis.

Sumber masalah  kerusakan lingkungan karena dilampauinya dayadukung lingkungan ialah tekanan penduduk terhadap lahan yang berlebih. Kerusakan lingkungan hanyalah akibat atau gejala saja. Karena itu penanggulangan kerusakan lingkungan itu sendiri. Tekanan penduduk terhadap lahan dapat dikuraangi dengan menaikkan dayadukung lingkungan. Sebaliknya dayadukung lingkungan akan menaikkan tekanan penduduk. Inilah yang sering terjadi didalam usaha kita untuk menanggulangi masalah lahan kritis. Bermilyar rupiah telh dikelurkan untuk penghijauan dan reboisasi namun hasilnya tidaklah menggebirakan. Banyak pohon yang ditanam untuk kepentingan reboisasi dimatikan oleh penduduk.

Oleh karena sebagai akhir dari, sudah seharusnya kita sebagai manusia yang memiliki derajat yang paling tinggi diantara makhluk-makhluk lainnya menjadikan alam sebagai sebuah suatu ekosistem yang sudah diciptakan dan di buat untuk kepentingan yang sewajarnya, berhentilah mengeksploitasi alam, menyakiti alam, dan menghancurkan sebuah ekosistem yang sudah diciptakan sedemikian indahnya dan terstruktur nya, jadilah manusia yang memanusiakan alam sebab manusia diciptakan di muka bumi ini sebagai Khalifah.

Sumber: 

www.santrigaul.net : macam-macam-bencana-alam.

Soemarwoto, Otto, Ekologi Lingkungan hidup dan pembangunan. 2004.  Jakarta : Djambatan.

 


 

 

www.santrigaul.net/macam-macam-bencana-alam/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini