Selasa, 22 September 2015

TUTI_KONFLIK SOSIAL DAN PEREBUTAN SUMBERDAYA_TUGAS3

Tugas Sosiologi 3

Nama : Tuti Awaliyah

NIM : 11150510000033

Definisi Konflik Sosial

Istilah "konflik " secar etimologis berasal dari bahasa latin "con" yang berarti bersama dan "fligere" yang berarti benturan atau tabrakan. Dengan demikian , konflik dalam kehidupan sosial berarti benturan kepentingan , keinginan , pendapat dan lain-lain.yang paling tidak melibatkan dua pihak atau lebih.

Konflik diyakini merupakan suatu fakta utama dalam masyarkat. Sejumlah tradisi intelektual , menyediakan perangkat analisis interpretasi terhadap masalah tersebut. Konflik merupakan suatu fakta dalam masyarakat industri modern. Konflik lebih banyak dipahami sebagai keadaan tidak berfungsinya , komponen-komponen masyarakat sebagai mana mestinya atau gejala penyakit dalam masyarakat yang terintegrasi secara tidak sempurna. Tetapi secara empiris , konflik tidak diakui karena orang lebih stabilitas sebagai hakikat masyarakat. Konflik merupakan realitas yang harus dihadapi oleh para ahli teori sosial dalam membentuk model-model umum prilaku sosial. Konflik bersifat inheren , artinya konflik akan senantiasa ada dalam setiap ruang dan waktu,dimana saja dan kapan saja.

Konflik mempunyai fungsi-fungsi positif. Salah satunya adalah mengurangi ketegangan dalam masyarakat, juga mencegah agar ketegangan tersebut tidak bertambah dan menimbulkan kekerasan yang memungkin terjadinya perubahan-perubahan. Dari sudut pandang ini konflik sosial mempunyai fungsi katarsis. Karenanya konflik mempunyai dampak yang menyegarkan pada sistem sosial. Konflik memang tidak mengubah sistem sosial itu sendiri, namun konflik menciptakan perubahan-perubahan di dalam sistem, dan konsekuensinya sistem itu bisa lebih efektif. Dalam khasanah pemikiran yunani kuno para pemikir dari sejak Heraklitus sampai kaum sophist mengemukakan konflik sebagai suatu hal yang utama. Bahkan konflik dianggap sebagai fakta sosial mendasar. Pada faktanya konflik digambarkan sebagai suatu bentuk sistem kekuatan yang stabil. Dan konsepsi konflik menurut kaum sopist ini ditransmisikan secara langsung dari konsep struktur terkecil kepada konsepsi perubahan internal. Artinya pergerakan dari zaman primitif ke zaman peradaban modern.

Teori konflik yang berawal dari ideologi ditegaskan sebagai kumpulan ide untuk memajukan gerakan-gerakan sosial atau untuk mempertahankan institusi sosial.

 Adapun macam konflik antara lain :

-          Konflik gender

-          Konflik antarsuku

-          Konflik antar agama

-          Konflik antar golongan

-          Konflik kepentingan

-          Konflik antarpribadi

-          Konflik antar bangsa dll

 

Definisi sumber daya

 

Dalam perspektif sosiologi sumber daya diartikan sebagai materi unsur yang mempunyai potensi,dalam artian sumber daya merupakan sesuatu yang harus dijaga dan dilestarikan dengan baik oleh makhluk sosial itu sendiri. Sehingga dengan adanya hubungan yang baik itulah akan terjadi keseimbangan dalam kehidupan di muka bumi ini, seperti halnya hubungan antar manusia yang saling membutuhkan satu sama lain,ketika seseorang memiliki sumber daya yang ia jaga dengan baik maka iapun tidak akan mengganggu sumber daya orang lain begitu juga sebaliknya.

 

Sumber daya sendiri adakalanya yang dilakukan oleh anggota tubuh contohnya seperti tenaga manusia atau bisa jadi yang tidak dilakukan oleh anggota tubuh seperti pikiran manusia. Dalam ilmu pengetahuan alam sendiri sumber daya ada yang bisa diperbaharui contohnya seperti angin, udara, air, cahaya matahari, awan, api, dan lain sebagainya yang mungkin tak akan habis kita pakai, berbeda lagi dengan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, contohnya seperti batu bara, minyak bumi, bahan galian (emas, perak, perunggu, berlian , batu akik), semua sumber daya yang tidak dapat diperbaharui tentu akan habis jika kita memakainya terus menerus.

 

Maka dari itu timbulah hubungan antara sumber daya dengan ilmu sosiologi bahwa, dengan adanya perawatan sumber daya yang baik oleh makhluk sosial maka akan terjadi kehidupan yang sejahtera tanpa mengganggu sumber daya yang telah ada.

 

Contoh konflik dalam kehidupan sehari-hari:

 

-          Daominasi kaum laki-laki yang mengisi jabatan wakil rakyatdi parlemen, kemiliteran, birokrasi dan sebagainya.

-          Konflik antar etnis di Papua, Maluku, Ambon dan Poso

-          Terorisme yang semakin membuat antar dua agama menjadi lebih rumit

-          Pertikaian yang berujung pada kekerasan antar kelompok penganut agama tertentu dan kelompok aliansi kelompok kebebasan beragama dan berkeyakinan di Jakarta 5 Juni 2008 lalu.

-          Dua remaja yang berpacaran lalu berpisah karena sama-sama mempertahankan pendapat masing-masing

-           

Contoh perebutan sumber daya dalam kehidupan sehari-hari:

 

-          Penebangan liar menyebabkan adanya perebutan sumber daya antara manusia dengan binatang penghuni hutan tersebut

-          Orang-orang cerdas yang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi padahal ia bisa berguna untuk bangsa dan negara sumber daya ini bisa disebut sumber daya pikiran manusia

-          Peristiwa kebakaran hutan dengan sengaja yang biasanya bertujuan untuk pembangunan perusahaan akan merusak kehidupan binatang hutan

 

Refrensi:

Bachtiar,prof.Dr.Wardi,2006,Sosiologi Klasik,Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Setiabudi, Elli M.,dan Usman Kolip,2011,Pengantar Sosiologi, Jakarta: Kencana Grup

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini