Rabu, 21 November 2012

InstitusiBisnis_AzmyAziz_JNRI/B_Laporan2

Judul Penelitian : Investasi Dalam Dunia Pendidikan

Peneliti :

Nama :Azmy Azis

NIM : 1112051100050

 

I.                   Latar Belakang

Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.

Bentuk Investasi

Resiko

Selain dapat menambah penghasilan seseorang, investasi juga membawa risiko keuangan jika investasi tersebut gagal. Kegagalan investasi disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah faktor keamanan (baik dari bencana alam atau diakibatkan faktor manusia), atau ketertiban hukum.

Pendidikan

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

 

 

 

 

 

 

II.                Pertanyaan Pokok Penelitian

 

Pertanyaan Pokok :

1.      Apa latar belakang bapak untuk melakukan sebuah investasi dalam dunia pendidikan?

2.      Sejauh ini, apa saja strategi bapak untuk memajukan bisnis yang sedang bapak jalani?

 

Pertanyaan Tambahan :

1.      Apa bentuk dari investasi itu?

2.      Sekolah apa saja yang bapak dirikan?

3.      Terdiri dari berapa orang rekan bapak yang bekerja sama dalam melakukan investasi itu?

4.      Apa posisi bapak dalam mengelola kerja sama itu?

5.      Apa kendala dalam menghadapi kegiatan ini?

6.      Sudah berapa tahun bapak menekuni bisnis ini?

7.      Selain melakukan investasi di sekolah, bisnis apa saja yang bapak tekuni saat ini?

8.      Apakah keuntungan yang bapak dapatkan sudah melebihi modal? Berapa presentase nya?

9.      Apa harapan bapak untuk kedepannya?

 

III.             Metode Penelitian

 

Metode yang digunakan : Kualitatif. Yaitu metode sosiologi yang prosesnya mengambil data secara langsung, dimana peneliti sebagai instrument. Metode ini dilakukan dengan dasar mencari data-data yang kuat lalu dilakukan wawancara terhadap narasumber.

Wawancara ini dilakukan pada :

Lokasi : Rumah Bapak Drs. H. Yusuf Abu Bakar, MM

Waktu : 18 November 2012

Pukul   :16.00 WIB

 

 

IV.             Gambaran Subjek dan Objek Penelitian

 

Bapak Drs. H. M. Yusuf Abu Bakar MM (Bima, 11 April 1946)  adalah seorang pendiri dari beberapa sekolah yang berada di kawasan Jakarta. Beliau adalah seorang sarjana lulusan IAIN Jakarta Fakultas Tarbiyah dan Keguruan pada tahun 1976 dan meneruskan pendidikan S2 nya di Universitas Tama Jagakarsa dan lulus pada tahun 2006. Beliau memilih melakukan sebuah bisnis investasi pada dunia pendidikan karena awalnya mempunyai motivasi ingin memajukan pendidikan di Indonesia yang belum sebagus negara-negara lainnya, ia ingin Indonesia menjadi sebuah negara yang maju dengan SDM nya yang berkualitas. Lalu juga ingin menjadikan status Negara Indonesia yang tadinya berkembang menjadi Negara yang maju. Dalam kesehariannya beliau selalu mengawas di salah satu sekolah yang didirikannya, beliau juga sekaligus penasihat dalam Departemen Agama. Ia selalu mengawas secara langsung bisnis yang dijalani nya agar ia selalu mengetahui perkembanganya. Ia pernah mengatakan bahwa ia apa yang iya jalani harus ada kontribusi nya pada negeri ini. Untuk itu ia mendirikan sekolah-sekolah ini dan lebih memilih untuk berbisnis dengan menanam investasi pada bidang pendidikan.

 

V.                Analisis

 

Sebelum menjalankan bisnis ini tentunya ada yang melatar belakangi mengapa bapak Yusuf memilih berbisnis dalam bidang pendidikan. Bisnis yang ia jalani disini adalah bekerja sama dengan rekan-rekan nya untuk mendirikan sekolah dengan uang mereka masing-masing. Latar belakang tersebut adalah karena gagasan bapak Yusuf yang mempunyai tujuan awalnya karena ia adalah seorang pegawai negeri, dimana dalam pekerjaan itu pasti ada masa pensiun dan ia ingin ketika masa pensiun tiba, ada kegiatan dimana ia bisa disibukan nantinya. Lalu yang kedua adalah karena ia ingin memajukan pendidikan di Indonesia seperti cita-citanya, dan tujuan yang terakhir karena ingin meningkatkan daya kreativitas manusia agar orang-orang Indonesia menjadi lebih kreatif dan inovatif maka dari itu ia lebih banyak membangun sekolah kejuruan dari pada sekolah menengah atas. Semua ini didasarkan atas ambisi bapak Yusuf  yang ingin memajukan pendidikan di Indonesia, dan merubah status Negara Indonesia yang berkembang menjadi Negara yang maju.

 

Dalam menjalani bisnis ini tentunya ia ingin usaha nya ini lebih maju dari sebelumnya. Untuk itu ia mempunyai beberapa strategi untuk memajukan bisnisnya. Strategi yang terpenting adalah dengan bekerja sama yang baik, koordinasi dan komunikasi yang berjalan lancar. Dengan didasarkan oleh prinsip itu maka menurutnya apapun akan berjalan dengan mudah sekalipun ia ingin membangun sekolah baru lagi di Jakarta.

 

Bentuk investasi yang ditanam oleh bapak Yusuf adalah uang. Ia bekerja sama dengan rekan nya yang lain, mengumpulkan sejumlah uang lalu mendirikan sekolah dengan uang pribadi yang mereka kumpulkan itu. Selain uang tentunya ia juga menyumbangkan pikiran, ide, dan tenaga agar segalanya dapat terlaksana dengan baik.

 

Hasil kerja bapak Yusuf dan teman-temannya cukup dikatakan berhasil. Saya katakan demikian karena melihat bahwa sekolah yang didirikan itu, bukan hanya satu tapi ada 6 sekolah yang memang sudah berdiri dan masih ada pula yang masih dalam tahap proses. Sekolah-sekolah itu diantaranya adalah: pada tahun 1970 mendirikan SMP Yaspen di Petukangan, lalu pada tahun 1982 merintis mendirikan SMA Makarya yang sekarang berada di Pondok Pinang, ketiga pada tahun 1984 merintis mendirikan SMA&SMK Yanusa yang berada di daerah Pondok Pinang, keempat pada tahun 1988 merintis mendirikan SMA&SMK Thamrin yang sekarang berada di Gintung, kelima pada tahun 1990 merintis mendirikan SMK Harapan Bunda yang berada di Pondok Pinang, tetapi sekarang sudah dinon-aktifkan lagi, lalu yang keenam pada tahun 1992 merintis mendirikan SMK Averus yang sekarang berada di pondok pinang. Semua itu didirikan pada bulan Juli saat tahun ajaran baru.

 

Dalam menjalani bisnis ini tentunya ia melakukan kerja sama dengan rekan-rekannya. Contoh dalam pembangunan sekolah SMK Averus, pertama kali ada 15 orang anggota. Awalnya Averus didirikan di daerah Tanah Kusir, lalu dipindahkan ke Pondok Pinang pada tahun 2000. Saat pemindahan lokasi tersebut, terjadi kesalah pahaman dan akhirnya 5 orang mengundurkan diri. Lalu sekarang tinggal tersisa 8 orang karena 2 orang telah meninggal.

 

Posisi bapak Yusuf pada saat ini adalah sebagai ketua yayasan, pada SMK Averus ia menjabat sebagai sekretaris yang akan merangkap menjadi Wakil. Lalu ia juga adalah sebagai penasehat pada Departemen Agama.

 

Disamping kesuksesannya, pasti ada kendala yang menghampirinya. Kendala-kendala tersebut seperti, pada anggota dengan anggota lainnyaa tidak ada kerja sama yang baik, apabila ada sesuatu kadang tidak di musyawarahkan kembali sehingga ini menjadi suatu penghambat yang menimbulkan akibat yang sangat besar seperti, terhambatnya pembangunan fasilitas sekolah yang baru.

 

Bapak Yusuf menekuni bisnis ini dari tahun 1970 hingga sekarang. Terhitung cukup lama. Kiranya sudah 42 tahun ia menjalani bisnis investasi ini dan semua nya berjalan dengan baik dengan koordinasi yang cukup baik dari seluruh anggota nya.

 

Selain bisnis investasi ini, belum ada lagi bisnis yang ia tekuni. Mungkin ada beberapa bisnis yang terbilang kecil dan belum ada yang sebesar bisnis investasi ini. Tetapi, ia sedang memproses untuk pengembangan bisnis kecilnya ini agar menjadi bisnis yang lebih berkembang.

 

Tentunya, bisnis yang ia jalankan ini mendatangkaan hasil. Hasilnya pun terbilang sangat fantastis. Sudah melebihi modal yang ia tanamkan dulu. Sekitar 20-30% keuntungan yang sudah ia dapatkan selama ini. Dan ini sudah melebihi target yang ia perkirakan.

 

Bapak Yusuf mempunyai harapan untuk kedepannya, yaitu memajukan lagi usaha ini agar keturunanya bisa ikut mengelola, ia ingin membangun beberapa sekolah lagi daan ingin agar para muridnya menjadi murud yang berguna bagi nusa dan baangsa. Ia juga mengiginkan agar warga Indonesia mempunyai SDM yang berkualitas di banding Negara yang lain.

 

Kesimpulan

 

Dari hasil analisis diatas, bapak Yusuf sudah kiranya membangun 6 sekolah yang semuanya berada di Jakarta. Ia sudah menekuni bisnis ini dari tahun 1970 hingga saat ini, artinya sudah 42 tahun ia menggelutinya. Ia memilih untuk menginvestasikan uang nya dalam pembanguna sekolah karena berawal dari cita-citanya yang ingin meningkatkan pendidikan yang ada di Indonesia, menjadikan warga Indonesia menjadi orang-orang yang kreatif dengan SDM yang berkualitas.

 

Daftar Pustaka

 

www.google.com

www.wikipedia.com

Narasumber : Bpk Drs. H. M. Yusuf Abu Bakar MM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini