Rabu, 25 Maret 2015

Metodologi Penelitian Kualitatif

NAMA : WIDYANTI AGUSTINA
NIM : 1112052000028
JURUSAN : BIMBINGAN DAN PENYULUHAN ISLAM/6
MATKUL : METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF

Gambaran singkat Life History: Agus Ruskandi
Agus Ruskandi, kelahiran Bogor 3 Agustus 1962, adalah anak pertama dari 7 bersaudara pasangan Kamaludin dan Rosminah. Bertempat tinggal di Desa Pamagersari, Kecamatan paling barat di Bogor, yaitu Jasinga. Dibesarkan dari keluarga sederhana, ayahnya, Kamaludin adalah seorang pedagang sayuran di pasar tradisional Jasinga dan ibunya, Rosminah adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Beliau memiliki 6 orang adik yang bernama Iwan, Yani, Hani, Evin, Neni dan Lusi. Ayahnya adalah tipe orang yang tegas dan disiplin dalam memberikan pengajaran kepada anak-anaknya, terutama dalam hal menjalankan perintah-perintah dari agama yang dianutnya, Islam.
Beliau mengenyam pendidikan di SDN 01 Jasinga, SMPN 01 Jasinga, dan SMAN 01 Jasinga. Pada saat bersekolah, beliau adalah anak yang pandai dan selalu mendapat juara kelas. Pada saat itu beliau sering membantu sang ayah berjualan di pasar, dari pulang sekolah hingga menjelang petang. Setelah itu, malam harinya beliau mengajari anak-anak dilingkungan sekitar rumahnya mengaji, dan dirumah, beliau juga selalu menyempatkan diri untuk membimbing adik-adiknya belajar. Sebagai seorang anak sulung, beliau haruslah menjadi panutan yang baik bagi adik-adiknya. Itulah hal yang selalu diajarkan sang Ayah kepadanya.
Pada saat lulus SMA, beliau tidak bisa melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah, sang Ayah menentang hal itu dengan alasan himpitan ekonomi, selain itu juga beliau memang memiliki adik-adik yang masih duduk di bangku sekolah, sehingga beliau harus mengubur keinginan tersebut. Selepas lulus SMA, beliau setiap hari membantu sang berjualan di pasar. Dari hasil membantu sang ayah tersebut, beliau mendapatkan sedikit uang setiap harinya, yang kemudian beliau tabung untuk mewujudkan cita-citanya yang tertunda untuk duduk di bangku kuliah. Namun, ketika impian itu sudah hampir terwujud, usaha sang ayah malah mengalami penurunan. Hal tersebut memaksanya untuk mencari pekerjaan lain untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarganya, terutama adik-adiknya yang masih duduk di bangku sekolah.
Pada saat itu, beliau pergi ke Bogor Kota untuk melamar pekerjaan di salah satu instansi pemerintah yang bernama LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Dengan kegigihan dan ketekunannya dalam belajar selama ini, akhirnya beliau lolos dan diterima bekerja di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) di bidang penelitian tanaman. Semenjak saat itu, perekonomian keluarganya kembali membaik dan tak lama setelah itu beliau menikah dengan seorang gadis yang juga berasal dari Jasinga. Berkat kerja keras dan kegigihannya dalam bekerja, beliau selalu dipercaya untuk dikirim ke dalam sebuah penelitian di hampir seluruh provinsi di Indonesia bahkan hingga ke luar negeri.
Hal ini memang tidak pernah terpikirkan olehnya, bisa bekerja di tempat yang bagus, berkeliling Indonesia dan pergi ke luar negeri. Sungguh pengalaman yang tidak terbayangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini