Rabu, 21 November 2012

RizaTasyaCandra_jurnalistik1B_TugasWawancara2

Judul Penelitian : Peluang bisnis Riza Furniture (bisnis keluarga)
Peneliti : Riza Tasya Candra Dewi
NIM :1112051100052
 
 
I.                   LATAR BELAKANG
Perusahaan keluargaadalah
sebuah perusahaanyang
dimiliki, dikontrol, dan dijalankan oleh anggota sebuah atau beberapakeluarga.Meskipun demikian, bukan berarti bahwa semua pekerja dalam
perusahaan harus merupakan anggota keluarga. Banyak perusahaan keluarga,
terutama perusahaan-perusahaan kecil, memperkerjakan orang lain untuk menempati
posisi rendahan, sementara posisi tinggi (top manager) dipegang oleh
orang dari dalam keluarga pemilik perusahaan.
Partisipasi keluarga dalam perusahaan dapat memperkuat perusahaan
tersebut karena biasanya anggota keluarga sangat loyal dan berdedikasi tinggi
terhadap perusahaan milik keluarganya. Meskipun demikian, seringkali timbul
masalah-masalah dalam mengatur perusahaan keluarga, terutama dalam hal
pergantian kepemimpinan. Sering pula muncul benturan-benturan antara
kepentingan keluarga dengan kepentingan perusahaan. Sebagai contoh, perusahaan
akan cenderung mempertahankan seorang anggota keluarga untuk bekerja meskipun
ia kurang kompeten dalam pekerjaannya sehingga akan membahayakan kelangsungan
hidup perusahaan
 
Furniture atau Mebel adalah
perlengkapan rumah yang mencakup semua barang seperti kursi, meja, dan lemari.
Mebel berasal dari kata movable, yang artinya bisa bergerak. Pada zaman dahulu
meja kursi dan lemari relatif mudah digerakkan dari batu besar, tembok, dan
atap.
Sedangkan kata furniture berasal dari bahasa Prancis fourniture
(1520-30 Masehi). Fourniture mempunyai asal kata fournir yang artinya furnish
atau perabot rumah atau ruangan. Walaupun mebel dan furniture punya arti yang
beda, tetapi yang ditunjuk sama yaitu meja, kursi, lemari, dan seterusnya.
Dengan kesimpulan, Dalam kata lain, mebel atau furnitur adalah
semua benda yang ada di rumah dan digunakan oleh penghuninya untuk duduk, berbaring,
ataupun menyimpan benda kecil seperti pakaian atau cangkir. Mebel terbuat dari
kayu, papan, kulit, sekrup, dll.
Saya
ingin menunjukan bahwa negara kita kaya akan produki kayunya, dan kita bisa
memanfaatkan untuk UKM ini dan berikut juga negara ini. Sekaligus memotivasi
untuk membuat sebuah usaha kecil keluarga.
 
 
 
II.                  PERTANYAAN POKOK PENELITIAN
Pertanyaan Pokok
:
1.       Bagaimana Riza
Furniture memproduksi suatu barang?
2.       Bagaimana upaya Riza
Furniture dalam mengembangkan usahanya di tengah persaingan ekonomi?
 
Pertanyaan tambahan :
1.      Berapa banyak karyawan
yang dipekerjakan ?
2.      Apa saja kendala yang
di hadapi?
3.      Bagaimana cara
menghadapi kendala-kendala tersebut?
4.      Apa tujuan dari
membangunnya Riza Furniture?
 
 
 
III.                METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan: Kualitatif. Yaitu metode sosiologi yang
prosesnya mengambil data secara langsung, dimana peneliti sebagai instrument.
Metode ini dilakukan dengan dasar mencari data-data yang kuat lalu dilakukan
wawancara terhadap narasumber.
Wawancara ini dilakukan pada :
Lokasi :
Rumah Bapak Syatiri (Pemilik Riza Furniture)
Waktu: Pukul 20.00 WIB
 
 
IV.               GAMBARAN SUBYEK DAN OBYEK PENELITIAN
Bapak Syatiri (
Jakarta, 05 Oktober 1959) sebagai pemilik usaha mebel keluarga Riza Furniture
memulai usaha dari tahun 1982. dengan bermodalkan pengalaman dan keterampilan
dibidang mebel dan tabungan yang disisihkan dari penghasilannya selama menjadi
pekerja pada perusahaan mebel. Awalnya Riza Furniture tentu tidak langsung
berdiri pesat, di awali dengan melalui mulut ke mulut lalu sampai memiliki
modal untuk membangun Riza Furniture.
Beliau selalu
mempertahankan konsumen dengan cara masih terjun langsung yang mengerjakan
mulai dari menggambar atau mendesain sampai menyerut,memotong,menyirlak
kayu-kayu menjadi sebuah mebel meskipun sebenarnya beliau mampu memperkerjakan
karyawan tapi bveliau tetap ingin langsung dari buah tangannya sendiri.
 
V.                 ANALISIS
Riza Furniture
melakukan produksi dengan sistem pesan terlebih dahulu dan membuat sampel untuk
promosi, lalu Bpk Syatiri (pemilik) akan megajukan beberapa krya desainnya dan
konsumen tinggal memilih mana yang cocok dengan minat konsumen itu sendiri.
Dalam proses produksi
ada  beberapa tahapan mulai dari
pemilihan bahan, pengukuran, perakitan, penyelesaian.
Bahan baku mebel yang
bisa Riza furniture produksi adalah kayu jati dan kayu non jati, kayu non jati
seperti misalnya kayu johar, kayu aboria, kayu pinus, kayu nangka dan
lain-lain. Selain bahan baku kayu jati masih diperlukan tambahan beberapa bahan
pembantu yang sering digunakan untuk pembuatan mebel antara lain sebagai
berikut : polytur digunakan untuk mempercantik penampilan mebel, alat kunci,
paku, lem, engsel, dan lain-lain. Memperoleh bahan baku dari supplier yang
tidak tentu (tergantung kebutuhan dan harga).
 Alat produksi yang digunakan oleh
para tukang mebel terdiri dari alat-alat yang masih sederhana tetapi ada juga
yang sudah modern. Alat-alat mebel tersebut antara lain : Gergaji, Bur, Bubut,
Sekel, Asah / Kikir, Bengso (alat pemecah kayu).
 
Dari sebuah usaha kecil ini, pemilik ingin mengembangkan usahanya untuk
menjadi lebih besar lagi. Upaya yang dilakukan Riza Furniture adalah
meningkatkan kualitas produk dengan memberikan desain mebel yang lebih unik,
dan bervariasi tentu juga dengan mengikuti jaman. 
Selain meningkatkan kualitas produk, Riza Furniture juga meningkatkan
pelayanan terhadap pelanggan dengan memberi garansi produk jika ada produk
barang yang rusak, tepat waktu dalam memproduksi pesanan pelanggan.
 
Karena usahanya yang semakin berkembang, pemilik tidak bisa bekerja dengan
tangannya sendiri, tentu suatu usaha akan bisa dinilai berkembang jika bisa
memiliki karyawan. Jumlah tenaga kerja yang ada 25 orang, Mereka termasuk
tenaga terampil dan berpengalaman dibidang ini dan itupun melalui selektif yang
tinggi.
Untuk tetap menjaga stabilitas usaha keluarga ini, Bpk Syatiri
mempercayakan kepada anak-anaknya untuk meneruskan usaha keluarga ini. Dengan
kelebihan pada konsumen yang sudah tetap mempercayai Riza Furniture pun secara
turun menurun.
 
Di dalam sebuah usaha tentu semua menghadapi sebuah kendala yang harus di
hadapi.
Ada beberapa kendala yang umumnya dihadapai oleh Riza Furniture seperti:
a.       Kesulitan
Memperoleh Bahan Baku
Sulit mendapatkan bahan
baku dengan kualitas yang bagus dan harga terjangkau. Penggunaan bahan baku
yang spesifik dan unik untuk usaha mebel dan tidak selalu terdapat di wilayah
sekitar.
b.      Keterbatasan
Teknologi
Minimnya pemanfaatan
teknologi internet dalam desain, pemasaran, dan promosi hasil produksi.
Keterbatasan pengguasaan IT, sistem yang ada kurang mendukung, dan kurang
tersedianya SDM pendukung menjadi kendala dalam pengembangan usaha.
c.       Keterbatasan
Sumber Daya Manusia dengan kualitas yang baik
Sulitnya mendapat
tenaga kerja yang memiliki keterampilan dalam bidang usaha mebel seperti
mengukir, mendesain, mengecat, dll.
Cara mengatasi kendala tersebut adalah sebagai berikut :
Usaha Riza Furniture harus memikirkan bahan baku alternatif lainnya sebagai
pengganti bahan baku utama untuk mengatasi kesulitan memperoleh bahan baku.
Untuk masalah dibidang Teknologi, Riza Furniture harus menambah tenaga
kerja yang memiliki keahlian TI. Dengan adanya teknologi informasi dapat
mempermudah usaha Sindang Jaya dalam memasarkan produknya.
Cara yang dilakukan untuk memperoleh SDM dengan kualitas yang baik adalah
penerapan program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja dengan
tujuan untuk meningkatkan ketrampilan dan keahlian serta profesionalisme tenaga
kerja dan mendorong peningkatan produktivitas industri mebel.
Tujuan Bpk Syatiri mebangun usaha keluarga seperti Riza Furniture ini
adalah untuk mempererat keluarga, dan menjamin masa depan sanak keluarganya
dengan begitu akan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh keluarga sendiri.
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
www.google.com
www.wikipedia.com
Narasumber : Bapak Syatiri (pemilik Riza Furniture)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini