Senin, 09 September 2013

Vanny Rosa Marini KPI 1A_Tugas1Sosiologi_Definisi Sosiologi

DEFINISI DAN PANDANGAN TENTANG SOSIOLOGI

MENURUT PARA PAKAR SOSIOLOG AWAL

 

1.      August Comte

Dialah yang memberi nama Sosiologi terhadap ilmu penelitian studi masyarakat ini. Comte yang lahir di tahun 1789 dan meninggal pada tahun 1857 ini juga dikenal sebagai Bapak Sosiologi karena perannya yang telah disebut tadi. Comte yakin bahwa fenomena sosiologi ini juga termasuk mempelajari hukum alam, maka dari itu ia selalu menyarankan agar menggunakan metode ilmiah dalam mengkaji sosiologi sebagai misinya untuk menjadikan sosiologi sebagian dari sains ilmiah.

Upaya utama yang paling diemban Comte adalah meningkatakan kemajuan masyarakat. Comte bertujuan membangun hukum-hukum kehidupan sosial yang dengannya perlu menggunakan ilmu sosiologi. Adalah metode pengamatan sistematis, eksperimen dan analisa perbandingan sejarah yang ia anjurkan saat mengkaji tentang kemasyarakatan yang kemudian ia kembangkan lagi menjadi social static dan social dynamic yang diharapakan bisa menunjang misi mulianya.

Hasil Karya:

-          The Scientific Labors Necessary for the Reorganization of Society (1822)

-          The Positive Philosophy (6 jilid, 1830-1840)

-          Subjective Synthesis (1820-1903)

 

2.      Karl Marx

Marx yang ide-idenya amat berpengaruh kuat pada sosiologi ini pun tak menganggap dirinya sebagai seorang sosiolog. Salah satu kontribusi besar Marx adalah pengaruhnya terhadap kehidupan sosial, Marx ingin sekali merubah dan membangun orde sosial yang lebih humanis karena keresahannya terhadap pengorganisasian produksi yang menuntukan struktur masyarakat yang terdiri dari kelas-kelas sosial yang terdapat pertentangan dan konflik pada masa itu.

Maka dari itu Marx yang hidup diantara tahun 1818 sampai 1883 ini membangun sebuah pandangan hidup baru yag dikenal dengan materialisme dialektis yang menggambarkan tahapan evolusi masyarakat menurutnya sendiri yang bergerak melewati serangkaian tahapan: masa perbudakan -> masa feodalisme -> masa kapitalisme -> masa sosialisme -> masa komunisme.

Hasil Karya:

-          The Communist Manifesto (1848)

 

3.      Emil Durkheim

Sosiolog keturunan Yahudi yang hidup pada 1864 hingga 1920 dan berkewarganegaraan Prancis ini menganut paham bahwa sosiologi adalah ilmu  yang mempelajari fakta-fakta sosial yang tidak dapat dijelaskan dalam pengertian psikologis seorang individu, dan contoh yang paling besar dan umum adalah masyarakat. Dalam pandangan Durkheim individu nampak tidak penting sama sekali dalam fakta sosial.

Durkheim pernah fokus pada studi klasiknya tentang fakta-fakta sosial bunuh diri dalam masyarakat, Ia menggarap secara serius pengumpulan dan analisis data untuk menguji teori tersebut karena bunuh diri bisa dijelaskan melalui faktor-faktor sosial. Bagi Durkheim hal-hal yang dapat mendorong manusia untuk bunuh diri adalah karena solidaritas sosial yang rusak dalam masyarakat yang selalu dapat membawa konsekuensi-konsekuensi negatif.

Hasil Karya:

-          The Social Division of Labor (1893)

-          The Rules of Sociological Method (1895)

-          The Elementary Forms of Religious Life (1912)

 

4.      Max Weber

Berbeda dengan Emil Durkheim yang tidak memandang penting suatu individu dalam peran sosial, Max Weber justru amat menekankan dan memilik perhatian pada tindakan individu sebagai kenyataan. Namun bukan berarti ia tidak mengakui masyarakat, namun kenyataan itu hanya akan mungkin dipahami kalau diberi arti oleh individu.

Sosiolog kelahiran Jerman yang memberi konstribusi penting berkat penjelasannya mengenai verstehen (atau dalam bahasa Inggris berarti understanding yang memiliki arti memahami atau mengerti) ini hidup pada tahun 1864 hingga 1920. Ia memiliki tujuan untuk menjelaskan tentang tindakan individu manusia menggunakan metode pengumpulan data yang berhubungan dengan sosial individu.

Hasil Karya:

-          The History of Trading Companies During The Middle Ages (1889)

-          Economy and Society (1920)

-          Collected Essays on Sociology of Religion (3 jilid, 1921)

-          Collected Essays on Sociology and Social Problems (1924)

-          From Max Weber: Essays on Sociology (1946)

-          The Theory of Social and Economic Organization (1947)

-          Alex Weber on The Methodology os Social Sciences (1949)

 

Sumber:

1.   Mengerti Sosiologi, Pengantar Memahami Konsep-Konsep Sosiologi

      (M. Amin Nurdin, MA & Ahmad Abrori, M.Si – UIN JAKARTA PRESS)

2.   Sosiologi, Suatu Pengantar – Edisi Baru Keempat 1990

      (Soerjono Soekanto – RAJAWALI PERS JAKARTA)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini