Rabu, 25 Maret 2015

TUGAS KULIAH LIFE HISTORY

TUGAS

METODE KUALITATIF

LIFE HISTORY IBU SITI MARYAM

Nama               : Noviana Fatikhatuz Zahroh

Jurusan            : BPI 6

Dosen              : Tantan Hermansyah, M.Si.

Seseorang yang akan menjadi live story saya adalah sosok perempuan yang cantik, berkulit agak putih, lumayan tinggi, memilki gestur tubuh berisi dan memiliki sifat keibuan. Seorang perempuan hebat, perempuan yang sukses, perempuan yang pantang menyerah atas kerasnya cobaan kehidupan ini. Perempuan ini di panggil dengan sebutan bu so, nama aslinya adalah Siti Maryam.Panggilan bu so di ambil dari ibu bakso karna bu siti maryam adalah seorang pedagang bakso yang memilki beberapa anak buah bakso keliling dan memiliki 2 warung makan bakso di daerah bekasi.

Bu So tinggal di daerah kota Bekasi, tepatnya pada perumahan villa jatirasa jln. Walet blok C7 no.13 Rt 02/11. Bu so tinggal bersama suaminya, dan 3 anak, pak karim adalah nama panggilan suami dari bu so. Nama panjang pak karim adalah Abdul karim, anak pertama bu so adalah seorang laki-laki yang sudah bekerja. Anak kedua bu so juga seorang laki-laki yang sedang belajar di salah satu universitas bekasi, dan anak terakhir dari bu so adalah seorang perempuan yang sedang duduk di bangku sma kelas 2 di bekasi.

Bu so adalah orang asli surabaya jawa timur, bu so lahir dan menikah di surabaya. Sedangkan pak karim sendiri adalah asli orang semarang simpang lima jawa tengah. Setelah menikah bu so tinggal di surabaya selama 2 tahun kemudia pindah ke semarang. Di semarang bu so melahirkan anak pertamanya. di semarang karna kebutuhan ekonomi yang semakin sulit akhirnya bu so dan pak karim pun berjualan sapu keliling. Bu so hanyalah seorang perempuan yang berkelulusan SMP, dan pak abdul hanya lulusan SMA. Sehingga sulut untuk mencari pekerjaan.

Bu so sejak kecil adalah orang yang sangat tekun, ulet, pekerja keras, dan pantang menyerah. Bu so selalu mencoba segala hal, karna beliau percaya semakin mencoba semakin pula banyak pengalaman dan pelajaran yang bias di ambil. Dalam usaha bu so pernah mengalami kegagalan akan tetapi itu semua tidak mematahkan semangat bu so untuk terua berjuang demi kelangsungan hidupnya dan bu so memiliki harapan bahwa anaknya harus bersekolah setinggi mungkin.

Setelah hidup kurang lebih 10 thun di semarang bu so pindah ke bekasi untuk mengadu nasib. Di semarang bu so berjualan bakso tetapi kurang lancar karna persaingan yang ketat. Di Jakarta bu so tinggal di kontrakan 1 rumah, di rumah itulah bu so mulai berjualan bakso malang. Usahanya dapat berkembang setelah beberapa tahun kemudian, sehingga sekarang bu so mempunyai bakso keliling  dengan pegawai berjumlah 8 orang. Pada gerobak bakso bu so terdapat sebuah tulisan BBM yang artinya Bakso Bakwan Malang yang menjadi cirri khas dari bakso bu so.

 

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini