Rabu, 21 November 2012

HarryRiandayasa_jurnalististik1B_TugasWawancara2

Judul penelitian : Bisnis Clothing
Harry Riandayasa
jurnalistik 1B
1112051100041
 
I.                   LATAR BELAKANG
Didalam sebuah fashion, ada nilai-nilai yang ingin dipromosikan atau dikomunikasikan melalui apa yang ditampilkan. Fashion merupakan sebuah bentuk dari ekspresi individualistik. Fashion atau pakaian adalah cara yang digunakan individu untuk membedakan dirinya sendiri sebagai indifidu dan menyatakan beberapa keunikannya.
 Fashion mendefinisikan peran sosial yang dimiliki seseorang. Pakaian yang berbeda yang dikenakan oleh orang yang berbeda, memungkinkan adanya interaksi sosial yang berbeda pula. Fashion atau pakaian kerap digunakan untuk menunjukan nilai ekonomi atau status seseorang. Fashion adalah sebuah fenomena komunikatif dan kultural yang digunakan oleh suatu kelompok untuk mengkonstrusikan dan mengkomunikasikan identitasnya, karena fashion mempunyai cara nonverbal untuk memproduksi serta mempertukarkan makna dan nilai-nilai. Fashion sebagai aspek komunikatif tidak hanya sebagai sebuah karya seni akan tetapi fashion juga dipergunakan sebagai simbol dan cerminan budaya yang dibawa.
Kaos Distro, Memakai barang brended, mengunjungi distro, factory outlet dan tempat-tempat yg menyediakan berbagai barang branded, merupakan lifestyle beberapa anak muda di kota besar.
 
Clothing adalah istilah untuk menyebut perusahaan pembuat kaos distro. Istilah lengkapnya adalah Clothing Company atau perusahaan yg memproduksi pakaian jadi di bawah merek sendiri, clothing merupakan kategori untuk merek yg mengeluarkan produk pakaian jadi. Pakaian jadi ini sebagian besar adalah kaos distro yg kemudian berkembang ke berbagai perlengkapan yg menunjang gaya hidup seperti baju distro, sepatu, kacamata, jam tangan bahkan mp3 player.
 

Distro berasal dari singkatan distribution store. Berfungsi menerima titipan dari berbagai merek dari clothing company lokal yang memproduksi sendiri produknya.

Dikarenakan belum mempunyai tempat pemasaran sendiri atau ingin memperluas pemasarannya, clothing company ini akrab disebut dengan distro. Bila ditanya siapa pelopor berdirinya clothing company dan
Distro di Bandung? Pasti sulit mencari jawaban yang pasti karena semua berawal dari usaha kecil dengan gaya promosi dari mulut ke mulut.
 
Adapun clothing company adalah produsen yang memproduksi sendiri semua produk mereka dengan label sendiri pula. Sebuah clothing bisa memiliki toko sendiri atau hanya sekadar menitipkan produk
Desain Baju mereka ke distro. Kehadiran sejumlah distro dapat dibilang sudah menjadi sebuah fenomena. Hal ini membuat para pelaku distro tidak lagi dipandang sebelah mata, dan juga sudah menjadi sebuah industri, bukan lagi sebuah usaha kecil-kecilan
 
II.                PERTANYAAN PENELITIAN
Pertanyaan Pokok:
1.      Apa tujuan dari membangun usaha clothing ini?
2.      Bagaimana dengan harga yang di tawarkan?
 
Pertanyaan tambahan :
1.      Bagaimana pemasarannya?
2.      Bagaimana model-model clothing yang ditawarkan?
3.      Bagaimana tips bersaing ?
 
III.             METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan : Kualitatif. Yaitu metode sosiologi yang prosesnya mengambil data secara langsung, dimana peneliti sebagai instrument. Metode ini dilakukan dengan dasar mencari data-data yang kuat lalu dilakukan wawancara terhadap narasumber.
Wawancara ini dilakukan pada :
Lokasi : Distro Six Lines, Ciledug
Waktu : Pukul 17.45 WIB
 
IV.              GAMBARAN SUBYEK DAN OBYEK PENELITIAN.
Adis adalah pemilik sekaligus penjaga Distro tersebut. Dia membangun Distro tersebut sejak tahun 2010 tentu dengan dijaganya daya tarik para konsumennya dan kualitas baju dan barang-barang yang lainnya yang ia produksi. Distro Six Lines termasuk Distro yang cukup banyak diminati para pengunjungnya, di karenakan kualitas yang baik dan pelayanan yang ramah serta harga yang terjangkau untuk kalangan anak muda.
 
V.                 ANALISIS
Distro Six Lines didirikan oleh si pemilik dengan tujuan mencari penghasilan karena menurut si pemilik distro tersebut dengan mendirikan sebuah distro dia akan mendapatkan sebuah penghasilan dan dapat mengembangkan kemandirian diri. Bisnis clothing dipilih karena bisnis tersebut cukup menjanjikan bila dilihat dari kebutuhan anak muda dengan pakaian-pakaian yang trendy.
 
Bicara soal harga, itu juga membuat konsumen merasa cukup puas dengan harga yang ditawarkan, Dalam menentukan harga barang atau produk yang dijual memang harus disesuaikan dengan kantong dari konsumennya. Tetapi meskipun biasanya barang-barang yang di jual di distro harganya agak mahal, tetapi tetap saja tidak mengurangi minat para anak muda untuk membeli pakaian, celana, atau aksesoris yang mereka gunakan di distro. Memang gengsi di antara kalangan anak muda mempengaruhi hal tesebut, tetapi model dan kualitas barang-barang yang ada di distro sangat sesuai dengan selera para anak muda, sehingga mereka tetap membeli barang-barang yang ada di distro meskipun harganya mahal. Akan tetapi pemilik distro harus memperhatikan kualitas dari barang yang dijualnnya, agar harga yang para konsumen bayar sesuai dengan kualitas barang yang mereka beli.
 
 Dalam mendirikan distro kita harus mencari tempat yang strategis, karena sebagian konsumennya anak muda maka sebaiknya distro dibangun atau didirikan di tempat yang biasa anak muda sering berkumpul.
 
Dengan cara ini tentu distro yang didirikan akan menarik perhatian bagi para anak muda tersebut dan kemudian mengunjungi distro tersebut. Selain dengan cara tersebut, orang banyak menggunakan internet untuk mempromosikan distronya. Blog dan situs pertemanan sering digunakan untuk memperkenalkan distro yang dia dirikan kepada orang-orang. Selain itu mempromosikan melalui mulut ke mulut juga cukup efektif. Apalagi distro merupakan tempat anak-anak muda berkumpul, pasti mereka akan memberi tahu kepada temannya untuk mengunjungi distro tersebut.
 
Anak-anak muda biasanya tidak mau ketinggalan dalam hal berpakaian, mereka selalu berusaha mengikuti tren masa kini. Dan model pakaian yang dijual di distro biasanya mengkuti perkembangan tren masa kini. Seperti model gambar pada baju misalnya, biasanya distro menjual baju-baju dengan gambar-gambar artistik yang sangat bagus dan digemari anak-anak muda. Contoh lain baju-baju pada distro memiliki warna-warna yang menarik dan beraneka ragam. Dengan menyediakan seperti contoh-contoh di atas tentu para konsumen akan puas dengan barang-barang yang ada di distro anda.
 
Tips Bersaing dalam Bisnis Distro :
 
1. Memilih nama dan mendesain logo perusahaan.
Nama tersebut harus menarik perhatian dan kepercayaan dari calon konsumen potensial yg kita sasar, Sebelum memutaskan nama perusahaan, pertimbangkan dulu konsep desain logo. Itulah sebabnya kita membutuhkan seorang tenaga desainer ahli untuk menyampaikan tipe, karakter atau konsep melalui logo atau simbol, Oleh karena pentingnya logo maka tidak heran para pengusaha besar berani mengeluakan dana yg sangat besar untuk membayar konsultan atau desainer handal. Sebaiknya desain logo atau lambang tidak rumit, cukup dgn kata aau gambar yg sederhana namun bisa mewakili konsep anda dan mudah di ingat tentunya.
 
2. Coba untuk menghubungkan nama atau logo dgn bidang bisnis atau konsep bisnis.
 
3. Mencari atau mengefaliasi pasar yg menjadi target pemasaran. Cara manual dalam mencari segmen pasar adalah melalui promosi mulut ke mulut pada teman-teman atau komunitas yg kita punya. Kemudian bisa membuat brosur untuk promosi atau membuat stiker logo untuk dibagikan secara gratis kepada teman-teman atau komunitas. Memulai usaha clothing dapat dimulai dgn modal yg tidak begitu besar, yg paling penting memiliki kemampuan, memiliki tekad yg kuat, komunikatif dan memiliki ruang lingkup atau komunitas.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
Narasumber : Adis Regian (pemilik Distro Six Lines)
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini