Senin, 16 September 2013

Halida Septianidar-KPI IA-tugas 2 sosiologi-Emile Durhiem

Emile Durkhiem

 

Emile Durkhiem (1858-1917)

                David Emile durkiiem lahir di Eropa, Prancis tepatnya di kota Epinal di Vosges, tidak jauh dari Strasbourg pada 15 April 1858. Ayahnya seorang pendeta Yahudi dan dia pernah belajar menjadi pendeta, namun cita-citanya itu gagal, dia memutuskan untuk tidak enjadi seorang pendeta ketika ia berumur 10 tahun. Tampaknya Durkhiem mengalami kekecewaan pada saat itu terhadap pendidikan agama. Bukan hanya itu dia pun kecawa pada pendidikan pada umumnya.

Sejak saat itu kajian keagamaannya lebih bernuansa akademis dibanding teologis. Pada umur 21 tahun Durkhiem masuk di perguruan tinggi Ecole normale Superieure. Di masa itulah ia memiliki perhatian yang sangat besar pada ilmu pengetahuan dan di sinilah durkhiem mulai memberikan banyak perhatiannya terhadap masalah kesusastraan, metodologi ilmiah, dan prinsip-prinsip moral yang menurutnya dapat menuntun kehidupan sosial. 

Pada dasarnya Durkhiem tertarik pada sosiologi ilmiah, hanya saja pada masa itu belum ada disiplin sosiologi, sehingga mengantarnya menjadi seorang pengajar filsafat di beberapa sekolah di sekitar Paris. Karier ini ditekuninya sekitar tahun 1882 hingga 1887. Setelah masa kerjanya usai di Paris, ia pun hijrah ke Jerman . selama di Jerman "libidonya" terhadap ilmu pengetahuan semakin meningkat. Ia menerbitkan beberapa karya yang melukiskan pengalamannya selama di Jerman. Publikasinya ini membawanya meraih posisi Departemen Filsafat Universitas Bordeaux pada 1887. Mulai saat itulah ia mulai memberikan kuliah ilmu sosial khususnya di bidang pendidikan moral di Universitas Prancis.

Selang beberapa tahun berikutnya, kkesuksesnnya terpancar.ia mengawali karyanya dengan menerbitkan tesis doktoralnya dengan judul The Division of Labour in Society (1893). Sekitar tahun 1896 Durkhiem menjadi profesor penuh di Universitas Bordeaux. Karyanya yang terakhir cukup populer yaitu analisisnya tentang pengaruh kepercayaan terhadap kehidupan masyarakat yang diberi judul The Elementary Forms of the Religious Life (1912). Di akhir hidupnya (15 November 1917) sosok Durkhiem sering disebut sebagai seorang yang berhaluan politik konservatif. Kendati demikian, pada zamannya ia justru dipandang sebagai seorang yang liberal dan tercermin ketika aktif berperan dalamm membela Alfret Dreyfus yang divonis mati karena penghinaan tehadap Tuhan.

 


Fakta Sosial Durkhiem

                Kesimpulan penting dari pemikiran Durkhiem ialah bahwa bbagi sosiologii batas antara "individu" dan "masyarakat" tidak dapat ditunjukan oleh akal sehat saja.

Salah satu konstribusi terbesar Durkhiem dalam perkembangan sosiologi terpancar dalam bukunya yang berjuudul The Rules of Sociological Method (1965). Dalam karyanya ini Durkhiem menilai bahwa bidang yang mesti dipelajari sosiologi adalah fakta sosial (social fact). Fakta sosial yang dimaksudkan adalah cara brtindak (ways of acting), berpikir (thinking), perasaan (feeling) yang berada diluar individu (external), mempunyai kekuatan memaksa (coercion), dan mengendalikan individu.

                Fakta sosial inilah yang menjadi pokok persoalan penyelidikan sosiologi. Tipe dasar fakta sosial adalah struktur sosial dan pranata sosial.

                Fakta sosial menurut Durkhiem ada dua macam yakni dalam bentuk materiil, yaitu barang sesuatu yang dapat ditangkap oleh indera manusia. Fakta sosial inilah yang merupakan bagian dari dunia nyata contohnya norma hukum, dan dalam bentuk nonmateriil yaitu sesuatu yang dinyatakan atau dianggap sebagai barang sesuatu yang nyata. Fakta ini bersifat inter-subjektif yang hanya muncul dari dalam kesadaran manusia, sebagai contoh egoisme, altruisme, dan opini.

                Konsep fakta sosial kemudian dikembangkan melalui tiga tahap: pertama, eksterioritas yakni ketetapan eksistensi empiris, seperti dalam lingkungan fisik; kedua, kendala atau pengaruh hukum normatif beserta sanksi yang melekat padanya dan yang ketiga, otoritas moral dri nilai dan norma yang diinternalisasikan membatasi individu untuk menyesuaikan dirinya dengan sistem sosial dengan meningkatkan rasa bersalah dalam kesadarannya sendiri jika ia tidak menyesuaikan diri kepada lingkungan.

                Durkhiem mengatakan bahwa masyarakat adalah suatu realtas tertetu dari sudut pandang para anggotanya sendiri, tetapi juga mengatur tindakan mereka. Dalam arti tidak saja mengatur dalam lingkungan fisik di mana lingkunan tadi menentukan kondisi yang harus dipertimbangkan tetapi juga harus merumuskan tujuan dan tolak ukur normatif bagi tindakan.

Beberapa contoh fakta sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, yakni pengendara motor yang diwajibkan menggunakan helm saat berkendara, para pengendara motor atau mobil yang diwajibkan memiliki SIM, dan pelarangan merokok diruang berAC.



Karya Emile Durkhiem

Semasa hidupnya Durkhiem banyak menyumbangkan karya dalam bentuk tulisan, beberapa diantaranya:

1.       The Division of Labor in Socity (1893)

2.       The Rules of Sociological Method (1895)

3.       Socialism and Saint-Simon (1896)

4.       A Study in Sociology (1897)

5.       Sociology and Philosophy (1898-1911)

6.       Professional Ethics and Civic Morals (1900)

7.       Pedagogy and sociology (1902)

8.       Moral Education: A Study in the Theory and Application of the Sociology of Education (1902)

9.       Primitive Classification (1903)

10.   Pragmatisme et sociologie (1914)

 

referensi :

Upe, Ambo. 2010. Tradisi Aliran dalam Sosiologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada

Dirdjosisworo, Soedjono. 1991. Sosiologi dan Filsafat. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini