Rabu, 18 September 2013

EGHA FRIDHA AGATHA_ KPI 1C_TUGAS2

Emile Durkheim

A. THE RULE OF SOCIOLOGICAL METHOD
lima aturan fundamental dalam metode Durkheim, yaitu:

1. Mendefinisikan objek yang dikaji secara objektif
Disini yang menjadi sasaran adalah sebuah peristiwa sosial yang bisa diamati diluar kesadaran individu. Definisi tidak boleh mengandung prasangka dari apapun yang kira - kira akan menjadi kesimpulan studi.

2. memilih satuatau beberapa kriteria yang objektif
Dalam buku pertamnya (De la division du travail social atau Pembagian Kerja Secara Sosial) Durkheim mempelajariberbagaiabentuk solidaritas sosial yang berbeda-beda dari sudut hukum.


3. Menjelaskan kenormalan patologi
Ada beberapa situasi yang bersifat kebetulan dan sementara yang bisa mengacaukan keteraturan peristiwa. Jadi kita harus bisa membedakan situasi - situasi normal yang menjadi dasar kesimpulan - kesimpulan teoritis.

4. Menjelaskan masalah sosial secara "sosial"
Sebuah peristiwa sosial tidak hanya bisa dijelaskan lewat keinginan individual yang sadar, namun juga melalui peristiwa atau tindakan sosial sebelumnya.

5. Mempergunakan metode komparatif secara sistematis
Hanya komparativisme terhadap ruang dan waktu yang memungkinkan hal ini berakhir dengan suatu demonstrasi sosiologi.

B. SUICIDE
"fenomena - fenomena sosial merupakan benda dan harus diperlakukan sebagiamana benda." Demikian formula yang diungkapkan dalam Les Resgles dala Methode Sociologique diterapkan olehEmile Durkheim dalam studinya tentang bunuh diri(1897)

Durkheim berpegang pada metode variasi yang terjadi pada waktu yang sama (korelasi - korelasi) dengan membangun rangkaian- rangkaian mulai dariperistiwa yang harus terseleksi. Ia memisahkan sejumlahvariasi berupa umur, seks, situasi sipil,keanggotaannya pada suatu agama dan tingkat pendidikan yang dibandingkannya dengan angka kematian.

Empat jenis bunuh diri,antara lain:
1. Bunuh diri egoistis
ketika individu melemah, atau terputus, individu akan kehilangan tempat bernaung dan mundur ke arah dirinya sendiri, yaitu kepada egonya.Dari sinilah asalnya istilah yang agak sesuai dengan istilah yang dipakai biasanya yaitu "bunuh diri egoistis".
2. Bunuh diri altruistis
integrasi sosial terlalu kuat dan individu terlalu terkungkung, maka bisa saja menghasilkan "altruisme intens" yang menyebabkan orang melakukan bunuh diri.
3. Bunuh diri anomik
bisa juga disebabkanoleh "hilangnya aturan matrimonial" dimana perkawinan yang mengatur hubungan sinta dan perceraian yang terjadi dimana-man menjadi suatu indikator adanya anomie dalam perkawinan (amomie konjugal).
4. Bunuh diri fatalistis

Sentimen individual menentukan masing - masing tindakan bunuh diri, namun hanya metode sosiologi mentransformasikan hal itu sebagai peristiwa objektif yang bisa membuat kita paham.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini