Selasa, 22 September 2015

Novia Hasan Fratiwi Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya Tugas 3

Novia Hasan Fratiwi
11150510000074
KPI 1/B

 

Konflik Sosial dan Perebutan Sumber Daya

            Perspektif Konflik  dalam teori konflik lebih menekankan sifat pluralistik dari masyarakat dan ketidakseimbangan distribusi kekuasaan yang terjadi diantara kelompoknya. Karena kekuasaan yang dimiliki oleh kelompok-kelompok elite, maka kelompok-kelompok itu juga memiliki kekuasaan untuk menciptakan peraturan, khususnya hukum yang dapat melayani kepentingan-kepentingan mereka. Berkaitan dengan hal itu,  perspektif konflik memahami masyarakat sebagai kelompok-kelompok dengan berbagai kepentingan yang bersaing dan akan cenderung saling berkonflik.

            Perspektif konflik klasik melihat terbentuknya masyarakat tidak didasarkan atas suatu konsensus terhadap nilai-nilai, tetapi karena suatu perjuangan diantara kelas-kelas sosial yang ada.

Faktor-faktor yang menyebabkan konflik sosial :

A.    Faktor Politik

 

            Hubungan antar kelompok yang berbeda yang semula rukun sutu saat bisa berubah menjadi penuh konflik ketika di dalamnya diberi muatan politik atau dimanipulasi untuk kepentingan elite-elite politik.

            Contohnya, Indonesia. Di zaman pemberontakan G-30-S/PKI. Masyarakat desa yang semula hidup tukun saling tolong menolong berubah saling curiga, saling bertikai, dan bahkan saling membunuh karena dimanipulasi untuk kepentingan politik PKI.

 

B.     FaktorEkonomi


            Perbedaan antar kelompok bisa berubah menjadi permusuhan atau minimal sikap antipati ketika perbedaan antara masing-masing kelompok itu bersejajaran dengan kesenjangan kelas ekonomi.
            Contohnya, Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir kita tentu pernah mendengar dan membaca bahwa beberapa kali kerusuhan sosial sempat muncul karena disulut oleh isu konflik antar etnis. Peristiwa Tnajung Priok, peledakan bom di BCA, kasus Irah atau peristiwa Solo adalah beberapa contoh bahwa perbedaan etnis ternyata suatu ketika bisa menjadi bibit pemicu konflik yang sangat potensial.

 

C.     Faktor Sosial Budaya

 

            Yang dimaksud faktor sosial budaya disini terutama adanya ikatan primodialisme antara kelompok satu dengan yang lain atas dasar solidaritas etnis, ras, kelas, atau sentimen kedaerahan.
            Contohnya, di Indonesia konflik antar suporter juga sering terjadi. Persebaya bertanding dengan Arema yang keduanya sebenarnya sama-sama warga Jawa Timur acap kali diwarnai kerusuhan di antara pendukungnya.

            Dalam menghadapi berbagai tantangan dunia dewasa ini, maka diperlukan manusia Indonesia yang berkualitas tinggi, yang dapat menghadapi segala kesulitan dan hambatan apapun serta sanggup melestarikan nilai-nilai luhur manusia.

            Sumberdaya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki suatu unsur tertentu dalam kehidupan. Sumberdaya terdiri dari sumberdaya fisik dan non fisik. Semua sumber baik manusia, materi, maupun energi yang secara nyata dan potensial dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan disebut sumberdaya. Sumberdaya ternasuk dalam kajian sosiologi lingkungan. Beragam perilaku sosial seperti konflik dan integrasi yang berkaitan dengan perubahan kondisi lingkungan, hal ini juga sangat berpengaruh terhadap sumberdaya baik sumberdaya fisik maupun sumberdaya non fisik.

            Sumber daya alam di Indonesia yang sangat kaya sering kali diperebutkan oleh negara-negara lain. Maka sebagai warga negara Indonesia kita harus menjaganya jangan sampai apa yang sudah kita punya direbut oleh negara lain secara sepihak.

            Sumber daya manusia Indonesia juga harus ditingkatkan kualitasnya agar lebih memberikan darma bakti bagi kemajuan fisik,mental, dan spiritual bangsa dengan berlandaskan ajaran agama. Kebahagiaan&kesejahteraan bangsa dan negara merupakan tanggung jawab bersama yang perlu disadari untuk masa depan yang lebih baik.

 

Daftar Pustaka

J.Dwi Narwoko, Bagong Dwi Narwoko (ed), Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Jakarta: Kencana, 2007.

Jimly Asshiddiqie,dkk, Sumber Daya Manusia Untuk Indonesia Masa Depan, Bandung: Mizan,2004.

Elly M. Setiadi. Usman Kolip. Pengantar Sosiologi, Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial: Teori, Aplikasi dan Pemecahannya. Jakarta: Kencana,2011.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Blog Ini