Senin, 15 April 2013

PERSPEKTIF TEORI SOSIOLOGI UNTUK KOMUNIKASI MASSA_Arif Priyadi_Pertemuan ke 2

PERSPEKTIF TEORI SOSIOLOGI UNTUK KOMUNIKASI MASSA

A. Pendahuluan
Ilmu mengenai dunia manusia tentang masyarakat yang dapat memecahkan persolan kehidupan sosial adalah sosiologi. Di dalam sosiologi terdapat interaksi sosial yang melibatkan manusia sebagai objek yang
terlibat. Keterlibatan manusia tidak dapat terlepas dari interaksi langsung ataupun tidak langsung antar sesama individu. Perilaku bermasyarakat dapat dikatakan tindakan sosial bila terdapat interaksi
tersebut. Sosiologi pada komunikasi adalah sebuah niscaya. Karena interaksi antar manusia pasti akan terjadi jika menjalin hubungan kemasyakatan atau sosial. Interaksi merukapan tindakan komunikatif untuk
menyampaikan pesan. Oleh karena itu, ada sosiologi komunikasi massa.


B. Isi
Asal mula kajian komunikasi dalam sosiolgi bermula dari akar tradisi
pemikiran karl Marx, di mana karl Marx sendiri adalah masuk sebgai
pendiri sosiologi beraliran jerman sementara Claude Saint-Simon,
Auguste Comte, dan Emil Durkheim merupkan ahli sosiologi beraliran
perancis.
Sementara itu gagasan awal tentang karl Marx tidak pernah lepas dari
pemikiran Hegel. Hegel memiliki pengaruh yang kuat terhadap Harx,
bahkan Marx muda menjadi seorang idealisme (bukan materialisme) justru
dari pemikiran-pemikiran Hegel tentang idealisme, adapun kemudian Marx
tua menjadi orang materialisme, hal itu adalah sebuah pengalaman
pribadimanusia dalam prosesnya dengan konteks sosial yang dialami oleh
Marx sendiri.
Hegel juga dikaitkan dengan filsafat idealisme yang lebih mementingkan
pikiran dan produk mental daripada kehidupan material. Dalam bentuknya
yang ekstrem, idealisme, menegaskan bahwa hanya konstruksi pikiran
psikologis-lah yang ada, idelaisme adalah sebuah proses yang kekal
dalam kehidupan manusia, bahkan ada yang berkeyakinan bahwa proses
mental tetap ada walaupun kehidupan sosial dan fisik sudah tidak ada
lagi. Idealisme merupakan produk berpikir yang menekankan tidak saja
pada proses mental namun juga gagasan–gagasan yang dihasilkan dari
proses mental itu (Ritzer:2004).
Pemikiran-pemikiran Habermas sendiri termasuk dalam kelompok kritis.
Habermas sendiri menamakan gagasan-gagasan sebagai rekontruksi
materialisme historis. Habermas bertolak dari pemikiran Marx, seperti
potensi manusia, spesies makhluk, aktivitas yang berperasaan. Ia
mengatakan bahwa, Marx telah gagal membedakan antara dua
komponenanalitik yang berbeda, yaitu kerja (atau tenaga kerja,
tindakan rasional-purposif) dan interaksi (atau aksi komunikatif)
sosial (atau simbolis). Di antara kerja dan interaksi sosial, Marx
hanya membahas kerja saja dengan mengabaikan interaksi sosial. Di
sepanjang tulisannya, Habermas menjelaskan perbedaan ini, meski ia
cenderung menggunakan istilah tindakan (kerja) rasional purposif dan
tindakan komunikatif (interaktif) (Ritzer, 2004: 187). Dalam The
Theory of Communication Action pun ia menyebut tindakan komunikatif
ini sebagai dari dasar-dasar ilmu sosial dan teori komunikasi
(Habermas, 1996).
Sosiologi sejak semula telah menaruh perhatian pada masalah-masalah
yang ada hubungan dengan interaksi sosial antara seseorang dan orang
lainnya. Apa yang disebutkan Comte dengan "sosial dynamic", "kesadaran
kolektif", oleh Durkheim, dan " interaksi sosial" oleh Marx serta
"tindakan komunikatif" dan "teori komunikasi" oleh Habermas adalah
awal mula lahirnya perpektif psikologi komunikasi. Bahkan melihat
kenyataan semacam itu, maka gagasan perspektif sosiologi komunikasi
telah ada bersamaan dengan lahirnya sosiologi itu sendiri baik dalam
perspektif struktural–fungsional maupun dalam perspektif konflik.
Saat ini perspektif teoritis sosiologi komunikasi bertumpu pada fokus
kajian sosiologi mengenai interaksi sosial dan semua aspek yang
bersentuhan dengan fokus kajian tersebut. Narwoko dan Suyanto (2004:
16) mengatakan bahwa, kajian tentang interaksi sosial disyaratkan
adanya fungsi-fungsi komunikasi yang lebih dalam, seperti adanya
kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial terjadi tidaklah
semata-mata tergantung tindakan tetapi juga tergantung pada adanya
tanggapan terhadap tindakan tersebut, sedangkan aspek penting dari
komunikasi adalah bila seseorang memberikan tafsiran pada sesuatu atau
pada perilakuan orang lain.
DAFTAR PUSTAKA
Bungin, Burhan. 2008. SOSIOLOGI KOMUNIKASI: TEORI, PARADIGMA, DAN
DISKURSUS TEKNOLOGI KOMUNIKASI DIMASYARAKAT. Jakarta: Kencana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini