Rabu, 23 Maret 2016

Mughni Labib_PMI 6_Tugas 2_Gelombang Yang Berbalik

Gelombang Yang Berbalik

Fritjof Capra dalam bukunya berjudul "Titik Balik Peradaban – Sains, Masyarakat dan Kebangkitan Kebudayaan" yang diterjemahkan oleh M.Thoyibi dan diterbitkan oleh Bentang Pustaka dalam bab satu dengan bahasan "Gelombang yang Berbalik" memberikan gambaran betapa kacaunya ilmu pengetahuan yang mengakibatkan terjadinya potensi perang nuklir dan musnahnya manusia karena pengetahuan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Fritjof Capra dalam bukunya tersebut membahas perlunya manusia kembali melihat potensi bahaya ilmu pengetahuan yang cenderung dianggap membuat kacau tersebut agar kita bijaksana, buku tersebut mengajak pembaca melihat solusi dari sisi mistis, bahkan menyarankan menggunakan salah satu pemikiran dari negeri China yaitu Yin dan Yang. Fritjof Capra menempatkan Yang sebagai  pengetahuan, ilmu pengetahuan dan teknologi dari Barat yang cenderung mengutamakan logika dan sangat patriarki, sedangkan Yin yang seharusnya diwujudkan pula sebagai penyeimbang, ternyata digunakan sebagai alat bukan sebagai ilmu pengetahuan dari Timur tetapi menjadi wujud berupa pemahaman mistis.

Hal ini terlihat sangat jelas pada bahasan "Gelombang yang Berbalik" di halaman ke 37 di paragrap ke dua tertulis:

Namun demikian, pada abad ke-20 fisika telah melewati beberapa revolusi konseptual yang jelas mengungkapkan batas-batas  pandangan dunia mekanistik dan menuju ke arah pandangan dunia ekologis-organik yang menunjukkan banyak kesamaan dengan  pandangan mistik sepanjang zaman dan dalam semua tradisi. Alam semesta tidak lagi dipandang sebagai sebuah mesin, yang tersusun atas sekumpulan objek yang terpisah, melainkan sebagai sebuah keseluruhan yang harmonis yang tidak bisa dipisah-pisahkan; suatu jaringan hubungan dinamis yang meliputi manusia pengamat dan kesadarannya dengan cara yang sangat esensial.

Kenyataan bahwa fisika modern, manifestasi dari spesialisasi ekstrem dari pikiran rasional, kini tengah berhubungan dengan mistisisme, esensi dari agama dan manifestasi dari spesialisasi ekstrem pikiran intuitif, dengan begitu indahnya menunjukkan hakikat modus kesadaran rasional dan intuitif yang merupakan kesatuan dan saling melengkapi.

Dari hasil karya pemikiran Fritjof Capra berupa informasi yang tertulis secara eksplisit sekaligus implisit bahwa kita harus kembali kepada ajaran agama yang mengutamakan Tuhan sebagai jawaban dari segalanya.

http://www.academia.edu/23447349/Dekonstruksi_Pemikiran_Mistis_Fritjof_Capra_dalam_Buku_Titik_Balik_Peradaban_

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini